Cinderella Twin (Chapter 1)

image

|TITLE|
Cinderella Twin (Chapter 1)
|LENGTH|
SERIES
|AUTHOR|
Shin_Hyunjin
|GENRE|
School life, Romance, Comedy
|CAST|
Park Hyo In (OC)
Park Hyo Eun (OC)
Kim Jong In a.k.a Kai EXO
Park Chanyeol a.k.a Chanyeol EXO
|OTHER CAST|
Kim SeoLee (OC)
Han Ahreum (OC)
Jung Eun Hwa (OC)
|Summary|
Kau percaya kisah Cinderella? Tidak.
Tapi dia ada, dikehidupan kita sekarang ini, dia ada bersama kita.
Tapi kali ini Cinderella nya tidak 1, melainkan 2, dan mereka kembar!
****


Hiduplah sebuah keluarga miskin diBusan, keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan 2 Anaknya. Park Hyo In dan Park Hyo Eun. Saudara kembar yang cukup populer karena keunikan dan kepintaran mereka. Mereka berdua sekolah di Busan High School, dan mendapat nilai yang selalu memuaskan. Sang ayah adalah seorang nelayan yang selalu mencari ikan di pantai Busan. Ibu mereka bekerja dipasar. Mereka tidak hidup kaya.
 
Sampai suatu hari…
“Hei, nak!” Panggil ayahnya pada kedua anak kembarnya itu.
“Waeyo Appa?” Tanya mereka.
“Appa mendaftar kan kalian di Seoul International Kingdom High School” Ujar Appanya.
“Mwo?” Kaget kedua anak itu. Jelas saja kaget. Ayah mereka barusan mengatakan bahwa mereka didaftarkan di sekolah nan mahal, yang isinya hanya berasal dari keluarga mampu, yang berakal cerdas, dan bahkan memiliki keturunan bangsawan. Namun sekolah itu mempunyai sifat baik hati. Mereka mempersilahkan orang lain masuk dengan gratis dengan cara mengikuti Lotre yang mereka adakan setiap tahun, lebih tepatnya awal tahun. Setiap orang menuliskan nama yang akan di masukkan kedalam Rolling. Dan biasanya kepala sekolah yang akan mengambil kertas itu. Setiap tahun hanya 1 namja dan 1 yeoja. Tentu saja itu sangat membuat orang tertarik.
“Iya, Appa sudah mendaftarkan nama kalian masing-masing 5 setiap hari” Ujar Appa.
“Semoga kalian bisa bersekolah disana, sudah sekian lama kami menunggu” Ujar Eomma.
“Lalu jika salah satu dari kami terpilih, maka kami akan terpisah” Ujar Hyo In. saudara kembar itu memang dikenal sangat dekat.
“Baiklah kita lihat saja nanti”
-Tanggal 2 Januari 2013-
Teng~Tong~ Teng~Tong~
Dihalaman Seoul International Kingdom High School, sangat ramai, riuh dengan suara orang-orang. Sebuah Limousine lewat sehingga orang-orang yang berkumpul terbelah dan membuat jalan bagi Limousine itu tentu saja untuk Kepala Sekolah sekolah itu. Kim Hyung Seok
Keluarlah kepala sekolah itu beserta Anaknya.
“Annyeong Hasseyo! Apa kabar kalian baik?” Tanya Kepala Sekolah yang sudah berumur kepala 5 itu.
Orang-orang menjawab riuh pertanyaan dari orang itu. Dari sekian banyak orang yang datang ternyata Hyo In dan Hyo Eun serta Ayahnya ikut menghadiri acara itu.
“Baiklah kita mulai, Kai-ah, tolong putarkan” Ujar Kim Hyung Seok selaku kepala sekolah pada Anaknya Kim Jong in yang lebih akrab dipanggil Kai.
Kai memutar Rolling untuk namja. 5 detik kemudian dia berbicara dan menunjukkan Kertasnya.
“Park Chanyeol” Ujar Kai. Disertai tepuk tangan yang cukup meriah, lalu naiklah orang bernama Park Chanyeol itu.
