[Freelance] Can You See Me-Part 3

[FREELANCE – CHAPTERED] Can You See Me? – Part 3

Title : Can You See Me?

Length : Chapter

Genre : Romance, Sad

Author : Kim Sang Rim (Park Min Ah)

Main Cast :

Seo Joo Hyun

Cho Kyuhyun

Support Cast :

Park Hyena

Lee Donghae

 

Author POV

 

Pagi yang indah untuk memulai hari baru.Seohyun tersenyum menatap apartement tempat tinggalnya sekarang yang sudah tertata rapi. Hari ini ia resmi menjadi nyonya Cho setelah pernikahan akbar yang diselenggarakan dua hari lalu. Kemarin Kyuhyun memutuskan untuk pindah ke apartement mewah dan sebagai istri ia hanya bisa mengikuti saja.

 

Seohyun menyibakkan gorden yang menutupi jendela kamar.Ia lalu membalikkan badan ke arah sosok pria tampan yang masih terlelap di atas tempat tidur. Pria yang sudah menjadi suaminya namun hatinya tak bisa ia pahami sedikitpun. Seharusnya sekarang adalah masa-masa paling membahagiakan dalam kehidupan pengantin baru. Namun apa yang terjadi padanya sekarang tak lebih dari sekedar sandiwara. Mereka hidup tak selayaknya pasangan yang baru menikah.

Kyuhyun memutuskan untuk tidur di kamar yang berbeda dengannya.Membiarkannya tidur seorang diri di kamar terpisah.Apa itu yang namanya ‘hidup bahagia pasca pernikahan’?Namun itu lebih baik di banding sikap dingin yang ditunjukkan Kyuhyun.

“Aku harus bersabar..” putus Seohyun setelah cukup lama memandangi wajah tampan suaminya. Ia duduk di tepi ranjang.Entah kenapa melihat wajah pria ini selalu membuatnya tenang.Ia suka sekali melakukannya. Sama seperti ketika ia melihat Donghae tertidur. “Kyuhyun-ssi ireona” Seohyun mengguncangkan tubuh Kyuhyun perlahan. “Kyuhyun ireona, katanya kau ada rapat penting hari.” Kyuhyun mengerjapkan matanya perlahan-lahan. “Jam berapa sekarang?” Ucap Kyuhyun sambil mengucek-ucek matanya. “Hmm jam setengah 7.”

Tanpa menghiraukan Seohyun sedikit pun, ia bangkit lalu beranjak menuju kamar mandi. Seohyun terpaku. Dalam hati ia mendesah. Ia pun kembali ke dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk Kyuhyun.

***

Seohyun POV

“Kyuhyun-ssi kau tidak sarapan dulu?”

“Tidak usah, aku bisa sarapan di kantor nanti.”

“Apa kau mau ku bawakan bekal?”

“Kan sudah kubilang aku akan sarapan di kantor. Aku tidak butuh perhatian darimu.Aku masih mampu membeli makanan sendiri.Tidak ada gunanya kau melakukan ini semua padaku, tidakkah kau tahu aku merasa jijik padamu.Terutama sekarang aku selalu melihatmu setiap pagi. Aish! Ini benar-benar mengesalkan. Ingat jangan pernah kau menunjukan perhatianmu padaku lagi.”

Mengapa kau sebegini kejamnya Kyu?Apa salahku padamu. Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik di depan matamu selama ini. Tidakkah kau menyadarinya Kyu.Lalu, semua masakan ini apakah harus kubuang?

“Oh iya, jangan menungguku pulang. Mungkin malam ini aku akan pulang telat atau tidak pulang sama sekali. Aku akan bermalam di rumah Hyena. Karena bersamamu benar-benar menjijikan.Kau hanyalah gadis pembantu yang tidak tahu diri” Dia menatapku seolah-olah aku ini hanyalah seonggok sampah.Ia pun langsung bergegas pergi.Tubuhku rasanya benar-benar lemas.Aku terduduk menangis. Oh Tuhan! Mengapa hidupku harus begini?Nerakaku benar-benar dimulai hari ini.

 

***

Kyuhyun POV

Cih! Gadis itu sok perhatian sekali. Benar-benar mengesalkan. Berkat kedatangannya, seluruh rencana hidupku hancur. Aku membencinya.

“Sir, Anda kedatangan tamu.”Sekretarisku, Krystal berkata.Sekilas kulalihkan perhatianku dari berkas keuangan yang sedang kuteliti ke arah pintu.

