Immortal Love Chapter 5

immortal-love-octaviyot-storyline

Title: Immortal Love Chapter 5
Author: @octaviyot
Main cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho, Park Jiyeon
Other cast : all member infinite and kim family
Genre: Fantasy, romance, action
Lenght: Chaptered

JUST INFORMATION
Mianhaeyo, aku cuma mau nyampein apa yang ngenganjal dihati aku. Bagi readers yang setia menunggu ff ini maupun para readers yang udah mau luangin waktunya buat baca ff yang GAJE ini gomawo tapi tolong kritik dan saran nya yang membangun jangan cuma asal komen seperti NEXT KEREN DAEBAK. Bukan itu yang aku mau, aku akan sangat senang sekali jika kalian mengkomen ff ini dengan komentar yang berbobot dan membangun biar bisa menjadi acuan aku untuk membuat ff yang lebih baik untuk kedepannya. Aku Cuma mau nyampein ini aja, maaf sekali lagi aku cuma minta kalian hargai aku aja kalian pasti ngerti juga perasaan aku kan. Jadi tolong partisipasinya dalam komentar kalian, kritik dan saran kalian yang membangun itu sangat aku perlukan untuk memperbaiki ff yang udah aku buat. Don’t be PLAGIATOR and siders OK, gamsahabnida. ^^

——————————
Suzy POV
Aku tercekat mendengar ucapan omma myungsoo, dia mengatakan beberapa hal yang menyangkut keselamatan diriku dan juga dunia vampire.
“busun surya ahjumma?” tanyaku terkejut
“dengarkan baik-baik suzy-ah, di dunia vampire sangatlah berbahaya terlebih lagi menyangkut seseorang yang ditakdirkan untuk myungsoo berada di sini. Kau ingatkan saat kalian diserang sekelompok vampire jahat waktu itu, mereka berbahaya suzy-ah. Mereka mengincarmu, mengincar darah mu suzy-ah” jelas omma myungsoo panjang lebar dengan raut wajah yang serius.
“waeyo ahjumma, kenapa harus seperti itu?” tanyaku dengam wajah yang ketakutan
“kakek buyut myungsoo dulu pernah mengatakan sebelum dia tidur untuk waktu yang panjang bahwa satu tetes darah mu mereka dapatkan maka kekuatan meraka akan sebanding dengan klan kami bahkan bisa saja melebihi kekuatan kami. Mereka akan membuat kekacauan di sini suzy-ah dan setelah kau digigit oleh mereka kau akan mati suzy-ah.” Ujar omma myungsoo menatapku lembut
Rasanya seperti dihempaskan dari langit hingga sampai ke dasar bumi, ini seperti bom atom yang siap meledak kapan saja. Kenapa liku hidupku sangatlah berat, dadaku rasanya sesak. Ya tuhan, serumit ini kah jalan kehidupanku dan seburuk itukah takdir yang akan ku alami. Tanpa ku sadari air mata ini menetes dengan sendirinya tanpa diperintahkan sedkit pun. Aku diam tak berkutik, tak berdaya dengan ini semua separah itu kah nantinya jika sampai hal buruk terjadi padaku. Saat aku menangis dan menundukkan kepalaku, tiba-tiba tangan dingin membelai lembut pipiku.
“uljima, aku akan selalu melindungimu.” Suara ini, suara ini…suara kim myungsoo. Bukankah di sini hanya ada aku dan ommanya. Sontak aku membuka mataku, dan benar saja dia memang berada di depanku membelai lembut pipiku yang basah karena air mata. Dia menatapku dengan manik matanya yang lembut dan terlihat ketulusan dari tatapannya tidak seperti biasanya yang selalu menatapku dengan tatapan tajam dingi dan datar sekaligus.
DEG… kenapa jantungku bedetak kencang seperti ini saat bersamanya, apa yang terjadi padaku. Mungkinkah aku menyukainya, animida tidak mungkin tidak mungkin. Buang pikiran konyolmu itu suzy-ah.
“myungsoo benar suzy-ah, kami semua akan melindungimu.” Ucap omma myungsoo
“sekarang kau jangan menangis lagi ne” tambah omma myungsoo lagi
“ne gomawo ahjumma.” Ucapku tersenyum
“myungsoo-ah sekarang kau temanilah suzy, omma mau kembali ke dapur dulu.” Titah omma myungsoo, sedangkan myungsoo hanya menganggukkan kepalanya. Sejenak hanya ada keheningan diantara kami berdua.
