HERO chapter 1

hero-without-psdTitle: HERO (chapter 1)

Author: @octaviyot

Main cast: Kim Myungsoo (L), Son Naeun

Other cast: Lee Howon (chingu sebangku myungsoo), Jung Eunji (chingu sebangku naeun), Choi Minho (namja kejam yang suka membully myungsoo) dkk (member shine) , Cho Kyuhyun (guru di sekolah myungsoo- seorang vampire), Tiffany (guru magang di sekolah myungsoo- seorang vampire).

Genre: Fantasy, romance, action

Lenght: Chaptered

Author  POV

Hanya karena lemah dia sering dibully di sekolah, bahkan menjadi budak bagi anak-anak yang berkuasa dan kuat di sekolah. Tidak hanya itu, dia sering dikroyok geng preman di sekolah hanya karena dia tak mempunyai uang saat anak-anak preman memintai uang padanya, hampir setiap hari jatah uang yang dia bawa hanya untuk geng preman itu. Dia tak dapat melawan, jika dia melawan mungkin keadaannya akan lebih buruk. Karena kelemahan dirinya membuat dia tak berdaya, tapi tidak dalam segala hal dia lemah. Semangatnya untuk sekolah mencapai cita-citanya untuk menjadi orang yang sukses begitu besar, selain itu dia juga anak yang pintar. Prestasinya di sekolah lah yang membuat dirinya dikenal anak-anak yang berbaik hati padanya, salah satu temannya selalu mensupport dirinya untuk lebih kuat menghadapi kehidupan yang di jalaninya. Walaupun teman sebangkunya ini sama nasibnya dengan dirinya, mereka namja lemah dalam urusan bela diri. Nyali mereka menciut jika sudah berurusan dengan kekuatan, ya mereka berdua namja cupu yang lemah yang memakai kaca mata tebal. Namun di sisi lain seorang yeoja yang cantik dan baik hati yang selalu menolongnya jika anak-anak membully dirinya, yeoja inilah yang mau berteman dan berbagi cerita padanya. Dan yeoja inilah yang telah mencuri hatinya pada awalnya.

Myungsoo POV

Teett.. suara bel berbunyi tanda usainya pelajaran hari ini, aku segera mengemaskan buku ku memasukkannya ke dalam tas.

Braakkk… “Yaaa, kenapa kau tadi pagi tak menjawab dan hanya pergi begitu saja saat aku memanggil mu eoh?” bentak choi minho kasar sambil melabrak mejaku.

“M..mi.ianhae minho-sii, tadi aku tak mendengar mu. Sungguh.” ucapku sedikit ketakutan.

“Apa kau bilang eoh?” gertaknya menarik kerah bajuku.

Aku lelah jika terus menerus seperti ini, aku juga ingin melawan perlakuan mereka padaku tapi kelemahan dan ketidak beranian ku yang membuatku tak berdaya dengan Choi Minho dan kawanannya. Aku hanya mampu menepis tangannya dari kerah bajuku, mungkin tindakan ini akan membuatnya semakin marah.

“Yaakk, apa kau ingin mati eoh?” bentaknya keras sambil menendang perutku hingga aku terduduk di sudut kelas menahan rasa sakit atas perlakuannya. Semua anak hanya bisa menyaksikan, tidak ada yang ingin menolongku mengingat betapa kejamnya dan kasarnya seorang Choi Minho yang seperti prerman di sekolah ini.

“Bangun kau, sudah berani eoh. Sudah berani rupanya kau eoh?” ujarnya memukul mukul kepalaku hingga mendorong tubuhku ke dinding dengan kerasnya.

“Yaakk, neo sekkia.” Geramnya hendak menonjok muka ku tapi tertahan karena suara seorang yeoja berteriak di hadapan kami.

“Yaak, kenapa kau selalu membully nya eoh. Kenapa setiap hari kau selalu mengusik ketenangan orang lain. Apa kau tak punya kerjaan lain eoh? Cih, memalukan.” Teriak naeun pada minho.

“Ckck, lihatlah rupanya ada wonder woman  disini. Apa kau bilang eoh?” ujarnya sambil mendorong kasar naeun.