“Siapa?”

“Nona Park Hyena.”

Alisku bertautan. Untuk apa Eun Ji datang kemari di jam kerja? Apakah dia tidak bekerja? Aku yakin pekerjaannya sebagai seorang model yang menuju go internasional tidak memiliki waktu senggang.

Sosok Hyena tak lama muncul dari balik pintu. Senyumnya yang manis selalu membuatku tenang, seperti biasanya. Dia berjalan dengan anggun.Hyena selalu bisa membuat dirinya tampak sempurna dengan pakaian dan aksesori apapun yang dikenakannya. Dia tipe wanita yang tidak akan pernah sayang untuk menghabiskan uang demi mempercantik diri. Dan bisa dilihat hasilnya. She looks so gorgeous.

“Long time no see..” sapanya. Aku berdiri, meraih pinggangnya lalu mengecup pipinya sekilas.

“Tidak biasanya kau datang kemari. Ada apa?” aku kembali duduk dan membiarkan Hyena duduk di tepi meja.Tangannya mengambil salah satu dari map yang ditumpuk di atas meja.

“Aku merindukanmu, tidak bolehkah aku mengunjungimu di sini?” inilah cara Hyena mengungkapkan kekesalannya.Dia selalu berkata dengan nada yang terkesan tak peduli namun penuh penekanan.

“Aku tidak pernah melarang.”Desahku seraya bangkit.“Tapi kita bisa bertemu di tempat lain, bukan?” aku berjalan mendekati jendela, kepalaku sudah dipenuhi oleh rasa bersalah padanya.Aku tahu alasan Hyena datang kemari. Tak lain karena ia ingin mempertanyakan masalah pernikahanku dengan Seohyun.

“Kenapa? Kau takut kedatanganku akan menjadi bahan gunjingan di kantor ini? Kau takut pegawai-pegawaimu menuduhmu sedang selingkuh?” sindirnya.Dia berjalan menghampiriku dengan raut tersinggung dan kesal. Sudah kuduga ini akan terjadi. Aku hanya menghela napas.

“Aku tahu aku salah, Hyena. Tapi mengertilah. Jika kau sedang dalam posisi terjepit sepertiku kau pun akan mengambil cara aman. Appa tidak pernah merestui hubungan kita.Beliau bisa saja menendangku dari rumah jika tidak menuruti perkataannya” debatku berharap gadis ini mengerti.Aku mencintainya, sungguh.Tapi bisakah dia memahami keadaanku?

Hyena bersedekap dengan mata menyala-nyala.“Kau tak lebih dari pria pengecut, Cho Kyuhyun. Lagipula apa bagusnya wanita bernapa Seo Joo Hyun itu? Dia hanya wanita biasa.Sementara kau, kau butuh wanita yang luar biasa yang pantas bersanding di sisimu.Dan gadis itu aku, bukan Seo Joo Hyun.Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau mengkhianatiku dan memilih mengapit tangan gadis itu ke atas altar?”

Mendengar kata-kata Hyena entah kenapa aku tersinggung.Ada sesuatu dari kalimatnya yang membuatku tidak suka, namun aku bingung di bagian mana.

Pandangan Hyena meredup, kini berubah sendu.Orang bodoh pun bisa melihat luka yang terpancar dari sorot matanya.Ia berjalan mendekatiku.Tangannya singgah di kedua pundakku dengan lembut dan matanya menatapku lurus.

“Katakan bahwa kau mencintaiku, dan kau berjanji akan meninggalkannya.”Kata-kata yang dikeluarkan dengan suara rendah itu membuatku hanya dapat tersenyum masam.Aku memang sudah memikirkan ide ini semalaman.Mendadak saja aku bimbang.Mulutku tak mampu bersuara dan pikiranku benar-benar tidak bisa diajak kompromi.Seperti bisikan setan, kata-kata Appa mendengung di ruang kepalaku.

‘Jika kau sampai melakukan tindakan yang membuat Appa dan Eomma terpaksa menanggung malu, jangan harap bisa menyandang marga Cho di depan namamu lagi!’

Appa sudah pernah mengancamku dengan kalimat semacam itu. Perceraianku dengan Seohyun jelas akan mencoreng nama keluarga Chaebol Cho. Perceraian tidak pernah ada dalam sejarah silsilah keluargaku dan jika aku melakukannya, aku harus siap meninggalkan keluarga yang sudah membesarkanku.