“Apa kau ingin jalan-jalan dan menikmati udara segar di pagi hari?” tanya myungsoo dengan nada datar
“kedengarannya bagus” ucapku seadanya
“geurae, kau naiklah ke panggungku.” Ucapku sambil jongkok di depanku.
“ne,keundae…” belum sempat aku melanjutkan ucapanku. Myungsoo terlebih dahulu menarikku menaikanku di punggunngnya. Aku hanya diam binggung harus berbuat apa.“pegang yang kuat.” Ujarnya sambil hendak berdiri kembali.“mau kemana kita myungsoo-sii ?” tanyaku.
“nanti kau juga akan tahu.” Ucapnya sambil melompat menuruni balkon kamarku.
Awalnya aku terkejut jujur saja aku takut saat dia melompat dengan mudahnya dari ketinggian seperti itu. Tubuhnya seperti ringan sekali hingga dia membawaku, tubuhnya seperti benda yang melayang terbawa angin.
“yaaa, neo michesseo ?” tanyaku panik saat dia melompat dari balkon setinggi itu tad.
“menurutmu ?” ujarnya tersenyum sinis seraya melangkah pergi
“haisshh, jinja.” Gerutuku kesal.
Tidak heran mereka bisa melakukan hal-hal yang tak mungkin. Mereka vampire tentu saja mereka dapat melakukan semuanya dengan mudah.
Myungsoo membawaku ke hutan dekat kastil, dia berlari sangat cepat bagai lintasan angin yang berhembus.
“yaaa kau membawaku kemana ?” tanyaku lagi padanya.
“kau ini berisik sekali.”ujarnya sambil menambah kecepatan larinya.
“yaaak.” Teriak ku tak jelas saking pornonyaaku karna myungsoo menambah kecepatan larinya dari sebelumnya dan tentu saja membuatku takut.
tak perlu banyak waktu, kami telah sampai disebuah padang rumput yang indah dan luas. Myungsoo menurunkanku.
“sekarang kita sudah sampai.” Ujarnya sambil menurunkanku.
“woah, indah sekali.” Ucapku dengan mata yang berbinar.
“ckckck,ini namanya padang rumput terluas yang ada disini.” Ucap myungsoo padaku.
“ohh, geureu. Sangatlah indah dan luas.” Ujarku antusias. Tapi sepertinya aku tak asing lagi dengan rumput ini, tapi kapan aku ke sini. Ini saja pertama kali aku ke sini. Ahh, aku ingat sekarang bukankah ini ada di dalam mimpiku. Tapi kenapa itu jadi kenyataan. Jika memang benar, kemana namja yang ada di mimpiku. Apakah mungkin dia myungsoo mengingat dialah yang membawaku kesini.
Myungsoo POV
Dia terkejut saat aku turun kebawah melalui balkon kamarnya, itu hal mudah bagiku setinggi apa pun itu aku dengan mudah melompatinya.
“yaa, neo michesseo.?” Tanyanya panik saat aku melompat dari balkon kamarnya. Aku hanya dapat tersenyum sambil melihat tingkah dan ekspresinya tadi.
“menurutmu ?.” tanya ku sambil melangkah pergi.
“haiss jinja.” Gerutunya kesal. Aku membawanya ke hutan dekat kastil. Aku membawanya ke suatu tempat.
“yaa, kau membawa ku kemana ?” tanyanya padaku.
“kau ini berisik sekali.” Ujarku sambil menambah kecepatan.
Tidak heran mereka bisa melakukan hal-hal yang tak mungkin. Mereka vampire tentu saja mereka dapat melakukan semuanya dengan mudah.
Myungsoo membawaku ke hutan dekat kastil, dia berlari sangat cepat bagai lintasan angin yang berhembus.
“yaaa kau membawaku kemana ?” tanyaku lagi padanya.
“kau ini berisik sekali.”ujarnya sambil menambah kecepatan larinya.
“yaaak.” Teriak ku tak jelas saking pornonyaaku karna myungsoo menambah kecepatan larinya dari sebelumnya dan tentu saja membuatku takut.
tak perlu banyak waktu, kami telah sampai disebuah padang rumput yang indah dan luas. Myungsoo menurunkanku.
“sekarang kita sudah sampai.” Ujarnya sambil menurunkanku.