Lalu Kai berjalan pada Rolling untuk Yeoja. Ia sengaja mengacak-acak kertas milik Yeoja-yeoja yang terkumpul. 9 detik lamanya lalu ia mengangkat kertasnya dan membacanya.
“Pak Hyo Eun” ujar Kai. Tak lupa disertai tepuk tangannya yang meriah.
“Eonni kau berhasil!” Ujar Hyo In sambil memeluk Eonninya.
“Appa terima kasih, Hyo In-ah jangan lupakan Eonni ne?” Tanya Hyo Eun.
“Ne, kau jangan sia-siakan kesempatan” Ujar Hyo In.
Hyo Eun naik keatas panggung sambil tersenyum. Ia tidak menyangka akan terpilih.
“Baiklah ini dia pemenang kita, Park Couple, Park Chanyeol dan Park Hyo Eun” ujar Kim Hyung Seok.
****
Hyo Eun dan Chanyeol menaiki Limousine yang sama bersama Kai dan Kim Hyung Seok.
“Perkenalkan ini Kai,putraku” Ujar Kim Hyung Seok memperkenal kan anak nya yang tetap cuek seperti biasanya.
Hyo Eun mengulurkan tangan diikuti oleh Chanyeol namun Kai hanya acuh. Mereka mengurungkan niatnya.
“Annyeon Hasseyo Hyo Eun-ssi, Park Chanyeol imnida” ujar Chanyeol sambil mengulurkan tangannya.
“Annyeong Hasseyo, Park Hyo Eun imnida” Ujar Hyo Eun.
“Oh, ya, Hyo Eun-ssi, kamarmu nomor 368, dan Chanyeol-ssi kamarmu nomor 440” ujar Kim Hyung Seok lagi.
****
Mereka sampai di gedung utama SIKHS. Semua murid disitu tampak tenang, ada yang membaca buku, ngobrol dan sebagainya.
“Hei, jadi itu murid lotere nya?” Tanya Seseorang.
“Wah, namjanya tampan” Ujar yang pasti salah satu Yeoja disitu.
“Siapa namanya?” Tanya Seseorang.
“Menurut SIKHS Social, mereka sekarang menjadi Trending Topic, di SIKHS Social, dalam SIKHS dituliskan bahwa nama mereka Park Chanyeol dan Park Hyo Eun, yang sebut-sebut juga sebagai Park Couple” Ujar Seseorang lagi.
“Wahh.. kalau dilihat-lihat mereka serasi juga ya” Ujar salah satu yeoja lagi.
“Apanya?” ujar yeoja yang naksir Chanyeol.
****
“Ya, inilah hidup barumu Hyo Eun-ah” Ujar Hyo Eun lalu masuk kekamar barunya di SIKHS. Tertera nama disitu.
Seo Lee
Han Areum
Park Hyo Eun
Hyo Eun tersenyum senang. Lalu membuka pintu..
“Annyeong Hasseyo, Pak Hyo Eun imnida, senang bertemu dengan kalian, mulai hari ini saya sekamar dengan kalian” Ujar Hyo Eun sopan sambil menunduk.
“Hei, jangan malu-malu masuklah” Ujar seorang yeoja dengan paras cantiknya.
“Perkenalkan aku Seo Lee” Ujar Yeoja tadi.
“Dan, aku Areum” ujar Areum. Sepertinya teman-temannya baik. Pikir Hyo Eun.
“Hei, sesuai Jadwal disini, jam 1 kita ada upacara pebukaan tentang Siswa baru SIKHS” Ujar Seo Lee sambil membaca Jadwal.
“Sekarang masih jam 12 Seo Lee-ah” Ujar Areum.
Hyo Eun meletakkan barang-barangnya. Ia lalu berganti seragam SIKHS yang diberikan Pak Kim Hyung Seok.
“Wah, seragamnya keren sekali” Ujar Hyo Eun.
“Sama seperti yang kami ucapkan 3 tahun yang lalu” Ujar Areum.
“Wah. Kalian sudah sekolah disini sejak SMP ya?” Tanya Hyo Eun.
“Ne, tepatnya dibelah gedung utama. Seoul international Kingdom Junior High School, disingkat SIKJHS” ujar Seo Lee.
“enak ya, jadi orang kaya” gumam Hyo Eun.