“Kenapa kau bimbang, Tuan Cho? Katakan sesuatu.” suara Hyena kembali menarikku paksa ke dunia nyata.Aku memalingkan pandangan menatapnya.Hyena memandangku dengan wajah penuh pengharapan.Aku tidak tega melihatnya.Akhirnya, setelah berdebat dengan hati nuraniku sendiri aku menghela napas.

“Aku tidak berjanji akan mengabulkan permintaanmu, Park Hyena. Dan kuharap kau tidak terlalu mengharapkanku, setidaknya untuk saat ini. Kau tunggulah hingga kesempatan untuk kita datang.”Suara yang terucap dari mulutku terdengar parau.

Tangan Hyena menyentuh pundakku.“Aku siap menunggu, Tuan Cho..,” mata yang selalu membuatku tenang menatapku lurus. Aku bisa melihat berbagai macam emosi dari iris matanya yang bergerak gelisah. Aku memang menyadari wajah kami saling mendekat satu sama lain dan ketika bibir kami kembali bertemu, aku menerima tanpa menepisnya.

Bagaimana pun, Hyena adalah gadis yang kucintai.

Akupun memeluknya “Gomawo, saranghae”

***

Author POV

Seohyun sejak tadi mondar-mandir di depan ruang tamu dengan gelisah. Ia menunggu kedatangan Kyuhyun. “Kyuhyun kemana ya? Ini bahkan sudah jam setengah 12 malam. Apakah benar ia menginap dirumah Hyena?” Seohyun pun duduk di sofa sambil mengetukan jarinya sambil sesekali melirik jam. Namun Kyuhyun tak kunjung datang juga. Perlahan-lahan mata Seohyun mulai menutup dan ia pun tertidur.

***

Seohyun POV

Aku terbangun dari tiduruku. Ah! Rasanya leherku benar-benar sakit karena tertidur di sofa. Ini bahkan sudah jam 4 pagi tapi Kyuhyun belum pulang juga. Kyu sebenarnya kau kemana?Apa benar dia menginap di tempat Hyena?Sebaiknya aku kembali saja ke kamar.

***

Kyuhyun POV

Aku membuka pintu apartemen.Begitu masuk aku melihat Seohyun sedang bersih-bersih.Aigoo, dia benar-benar rajin.Hyena tidak mungkin mau melakukan hal seperti itu, dia mungkin sekarang sedang bermalas-malasan di tempat tidurnya. Aish! Kenapa aku malah membanding-bandingkannya dengan Hyena. “Kyu, kau sudah pulang?” Cih dasar sok perhatian.Namun, aku hanya berjalan melaluinya tanpa menghiraukannya.

“Kyu, kau sudah makan? Jika belum aku akan membuatkannya.”

“Tidak perlu.”

Aku pergi kekamarku hanya untuk sekedar mengganti baju dan mengambil beberapa verkas penting.Lalu setelah itu aku kembali meninggalkannya.

***

Author POV

Seohyun hanya menghela nafas pasrah begitu Kyuhyun keluar dari apartemen. “Tidak bisakah kau berbaik hati sedikit saja padaku, Kyu.” Gumamnya.

Setelah bersih-bersih Seohyun pergi keluar apartemen.Ia membeli beberapa tangkai bunga lili.Lalu pergi ke makam ibunya.

***

“Anyeong Eomma, bagaimana kabarmu kau baik-baik saja kan disana?” Ucap Seohyun sambil mengganti bunga lili dimakam ibunya.Ibunya begitu menyukai bunga lili.

“Eomma tahu aku sudah menikah Eomma, suamiku…” seohyun tidak melanjutkan kata-katanya.Tetapi mengalir sungai kecil di pipinya yang putih mulus itu.

“Dia sangat baik Eomma, eomma tahu aku sangat mencintainya sebesar aku mencantaimu, Eomma.”

“Eomma, andaikan kau ada disini mungkin kau akan menyukainya. Dan mungkin kau akan menjadi teman berbagi yang paling baik.” Seohyun tersenyum kecut.Ia membekap mulutnya lalu menangis sejadi-jadinya.

***

Malam harinya Seohyun kembali menunggu Kyuhyun.Pukul 10 malam terdengar seseorang menekan password apartemen mereka dan tentu saja itu Kyuhyun. Seohyun segera berdiri di depan pintu untuk menyambut Kyuhyun. Saat membuka pintu Kyuhyun hanya menatap dingin Seohyun lalu berjalan melewatinya.Kyuhyun pergi ke pantry lalu mengambil sebuah botol bir. Begitu akan meneguknya, Seohyun menahannya.

