Stop The Falling Rain (Chapter 2)

stop-the-falling-rain-by-fishafishy

Author      : FishaFishy

Length      : Chapter

Main Cast :   ChoA-AoA

              Jin-BTS

               Luhan-EXO

Support Cast : Find it by Your Self

Genre     : Romantic, Sad

Tanganya menyentuh dasi Luhan, mencoba untuk merapikannya. Luhan membiarkannya dan  tersenyum melihatnya.

Setelah selesai merapikannya, Choa menunjuk bagian dada Luhan.

“Hatimu” Katanya.

“Seberapa besar lagi tempatku disana ?” Tanya Choa.

Luhan terlihat berpikir sebelum menjawab. “Selalu ada, disuatu bagian. Tidak akan hilang. Kau mau mengambilnya kembali ?” Tanya Luhan. Ia tidak bercanda. Ini serius.

Choa tahu kalau ia menjawab “ya” Luhan pasti akan langsung membatalkan pernikahan ini. Dan Choa tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Luhan sudah memilih Ayumi menjadi pendamping hidupnya, Luhan sudah bersama dengan Ayumi merasakan senang dan sedih bersama disaat dirinya tidak ada. Luhan pasti  sangat mencintainya. Oleh karena itu ia melamarnya untuk dijadikan pendamping hidupnya. Dan jika Choa meminta Luhan untuk membatalkan pernikahan ini, Choa tahu Luhan akan menyesalinya nanti. Choa hanya tersenyum lembut dan menatap mata Luhan dalam.

“Ani, aku tahu kau sangat mencintainya. Dan jika kau membatalkannya kau akan menyesalinya seumur hidupmu nanti”. Ucap Choa mantap. “Kau harus menjaganya, berjanjilah padaku”

Luhan tersenyum mendengar jawaban yang keluar dari mulut Choa-nya. “Tidak perlu berjanji padamu pun, aku pasti akan menjaganya”. Luhan membelai lembut kepala Choa sambil menatap mata Choa untuk meyakinkannya.

Choa tersenyum senang karena mendengar jawaban Luhan tersebut bahwa Luhan akan menjaga Ayumi walaupun ia tidak memintanya. Choa yakin bahwa Luhan sudah tidak memiliki perasaan yang sama kepada dirinya seperti dulu. Lalu Choa membalikkan tubuh Luhan dan mendorongnya perlahan. “ Ayo, nanti kau terlambat. Pesawatku juga sebentar lagi akan berangkat”.

Luhan seraya membalikkan tubuhnya menatap Choa kaget. “ Ya!!! Kau tidak akan melihat pernikahanku ?”

“Mianhae, tapi pesawatku akan berangkat lima belas menit lagi. Lagipula tadi aku sudah bertemu Ayumi, dia sangat cantik. Kau beruntung mendapatkannya.” Ucap Choa jelas.

“Kalu begitu, berhati-hatilah. Telpon aku jika kau sudah sampai di Korea nanti, Wakatayooo !” Bentak Luhan namun tulus. “ Ya ! tidak usah membentakku !”. Choa balik membentak. “Hai, wakatayo. Dan sejak kapan kau bisa berbahasa Jepang hah ?” Tanya Choa menggoda.

“Itu…” Luhan tak bisa menjawab, wajahnya terlihat memerah.

“Aaa araseo, wakatayo, understand neee… Sudah kuduga kau sangat mencintainya” Choa tersenyum tulus. Lalu Choa berjalan meninggalkan Luhan dan melambaikan tanganya lalu berteriak. “Jya ne…” Luhan tersenyum, melambaikan tangannya lalu berteriak “Ya !! Choaya ! itu kebiasaanmu ! kau selalu mencampurkan berbagai bahasa dan itu buruk kau tau !”.

“Ya!!! Luhan-ya… berhenti memanggil namaku dengan Choaya ! kau menambahkan akhiran ya dengan maksud yang berbeda…itu memalukan kau tau…aku sudah besar sekarang !” teriak Choa pada Luhan. “Dulu saat masih kecil sampai SMA pun kau terus memintaku untuk memanggilmu dengan Choaya, dan memperingatkanku bahwa akhiran ya pada namamu itu bukan sebagai akhiran dalam penamaan Korea, melainkan sebutan dari seorang Angel,,buahahaha” Luhan tertawa karena mengingat kejadian masa lalunya…

“Neo yeoppo namja ! berhentilah tertawa ! issh”

“Sampai kapanpun kau akan tetap menjadi bidadari kecilku Choaya ! haha” Teriak Luhan.

Choa membalikannya badannya dan tersenyum lega mendengar ejekan Luhan namum tulus tersebut.

-*-

“Pruuuut…” Choa menyeruput cappucinonya yang sudah habis. Ia bangkit dari kursi dan berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Ia mengeluarkan dompet dari tasnya dan mengambil beberapa lembar uang kertas lalu menyerahkannya kepada pelayan yang berdiri dibelakang kasir tersebut. Setelah ia membayar, ia melangkahkan kakinya keluar cafe tersebut dan menyetop taksi untuk kembali ke apartemennya dan beristirahat. Hari ini ia sangat lelah apalagi karena jet leg yang ia alami tadi.