“Hei, kita disini sebagai teman, walaupun kau bukan dari keluarga berada, setidaknya jangan sedih dong, masih banyak orang yang mau sekolah di SIKHS, bahkan menangis hari ini” ujar Seo Lee yang mendengar gumaman Hyo Eun.
“jadi setelah sekolah disini, kita tidak bertemu kedua orang tua?” Tanya Hyo Eun.
“Setiap hari sabtu, kita semua yang ada di SIKHS ini pulang kerumah, jadi Asrama diliburkan, dan Minggu malam kami kembali lagi” Ujar Areum.
“Ah, begitu” Ujar Hyo Eun.
****
Tiba hari sabtu dimana SIKHS dilibur kan, dengan senang hati Hyo Eun pulang kerumahnya sambil tersenyum senang.
“Annyeong Appa, Eomma, Hyo In-ah~!” Teriak nya dari luar.
“Aigoo~ Hyo Eun-ah kau pulang? SIKHS diliburkan?” Tanya Eomma yang senang melihat anak nya kembali.
“Ne, Eomma, Hyo In Eoddiya?” Tanya Hyo Eun.
“Dia masih sekolah kau lupa?” Ujar Eomma
“Ah, iya, aku lupa, Appa eoddi?” Tanya Hyo Eun.
“Barusan dia pergi katanya ingin menjaga kandang sapi Pak Lee” Ujar Eomma.
“Eomma, jika aku bertukar dengan Hyo in selama satu minggu bagaimana?” Tanya Hyo Eun.
“Wae?” Tanya Eomma.
“Aku kasihan padanya, aku juga ingin dia juga ikut merasakan apa yang kurasakan” ujar Hyo Eun.
“Asalkan dia mau” ujar Eomma.
“Dan satu lagi jangan sampai membuat masalah karena wajah kembar kalian” ujar eomma lagi.
“Ne” ujar Hyo eun tersenyum senang.
****
“eomma, Appa, aku pulang “ ujar Hyo In dengan senang nya. Keadaan rumahnya sepi.
“Eomma Appa?” Panggil Hyo In lagi.
“Doooorr~! Park Hyo In!” Ujar Hyo Eun mengaget kan Hyo In.
“Eonni!” Ujar Hyo In lalu memeluk kakak nya itu.
“Ya~ Bogoshipoe” Ujar Hyo Eun memeluk adik nya itu.
“Nado Eonni” Ujar Hyo In.
“Hyo In-ah sudah pulang?” Tanya Eomma dari arah dapur ternyata.
“Ne, Eomma” Balas Hyo In.
Hyo Eun dan Hyo In masuk kekamar sempit mereka. Hyo Eun bercerita tentang pengalamannya di SIKHS. Hyo in tersenyum mendengar cerita kakaknya.
“Hyo In-ah!” Panggil Hyo Eun.
“Wae?” Tanya Hyo in yang kini membaca buku SIKHS milik kakaknya.
“Aku ingin besok kau yang hadir di SIKHS” Ujar Hyo Eun matap.
“Nde?” Tanya Hyo in kaget.
“Sudah kuduga, kau pasti kaget” Ujar Hyo Eun.
“Jadi?” Tanya Hyo In.
“Kita bertukar posisi selama satu minggu” Ujar Hyo Eun.
“Lalu?” Tanya Hyo In.
“Kau menjadi aku, dan aku menjadi kau” Ujar Hyo Eun.
“Bagaiman Eomma dan Appa?” Tanya Hyo In.
“Eomma sudah tau, sedangkan appa belum” Ujar Hyo Eun.
“Tapi kan aku tidak tau Sekolahmu” Ujar Hyo In.
“Gampang saja, kamar mu nomor 368 dan teman-teman mu adalah SeoLee Kim, dan Han Areum” ujar Hyo Eun.
“Baiklah, aku terima tawaranmu” Ujar Hyo In lalu mengangguk mantab.
****
“Eomma aku berangkat ya” Ujar Hyo In.
“Ne, hati-hati” Ujar Eomma yang mengetahui itu adalah Hyo In bukan Hyo Eun.
Minggu malam.. Hyo in yang menggantikan kakaknya berangkat ke SIKHS.