“Kyu, kau jangan minum itu. Itu dapat membahayakan kesehatanmu.”

“Apa hakmu melarangku, hah?”

“Aku istrimu tentu saja aku berhak.”

“Istri kau bilang? Kau hanyalah gadis pembantu yang menjijikan dan tidak tahu diri.” Kyuhyun melempar botol bir tersebut dihadapan Seohyun.Kyuhyun beranjak pergi lalu membanting pintu apartemen mereka.Seohyun pun memunguti pecaha botol tersebut sambil menangis.

***

Semenjak insiden tersebut Kyuhyun semakin jarang pulang.Tetapi, Seohyun tetap saja setia menunggu Kyuhyun.Terkadang Kyuhyun pulang hanya untuk mengambil berkas penting dan meminum birnya. Namun, setiap dia akan meminum birnya Seohyun selalu menahannya dan tentu saja itu semakin membuat Kyuhyun marah padanya dan pertengkaran mereka semakin menjadi.

Beberapa hari kemudian Seohyun memutuskan untuk mengunjungi kantor Kyuhyun. Begitu memasuki kantor Kyuhyun, Seohyun dibuat takjub. Saat menghadap resepsionis Seohyun tersenyum ramah lalu membungkuk, membuat beberapa orang terkagum-kagum melihat keramahannya yang berbeda jauh dengan Hyena. Begitu akan memasuki ruangan Kyuhyun, Seohyun melihat sekertaris Kyuhyun sedang menangis lalu ia menghampirinya.

“Aghassi, gwenchanayo?”

“Eoh, nyonya kau disini? Aku baik-baik saja.” Ujar sekertaris Kyuhyun sambil menghapus air matanya.

“jujur, kau kenapa hmm?”

“Sungguh aku tidak apa-apa nyonya.”

“Benarkah, tapi raut wajahmu tidak mengatakan begitu.”

“Ibuku akan operasi jantung nyonya, tapi uangku tidak cukup.”

“Eoh, mungkin aku bias membantu.” Seohyun mengambil cek dari dalam tasnya. “Ambillah ini mungkin bias menolong ibumu. Aku tahu rasanya sepertimu. Dulu aku pernah mengalaminya.”

“tidak usah nyonya.”

“Ambilah, kalau kau tidak mengambilnya kau akan menyesal.”

“terima kasih banyak, nyonya.”

“Eoh”

“Oya, apa Kyuhyun ada didalam?”

“Umm, mian nyonya tapi beliau sedang sibuk sekarang. Ia sedang bersama kekasihnya.”

Hati Seohyun mencelos mendengar kata yang diucapkan sekertaris Kyuhyun barusan.Ia memasang senyum palsu.

“Nyonya, gwenchanayo?”

“Eum, gwenchana. Itu sudah biasa.” Ucap seohyun sambil menhembuskan nafasnya dengan kasar. “Hmmm, baiklah kalau begitu aku pulang dulu.”

Seohyun beranjak pergi.Sekertaris Kyuhyun memandang iba punggung Seohyun yang semakin menjauh.

Begitu Seohyun memasuki lift, Kyuhyun keluar dari ruangannya bersama Hyena yang sedang bergelayut manja di lengannya. Sekertarisnya pun menghampirinya.

“Tuan tadi nyonya Cho dating kemari.”

“Hhh, dia bilang apa?”

“Tidak ada, dia hanya menanyakan keberadaanmu.”

“Oh, lalu dimana dia sekarang?”

“Dia sudah pulang tuan.”

“Oh, baguslah. Dia itu hanya merusak moodku. Baiklah kajja kita pergi.” Sambil menolehkan kepalanya ke arah Hyena.

Sekertarisnya yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya.”Wanita itu benar-benar tak tahu diri.”

****

Seohyun POV

Badan dan jiwaku benar-benar lelah hari ini.Badanku benar-benar lemas.Mungkin ini akibat aku sering tidur malam karena menunggu Kyuhyun.Malam ini aku tidak menunggu Kyuhyun. Aku masih terbaring lemah di kasuruku sejak siang tadi setelah kembali dari kantor Kyuhyun. Terdengar seseorang membuka pintu apartemenku, aku melihat kearah jam dinding yang tergantung di kamarku. Pukul 10 malam.Mungkin itu Kyuhyun.Aku memutuskan untuk tidur.