“Itu bukan urusan mu jika aku membelanya.” Ucap naeun membalas perkataan minho.

“Neo.. sekkia.” Ucapnya dengan nada emosi hingga urat lehernya bermunculan dengan tangannya yang sudah siap melayangkan tamparan di wajah cantik naeun.

“Yaakk, keumanhae minho-sii.” Teriakku kasar memberanikan diri menhan tangan minho yang siap menampar naeun.

“Haiishh, matilah kau.” Ucapnya memukul-mukul ku.

“Yaakk, keumanhae keumanhae minho-sii.” Ujar naeun berusaha melerai minho yang sibuk memukul ku. Hingga minho mendorong tubuh naeun mengenai dinding kelas, dia kesakitan karena terdapat memar di keningnya. Aku yang melihat itu sontak terkejut.

“Keumanhae minho-ah, jangan lanjutkan, apa kau mau kita berurusan dengan pihak sekolah eoh?” Tanya key teman sekawannya memberhentikan aksi minho.

“Baiklah, kali ini kau selamat. Lain kali jika kau membuat kesalahan sedikit saja. Tamatlah riwayat mu.” ujarnya mendorong kasar tubuhku ke dinding dan berlalu keluar kelas di ikuti teman-teman sekawanannya itu.

Aku segera menghampiri naeun, yeoja cantik dan baik hati yang mau berteman denganku dan sering membantuku.

“Naeun-ah, neo gwaenchanna?” tanyaku khawatir membantunya berdiri.

“nan gwaenchanna myungsoo-ah.” Ucapnya tersenyum padaku.

“Mianhae, gara-gara aku kau jadi seperti ini. Gomawo kau selalu menolongku.” Ucapku merasa bersalah karena demi membelaku keningnya jadi memar seperti itu.

“Ne ne, sudahlah itu tak masalah. Ini hanya memar kecil saja, tak perlu dipikirkan. Sekarang kita obati luka di wajah mu itu, arraseo?” ujarnya tersenyum.

“Mianhae, jeongmal mianhae naeun-ah.” Ucapku seraya menundukkan kepala ku.

“Yaa, geurae ku maafkan. Sudahlah, kajja kita pulang tapi sebelumnya kita ke UKS dulu mengobati luka mu itu.” Ucapnya sambil menujuk luka di wajah ku.

“Ne.” ujarku tersenyum menganggukkan keplaku.

Naeun POV

Sakit memang keningku, tapi aku senang karena aku bisa menolong myungsoo. Aku sangat tak menyukai jika anak-anak terus membully nya dengan kasar begitu. Anak-anak lain heran melihatku, mereka bilang “Kenapa kau mau berteman dengan namja cupu seperti dia eoh?” Tanya meraka tempo hari.

Kenapa? Kalian Tanya kenapa padaku, hey bukankah jika berteman tak perlu pilih kasih bukan. Pertemanan itu wajib untuk semua orang. Tidak perlu membeda-bedakan seperti itu, semua orang itu sama derajatnya hanya saja hati setiap orang berbeda-beda dan hanya itu saja yang membedakannya dengan sifat-sifat baik maupun buruk yang dimilikinya. Kalian sangatlah salah besar jika kalian menilai pertemanan seperti memilih-milih dengan kesan memojokkan salah seorang yang kalian kucilkan. Salah besar jika kalian menilai pertemanan seperti itu.

UKS

“Sini biar ku obati dulu luka mu itu.” Ujarku mengambil beberapa obat luka di kotak P3K.

“Ahh, biar aku saja naeun-ah.” Tolaknya halus.

“Anniyo, aku ini PMR di sekolah. Jadi aku yang akan mengobatimu, arraseo?” titahku terkekeh.

“Gomawo.” Ucapnya padaku, aku hanya menganggukkan kepalaku.

Saat aku tengah memberi obat luka di wajahnya, pandangan kami tak sengaja bertemu tepat di manik matanya yang membuat degup jantung ku berdetak kencang. “Aiigo, kenapa aku jadi seperti ini.” Batinku kesal. Aku cepat-cepat memberi obat tetes ke luka nya, karena aku tak mau jadi salah tingkah dan lebih parahnya lagi jangan sampai myungsoo menyadarinya. Karena sudah sore aku mengajak myungsoo pulang, dia mengantarkan ku pulang sampai ke rumah.

