[Freelance] Cold Guy From EXO Planet Chapter 1

1070070_1457409141158529_1708248243_n

Author : Kim
Main Cast : Do Kyung Soo
Pyo Jerin
Other Cast : Find It!
Genre : Romance, Comedy (maybe), Friendship, Fantasy
Length : Chapter

Sebenarnya FF ini udah pernah aku post di blogku

https://worldkpopff.wordpress.com/

silahkan berkunjung ya🙂 di blog itu juga ff ini sudah sampai chapter 5 hehehe…

-…………………………………………………………………………………………….-
Jerin mengerang frustasi, lembaran-lembaran yang kini sudah berserakan disekelilingnya dan juga banyaknya CD tugas di atas kasurnya membuat yeoja ini semakin putus asa. Deadline. Satu kata itu berhasil membuat seorang Pyo Jerin begadang sampai selarut ini, merelakan dirinya yang sudah mengantuk untuk tetap terjaga dan mengerjakan tugas itu dengan tenaganya yang masih tersisa.
Jam dinding tak berhenti berdetik,desiran angin malam itu menerpa korden jendela berwarna hijau yang tergantung di sisi dinding putih. Dan hal itu seketika membuat Jerin sedikit merasa kedinginan.

Alunan music ballad dari earphone itu tak berhasil membuatnya tenang, dia malah semakin semerawut dan malah menggigiti kukunya dengan gemas.
“Ah…Tuhan! Kenapa kau buat hambamu ini kesusahan?” keluh jerin dan mengusap keringat yang mulai merayapi kulit putih susunya itu. Wajahnya yang dulunya secantik Min Ah Girls Day, kini mulai terlihat seperti gelandangan akibat stress yang dialaminya…
“kau kenapa?”

Duk!

Suara itu sontak membuat jerin tersentak dan membuat kepalanya secara resmi berbentur lampu belajar di dekatnya. Yeoja itu mengeluh kesal sebelum akhirnya dia berbalik dan mendapati seorang namja terduduk di ranjangnya sembari meminum latte dengan tenang – bahkan tanpa ekspresi –
Jerin mencabut earphonenya dan menajamkan penglihatannya. Meyakinkan bahwa dia hanya berhalusinasi saja. Dan akhirnya dia mulai menyadari kehadiran namja itu, dia masih disana dan itu bukan halusinasi semata.

“N-neo? Sejak kapan disana?”
“Sejak tadi..”
“Sejak tadi? Kenapa aku tak melihatmu?” jerin menganga sejenak dan menatap namja itu keheranan.
bukankah tadi namja itu tidak ada disana?
Mengapa bisa?
Dari mana dia masuk?
Bukankah pintu kamar sudah ku kunci?
Apa namja ini hantu?
Berbagai pertanyaan itu meracuni pikiran jerin saat ini, dan pertanyaan pertanyaan tentang namja itu mengalahkan semua pikirannya tentang deadline yang menyeramkan..

“Kau melamun?”
“Ani..aniyo..mana mungkin..” jerin menggeleng kuat dan membuat rambut panjangnya ikut bergoyang.
“kau aneh.”
“ya itu memang ben-
eh.. kau mengatakanku apa? Aneh? Apa hakmu hah? Kau itu masih menumpang dirumahku.. jadi jangan pernah macam-macam dengan sang pemilik rumah.. dasar tak berguna! berhentilah membuatku kesal. Lebih baik kau bantu aku, hibur aku, atau lakukan hal lain yang kau bisa untuk membuatku lebih tenang.. aku sangat emosi sekarang..Arasseo?”

Dio terdiam. Meneguk lattenya tanpa menghiraukan omelan panjang lebar dari pemilik bibir tipis itu, semua perkataan jerin hanya dapat memantul dalam otaknya.. sama sekali tak ia masukan kedalam hati,
“Hei.. dio-ssi? Kenapa kau diam eoh? Buat aku tenang!” luapan emosi itu memancar jelas dari kedua bola mata jerin yang mulai mengeluarkan kilatan cahaya..
“kau kesal? Minumlah dulu..” tangan itu terulur ke arah jerin, menyerahkan secangkir latte yang mungkin dapat menenangkan hati yeoja itu. Ekspresi marah dengan mata berkilat kesal milik jerin langsung memudar begitu saja.

“eoh? Kau yakin? Aaaa…Gumawo dio-ssi.. kebetulan aku sangat ingin latte…hehehe”
Dio mengangguk perlahan, kemudian ia berdiri dan meninggalkan jerin sendirian di kamarnya..
Jerin berdehem pelan..
“tumben sekali dio baik..” ucap jerin ragu dan kemudian mengangkat cangkir lattenya tinggi-tinggi.
“terserahlah… yang penting aku mau minum dulu..”
.
.
.
.
.
.
“DIOOOOOO!!!!!! KENAPA KAU MEMBERIKU CANGKIR KOSONG? LATTENYA KEMANA?? YAKKK!!! NEO JINJJA!”