“woah, indah sekali.” Ucapku dengan mata yang berbinar.
“ckckck,ini namanya padang rumput terluas yang ada disini.” Ucap myungsoo padaku.
“ohh, geureu. Sangatlah indah dan luas.” Ujarku antusias. Tapi sepertinya aku tak asing lagi dengan rumput ini, tapi kapan aku ke sini. Ini saja pertama kali aku ke sini. Ahh, aku ingat sekarang bukankah ini ada di dalam mimpiku. Tapi kenapa itu jadi kenyataan. Jika memang benar, kemana namja yang ada di mimpiku. Apakah mungkin dia myungsoo mengingat dialah yang membawaku kesini.
Myungsoo POV
Dia terkejut saat aku turun kebawah melalui balkon kamarnya, itu hal mudah bagiku setinggi apa pun itu aku dengan mudah melompatinya.
“yaa, neo michesseo.?” Tanyanya panik saat aku melompat dari balkon kamarnya. Aku hanya dapat tersenyum sambil melihat tingkah dan ekspresinya tadi.
“menurutmu ?.” tanya ku sambil melangkah pergi.
“haiss jinja.” Gerutunya kesal. Aku membawanya ke hutan dekat kastil. Aku membawanya ke suatu tempat.
“yaa, kau membawa ku kemana ?” tanyanya padaku.
“kau ini berisik sekali.” Ujarku sambil menambah kecepatan lariku.
“yaaakk” teriuaknya tak jelas karena takut dengan kecepatan lariku yang seperti kilat, tak perlu waktu yang panjang kami sampai di padang rumput yang luas. Entah kenapa aku ingin membawanya kesini.
“sekarang kita sudah sampai.” Ujarku menurunkannya dari punggungku.
“wahh, indah sekali.” Ujarnya dengan mata yang berbinar-binar.
“ckckck, ini namanya padang rumput terluas yang ada di sini.” Ujarku padanya.
“oh geurae, sangat indah dan luas.”ujarnya antusias. Aku membawanya mengitari padang rumput ini, kulihat dia diam dan melamun. Apa dia tak menyukai tempat ini.
“waeyo ? kenapa kau diam ?” tanyaku padanya.
“ahh, anniyo. Hanya saja tempat ini tak assing bagiku. Aku juga tak tau kenapa,di dalam mimpiku aku pernah ke sini dan seseorang yang membawaku ke sini..” ujarnya panjang lebar.
“jeongmal ? nugu ?” tanya ku padanya.
“aku juga tak tahu, wajah namja itu samar-samar sehingga aku tidak dapat melihatnya dengan jelas.” Ujarnya.
aneh memang mimpinya, aku penasaran dengan namja yang ada di dalam mimpinya itu, dia bilang namja itu yang membawannya ke sini dan wajah namja itu samar-samar hingga tak dapat untuk dilihat. Sekarang aku yang membawanya kesini. Bukankah aartinya aku juga yang membawanya kesini di dalam mimpinya itu. Tidak, membingungkan saja.
Author POV
Suzy berlarian kecil di padang rumput dengan ilalang yang tak begitu tinggi sehingga memudahkanya untuk berlarian kecil. Suzy membentangkan tangannya dan memejamkan matanya menikmati semilar angin yang menerpanya. Merasa tenang dengan keadaan seperti ini, suzy masih dengan posisi tadi memutar pelan menikmati terpaan angin. Menikmati udara yang segar dan menghembuskan nafas bergantian. Perasaannya ini tenang dan pikirannya juga tak ada beban sehingga dirinya sangat menikmati hembusan angin dan udara yang segar disana. Senyuman manis dari wajahnya yang cantik tak luput disertai hembusan angin yang berhembus pelan membuat semua orang merasakan ketenangan dan kebugaran tentunya. Sedangkan myungsoo yang dari tadi pandangannya tak lepas dari sosok suzy yang sedang menikmati hembusan angin yang menyegarkan. Membuat lekuk bibirnya terangkat ke atas menyaksikan ketenagan dan kedamaian yang dirasakan suzy. Dirinya juga ikut merasakan hal yang sama seperti suzy, dengan memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya pelan.
“apa sekarang kau merasa baikan.” Tanya myungsoo pada suzy yang masih menikmati indahnya alam.
“hmm, aku merasa tenang dan nyaman di sini, hembusan angin yang tenang membuat tubuhku lebih segar.” Ucap suzy membilai-bilai ilalang itu.