“apa kau tak mau mampir dulu myungsoo-ah?” tanyaku padanya

“Mmm, lain kali saja naeun-ah.” Ujarnya tersenyum.

“Ohh, geurae. Kalau begitu khalke myungsoo-ah.” Ucapku sambil masuk ke dalam rumah melambaikan tanganku padanya.

“Ne.” ucapnya menganggukkan kepalanya.

Aku langsung masuk ke rumah, menutup pintu dan menuju ruang tamu mencari appa.

“Appa, appa eodiga?” teriakku mencari appa.

“Ne, wae geurae? Appa ada di halaman belakang naeun-ah.” Teriak appa dari belakang rumah.

“Appa sedang apa disini?” tanyaku yang baru saja menghampiri nya di halaman belakang.

“Anniyo, appa hanya memindahkan vas bunga ini saja.” Ujar appa sambil menujuk vas bunga.

“Kau baru pulang chagi?” Tanya appa padaku.

“Ne, tadi myungsoo yang mengantarku.” Ucapku tersenyum.

“Ohh, geurae. Keundae kenapa kau tak mengajaknya ke rumah? Appa ingin berbincang-bincang dengannya” ujar appa ku.

“Ne, tadi aku sudah mengajaknya keundae dia bilang lain kali saja appa.” Ucapku memerikan penjelasan pada appa.

“Ohh, arraseo. Kau sudah makan chagi?” Tanya appa.

“Belum appa.” Tuturku tersenyum.

“Makanlah, tadi appa belikan kimbab. Sudah makanlah sana.” Titah appa ku.

“Ne gomawo appa.” Ucapku tersenyum sambil melangkah pergi ke dapur.

“Ne cheonmaneyo putri appa yang tersayang.” Ujar appa yang masih dapat terdengar oleh ku.

Aku segera membuka bungkusan yang ada di atas meja, karena aku sudah lapar aku sampai tak sempat mengganti seragam sekolah ku.

“Aiigoo. Kau ini seperti anak kecil saja. Makan saja sampai tak mengganti seragam mu.” Ujar appa terkekeh.

“Yaa, appa.” Rengek ku mengerucutkan bibirku, sedangkan appa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putri semata wayangnya.

Author POV

Setelah pulang dari mengantar naeun, myungsoo pulang sendiri dengan menggunakan sepedanya. Jarak rumahnya dari rumah naeun lumayan jauh hingga menjelang malam dia masih berada di jalan tak jauh dari rumahnya. Sekarang sudah pukul 7 malam myungsoo masih mengendarai sepedanya sendiri di jalanan sepi. Rumahnya lebih tepatnya rumah kontrakan nya berada di ujung jalan gang kecil sana, memang sepi setiap hari dia pulang melewati jalanan sempit dan sangatlah gelap saat malam, namun myungsoo tak patah arang, dia sama sekali tak takut.

Tanpa dia sadari seseorang sedang mengikutinya dari belakang, myungsoo yang tak sadar hanya mengayuh sepedanya terus menerus hingga akhirnya dia tersadar juga merasakan bahwa sekarang seperti ada orang yang mengikutinya, namun saat dia berhenti dan menoleh ke samping kiri kanan dan ke belakang tak didapatinya satu orang pun disana. Hanya dia sendiri yang berada disini. “Haiisshh, sepertinya aku merasakan bahwa ada orang yang mengikutiku keundae saat ku toleh ke belakang tidak ada orang satu pun, hanya aku sendiri.” Ujarnya heran dan melanjutkan jalannya.

Hal seperti itu terus terjadi, setiap dia menoleh ke belakang tidak ada orang sama sekali. Namun saat dia kembali menoleh ke depan lagi myungsoo terkejut saat menyadari seorang yeoja sudah berada di depannya entah sejak kapan, seorang yeoja berdiri di depannya mengenakan jubah hitam yang hampir menutup semua tubuhnya kecuali hidung dan mulutnya yang masih kelihatan.

“Nuguseyo?” Tanya myungsoo pada yeoja misterius itu.

