Sahabat Jadi Cinta part 2

Image

Title: Sahabat Jadi Cinta part 2
Author: @octaviyot
Maincast: Park Jiyeon, Kim Myungsoo
Othercast: find by your-self
Genre: Romance, friendship, school life, sad
Lenght: chaptered

Jiyeon POV

“Neo..” tunjukku pada orang itu.

“Ahh, ne. Kau yeoja yang waktu itu di bis kan?” tanyanya padaku seraya tersenyum

Aiigoo, senyumannya itu mampu meluluh lantakan hati ku, namja ini sangat tampan ditambah lagi dengan senyuman nya itu. Sampai-sampai aku terpesona melihatnya. Ommo😮

“Gwaenchanna?” tanyanya seraya melambai-lambaikan tangan nya di depan wajahku.

“Ahh, ne nan gwaenchanna” ucapku gugup.

“Kita belum berkenalan kan, naneun Choi Minho imnida. Ireumi mwoyeyo?” tanyanya padaku seraya mengulurkan tangan nya ke arah ku.

“Joneun Park Jiyeon imnida.” Ucapku tersenyum menerima uluran tangannya.

“Ne, bangapseumnida jiyeon-sii.” Ucapnya lagi.

“Geurae, aku duluan minho-sii. Annyeong.” Ucapku akan beranjak pergi.

“Chakamman, mau aku antar pulang?” tawarnya padaku.

“Anniyo, tidak perlu repot-repot minho-sii” tolakku halus padanya.

“Aniyo jiyeon-sii, malahan senang bisa membantu mu.” Ucapnya seraya tersenyum.

Aiigo, kenapa namja ini senang sekali tersenyum, senyuman nya itu seperti sihir yang mampu meluluhkan hati ku. Aku juga tak enak menolak tawarannya, apa salahnya menerima bantuan orang lain.

“Ne, geurae minho-sii.” Ucapku senang.

“Kajja” titahnya padaku untuk mengikutinya.

Di dalam perjalanan kami hanya diam saja, aku masih canggung bersamanya. Bagaimanapun kami baru saja mengenal, tak mudah bagiku untuk akrab dengan orang yang baru saja ku kenal. Sampai akhirnya dia membuka mulut untuk berbicara.

“Di mana rumahmu jiyeon-sii?” tanyanya padaku.

“Rumah ku di persimpangan jalan sana, tinggal belok kiri saja.” Ujarku memberitahunya. Dia hanya menganggukkan kepalanya sambul tersenyum.

“Gomawo minho-sii, sudah mau mengantarku pulang.” Ucapku berterimakasih padanya.

“Ne, cheonmaneyo.” Ucapnya tersenyum, saat aku hendak beranjak dari mobilnya. Dia menhan tangan ku.

“Chakamman, bolehkah aku meminta nomor mu?” tanyanya padaku.

“Ne, ige.” Ucapku menunjukkan nomor  hp ku padanya.

“Selesai, gomawo jiyeon-sii” ucapnya padaku

“Ne” ujarku seraya tersenyum padanya.

“Aku pulang dulu jiyeon-sii, annyeong.” Ujarnya melambaikan tanganya sebelum pergi dari hadapanku.

“Ne, hati-hati di jalan. Annyeong.” Ucapku sebelum dia beranjak pergi dari tempatnya.

Dia hanya mengangguk, setelah itu mobilnya berjalan menjauhi rumahku, setelah kepergiannya aku kegirangan bukan main. Bagaimana tidak, coba kalian piker jika ada namja tampan dan baik hati mengantarkan kalian pulang dan memintai nomor kalian, apa reaksi kalian dan tentu saja kalian akan bertingkah seperti yang aku lakukan sekarang bukan.

“Ahh, aku senang sekali.” Ucapku kegirangan sambil melompat-lompat saking senangnya.

“Yaa, kenapa kau melompat-lompat seperti itu eoh?” Tanya omma ku yang baru saja keluar.

“Anniyo.” Ujarku cengengesan masuk ke dalam rumah.

“Aiigoo, anak itu aneh sekali.” Ujar omma yang masih dapat ku dengar sebelum aku masuk kedalam rumah. Apa kau tak tahu omma, anak mu ini sedang berbunga-bunga omma. Wkwk😀

Ku rebahkan tubuhku di ranjangku, badanku terasa segar setelah mandi. Memejamkan mataku menikmati kesegaran ini. Dddrrtt..ddrrtt hp ku bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Ku hampiri hp ku yang bada di meja belajarku dan membuka pesan yang baru saja masuk.