“gomawo myungsoo-sii, gomawo untuk semua yang telah kau lakukan untuk ku.” Ucapnya menatap myungsoo sambil tersenyum senang, sedangkan myungsoo yang dapat senyuman dari suzy juga ikut tersenyum pada suzy dan menggenggam lembut tangan suzy. Suzy yang terkejut melihat myungsoo yang tiba-tiba menggenggam tangannya hanya diam dan akhirnya tersenyum pada myungsoo.
“aku akan selalu melindungimu kau tak akan membiarkan mu terluka.” Ucapnya tenang pada suzy.
“ne,gomawo.” Ujar suzy tulus seraya tersenyum .
“suzy-sii aku ingin bertanya satu hal padamu. Tolonglah kau jawab dengan jujur.” Ucap myungsoo menatap kearah suzy.
“ne, apa yang ingin kau tanyakan.” Tanya suzy balik.
myungsoo menghela nafasnya, memikirkan kata-kata yang ingin diucapkanny pada suzy.jujur dia ingin mendengarnya langsung dari suzy mengenai takdir itu.
“mengenai takdir itu apa keputusan yang kau ambil ?” tanyanya to the point.
Suzy terdiam sejenak memikirkan kata-kata yang akan diucapkanya pada myungsoo dan menghela nafasnya sesaat.
“aku menerima takdir itu myungsoo-sii, ini sudah keputusan terbaik untuk ku kedepanya walaupun banyak rintangan yang akan kita hadapi tapi ada kalian semua yang melindungiku.” Ujar suzy panjang lebar.
“apakah keputusanmu ini tidak terpaksa karna kau trjebak disini ?” tanya myungsoo kedua kalinya.
“annyio, keputusan ini sudah ku pikirkan matang-matang, dan ini keinginan ku sendiri tak ada paksaan dari orang lain, ku rasa ini yang terbaik untuk ku.” Ucap suzy tersenyum pada myungsoo.
myungsoo yang mendengar itu langsung tersenyum dan merangkul suzy ke dalam pelukannya dan tentu saja membuat suzy terkejut dan membulatkan matanya.
“aku akan melindungimu dan tak akan kubiarkan satu orang pun menyakitimu.” Ucap myungsoo yang baru saja melepas pelukannya.
“gumawo.” Ucap suzy tersenyum senang ke arah myungsoo, sedangkan myungsoo juga ikut tersenyum kearah suzy.
sibuk mengitari padang rumput itu, sezy merasa lelah dan membuat dia lapar karena perutnya tiba-tiba berbunyi dan memberheneetikan aktifitasnya. Kruuyyuuk……..perut suzy berbunyi yang membuatnya malu kepada myungsoo dan hanya dapat menggeram kearah myungsoo.
“apa kau lapar ?”tanya myungsoo tekekeh.
“ahh, ne.” Ucap suzy mengangguk malu-malu.
“geurae, ikuti aku , aku akan mencarikan mu buah-buahan disana.” Ucap myungsoo menarik tangan suzy pelan.
Hutan
Tak perlu waktu yang lama mereka sudah sampai ditempat yang myungsoo maksud yaitu kebun buah yang juga ditanam vampire-vampire kastilnya.
“woahh, kebun buahnya luas sekali.”ujar suzy antusias.
“aku mau apel itu.” Ucap suzy sambil berjalan menuju pohon apel itu.
karena pohonnya terlalu tinggi suzy sedikit kesulitan untuk memetik apel itu.
“aakkhh.” Ucap suzy menghela nafasnya karena tangan suzy tidak sampai menggapai buah apel itu meskipun dirinya sudah menjinjit.
“yakkkhh, susah sekali memetik buahnya.” Ujarnya lemar karena gagal untuk kesekian kalinya.
tapi siapa yang menduga myungsoo yang memetikan buah untuknya. Myungsoo berdiri tepat dibelakang suzy dan tangannya menggapai ke atas memetik buah apel. Dan tentu saja myungsoo bisa memetiknya karena dia memiliki tubuh yang tinggi. Suzy yang baru menyadari itu terkagum dengan keberadaan myungsoo yang dibelakangnya bahkan bisa dibilang dekat. Suzy menoleh kebelakang menatap myungsoo tepat dimatanya begitu juga myungsoo. Suzy mengejapkan matanya berkali-kali dan lagi-lagi jantungnya berdetak kencang.