***

Kyuhyun POV

Aku membuka pintu apartemen dan seluruh ruangan sangat gelap.Tumben lampunya masih mati. Biasanya jam segini sudah menyala. Bahkan gadis itu tidak ada disini.Biasanya dia menungguku.Mungkinkah, dia marah padaku akibat insiden tadi pagi.Ataukah dia pualng kerumah Appanya. Huh! Kenapa aku jadi khawatir begini padanya.Harusnya aku senang dong.Bukankah aku sangat jijik jika dia memperhatikanku.Aku pergi ke pantry untuk mengambil botol bir.Aku menuangkannya ke gelas. Entah kenapa saat aku akan meminumnya kata-kata gadis itu terngiang di otakku. Aku menjauhkan gelas itu.Aku kembali mendekatkan gelas itu ke mulutku, dan kata-kata gadis itu terngiang kembali di otakku. Huh! Aku ini kenapa sih.Aku mengacak rambutku frustasi.Aku merebahkan diriku di sofa. Aku melirik kea rah pintu kamar gadis itu. Pintunya tertutup rapat.Akupun mengambil psp ku lalu memainkannya.

KRUUUKK

Aduh aku lapar.Aku pergi ke dapur memeriksa apakah ada sesuatu yang dimasak gadis itu.Tetapi naas tak ada satu makanan pun. Aku membuka kulkas tetapi hanya ada ikan-ikan mentah disana, tak ada satu camilan pun. Aku memutuskan untuk membangunkan gadis itu.

“Seohyun, ireona.” Ucapku sambil menendang nakas di sebelah tempat tidurnya.

“Yak! Pemalas, ireona!”

***

Seohyun POV

“Yak! Pemalas, ireona!”

Aku merasakan seseorang sedang memanggilku dan menendang nakas di sebelah tempat tidurku.Aku membuka mataku perlahan. Hah? Kyuhyun?

“Eoh, Kyuhyun-ssi ada apa?”

“Yak! Cepat bangun buatkan aku makanan. Aku lapar.”

“Tapi, Kyu aku sedang tidak enak badan sekarang.”

“Ppaliwa!.”Ia menarik tanganku.

Aku berjalan ke dapur dengan terhuyung-huyung.

Saat aku sedang memotong, aku merasakan ada cairan keluar dari hidungku. Aku mengusapnya. Darah? Astaga penyakitku pasti kambuh lagi.Aku bergegas ke kamarku untuk mengambil obatku. Lalu kembali ke dapur saat aku akan meminum obatku rasanya tubuhku semakin melemas. Rasanya berdiri pun tak mampu.Akupun mendudukan diriku di lantai.Rasanya lantai ini seperti berputar.Aku berusaha menggapai obatku yang ada di meja tetapi obat itu jatuh d lantai dan berserakan.Aku berusaha meraba-raba lantai dan mendapakan satu butir pilku. Aku kembali menggapai air yang ada diatas meja, gela itu terjatuh dan pecah. Aku semakin pusing.Hingga akhirnya semua berubah menjadi gelap.

***

Kyuhyun POV

Ada apa dengan gadis itu kenapa dia berlari-lari seperti orang kesetanan. Hhh! Tak tahulah peduli apa aku.

PRANG…

Kenapa dia? Apa dia tidak bias memasak sampai memecahkan piring? Aku kesana atau tidak ya? Huuum tidak usah deh itu kan akan merusak ego seorang Cho Kyuhyun. Tapi aku penasaran.Sebentar, kok bau gosong? Jangan-jangan dia tidak bias memasak lagi. Tapi bukankah kemarin dia memasak dengan baik kan? Aku memutuskan untuk menghampirinya. Astaga kenapa dia bias pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah. Aku menghampirinya dan meletakkan kepalanya di pangkuanku.Aku menepuk-nepuk pipinya.Entahlah ada rasa takut menyelimuti diriku.

“Seo, seo. Gwenchana?” dia tidak menjawab.Akhirnya aku memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit.

***

At Incheon Hospital

“Uisanim, bagaimana keadaanya?” tanyaku saat dokter tersebut keluar dari ruangannya.

“Anda suaminya?”

“Nde.”