From: 0289xxxxx

Annyeong, ini aku. Save my number ne. J

——-

 

Aku tersenyum senang mendapat pesan dari nya, ternyata dia secepat itu menhubungiku. Woah, aku tak dapat meluapkan kebahagian yang sekarang ku rasakan. Aku langsung membalas pesannya dengan wajah yang sumringah.

——-

To: 0289xxxxx

Ne, annyeong. Geurae, akan ku save nomor mu. J

——-

Langsung ke klik tombol send secepat mungkin berharap dia membalas pesanku lagi dan langsung menyimpan nomor nya di phonebook ku dengan nama Minho Oppa. Dan benar apa yang ku ucapkan, selang beberapa menit kemudian dia membalas pesan tadi.

——-

From: minho oppa

Arraseo, apa kau tak belajar. Besok kau sekolah kan? J

——-

Woahh, senang nya dia terlihat perhatian sekali padaku. Aku tak sabar ingin membalas pesannya lagi.

——-

To: minho oppa

Ne, besok aku sekolah dan aku sudah belajar. J Oiya, apa kau juga masih sekolah oppa? Di mana sekolahan mu?

——-

Aku langsung menanyai dengan berbagai pertanyaannya, aku penasaran dengan namja yang satu ini.

——-

From: minho oppa

Ne, aku masih sekolah. Apa kah tampangku setua itu sampai-sampai kau beranggapan aku sudah lulus sekolah eoh? Ckck

——-

Haha, aku tak menyangka dia jadi kesal seperti ini. Aku tak bermaksud sperti itu. Wkwk

——-

To: minho oppa

Anniyo oppa, aku tak bermaksud seperti itu. Kau itu terlihat sama seperti ku masih muda dan tampan tentunya. Wkwk😀

——-

Aku rasanya seperti orang gila yang tertawa sendiri di kamar, saking senangnya berbalas pesan dengan minho oppa. Kkeke

——-

From: minho oppa

Jinjayo? Kau juga yeppeo. J apa kau sudah makan?

——-

To: minho oppa

Ne, gomawo oppa. Aku sudah makan, bagaimana dengan oppa sendiri? J

——-

Woahh, dia mengatakan kalau aku juga cantik. Kkeke. Seperti itu lah berbalas pesan kami sampai aku memutuskan untuk tidur terlebih dahulu karena besok aku sekolah takut bangunnya kesiangan lagi.

Author POV

Triinngg.. bel sekolah berbunyi membuat para siswa berlari kecil ke kelas nya masing-masing. Hari ini gadis berambut coklat siapa lagi kalau bukan park jiyeon, dia tak lagi terlambat ke sekolah. Dari awal kedatangan nya ke sekolah tadi pagi, senyuman nya tak lepas dari wajahnya. Entah apa yang membuatnya seperti ini, tapi yang pasti semua ini bermula dari perkenalannya dengan namja tampan bernama Choi Minho.

Sahabatnya sendiri juga bingung, kenapa sepagi ini dia senyum-senyum sendiri.

“Yaa, kau kenapa senyum-senyum seperti itu?” Tanya myungsoo saat berada di kelas.

“Aku sekarang merasa senang myungsoo-ah, aku kemarin.” Ucap jiyeon yang terpotong karena saem sudah masuk ke kelas.

“Selamat pagi anak-anak” ucap saem pada murid-muridnya.

“Pagi saem” jawab mereka serempak.

“Myungsoo-ah, nanti saja ku ceritakan ne.” ucapnya tersenyum riang ke arah myungsoo. Sedangkan myungsoo hanya menganggukkan kepalanya dan membalas senyuman sahabatnya itu.

“ada kabar baik, kita kedatangan murid baru pindahan dari Amerika. Masuklah dan perkenalkan dirimu.” Ucap saem pada seseorang yang akan mejadi murid baru di sini. Setela itu masuklah seorang namja tampan yang langsung mendapat tatapan takjub dari para yeoja karena ketampannya. Jiyeon yang melihatnya tak kalah terkejut karena bertemu dengan namja yang sukses membuatnya senang bahkan sekelas dengan namja itu.