“aigoo, jangan seperti ini lagi.” Batinya batinnya menahan gugup.
“gumawo.” Ucapnya sedikit gugup dan cepat-cepat berpindah ke samping. Sedangkan myungsoo hanya menganggukan kepalanya dengan wajah yang datar.
“yaaaa, kenapa wajahnya datar seperti itu senang sekali membuat orang lain gugup dengan tindakanya itu.” Grutu suzy dalam hati melihat ekspresi datar myungsoo.
“wae ? mengapa menatapku seperti itu ?” tanya myungsoo pada suzy.
“annyio.” Ucap suzy ketus.
“apa kau masih lapar ?”tanya myungsoo.
“ehmm.” Ucap suzy seraya menganggukan kepalanya. Setelah itu myungsoo menggerakan tangannya keatas dan memejamkan matanya.dan setelah itu apel yang di pohon berpindah tempat ke tanggan myungsoo dalam waktu sekejap. Kemudian myungsoo membuka matanya dan tersenyum karena kerjanya telah berhasil. Suzy yang menyaksikan itu hanya melongo melihat myungsoo.
“woah, hebat sekali dia.” Batin suzy.
“ige.” Ucap myungsoo menunjukan 6 buah apel yang ada di tangannya.
“woah, kau melakukannya dalam waktu sekejap, kau hebat.” Ucap suzy antusias.
“gomawo.” Ucapnya lagi dengan tersenyum.
“itu hal mudah.” Ucap myungsoo datar, sedangkan suzy hanya menganggukan kepalanya.
“sekarang sudah cukup ayo kita pulang.”ucap myungsoo dalam nada khasnya.
“ne,keundae chakkaman. Akuuuu…uu mau.. eemmm.” Ucap suzy terbata-bata seraya memilin-milin dres selututnya.
“mwo ?”ucap myungsoo tak mengerti.
“emmm aku mau pii…piiss.” ujar suzy terbata-bata kerena malu dan suaranya semangkin memelan di akhir kalimat. Myungsoo hanya tersenyum datar.
“kau tunggu disini jangan sekali-kali mengintip ku.” Ujar suzy ketus dan beranjak pergi. Sedangkan myungsoo mengerutkan keningnya.
“walaupun aku mengintip mu aku tidak akan tertarik dengan yeoja manusia seperti mu., dan kalaupun aku mau aku akan dengan mudah melakukannya ( mengintip mu).” Ujar myungsoo tersenyum remeh setelah suzy pergi.
Back to suzy
“aigoo dimana tempat yang aman untuk aku pipis.” Ucap suzy celingukan mencari tempat.
“ahh, di situ aja terlihat aman dari namja itu.” Ucapnya beranjak kesemak-semak.
namun tanpa suzy sadari seseorang tengah mengawasinya dari kejauhan. Bahkan myungsoo sendiri tak menyadarinya. Dari sorot vampire yeoja itu memperlihatkan (menyiratkan) kebencian pada suzy. Ya, gadis itu adalah park jiyeon. Yeoja licik yang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan myungsoo kembali.bahkan dia tak segan-segan melenyapkan orang-orang yang menghalanginya.
“waww, awal yang baik untuk lebih cepat menyingkirkan mu yeoja bodoh.” Ucap jiyeon yang menyeringai melihay suzy sendirian di hutan. Dirinya berfikir rencana apa yang akan dilakukan untuk menyingkirkan suzy sekarang.
“hemm kurasa cara ini akan berhasil.” Ujarnya seraya memejamkan matanya dan merubah dirinya menjadi seekor kelinci. Inilah keahliannya bisa merubah menjadi apa saja yang dia inginkan. Dengan begini dia akan mendekat pada suzy dengan tampilan kelincinya. Bukankah yeoja menyukai kelinci, jika suzy melihat dirinya maka suzy akan mendekat kearahnya dan pada saat itu juga dia akan membawanya ke pedalaman hutan dan tentu saja suzy akan terus mengnikutinya menjauh dari myungsoo dan pada saat itu juga dia akan menyingkirkan suzy dengan mudah secepatnya. Rencana yang licik bukan, itulah sifat park jiyeon yang sudah terbutakan oleh obsesinya pada kim myungsoo.