“Hmm, siapa aku tak penting. Apakah menurut mu itu perlu eoh?” Tanya yeoja itu pada myungsoo.

“Yaa. Geurae. Minggirlah, aku mau lewat kau menghalangi jalanku.” Titah myungsoo pada yeoja itu.

“Haha, jika kau ku beritahu siapa aku. Apakah kau akan mempercayaiku dan takut padaku?” Tanya yeoja itu tersenyum menyeringai.

“Waeyo? Kenapa harus takut eoh, memangnya kau siapa? Toh kau manusia juga bukan, tak perlu takut segala.” ujarnya ketus.

“Hhmm, kalau bukan bagaimana?” Tanya yeoja itu tersenyum sinis.

“Busun surya?” Tanya myungsoo kebingungan.

“Sudahlah, sekarang itu tak penting. Aku hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaanku.” Ujar yeoja itu mendekat ke arah myungsoo sambil tersenyum menyeringai. Sedangkan myungsoo yang melihat itu terkejut, dan mundur beberapa langkah ke belakang karena yeoja itu semakin dekat dan tiba-tiba yeoja itu sudah ada di depan mata myungsoo dengan begitu cepat dalam waktu sekejap. Myungsoo sedikit ketakutan dengan apa yang sedang terjadi sekarang padanya.

“A..ap..aa yang kau lakukan. Apa yang kau mau eoh?” Tanya myungsoo gemetaran.

“Mau ku?” Tanya yeoja itu menggantungkan katanya. “Mau ku adalah…” ujarnya yang sempat terpotong. Namun belum sempat yeoja itu melanjutkan ucapannya, yeoja itu langsung menerkam myungsoo menancapkan taring tajamnya tepat di leher myungsoo dan menghisap darahnya dengan buas. Sedangkan si korban siapa lagi kalau bukan myungsoo hanya menjerit-jerit berteriak kesakitan. Ya, yeoja yang bertemu dengan myungsoo barusan adalah seorang yeoja vampire yang sering membuat onar dengan ulahnya yang sering menghisap darah manusia hingga mati.

Setelah dia menghisap darah myungsoo, dia berdiri dan ingin pergi namun niatnya dia urungkan karena melihat myungsoo yang sedang sekarat, sedangkan myungsoo hanya terkapar dan kejang-kejang setelah digigit vampire itu. Jika yeoja vampire itu tak memberikan darahnya maka myungsoo akan mati sama seperti manusia lainnya yang telah menjadi korban vampire itu. “Hhmm, kenapa aku jadi tak tega membiarkanmu mati sia-sia seperti ini.” Ucapnya memandang myungsoo yang sedang sekarat itu. “Baiklah, aku akan memberikan darahku padamu dan membiarkan mu menjadi vampire yang sama seperti ku.” Tambahnya lagi sambil menggigit pergelangan tangannya dan mengarahkannya mendekatkan tangannya ke mulut myungsoo. Hingga beberapa saat jiwa vampire myungsoo muncul, terlihat dari myungsoo yang mulai menghisap darah vampire itu dengan buas. Setelah itu yeoja vampire itu melepaskan tangannya dari cengkraman myungsoo “Ku rasa itu sudah cukup untuk menjadikan mu seorang vampire yang baru.” Ujarnya seraya pergi meninggalkan myungsoo yang masih dalam posisi terkapar lemas dengan napas yang cepat.

Tiffany POV

Sejak awal aku mengetahui tentang kehidupan anak itu, aku ikut prihatin tentangnya. Aku selalu mengawasinya tanpa sepengetahuannya, aku jadi kasihan pada anak itu hingga akhirnya aku memutuskan untuk membantunya keluar dari kehidupan kejamnya. Apakah tindakan yang ku lakukan ini benar, aku hanya ingin membantu anak itu supaya terlepas dari belunggu hidup yang dia jalani. Mungkin setelah aku menggigitnya dia akan berubah menjadi vampire sama sepertiku, karena aku memberikan darah ku padanya, dengan ini dia bisa melawan perlakuan mereka. Tapi apakah mungkin jika dia baru menjadi vampire tidak akan membuat kekacauan, yang ku takutkan nantinya dia tak bisa mengontrol dirinya.