“Annyeong, Choi Minho imnida. Bangapseumnida.” Ujar minho memperkenalkan dirinya.

“Baiklah, sekarang kau duduklah di belakang sana.” Ujar saem menunjuk bangku yang ada di belakang jiyeon.

Minho beranjak dari tempatnya semula menghampiri bangku yang ada di belakang jiyeon. Saat melewati jiyeon, minho tersenyum manis padanya sehingga membuat jantung jiyeon 2x lebih kencang berdetak. Dan pada akhirnya jiyeon pun membalas senyuman minho, sedangkan para yeoja menatap iri pada jiyeon karena namja tampan itu tersenyum kepada jiyeon.

Pelajaran hari ini telah dimulai tapi tak mengindahkan seorang yeoja yang sedang tak berkonsentrasi dari tadi, wajahnya memang menatap ke depan seolah dia sedang focus ke materi yang disampaikan saem tapi nyata nya tidak, malah berbanding terbalik dengan yang sebenarnya. Jiyeon sama sekali tak berkonsentrasi, pikirannya melayang entah kemana tapi yang pasti yang ada dipikirannya sekarang adalah namja tampan yang bernama Choi Minho. Dia tak menyangka satu sekolah dengan namja itu, bahkan sekelas dengannya. Keberuntungan sedang memihak dirinya bukan, semoga ini tak menimbulkan dampak baginya karena terus menerus memikirkan namja itu.

Kkkrriingg… Bel berbunyi tanda waktunya istirahat, para siswa mulai keluar dari kelasnya masing-masing dan kebanyakan menuju kantin. Begitupun juga yang ada di kelas jiyeon, mereka keluar kelas untuk ke kantin ataupun ke perpustakaan. Terlihat Myungsoo yang hendak menghampiri meja jiyeon untuk mengajaknya ke kantin bersama, tapi niatnya diurungkannya karena melihat minho terlebih dahulu menghampri jiyeon.

“Jiyeon-sii, apa kau mau menemaniku ke kantin?” Tanya minho pada jiyeon.

“Eoh, baiklah kajja.” Ucap jiyeon tersenyum.

“emb, kajja.” Titah minho kemudian.

Sedangkan myungsoo yang melihat mereka hanya menghela nafasnya, tanpa berniat lagi dia untuk ke kantin.

“myungsoo-ah, kau mau ke kantin bersama kami?” Tanya jiyeon menghampiri myungsoo.

“Ahh, ne kalian duluan saja ke kantin. Aku sedikit ada urusan.” Ucap myungsoo berbohong, sebenarnya dia tak ada urusan sama sekali pun. Hanya saja mood nya dalam keadaan buruk sekarang.

“Geurae, kalau begitu kami duluan myungsoo-ah” ujar jiyeon melambaikan tangannya kepada myungsoo, sedangkan myungsoo nya sendiri hanya menganggukkan kepalanya seraya tersemyum hambar.

Kantin

“Kau mau pesan apa jiyeon-sii? biar aku yang pesankan” ujar minho pada jiyeon.

“Emhh, aku mau mie goring saja dan jus orange.” Ucap jiyeon memesan makanannya.

“Geuraeyo, kau tunggu disini ne. Aku akan ke sana” titah minho kemudian.

“Ne” ujar jiyeon seraya menganggukkan kepalanya.

Sekarang yang ada dipikirannya, kenapa myungsoo bertingkah seperti itu padanya. Kelihatannya dia kaku dengan nya tadi. “Sebenarnya apa yang terjadi padanya” ucap jiyeon pada dirinya sendiri. Setelah itu minho sudah datang dengan membawa makanan yang dipesannya.

“Ige makanan mu, kajja dimakan.” Ujar minho tersenyum.

“Gomawo minho-sii.” Ucap jiyeon tersenyum.

“Ne, cheonmaneyo.” Balas minho dengan senyum yang tak kalah manis nya.

“Haa jiyeon-sii yang tadi itu siapa?” Tanya minho pada jiyeon.

“Eoh, yang tadi itu sahabat ku dari kecil namanya kim myungsoo.” Tutur jiyeon memberitahu minho.

“Ohh, ku kira dia namajachingu mu.” Ujar minho terkekeh.

“Anniyo oppa, dia itu sudah ku anggap seperti saudara ku sendiri karena dia dan keluarganya baik padaku.” Sergah jiyeon secepatnya.