Suzy pov
“ahh, lega rasanya” ucapku senang seraya merntangkan tangannya. Baru saja aku beronjak pergi untuk menyusul myungsoo kembali. Aku tak sengaja melihat kelinci putih dengan mata pinknya berada di sampingnya.
“aigoo, ada kelinci ahh kyeopta.” Ucapku menc=dekati kelincinya namun saat ingin ku pegang kelinci itu lari.
“ahh, kenapa lari aku tak akan menyakitimu kelinci manis.” Ucapku seraya mengejar kelinci itu dan masuk ke hutan. Tanpa ku sadari aku telah jauh masuk ke dalam hutan. Aku kehilangan jejak kelinci tadi.
“kemana larinya kelinci itu ?” ujar ku binggung.
“perasaan tadi kuihat dia larinya kearah sini.” Ucap ku celingak-celinguk mencari kelinci tadi. Samar-samar aku mendengar suara ranting yang patah karena terinjak. Spontan aku menoleh ke arah sumber suara tapi tak kudapati apapun di sana. Rasa takutku muncul, aku takut kejadian akan seperti dulu karena aku sedang sendirian disini tanpa myungsoo. Aku mulai was-was melihat sana kemari keringat mulai muncul dikeningku.
“mencariku nona.” Ucap seorang yeoja di belakangnya, lantas aku menoleh ke belakang dan mendapati seorang yeoja yang berdiri dengan senyuman manisnya.
“tunggu, bukankah dia yeoja yang bersama myungsoo waktu itu.” Batinku. Tapi kenapa dia bisa berada di sini.
“nuguya ? bukankah kau yeoja yang bersama myungsoo waktu itu ?” tanyaku padanya.
“ahh, ingatanmu sangat baik rupanya.” Ucapnya tersenyum.
“lalu dimana ini dan dimana kelinci itu ?.” ucapku pelan seraya melihat keseemak-semak tadi.
“kau mencari kelinci eoh ?” tanyanya padaku.
“ne, kau tau dimana dia berlari ?” tanyaku antusias.
“apa kelincinya seperti ini.” Tanyanya dan kemudian dia berubah menjadi kelinci yang ku kejar tadi.
“kau..kau.” ucap ku terbata karena terkejut. Dan yeoja itu berubah kembali menjasi sosok yeoja yang cantik rupawan.
“sebenarnya siapa kau ?.” tanyaku ke sekian kali.
“naega aku sama seperti myungsoo dan yang lain.” Ucapnya datar dan dingin.
“lalu apa yang kau mau dan mengapa kau mengikutiku.” Tanya ku setenang mungkin.
“langsung saja aku tak ingin kau dekat-dekat dengan myungsoo, kau tau dia hanya masih menyukai ku dan masih mencintaiku. Dia teman ku sejak kecil jadi kalau kau tak ingin disakiti jauhi dia.” Ucapnya dengan tatapan tajam. Aku mengerutkan kening mengingat apa yang di ucapkannya. “masih mencintaiku.” Berarti mereka sepasang kekasih dulu. Ahh, biarlah aku tak perlu memikirkannya.
“hey nona, apa yang kau bicarakan ? tenang saja aku tak menyukainya. Mana mungkin aku manusia sedangkan dia vampire.” Ucapku setenang mungkin.
“baiklah aku pegang ucapanmu, dan aku ingatkan sekali lagi, sekali saja kau melanggar apa yang kau ucapkan, maka bersiaplah kau akan berurusan dengan ku.” Ucapnya dengan senyuman remeh dan berlalu begitu saja menghilang bagai debu yang terbang.
“apa yang dia bicarakan ?” ucapku binggung. Oh tidak ini pertanda bahaya. Aku akan beritahu omma myungsoo nanti. Mungkin dia bisa melindungiku.
Author pov
karena terlalu lama hampir setengah jam suzy tak kembali, myungsoo sedikit khawatir dengan gadis itu.
“gadis ini selalu merepotkan.”ucapnya dan bergegas menyusul suzy.
sedangkan suzy hanya pada posisi awal tak berniat melangkahkan kakinya untuk kembalikarena dia masih memikirkan percakapannya dengan jiyeon tadi. Pikirannya masih bergelut dengan ucapannya tadi. Dia binggung apakah perlu memberitahukan myungsoo.
“ahh, tidak,tidak aku tidak perlu memberi tahunya. Cukup saja ahjuma yagn akan aku beri tahu nanti.” Ucapnya dan berniat untuk kembali. Tapi baru saja dia ingin membalik ternyata myungsoo sudah ada dibelakangnya. Sontak suzy terkejut dan membulatkan matanya.