Tidak mebutuhkan waktu yang lama taksi pun datang. Dan Choa mulai memasukinya. Ia mengempaskan dirinya pada jok taksi tersebut dan mengambil sesuatu dalam tasnya. Ia mengeluarkan kamera nya dan melihat apa saja yang sudah ia potret saat tiba di Jepang. Choa adalah seorang Fotografer yang sudah diakui kemampuannya di Inggris dan di Korea. Hasil potretannya sangat luar biasa. Tangan emasnya sungguh hebat. Hal yang tidak menarik pun,  jika sudah dipotret olehnya dapat menjadi hal yang manakjubkan. Ya, itu semua merupakan anugrah dari Tuhan.

Choa menekan tombol on dan melihat foto sebuah Gedung yang megah. Gedung tempat diadakannya pernikahan Luhan. Lalu ia memencet tombol geser dan foto Luhan lah yang muncul. Choa menatap foto itu. Saat itu, Luhan sudah membalikan badannya lalu Choa mengeluarkan kameranya dan memotret punggungnya. Punggungnya terlihat sangat bahagia. “Kau tidak berubah” ucap Choa.

Choa mengeluarkan sejumlah uang lembaran dan memberikannya pada supir taksi tersebut. Bermaksud membayarnya. Lalu ia mulai melangkahkan kakinya menuju apartemennya. Angin malam mulai menusuk tulangnya dan membuatnya menggigil kedinginnya. Choa semakin mempercepat langkahnya agar tidak mati membeku disini.

Tak lama kemudian, ia mulai menginjakkan kakinya di lantai kayu apartemen. Apartemen tingkat dua ini adalah apartemen sederhana yang terletak di sudut kota Seoul. Dan hanya memiliki lima kamar, tiga kamar dibawah dan dua sisanya berada diatas.

. Choa memasukan kunci kedalam lubang kunci kamar nomor 377 yang terletak dilantai dua ujung. Lalu memncet beberapa nomor rahasia dan menarik kenop pintu tersebut dan mulai masuk kedalam kamarnya. Ia melepas high heelsnya dan menggantinya dengan suripa yang tadi ia beli di Jepang. Siapa sangka setiap kamar di apartemen ini dilengkapi dengan fasiltas yang modern, tidak seperti tampak luarnya yang terlihat rumah khas Khas Korea. Terdapat ruang tamu yang minimalis dengan sofa putih yang sangat empuk, dapur yang modern, kamar mandi yang memiliki shower dan bath-up, dan ada juga penghangat ruangan.

Choa berjalan menuju balkon, tempat yang tepat untuk melepas semua kepenatan yang ia lalui seharian. Karena di balkon ini Choa dapat memandangi pemandangan kota Seoul di malam hari yang kerlap-kerlip dihiasi lampu jalan. Di balkon ini juga, ia dapat melihat kepadatan kota Seoul. Inilah alasan kenapa Hinata menyukai apartemen ini.

Tiba-tiba ia merasa ada yang mennganjal hatinya. Otaknya terus berpikir mencari- cari sesuatu. Bayar sewa apartemen, bukan. Cicilan gaun juga bukan. Lantas apa yang membuatnya tidak tenang seperti ini ?.

 -*-

Choa terus mengayuh sepeda nya menuju suatu tempat, tempat favoritnya yang pertama. Tempat dimana ia selalu melihat seorang namja misterius yang menarik perhatiannya. Namun, di tahun ini Choa tidak dapat berharap banyak  seperti ditahun-tahun  yang lalu. Karena sudah hampir dua belas tahun Choa berharap agar pria itu datang seperti tiga belas tahun yang lalu saat ia masih duduk di bangku kelas satu Sekolah Menengah Pertama…

Saat itu Choa gemar sekali memotret, ia memotret apapun yang menurutnya menarik. Pada suatu saat di musim gugur, Luhan memberitahunya bahwa ada suatu tempat yang sangat indah, kata Luhan tempat itu adalah tempat yang indah untuk memotret. Dan itu benar saat Choa mendatangi tempat tersebut snedirian, Choa tak menyangka akan ada tempat seperti ini di Seoul. Pohon-pohon yang terletak dipinggir pantai yang sepi didatangi orang-orang itu terlihat sangat indah sekali, apalagi saat dedaunan mulai jatuh berguguran yang membuat pasir pantai tersebut dipenuhi daun-daun yang berwarna kemerahan. Choa sangat berterimakasih pada Luhan namun ia tidak pernah memberitahu Luhan bahwa ia sering sekali mendatangi tempat tersebut, karena Choa ingin menjadikan tempat tersebut miliknya…egois kah ? Choa hanya tersenyum mengingat hal tersebut…

Pada saat itulah di tempat itu Choa melihat namja misterius tersebut datang ke tempat ini, bersama keluarganya di musim gugur. Ia terlihat sangat bahagia dan sangat tampan sekali, saat itulah Choa mulai menyukainya, namja tersebut adalah cinta pertamanya… lebih tepatnya cinta pada pandangan pertama.