“Hyo Eun-ah, ayo masuk!” Ujar Eomma.
****
“Annyeong hasseyo, sudah bertemu keluarga kalian? Senang kan? Baiklah sekarang untuk minggu kedepannya kalian akan disini” Ujar Kepala Sekolah, Kim Hyung Seok.
Hyo In berjalan menuju tempat duduk yang ada di Aula SIKHS.
“Hyo Eun-ah! Sini!” Panggil SeoLee pada Hyo Eun palsu (read : Hyo In)
“Naeneun?” Tunjuk Hyo In pada dirinya sendiri.
“Ya! Kau lama sekali!” Ujar Areum.
“SeoLee-ah!” Panggil Hyo Eun palsu.
SeoLee menoleh.
‘Ah, itu yang nama nya SeoLee’
“Aniya, Gwenchanayo” Ujar Hyo Eun palsu alias Hyo In.
[MULAI dari Sini kebawah, Hyo Eun palsu akan ditulis Hyo In]
Hyo In terpecar dari kedua teman kakaknya itu.
‘BRUKK’
Dia menabrak seorang namja.
“Aissh.. kau bisa melihat tidak sih?” Tanya namja itu, Kai.
“Ah.. Mianhamnidayo” Ujar Hyo In.
“Ah. Terserah kau, Park Hyo Eun” Ujar Kai.
“Kau tau namaku?” Tanya Hyo In polos.
Kai menoyor kepala Hyo In.
“Jangan sok polos” Ujar Kai lalu pergi dari hadapan Hyo In.
“Siapa sih dia?” Tanya Hyo In pada dirinya sendiri.
****
Hyo In memasuki kamar nya, bersama SeoLee dan Areum.
“Ah.. Aku ngantuk, aku tidur duluan ya” Ujar Areum..
“Geuraeyo, Selamat malam” Ujar Hyo In.
SeoLee menoleh padanya.
“Sejak kapan kau mau mengatakan Selamat malam?” Tanya SeoLee.
“eoh?” Hyo In bingung.
“Biasanya kau cuek saja” Ujar Areum pada Hyo In.
“A. Adik kembar ku menyuruh ku mengatakannya pada kalian agar lebih akrab” Ujar Hyo In gugup.
“Kembar?” Tanya SeoLee.
“Ah, aku mau tidur saja” Ujar Hyo In lalu langsung pergi tidur setelah mengganti seragam SIKHS milik kakaknya.
****
‘Kring~ Kring~’
Alarm pagi kamar Hyo In, Seo Lee, dan Areum berbunyi menandakan pukul 05.30 pagi.
Hyo in terbangun lalu beranjak kekamar mandi dan membersihkan dirinya.
“Hyo Eun-ah?” Tanya SeoLee dari luar kamar mandi.
“Ne, aku didalam” Ujar Hyo In.
Hyo In keluar dengan rambut panjang nya yang basah lalu mulai memakai seragam SIKHS, kemeja putih dengan dasi berwarna hijau disertai Cardigan berwarna Pink. Dengan Rok kkotak-kotak berwarna pink sepaha yang diikuti dengan Kaos kaki panjang berwara Hijau. Itulah seragam SIKHS. Hyo In mengangkat tangannya yang masih mengenakan Kaos. Ada Tahi lalat disitu.
“Hyo Eun-ah kau punya tahi lalat?” Tanya Areum yang menunggu SeoLee mandi.
“Ah, iya” Ujar Hyo In.
“Benarkah, sepertinya aku baru lihat sekarang” Ujar Areum lagi.
“Mungkin sebelum nya kau tidak melihat ku” Ujar Hyo In sambil tersenyum.
“Terserah saja” Ujar Areum cuek.
Hyo In menyisir rambutnya lalu mengikatnya tinggi. SeoLee keluar dari kamar mandi. Dan Areum masuk sebagai ganti nya.
“Rambut mu bagus” Puji SeoLee.
“Aku hanya anak desa yang tidak pernah ke salon kok” Ujar Hyo In.
“Tidak ada yang mengetahuinya” Ujar SeoLee.
“Terima Kasih” Ujar Hyo in.