“yaaa,,, sejak kapan kaku…kau disini.” Tanyanya dengan sedikit terbata.
“itu tidak penting, apa yang kau lakukan. Apa terjadi sesuatu ?” tanyanya dingin.
“aa… aniyo, sudah sebaiknya kita kembali ke kastil.” Ujarnya salah tingkah.
sedangkan myungsoo hanya memutar bola matanya malas dan berbalik untuk kembali ke kastil.
“yaa, tunggu aku.” Ujar suzy berlari kecil karena myungsoo sudah berjalan duluan dan suzy sedikit ketinggalan dibelakang.
sesampainya mereka di kastil, myungsoo hanya menampakkan wajah dingin dan datar. Sedangkan suzy terlihat wajah kesal karena dia harus menyusul myungsoo diperjalanan pulang tadi.
“aiisshh, aku lelah sekali haarus mengejar kau tadi.” Ucapnya sesampainya dikamarnya. Wajahnya sedikit berkeringat karena otot tubuhnya bekerja sedikit lebih keras berlari untuk mengejar myungsoo.
“hahh, seharusnya aku membersihkan diri badanku berkeringat dan sedikit lengket.” Ucapnya mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
sedangkan myungsoo ?, kalian tak usah bertanya lagi, myungsoo langsung pergi bergegas ke ruangan dimana tempat yang bisa mereka gunakan untuk bersantai dan meluangkan waktu untuk bersama teman-temannya. Terlihat mereka sedang berbicara , tetawa dan bercanda ria, tapi saat myungsoo masuk mereka menghentikan aktivitas mereka dan memandang myungsoo heran yang masuk tiba-tiba dengan wajah tak akur begitu. Ahh,hampir lupa myungsoo memiliki wajah seperti itu dingin seperti bongkahan es dan tatapan matanya tajam.
“hay man, what’s up ? kenapa wajahmu seperti itu eoh ?” tanya sungjong dengan mulut yang penuh buah-buahan , sedangkan orang yang ditanya hanya menatap tajam dan tak berniat untuk menjawab.
“ahh, matta aku lupa kau memiliki wajah seperti itu, menakutkan.” Celetuk sungjong kedua kalinya, myungsoo natap sungjong tajam seolah-olah tatapan matanya mengatakan “bisakah kau diam atau ku usir kau dari sini.” Sedangkan sungjong hanya cenggegesan dengan dua matanya membentuk huruf F dengan cengiran handalannya.
“apa yang terjadi myungsoo-ah ?” tanya sunggyu vampire yang paling tua dari mereka.
“kau tau kemarin malam aku ketemu jiyeon.” Ucap myungsoo datar.”jiyeon park jiyeon maksudnya?” tanya sungyeol ikutan bicara.
“siapa lagi kalu bukan dia.” Ujar myungsoo datar.
“tapi mau apa dia disini.” Tanya sunggyu lagi.
“aku tak tau apa motif dia kembali kesini, yang pasti aku mencium aura jahat dari dirinya. Ada bayangan asap hitap mengelilingi tubuhnya.” Ucap myungsoo kepada mereka semua, mereka yang mendengar apa yang myungsoo katakan langsung menghentikan aktifitas mereka dan beralih menjadi pendegnar yang baik.
“bahkan tadi saat aku menyusul suzy yang pergi untuk suatu hal. Aku mencium aura jahat yang berasal dari jiyeon berada sekitar suzy. Aku yakin tadi jiyeon berada di sana, aku tak tau pasti apa yang di inginkan dan dia rencanakan. Tapi yang pasti ini ada sanagkut pautnya dengan suzy.” Tambah myungsoo dengan raut wajah yang dingin sambil memainkan pisau yang digunakan sungjong untuk mengupas buah tadi.
“apa yang kau katakan ada benarnya juga mengingat jiyeon bukanlah tipikal orang yang peduli terhadap orang lain tapi kenapa dia repot-repot menjumpai suzy jika bukan dia menginginkan sesuatu.” Ujar sangyeol ikut berbicara. Apapun itu aku tidak akan membiarkan gadis licik itu membuat masalah dan mencelakai gadis manusia itu.” Tukas myungsoo dengan sorot mata yang tajam sambil membengkokan besi pisau yang dia pegang.

TBC

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s