~ 25 September 2004 ~

~~~

Sudah tiga tahun Choa menunggu namja tersebut namun penantiannya tidak membawakan hasil…namja tersebut tidak datang pada dua tahun selanjutnya, namja tersebut berhenti datang ke tempat tersebut setelah tahun ke dua pada musim gugur. Semenjak itulah seiring berjalannya waktu, Choa mulai menyukai Luhan sahabatnya…

-*-

            “Hoammmmm” Choa menguap akibat bangun tidur. Ia tertidur di sofa lagi, akhir-akhir ini Choa memang sering ketiduran di sofa akibat menonton Drama 49 Days yang ditayangkan pada jam 11 malam, namun pada akhirnya ia selalu mendapati dirinya tertidur sebelum menyelesaikan episode drama tersebut *author banget, haha*. Choa langsung bangun dan pergi menuju kamar mandi, ia menatap cermin kamar mandi lalu membuat gerakan-gerakan aneh pada mukannya, ya, ia selalu melakukan hal ini. Dulu ibunya selalu berkata padanya jika ia melakukan hal seperti itu, itu akan melatih otot-otot pada mukannya dan membuatnya tampak lebih muda. Semenjak itulah Choa sering sekali melakukan gerakan gerakan tersebut hingga sekarang.

Choa POV

            “aaa, uuu, eee, oooooo” “skhhs, brumtmtmtmt” “hoahhhhhhh” Aku melalukan gerakan-gerakan olahraga muka, lalu memegang pipiku. “apa akhir-akhir ini wajahku mulai berisi ? apa akhir-akhir ini aku banyak sekali makan ya ?” “ah tidak tidak, wajahku terlihat tirus ko, hahaha” seperti biasanya, aku selalu monolog di depan cermin. Itu sangat menyenangkan kalian tau…

            Aku mengambil sikat gigiku, dan mulai memberinya pasta gigi lalu menggosokannya kedalam mulutku. Setelah itu aku mulai membersihkan mukaku menggunakan pembersih muka.

Kalian tidak bertanya padaku, kenapa aku tidak sekalian mandi ? oh ayolah…ini masih jam 4 pagi dan ini adalah hari minggu !!!…hari bermalas-malasan bukan ?

            Aku beranjak keluar apartemenku, masih menggunakan piyama ku. Kulihat kamar apartemen didepan kamar ku, sepertinya sudah ada yang menepati. Aku mengangkat bahu lalu pergi keluar apartemen.

            “Woaaa, kemana orang-orang ini ? bukankah jam segini saja kota seoul sudah ramai ? ada apa dengan hari ini ?” pikirku. “ahsudahlah”

            Aku mulai mengayunkan sepedaku menuju tempat favoritku yang pertama, dingin…itulah yang kurasakan. Aku bodoh sekali tidak memakai jaket super tebal yang kubeli kemaren di Jepang L. Aku terus mengayunkan sepedaku hingga akhirnya aku sampai. Aku memakirkan sepeda ku di pinggiran pantai tersebut dan mulai berjalan-jalan di daerah pantai tersebut.

            “Musim gugur tahun ini aku merasakan ada hal yang berbeda, kira-kira apa ya ? apa kalian tau ? ayooo beritahu aku…/?”

            Aku mulai menyalakan tombol power pada kamera ku, dan mulai memotret. Ya, aku seorang fotografer. Hasil foto ku ini sudah terkenal di mana-mana, aku keren kan redaers ? haha *ditabok readers*

            Aku mulai memotret sebuah pohon yang daunnya sudah hampir habis akibat berguguran. Pemandangan ini indah sekali, apalagi diwaktu subuh seperti ini, karena langit-langit hanya menampakan sedikit warna kejinggaannya.

            Hushhhhh~ angin bertiup seketika, “huaaaa” aku berteriak kedinginan. Daun daun mulai beterbangan jatuh dari pepohonan. Saat saat seperti inilah, aku mulai memotret kembali, untuk memotret dedaunan yang jatuh beterbangan terbawa angin tadi, aku mefokuskan pandanganku pada kamera dan mulai memotret “cekrek”. Aku melihat hasil potretanku “awesome…like usuall” kagumku pada diri sendiri, haha. Lalu aku mulai fokus memotret daun gugur yang beterbangan lagi dan mengikuti arah angin bertiup, aku mulai memutar tubuhku kesamping mengikuti arah daun gugur tersebut terbang, namun saat aku ingin mulai memotret, lensa kameraku menangkap sesosok pria yang sedang duduk ditepi pantai membelakangiku…dan… “cekrek” aku memotret pria itu…

~ 13 September 2013 ~

~~~

“tunguuu…” gumamku

“pria itu, apakah ia pria yang dulu ? apakah ia orangnya ?” tanyaku pada diri sendiri.jantungku mulai berdetak sangat cepat.

Aku membelalakan mataku lebih besar, aku tak percaya ini. Apakah ia orangnya ? apakah itu benar-benar dia ? Ia kembali lagi kah ? benarkah ?

~TBC~

hallo readers, dooh ini ff pertamaku, tolong di comment ya xixiixi jangan jadi silent readers, gomawo ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s