“Jinjayo? Baguslah kalu begitu, mulai sekarang kau panggil aku oppa ne. Bagaimana pun juga aku lebih tua dari mu.” Titah minho tersenyum.

“Ne arraseo arraseo oppa.” Ucap jiyeon tersenyum.

Myungsoo POV

Mood ku hari ini menjadi kurang baik sekarang, aku sedikit kesal melihat kedekatan jiyeon dan minho. Entah kenapa aku tidak menyukai minho, kelihatanya dia bukan namja yang baik karena aku dapat melihat dari sorot matanya saat memandangku tadi. Pandangannya seperti meremehkan ku, apa dia tak menyukai ku. Terserahlah, aku tak punya urusan dengannya sekarang, yang penting aku tetap harus melindungi jiyeon.

“Ahh, sudahlah jangan berpikir yang macam-macam dulu myungsoo-ah, itu tidak baik.” Ujarku pada diriku sendiri.

Kkrriiiingg… bel berbunyi usainya pelajaran hari ini. Anak-anak mulai mengemaskan buku nya masing-masing begitupun dengan aku, saat hendak menghampiri jiyeon berniat untuk mengajaknya pulang bersama tapi terlebih namja itu mendahului ku lagi. Namja itu selalu ada disaat seperti ini, dia menghampri jiyeon dan sepertinya dia tampak berbincang pada jiyeon, mungkn dia mengajak pulang bersama. Ku lirik jiyeon menganggukkan kepalanya, rupanya benar minho mengajaknya pulang bersama. Bahkan sekarang  jiyeon tak menghiraukan lagi, saat jiyeon pulang melewati ku dia tak berbicara sepatah kata pun padaku bahkan untuk menyapa saja tidak. Dia hanya main pergi saja bersama namja itu, aku sedikit kesal melihatnya. Hatiku terasa mulai panas melihat yeoja yang ku sukai dekat dengan namja lain. Memang aku yang salah, aku tak mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya pada jiyeon. Aku takut jika aku mengungkapkanya padanya sehingga persahabatan kami akan putus, aku tak ingin dia menjauhi ku. Aku tak ingin itu terjadi, itulah sebabnya aku lebih memilih untuk memendam perassaan ini terlebih lagi jiyeon menganggap ku sebagai sahabat tak lebih dari itu.

Rumah

Saat aku di rumah pun aku masih merasa kesal, aku menyendiri dari tadi di kamarku. Aku hanya berdiam diri dekat jendela, memikirkan kejadian hari ini sehingga aku tak menyadari orang mengetuk pintu kamarku.

“Myungsoo-ah, waeyo? Kenapa kau belum makan dari pulang sekolah? Gwaenchana?” Tanya omma ku yang baru saja masuk.

“Anniyo omma, gwaenchana. Aku belum lapar saja, nanti aku akan makan jika lapar.” Tolak ku halus pada omma.

“Geurae, kau makan lah dulu. Nanti kau sakit jika kau telat makan.” Ucap omma ku sebelum pergi dari kamarku. Aku hanya menganggukkan kepalaku dan tersenyum ke arahnya.

Aku menghela napasku, menenangkan pikiranku sejenak. Hingga getaran hp ku membuat lamunan buyar. Ddrrtt…dddrrtt hp ku bergetar tanda ada pesan yang masuk. Ku lihat nama pengirim pesan itu adalah orang yang hari ini sukses membuat ku kesal siapa lagi kalau bukan park jiyeon.

From: jiyeon pabo

Myungsoo-ah, jadikan kau mau mengajariku matematika malam ini. Ppaliwa, aku tunggu ne.😀

Begitulah dirinya, selalu semaunya saja. Tapi hanya padaku dia bersifat kekanak-kanakan seperti itu. Ku lirik jam di meja belajarku ternyata sudah pukul 6 malam. Aku sudah janji akan mengajarinya beberapa materi matenatika malam ini, jika aku batalkan pasti dia akan kecewa nantinya. Ahh, sebaiknya kau ke rumahnya saja, aku pun langsung membalas pesannya.

To: jiyeon pabo

Ne, tunggu aku. J

Begitulah aku membalas pesan jiyeon tadi, sebaiknya kau berkemas mengganti baju dan mengambil beberapa buku yang diperlukan nantinya.