“Kau punya saudara kembar?” Tanya SeoLee.
“Ne, 2 tahun lebih muda dariku” Ujar Hyo In.
‘Aku berbohong’ ujar Hyo In dalam hatinya.
“Baiklah setelah ini kita kebawah” Ujar SeoLee.
Aku memolekan bedak pada pipiku yang mulus ini.
10 menit kemudian Areum keluar. Dia sudah siap dengan seragam dan rambutnya.
Tak lama kemudian kami keluar, sudah banyak murid-murid yang berhamburan disepanjag lorong. Hyo In berpapasan dengan namja itu lagi, namja yang menabrak nya kemarin.
“Hyo Eun-ssi” Panggil nya. Hyo In melihat name tag nya. Kai?
“Waeyo? K-Kai-ssi?” Tanya Hyo In.
“Kau-“ Ujar namja bernama Kai itu.
“Waeyo?” Tanya Hyo in.
“Kau dan Park Chanyeol, harus tinggal di rumah ku” Ujar Kai.
“Rumah mu? Park Chanyeol?” Tanya Hyo In kaget.
“Iya, kau akan disekolahkan Khusus karena kau dan Park Chanyeol akan mengikuti lomba di Inggris bulan depan” Ujar Kai datar.
“Kenapa harus aku dan Park Chanyeol?” Tanya Hyo In.
“Nilai raport mu bagus, begitu pula dengan Chanyeol” Ujar Kai.
‘Yang bagus kakak-ku bukan aku, Aisshh.. Eotteokhe?’
“oh.. baiklah” Ujar Hyo In.
“Nanti malam kau harus sudah pindah dari kamar mu” Ujar Kai.
“Ne” Ujar Hyo In.
“AH! Eotteokhe?” Tanya Hyo In pada dirinya sendiri, ia bingung.
Hyo In memasuki kelas nya, di SIKHS memang di tekankan pada Skill dari pada pelajaran. Hyo in sangat suka menyanyi sama dengan kakaknya. Dia mengikuti kelas menyanyi nya itu, namun dia masih teringat akan perkataan Kai tadi.
‘Park Chanyeol?’ Hyo In berpikir keras.
“Ah, Park Chanyeol, namja yang beruntung bisa masuk SIKHS bersama eonni” Ujar Hyo In tersenyum dan akhirnya dia bisa konsentrasi.
Kelas menyanyi selesai dan Hyo In menuju kantin SIKHS yang megah. Hyo In memesan secangkir Bubble Tea. Menyesapnya.
“Ha! Hari ini panas sekali” Ujar Hyo In.
“Hyo Eun-ah!” Panggil SeoLee lalu duduk disebelah Hyo In diikuti Areum. Mereka makan.
“Hyo Eun-ah” Panggil Areum.
“Ne?” Tanya Hyo In.
“Kau akan tinggal dirumah Kai?” Tanya Areun, Areum sangat-sangat suka pada Kai, walaupun hanya sebatas idola.
“Mungkin” Ujar Hyo In.
“Bagaimana bisa? Dan dengan Park Chanyeol?” Tanya SeoLee.
“Entahlah, aku disuruh mengikuti lomba di Inggris” Ujar Hyo In.
“Woahh! Daebak!” Seru Areum dan SeoLee.
“Tapi aku tidak ingin tinggal di rumah Kai” Ujar Hyo In lesu.
“Wae? Banyak yeoja yang menginginkannya, dan hanya kau yang bisa” Ujar SeoLee sambil melirik Areum.
“Wae?” Tanya Areum.
“Areum-ah, kau menyukai Kai?” Tanya Hyo In.
“Ya! Aniyo!” Bantah Areum.
“Mengaku sajalah, Areum-ah” Ujar SeoLee lalu tertawa.
“Kim SeoLee!” Teriak Areum.
“Mian Mian” Ujar SeoLee.
****
Hyo In, SeoLee, dan Areum kembali ke asrama.
“Park Hyo Eun-ssi?” Tanya seorang yeoja dan ada 2 yeoja lain dibelakang nya.
“SeoLee-ah, Areum-ah, kalian masuk dulu” Ujar Hyo In.