“Haaiisshh, baiklah aku akan mengawasinya. Aku harus membantunya, bila perlu aku menyamar jadi guru magang saja di sekolahannya dengan begitu aku bisa berada didekatnya biar dapat mengontrol dirinya.” Ujarku kesal. Mungkin hal ini nantinya berguna, ku dengar-dengar orang yang ku cari juga berada di sana menjadi guru di sekolahannya. Dengan ini aku bisa bertemu dan dekat bersamanya.

Myungsoo POV

Apa yang terjadi padaku, kenapa aku tak merasa sakit sedikit pun setelah kejadian itu. Suhu tubuh ku juga tak seperti biasanya, dingin bagai bongkahan es. Aku juga merasa sangat kuat saat ini, perubahan drastis sedang ku alami. Terlihat warna mataku berubah menjadi warna coklat dan kulit ku jadi seputih susu.

“Hahh, apakah semua ini gara-gara yeoja yang mengigit ku semalam. Mungkinkah dia seorang vampire?” tanyaku pada diri sendiri. Pada awalnya aku tak percaya akan hal ini, namun saat aku mengalami perubahan pada diriku dan menyadari munculnya taring yang tajam di mulutku.

“Ommo, kenapa aku jadi bertaring begini? Apakah aku jadi vampire sungguhan sama seperti yeoja itu?” tanyaku terkejut. Ya sebenarnya itulah yang terjadi padaku, sekarang aku bukan lagi manusia melainkan seorang vampire. Apa yang harus aku lakukan, bukankah vampire menghisap darah manusia. Aku tak mungkin membunuh manusia dan menghisap darahnya, aku tak mau menyakiti mereka.

“Tapi kalau bukan darah manusia, darah apa yang harus aku minum?” lirihku bingung. “Ahh, bagaimana kalau darah binatang saja seperti darah ayam mungkin yang mudah mendapatkannya, setidaknya bisa mengurangi rasa haus ku.” Tambahku lagi.

Sekarang aku berada dipekarangan rumah yang ku sewa sejak beberapa tahun yang lalu, saat ini aku merasa haus sekali. Mungkin sekarang aku akan meminum darah ayam dengan begitu bisa mengurangi rasa haus ku, tetangga ku ada yang memelihara ayam aku akan meminta ayam 1 ekor padanya. Dia baik padaku karena aku selalu membantunya memberi makan ayam-ayam nya.

“Ahjusshi, apa kau mau memberikan 1 ekor ayam padaku?” tanyaku sedikit memohon.

“Baiklah, tapi kau harus membantu ku memberi makan ayam-ayam ini ne.” ujarnya padaku.

“Geurae, gomawo ahjusshi.” Ujarku tersenyum.

“Ne, kau ambil lah ayam yang itu. Ku rasa itu cukup untuk mu sendiri.” Ucapnya seraya menujuk salah satu ayam itu.

“Ne ahjusshi.” Ucapku perlahan mendekati ayam itu.

“Ahh, dapat kau.” Ucapku senang bisa menangkap ayam yang ku inginkan.

“Ahjusshi sekali lagi gomawo ne.” ucapku senang. Sedangkan ahjusshi tadi hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan aktivitas nya lagi.

Aku segera memotong leher ayam tadi dan menyaring darahnya ke mangkuk . hanya semangkuk penuh darah yang ku dapatkan. Tapi lumayanlah untuk mengurangi rasa hausku, sekarang keadaan ku jauh lebih baik dari sebelumnya dan aku mempunyai sedikit tambahan tenaga.

Author POV

Setelah kejadian itu myungsoo tak masuk sekolah selama 2 hari, teman sebangkunya juga bingung kenapa tak ada kabar dari nya. Di rumahnya juga tak ada myungsoo di sana, jelas ini membuat teman-temannya kebingungan seperti ini. Sedangkan myungsoo nya sendiri berkeliaran di luar sana menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup semenjak dirinya berubah menjadi vampire, dirinya belum siap untuk menampakkan diri di hadapan teman-temannya nanti di sekolah terutama dengan naeun bahwa dirinya tak lagi manusia melainkan seorang vampire. Dia takut jika dirinya tidak dapat mengendalikan dirinya, jika dia sedang kehausan yang dia lakukan hanya bersembunyi dari keramaian menahan rasa haus akan darah. Dia hanya meminum darah binatang seperti kemarin malam dia meminum darah ayam pemberian tetangga baiknya. Myungsoo tak mau meminum darah manusia, dia tidak mau menyakiti manusia yang tak bersalah.