“Tekanan darahnya sangat rendah. Ia juga menderita anemia.Sebaiknya istri anda memperbanyak istirahatnya dan tolong kurangi tidur terlalu malam.Ia kelelahan karena terlalu sering begadang. Baiklah saya pergi dulu”

“Iye, Kamsamida.”

Sepertinya ia kelelahan karena terlalu sering menungguku pulang malam. Terbersit rasa bersalah dihatiku.

Aku memasuki ruang rawatnya.Entahlah, kenapa melihtanya terbaring lemah saat ini membuatku sedih.Rasanya seperti ada sesuatu yang hilang dariku dan kenapa aku merasa menyesal. Ah entahlah!

De javu. Aku seperti melihat sosok Seul Gi. Mantan tunanganku.

Aku mendudukan diriku di kursi yang terdapat di sebelah ranjangnya. Aku menatapnya. Ingin rasanya aku menyibak anak rambut yang menutupi wajahnya. Tapi aku Cho Kyuhyun, sang pemilik hati Hyena sepenuhnya. Tidak mungkinkan aku jatuh cinta pada gadis pembantu ini.

Tiba-tiba mata gadis itu perlahan terbuka.Ia mengedarkan pandangannya. Begitu dia menatapku ia menegrutkan keningnya.

“Kyuhyun?”

“Apa?” Ucapku dengan pura-pura cuek.

“Umm, kau yang membwaku kemari?”

“Nde.”

“Eoh, gomawo. Maaf sudah merepotkanmu. Jika kau lelah atau masih ada kepentingan kau bias meniggalkanku.”

“Geurae, jika kau butuh sesuatu kau bias memanggil perawat disini.”

“Eoh.” Ia membalikan tubuhnya menghadap jendela.

“Kyu!”

“Apa?”

“Bisakah kau tidak memberitahukan tentang hal ini kepada siapapun. Terutama keluargamu.”

“Baiklah.”

Aku heran dengannya. Biasanya mantan-mantan pacarku jika mengalami hal seperti Seohyun mereka mungkin merengek-rengek seperti balita dan minta ini itu. Tapi Seohyun, dia berbeda permintaannya begitu sederhana. Ia tidak ingin merepotkan orang-orang disekitarnya. Ia benar-benar gadis yang mandiri. Seperti gadis impianku.

***

Author POV

Pagi harinya keadaan Seohyun mulai membaik. Pagi ini ia akan di periksa oleh dokter.

Beberapa saat kemudian seorang suster masuk dan seorang dokter.Betapa terkejutnya Seohyun melihat siapa dokter tersebut. Begitu pula sang dokter ia sangat terkejut melihat Seohyun.

“Seohyun?”

“Donghae Oppa?”

***

TBC

 

 

Hai! Bagaimana? Bagaimana ffnya? Katrok yaa? Maaf ya kalau tambah kesini ffnya tambah gak sesuai harapan.

Sebaiknya dilanjut atau ngggak?

Tolong sisakan waktu kalian 1 menit saja untuk meninggalkan jejak komentar, karena komentar kalian sangat berarti bagiku biar makin banyak idenya hehehe.

 

18 thoughts on “[Freelance] Can You See Me-Part 3

  1. donghae muncul…yess baguslah setidaknya seohyun tidak akan sendiri lagi dan kyu bersiaplah….
    segera lanjut thor

  2. Kyu jahat banget kasian seo eonni . Sukurlah donghae muncul semoga dengan adanya donghae bisa merebut seo eonni dan kyuhyun menyesal biar tahu rasa tu orang !
    Hehe emosi kebawa cerita .next thoor

  3. Kasian sekali seohyun selalu di cuekkin sama kyuhyun
    semoga dengan munculnya donghae membuat kyuhyun cemburu dan lebih perhatian
    next ditunggu…..

  4. donghae muncul… Apakah kyu bakalan cemburu nanti jika hae dekat sama seo?? Siapkan batin aja deh buat cho kyu😀 dinextt yaa

  5. kasian seo eon…. smoga dgn kdtangan hae oppa bisa buat kyu oppa sadar…klo dia itu suka ama seo eon….
    next harussss

  6. Eonni, perknalkan aq reader baru dsini, aq jg penggemar seokyu lho…
    Ff bgus eonni, next lanjutannya eaaa…..

  7. Kasian seo eonnie… dia sakit apa
    Semoga seo eonnie baik baik aja
    Aku pastikan kyu pasti menyesal nanti…
    Seo eonnie ketemu donghae yaa
    Nice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s