“Hei!” Panggil SeoLee pada Hyo In namun, Hyo In tidak menghiraukannya.
“Ne, Nuguseyo?” Tanya Hyo In. Hyo In melihat name tag nya, Jung Eun Hwa.
Eun Hwa menarik Hyo In kekamar nya. Bersama 2 yeoja dibelakangnya.
Jung Eun Hwa
Kim Hye Joon
Choi Ha Na
Tertera nama samping pintu kamar.
‘Mereka genk?’ Tanya Hyo In dalam hatinya.
“Annyeong Hasseyo, Hyo Eun-ssi, naneun Jung Eun Hwa” Ujar Eun Hwa lalu mendorong Hyo In ke tembok.
“Ya! Kau ada perlu apa dengan ku?” Tanya Hyo In.
“Hye Joon-ah, dia bilang apa?” Tanya Eun Hwa.
“Dia bilang, Kau ada perlu apa dengan ku? Bos!” Ujar Hye Joon.
“Hahahaha” Balas Eun Hwa.
“Kau tau tidak, kau merebut Kai dari ku” Ujar Eun Hwa galak.
“Aku tidak mengerti maksudmu” Ujar Hyo In.
“Kau merebut Kai, kau mendekati Kai” Ujar Eun Hwa.
“Aniyo!” Ujar Hyo In.
“Kau puas kan? Bisa tinggal serumah dengan Kai?” Tanya Eun Hwa lagi.
“Mollayo” Ujar Hyo In.
“Hye Joon-ah, ambilkan aku gunting, kita potong rambut panjang nya ini” Ujar Eun Hwa lagi.
“Ok Bos” Ujar Hye Joon.
“Ha Na-ah, kita apakan rambut panjang nya ini?” Tanya Eun Hwa.
“Kita gunduli? Atau potongan Bob pendek?” Tanya Ha Na sambil tertawa.
“Terserah kau saja, yang penting membuatku senang” Ujar Eun Hwa.
Ketika Ha Na mengambil rambut Hyo In dan akan memotong nya.
‘Brakk’
“Kalian mau apakan dia?” Tanya namja itu, Kai. Dibelakang nya ada SeoLee dan Areum yang mulai memapah Hyo In.
“Gomawoyo” Ujar Hyo In.
“Gwenchana” Ujar SeoLee.
Hyo In dibawa ke kamar mereka.
“Hyo In-ah, Neo gwenchana?” Tanya SeoLee.
“Ne, nan Gwenchana. Bagaimana Kai bisa menyelamatkan ku?” Tanya Hyo In.
“Karena tadi Eun Hwa mengajak mu pergi, pasti ada apa-apanya, lalu kami segera memanggil Kai yang kebetulan ada disitu” Ujar SeoLee.
“Memangnya Eun Hwa kenapa?” Tanya Hyo In.
****
“Kai oppa!” Eun Hwa kaget begitu yang mendobrak adalah Kai.
“Kau! Apa yang kau lakukan?” Tanya Kai pada Eun Hwa.
“Aku-“ kata kata Eun Hwa terputus.
“Kau, bukankah Jung Eun Hwa?” Tanya Kai dingin.
“Kau tau namaku?” Tanya Eun Hwa dengan mata berbiar mseki sedikit takut.
“Kau termasuk orang paling aktif di Fansbase ku” Ujar Kai tetap dingin.
“Kau mengetahuinya?” Tanya Eun Hwa.
“Tapi jangan pernah menyakiti orang tidak bersalah, atau aku akan membencimu” Ujar Kai lalu pergi meninggalkan Eun Hwa.
“Park Hyo Eun, ini semua gara-gara kau” Ujar Eun Hwa pada dirinya sendiri.
****
“Hyo Eun-ah, kau jadi pindah dirumah Kai?” Tanya Areum yang kelihatan sedikit iri.
“Entahlah aku sendiri juga tidak tahu” Ujar Hyo In.
‘Tok Tok tok’
“Nuguseyo?” Tanya SeoLee yang memainkan Laptop nya diatas kasur.
“Molla, biar kubukakan saja” ujar Areum. Lalu seketika ia mendapatkan Chanyeol di depan pintu kamar nya bersama Kai.