“Mungkin tak ada salahnya jika aku menampakkan diriku dihadapan teman-temanku, orang-orang tidak akan mengetahui bahwa aku seorang vampire.” Ujar myungsoo penuh keyakinan, dirinya telah berpikir dengan baik. Tidak mungkin dia terus menerus bersembunyi seperti ini, dia akan masuk sekolah sama seperti biasanya.

“Baiklah besok aku akan masuk sekolah kembali.” Ucapnya lagi. Dia menyiapkan perlengkapan sekolahnya untuk besok. Sekarang dirinya sudah berubah, tak lagi memakai kacamata tebalnya dan tak menjadi namja yang cupu lagi. Bisa dikatakan dia saat ini sangatlah tampan dari sebelumnya. Semuanya berubah dari tatanan rambut, pakaian, penampilan serba berubah dan itu semua tentu saja semakin menambah ketampanannya. Dengan ini dia tak akan dikucilkan ataupun dihina seperti dulu.

Sekarang sudah pukul 12 malam tapi myungsoo tidak merasakan kantuk sama sekali. Ya memang seorang vampire tidak akan pernah merasakan kantuk sekali pun karena vampire tidak pernah tidur.

>> SKIP <<

Pagi harinya myungsoo telah bersiap-siap untuk berangkat sekolah, diperhatikannya sosok dirinya yang tak tampak bayangannya didalam cermin itu.

“Haahh, bahkan sekarang aku tak punya bayangan.” Ujarnya kecewa.

“Sudahlah, semuanya telah terjadi. Tak perlu disesali, mungkin ada hikmah nya dibalik semua ini.” Tambahnya lagi tetap bersabar.

Setibanya myungsoo di sekolah, anak-anak memperhatikan penampilan myungsoo dari atas sampai bawah. Mereka tidak menyangka bahwa namja tampan yang mereka lihat adalah Kim Myungsoo yang dulunya namja cupu sekarang berubah menjadi namja tampan bak pangeran dari langit. Terutama para yeoja yang menatap kagum ke arah myungsoo dan terpesona padanya karena ketampanannya dan para namja yang menatap iri dengan ketampanan yang dimiliki myungsoo sekarang. Dia juga mendengar bisik-bisik para siswa dari jarak jauh dari dirinya yang tak menyangka bahwa sekarang dia bisa jadi setampan ini. Vampire memang mempunyai kekuatan pendengaran yang kuat biar pun dari jarak jauh. Di koridor sekolah pun anak-anak menatap kagum pada myungsoo, semua mata tak lepas menatap ke arah myungsoo. Bahkan tak sedikit para yeoja berteriak histeris tidak tahan dengan pesona seorang Kim Myungsoo. Sedangkan myungsoo nya sendiri hanya menanggapinya dengan senyuman biasa.

Setibanya di kelas, kelas yang awalnya ribut tiba-tiba sunyi senyap setelah kehadiran myungsoo yang masuk ke kelas. Semua siswa terkejut dengan sosok namja tampan yang baru saja memasuki kelas, para yeoja di kelas nya menatap kagum ke arahnya, sedangkan para namja yang sekelas dengannya hanya iri pada myungsoo karena kadar ketampanan yang melebihi batas itu. Mereka tak menyangka bahwa dia adalah Kim Myungsoo yang dulunya sering mereka ejek, namun sekarang keadaan berbanding terbalik saat ini myungsoo lah namja yang paling tampan di sekolahnya jadi sekarang mereka tak kan bisa mengejek myungsoo lagi.