JeRin POV

“Ssshhh.. kenapa dio tak membangunkanku? Kenapa dia jahat sekali?”

Aku mulai terengah-engah ketika aku mempercepat langkah kakiku menuju gerbang kampus yang mulai nampak terlihat. Suasanan sepi mulai meyakinkanku bahwa sebentar lagi aku akan mengalami final destination dari guru piket gendut itu..
Dengan wajah yang mulai kusam, dengan ekspresi yang mulai Lavar dan dengan baju yang lusuh..aku melintasi pagar yang benar-benar hampir tertutup itu.
Yes! Aku berhasil..
“Kau hampir telat nona Pyo..” ucap penjaga gerbang dengan wajah bengisnya yang seketika membuatku merinding.

Aku hanya menanggapinya dengan senyum tulus namun tak ikhlasku.
Haha! Never mind~ yang penting aku sudah sampai.
Aku kembali mempercepat langkahku ke arah kelas di dekat lorong,
“Jerin-ssi..” suara itu menghentikanku, aku melihat kesekeliling dan tak menemukan apapun…
“Babo… Aku disini..”

Aku melirik sebentar ke arah suara tadi.. dan yang aku lihat adalah Seorang namja bermata biru berdiri menyandar ke tembok lorong dengan senyumnya yang terlihat menyeramkan.. aku menajamkan mataku.
“Nugusseo?” ucapku ragu
“kau tak perlu tahu siapa aku… kau cukup ingatkan kyungsoomu untuk berhati-hati..karena yang mengincarnya sudah kembali…”
Kyungsoo? Berhati-hati? Apa maksud namja ini?
“Ap-”

Eh? Namja tadi kemana?
Aku meneguk ludahku kasar, mungkin Cuma imajinasiku yang berlebihan…
“hh…kira-kira dio sudah sarapan belum ya? Dan..Apa yang dia lakukan saat ini? Hmmmm…”
Entah kenapa pikiranku beralih pada batu hidup itu.. Do Kyung Soo..

Sampai sekarang, aku masih sangat penasaran dengan kedatangannya yang luar biasa misterius.

Flashback

“kumohon bantu aku”
Aku menatap emosi seorang namja yang kini berlutut dihadapanku, namja yang dengan seenaknya masuk kerumahku tanpa izin, menyebalkan… siapa sih dia?

“bantu apa?” jawabku was-was
“tolong sembunyikan aku dari monster itu”
Monster? Apa dia bercanda?
“kau gila ya? zaman modern seperti ini tidak ada monster…”
Tatapannya itu menajam.. memperlihatkan warna kehijauan yang terpantul dari kedua matanya yang terlihat sayu.. dia terlihat menyedihkan dengan banyaknya luka di tubuhnya itu..

“aku hanya butuh bantuanmu… hanya sementara… jebal..”
Entah kenapa ucapannya itu sangat terdengar meyakinkan…
“Mm… baiklah,, tapi ingat! Hanya sementara…” ucapku sedikit bergetar..
Namja itu bangun dari posisinya dan menatapku sebentar
“Ngomong- ngomong.. namamu siapa dan asalmu dari mana?” tanyaku asal dan tak meliriknya yang berdiri disampingku
“Namaku kyungsoo.. aku dari EXO Planet..”

Flashback End

Tap
Tap
Tap

“Kyeoptaaaa…..”
“Omoooo….”
“Murid baru ya?”
“Kya~”
“namamu siapa eoh?”
“ya tuhannn….”

Oh.. God! Ada apa ini sehingga yeojadeul itu berteriak tidak karuan di depan ruang musik? Apa mereka kurang kerjaan sehingga membuat gerombolan tidak jelas ini? jebal bubarlah.. aku mau lewat…=_=

Dan… Apa-apaan itu?? Itu kan…..
“Jerin..” namja itu keluar dari gerombolan yeoja.. wajahnya yang selalu tak berekspresi itu membuatku kaget setengah mati.
“OY! DIIOOO??? Wae kau kesini?” ucapku kaget.
Bukankah dia tadi masih tidur?
Bukankah rumah sudah kukunci?
Dengan siapa dia kesini?
Kenapa? Kenapa?

“jangan salah paham… kau belum sarapan, jadi kubawakan makanan untukmu..” ucapnya dan mengulurkan kotak bekal padaku lalu diikuti suara riuh dari yang lainnya…
Seseorang tolong sadarkan aku!!! Aku masih tak mengerti dengan semua ini!! Ada Apa inii??
“K-kauuuu!!!! Bukannya kau masih tidur tadi??” ucapku dan menunjuk-nunjuk wajahnya gemas,
“siapa bilang?” ucapan datarnya sangat menusuk ke telingaku.. seakan mengunci bibirku untuk tak berbicara lagi…
“T-Tap…. Tapi.. kau…”
“Ikut aku..”
“Kemana?”
“Ke Akhir Hidupmu…”
“Mwooo????????”

T B C

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s