“Hyo Eun?” Tanya Areum, mereka mengangguk.
“Hyo Eun-ssi, kau tidak siap-siap?” Tanya Chanyeol sambil tersenyum.
“Aku belum siap” Ujar Hyo Eun lalu segera bersiap-siap.
“Jadi kau akan pindah, dan tidak kembali?” Tanya SeoLee sedih.
“Entahlah, ini hanya berlaku selama sebulan saja” Ujar Hyo In.
“Aku akan merindukan mu” Ujar Areum.
“Nado” Ujar Hyo In lalu mereka berpelukan.
“Kau jaga jangan lupakan aku” Ujar SeoLee.
“Ne, baiklah” Ujar Hyo In. setelah siap-siap nya selesai. Mereka bertiga pergi kerumah Kai, yang terletak disamping bangunan Utama SIKHS, Kai dan ayahnya kepala sekolah memang memiliki rumah sendiri.
“Jadi selama ini kau tinggal disini?” Tanya Chanyeol pada Kai.
“Ne, begitulah” Ujar Kai sambil tersenyum.
“Kalian akrab ya?” Tanya Hyo In.
“Baru hari ini” Ujar Chanyeol.
“Ohh..” Ujar Hyo In.
Mereka memasuki rumah Kai, menaiki anak tangga satu persatu, dan Kai menunjukkan kamar Hyo In dan Chanyeol.
Hyo In memasuki kamar bernuansa putih nya ini, cukup bagus.
Ada telepon!
Hyo In segera meletakkan barang-barang nya dan mengambil telepon itu, dia menelepon keluarganya.
“Yeobosseyo?” suara disebrang yang Hyo In yakin itu suara Hyo eun.
“Eonni” Panggil Hyo In.
“Ah, Hyo In-ah” Ujar Hyo Eun senang.
“Eonni sekarang aku berada di rumah Kai” Ujar Hyo In.
“Mwo? Kenapa bisa disana?” Tanya Hyo Eun.
“Park Hyo Eun dan Park Chanyeol dipilih untuk mengikuti lomba Cerdas Cermat” Ujar Hyo In.
“Naega?” Tanya Hyo Eun.
“Ne, Ah Eonni-ya disini benar-benar menyenangkan, bagaimana keadaan Eomma dan Appa?” Tanya Hyo In.
“Eomma kemarin sempat sakit demam, tapi sekarang sudah sembuh” Ujar Hyo Eun.
“Eomma, Gwenchana?” Tanya Hyo In khawatir.
“Ne, Appa dipinjamkan 5 sapi Pak Lee, dan itu lumayan untuk membantu keuangan kita” Ujar Hyo Eun.
“Ah, Syukurlah” Ujar Hyo In.
“Kau baik-baik kan disana?” Tanya Hyo Eun.
“ne, aku tidak apa-apa” Ujar Hyo In.
“Ah, sudah ya, kututup dulu, ada tamu” Ujar Hyo Eun.
“Ne, Eonni, Annyeong, titip salam untuk Appa dan Eomma” Ujar Hyo In lalu menutup telponnya. Hyo In tersenyum.
‘Tok  tok tok’
“Nuguya?” Tanya Hyo In pada dirinya sendiri.
“Hyo Eun-ah” Ujar seseorang yang Hyo In yakini itu, Park Chanyeol.
“Ne, Mworago?” Tanya Hyo In ketika membuka pintu.
“Aku boleh masuk?” Tanya Chanyeol, Hyo In sempat salah tingkah, namun ia bersikap tenang.
“Baiklah” Ujar Hyo In.
“Wah, kamar mu tak jauh beda dengan kamar ku” Ujar Chanyeol sambil tertawa lalu duduk di kasur milik Hyo In.
“Hahaha, begitulah” Uajr Hyo In tertawa renyah.
“Hyo Eun-ah” Panggil Chanyeol lalu menyuruh Hyo In duduk disamping nya. Hyo In pun duduk disamping nya.
“Kau punya Kakak?” Tanya Chanyeol.
“Ne, Wae?” Tanya Hyo In.
“Kalian kembar?” Tanya Chanyeol. Keringat dingin keluar dari pelipis Hyo In.
–TBC–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s