Jiyeon house

Triing.. trriinngg aku menekan bel rumah jiyeon, dan tak lama setelah itu pintu pun terbuka menampakkan seorang yeoja cantik bernama park jiyeon dengan kaos oblong yang dipakainya seperti biasa, dia memang selalu tampil apa adanya tak suka yang berlebihan, inilah salah satu alasan dari beribu alasan kenapa aku menyukainya.

“Myungsoo-ah, kajja masuk.” Ujarnya seraya menarikku masuk ke dalam rumahnya.

“Omma, myungsoo datang.” Ujarnya memberitahu omma nya yang sedang berada di dapur.

“Ohh, myungsoo-ah, kau sudah datang.” Ucap omma jiyron.

“Ne ahjumma.” Ucapku seraya membungkukkan badanku member hormat.

“Kajja myungsoo-ah, kita ke atas. Belajarnya di kamar ku saja.” Ujar jiyeo menujuk kamarnya yang memang berada di lantai atas.

“Kalian belajarlah, nanti aku akan membuatkan kalian minuman.” Ucap omma jiyeon seraya kembali ke dapur.

“Ahh, ne gomawo ahjumma. Tidak perlu repot-repot seperti itu.” Ucapku pada ommanya.

“Sudahlah, kajja kita mulai saja belajar nya.” Ujar jiyeon menarik lengan ku agar mengikuti langkahnya.

“Ne ne arraseo, kau ini selalu tak sabaran. ckckck” decakku kesal karena dia selalu menarik lenganku seperti ini. Sedangkan dirinya berkacak pinggang dan menjulurkan lidahnya ke arahku, aku hanya tersenyum simpul melihat sifatnya yang masih kekanak-kanakan seperti itu.

Perlahan-lahan aku mengajarinya materi matematika, mulai dari masalah yang kecil hingga mengajarinya beberapa contoh soal yang lumayan sulit yang telah ada di buku pelajaran. Anak ini benar-bear tak mengerti masalah trigonometri, kemana saja dia saat pelajaran sedang berlangsung.

“Kau ini kemana saja saat pelajaran dimulai eoh?” tanyaku kesal padanya.

“Hehe, kan sudah ku bilang dari awal. Aku tak menyukai matematika kan.” Ucapnya cengengesan.

“Aiigoo, geuraeyo. Sekarang perhatikan dan simak pelajaran yang akan ku sampaikan. Karena aku tak akan mengulang untuk ke 2 kalinya. Baru setelah itu kau coba mengerjakan soal nanti.” Titahku pada jiyeon.

“Ne ne, arraseo saem.” Ucapnya mengerucutkan bibirnya.

“Jangan seperti itu, kau tambah jelek.” Ucapku mengejeknya.

“Yaa, kau selalu mengejek ku.” Ucapnya kesal.

“Haaisshh, sudahlah sekarang kau diam saja dan perhatikan apa yang akan ku sampaikan.” Titahku padanya. Sementara jiyeon hanya menganggukkan kepalanya.

Aku menjelaskan tentang berbagai rumus identitas yang harus betul-betul difahami, satu persatu rumus identitas ku jelaskan padanya sampai dia benar-benar mengerti.

“Nah sekarang kau coba kerjakan soal ini, contoh soalnya bisa kau lihat disini.” Ucapku menunjukkan beberapa soal padanya.

“Geurae, akan ku coba.” Ucapnya mulai mengerjakan soal yang ku beri.

Ahjumma masuk membawakan kami minuman dan kue yang terlihat enak.

“Ige, kalian makan dan minum lah makanan yang ku bawa ini.” Ucap ahjumma

“Ahh, ne. Gomawo ahjumma” ucapku tersenyum. Sedangkan jiyeon langsung menyambar kue dan memakannya.

“Aiigoo, kau ini yeoja jiyeon-ah. Ubahlah sifat kekanak-kanakan mu itu, apa kau tak malu dengan myungsoo eoh?” Tanya omma nya kesal. Sementara jiyeon hanya mengerucutkan bibirnya karena ucapan ommanya. Aku hanya tersenyum melihat sifat nya seperti itu, hanya kepada orang terdekatnya saja dia bisa bertingkah seperti ini.