Naeun POV

Aku terkejut melihat namja yang baru saja memasuki kelas, aku tak menyangka itu Kim Myungsoo yang telah berubah drastis. Sekarang dirinya terlihat sangatlah tampan, tapi bagiku myungsoo yang dulu dan yang sekarang tetaplah myungsoo yang ku kenal dia adalah teman baik ku. Aku tak memandang dari fisik mau pun penampilannya, baik dia masih cupu ataupun berubah menjadi tampan seperi ini, dia tetap teman bagiku. Dia menghampiriku sambil tersenyum ke arah ku. Aku membalas senyumannya yang semakin menambah ketampanannya itu.

“Myungsoo-ah, kau kah ini?” tanyaku ragu-ragu.

“Ne naeun-ah, ini aku. Waeyo?” tanyanya balik seraya tersenyum senang.

“Anniyo, hanya saja kau berubah drastis. Kau terlihat lebih tampan sekarang.” Ujarku kecoplosan, cepat-cepat aku menutup mulutku saking malunya.

“Jeongmalyo?” tanyanya tersenyum.

“N..e.ee” ucapku terbata-bata.

“Geurae, nanti kita ke kantin bersama ne.” titahnya mengajakku ke kantin nantinya.

“Ne.” ujarku sambil tersenyum dan dia pun kembali duduk ke bangkunya.

“Aiigo, kenapa aku jadi seperti ini. Pake acara kecoplosan segala, sangat memalukan.” Gumamku setelah myungsoo pergi, aku tak menyadari ucapan itu keluar begitu saja dari mulutku. Aku tak mau seperti yeoja lainnya yang bertindak berlebihan seperti tadi. Aku hanya menghela napasku. Fiiuuhhh

Myungsoo POV

Aku tak menyangka perubahan yang ku alami bisa jadi seperti ini, disisi lain aku merasa senang dengan ini. Mereka tak menghinaku seenaknya lagi seperti dulu. Disisi lainnya aku juga merin dukan diriku yang dulu saat aku masih menjadi manusia. Aku menghampri naeun, aku ingin berbicara padanya.

“Myungsoo-ah, kau kah ini?” tanyanya padaku saat aku berada di depannya.

“Ne, ini aku naeun-ah. Waeyo?” tanyaku balik seraya tersenyum.

“Anniyo, hanya saja kau berubah drastis. Kau terlihat lebih tampan sekarang.” Ujarnya malu-malu. Bingo, ini yang ku harapkan, aku senang dia berkata seperti itu padaku. Aku tak akan minder lagi jika berteman dengannya ataupun dekat dengannya. Mudah-mudahan dengan ini dia bisa menyukaiku.

“Jeongmalyo?” tanyaku tersenyum

“N..e.ee” ucapnya terbata-bata. Aiigoo, lucu sekali dia bertingkah seperti itu. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya itu.

“Geurae, nanti kita ke kantin bersama ne.” ujarku mengajaknya.

“Ne” ucapnya tersenyum. Setelah itu aku kembali duduk di bangku ku. Sedangkan chingu sebangku ku menampakkan tampang terkejutnya sampai-sampai dia melongo menatapku. Ckckck, ada-ada saja orang ini.

“Myungsoo-ah, myungsoo-ah.” Panggilnya berulang kali.

“Ne, waeyo hoya-ah?” tanyaku pada hoya.

“Kau kah ini, apa yang terjadi padamu eoh?” tanyanya masih tak percaya.

“Ne, ini aku hoya-ah. Waeyo? Apakah aku terlihat aneh?” tanyaku pura-pura sedih.

“Anniyo anniyo, kau sangat tampan  myungsoo-ah. Apa yang membuat mu bisa jadi seperti ini?” tanyanya lagi seakan mengintrogasiku.

“Eumb, anniyo. Aku hanya merubah penampilanku saja. Eotthe? Apa ini berhasil?” tanyaku padanya dengan senyum sumringah.

“Woah, kau sangat berhasil myungsoo-ah. Kau benar-benar daebak, waenchan daebak. Kau lihatlah para yeoja semuanya terpesona dengan ketampanan mu.” Ujarnya antusias.

“Ahh, kau ini berlebihan chingu-ah.” Ucapku menepuk pelan pundaknya.

“Aiigo, aku merasa minder jika berteman denganmu.” Ujarnya dengan nada sedih.

“Anniyo, kau jangan berbicara seperti itu. Aku yang dulu dan sekarang tetaplah sama, jadi jangan pernah kau berpikiran seperti itu. Arraseo?” titahku padanya.