Jiyeon POV

Aku benar-benar tak mengerti dengan materi trigonometri, terlebih lagi rumus identitas membuatku pusing saja. Ditambah lagi soal yang myungsoo berikan tadi tergolong sulit. Myungsoo menyuruh ku mengerjakan soal tanpa melihat contoh poin yang ada. Tapi aku tak mau menyerah begitu saja, aku kan mencoba mengerjakannya lagi.

“Haahh, soal ini benar-benar membuat kepalaku pusing.” Ujarku prustasi sambil mengacak-acak rambutku.

“Ckckck, baru soal begitu saja kau sudah kesulitan mengerjakannya eoh.” Ejek myungsoo.

“Haaiishh, kau ini. Mentang-mentang kau pintar matematika.” Ucapku kesal mengerucutkan bibirku.

“Sudahlah, kau coba lagi mengerjakannya sampai kau mendapatkan  jawaban  yang benar.” Ujarnya nenyodorkan kembali soal-soal tadi.

“Cih, arraseo arraseo. Akan ku kerjakan lagi.” Ucapku pasrah dengan susah payah aku mencerna setiap soal yang diberikannya. -_-

Author POV

Karena kelelahan setelah mengerjakan soal yang telah berulangkali dia kerjakan karena jawabannya masih salah jiyeon sampaiu tertidur di meja belajarnya. Sedangkan myungsoo yang baru saja menyelesaikan membaca bukunya melihat jiyeon yang sedang tertidur pulas dengan damainya entah sejak kapan.

“Makanya jangan melamun terus saat guru sedang menjelaskan materi.” Ujar myungsoo menatap lekat ke arah jiyeon. Sedangkan tangannya beralih mengambil kertas yang berisi soal yang jiyeon kerjakan tadi. Bibirnya terangkat ke atas melihat isi kertas itu, ternyata jiyeon dapat mengerjakan soal yang diberikannya tadi dengan jawaban yang benar.

“Lihatlah kau sudah ada kemajuan rupanya. Aku akan selalu mengajarimu sampai kau pintar matematika.” Ujarnya mengacak-acak pelan poni jiyeon.

“Hahh, sudah hampir  pukul 9 rupanya, aku pulang dulu yeoja cerewet.” Pamit myungsoo pada jiyeon yang masih sibuk dengan mimpinya.

“Semoga mimpi indah ne.” ucap myungsoo sambil mencium kening jiyeon. Myungsoo tersenyum menatap lekat wajah jiyeon dan membelai pelan wajah jiyeon dan tersenyum untuk kesekian kalinya.

Myungsoo menuruni tangga menuju lantai bawah dan bertemu dengan appa dan omma jiyeon yang sedang duduk di ruang tamu sambil menonton TV.

“Ahh, myungsoo-ah. Sudah selesai belajarnya? Mana jiyeon?” Tanya omma jiyeon yang menyadari tak ada jiyeon turun bersama myungsoo ke bawah.

“Dia tertidur ahjumma, mungkin kelelahan setelah mengerjakan soal-soal tadi.” Ujar myungsoo tersenyum.

“Aiigo, anak itu kenapa tingkahnya tak berubah. Seperti anak kecil saja, myungsoo-ah kau sering-sering lah mengajarinya matematika. Kau kan pintar, mungkin kau bisa jadi mentornya.” Titah omma jiyeon.

“Ne ahjumma, dengan senang hati aku akan mengajarinya.” Ucap myungsoo tersenyum.

“Gomawo myungsoo-ah, kau selalu baik pada kami terutama jiyeon.” Ujar appa jiyeon.

“Ne ahjusshi. Cheonmaneyo, kalian itu sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri.” Ujar myungsoo.

“Ahh, myungsoo-ah. Ada yang ingin ku bicarakan denganmu.” Ujar appa jiyeon pada myungsoo.

“Ne, waegeurae ahjusshi?” Tanya myungsoo

“Ini tentang kau dan jiyeon myungsoo-ah” ujar appa jiyeon yang membuat myungsoo jadi bingung.

“Ne..?” Tanya myungsoo yang tampak bingung.

TBC

Apa yang akan appa jiyeon bicarakan pada myungsoo? Sampai ketemu di next chapter.🙂

Mianhae part 2 nya lama, maap kalo part ini kurang menarik. Habisnya pikiran lagi stuck banget. Semoga para readers gak kecewa yaa. Oiya, immortal love nya nyusul yaa. RCL nya juseyo.🙂

 

 

One thought on “Sahabat Jadi Cinta part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s