“Ne, arraseo. Kau memang teman yang baik myungsoo-ah.” Ujarnya padaku seraya menepuk pelan pundak ku. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Sungguh aku bahagia saat ini, kehidupanku akan berubah sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu.

Author POV

Tak terasa jam pelajaran mereka hampir selesai, saem sudah membereskan buku-buku tebalnya itu. Triinnggg…… suara bel berbunyi menandakan istirahat, terlihat beberapa anak yang baru saja keluar dari kelasnya masing-masing menuju kantin.

“Naeun-ah, kajja kita ke kantin bersama.” Ajak myungsoo dan ada hoya juga di belakangnya.

“Ne, chakamman. Aku mau mengajak eunji juga.” Ucap naeun kepada myungsoo.

“Ne, ramai lebih baik.” Ujar hoya tersenyum.

“Eunji-ah, kajja kita ke kantin bersama.” Ajak naeun pada eunji yang sibuk dengan hp nya.

“Eoh, kajja chingu-ah.” Ucap eunji cengengesan sambil mengapit lengan naeun membawanya pergi terlebih dahulu mendahului myungsoo dan hoya.

“Haaiisshh, dasar yeoja.” Gerutu kesal hoya.

“Sudahlah, kajja kita menyusul mereka.” Ujar myungsoo tersenyum menarik tangan hoya sambil berjalan di belakang naeun dan eunji.

Cantin

“myungsoo-ah, kau ingi pesan apa? Biar aku yang pesankan sekalian.” Ujar naeun pada myungsoo.

“Hhhmm, aku kimbab sama teh es saja.” Ujar myungsoo, sedangkan hoya masih tampak berpikir ingin memesan apa dan dia meminta eunji untuk memesankan makanananya.

“Eunji-ah, kau pesankan aku juga ne. aku ingin mie goreng dengan jus orange.” Titah hoya pada eunji.

“Shiireo, kau pesan saja sendiri.” Jawab eunji ketus menjulurkan lidahnya ke arah hoya.

“Yaa, kau ini kan yeoja. Pesankan apa susahnya sih.” Ujar hoya kesal, sedangkan myungsoo dan neun hanya geleng-geleng kepala melihat tingah temannya itu.

“Yaakk, kau ini.” Ucap eunji kesal menepuk lengan hoya.

“Sudahlah, kalian ini selalu bertengkar.” Ujar naeun melerai mereka berdua.

“Haaiishh, geurae. Aku akan memesankan mu juga.” Ucap eunji pasrah berdiri bersama naeun menuju tempat pemesanan makanan.

“Dasar yeoja, awalnya bilang tak mau tapi akhirnya mau juga kan.” Cibir hoya setelah eunji dan naeun beranjak pergi memesan makanan.

“Sudahlah, jangan kesal seperti itu.” ucap myungsoo sambil menepuk pelan pundak hoya, sedangkan hoya nya sendiri menghela napas dan menganggukkan kepalanya.

>> SKIP <<

“Ahh, kalian duluan ke kelas ne. Aku ingin ke toilet sebentar.” Ujar myungsoo pada ketiga temannya.

“Ne, jangan lama-lama nanti ke buru bel.” Ucap hoya pada myungsoo.

“Kami duluan myungsoo-ah.” Ucap naeun beranjak pergi.

“Ne.” ucap myungsoo sambil menganggukkan kepalanya melangkahkan kakinya menuju toilet. Ya, memang sejak dari kantin tadi myungsoo merasa tidak enak, tenggorokannya terasa kering, dadanya terasa sesak dan kepalanya sedikit pusing. Mungkn ini efek samping jika saat ini dia sedang kehausan. Setibanya di toilet, dia menatap dirinya di cermin yang tak menampakkan bayangan dirinya itu.

“Haaiiss sial, kenapa saat seperti ini aku merasa haus.” Gerutu myungsoo kesal, karena dia kehausan sehingga dia menjadi lemah dan kehilangan kesimbangan saat dia ingin membalikkan badannya. Sampai-sampai tangannya tak sengaja mengenai pecahan kaca yang ada dekat wastafel. Alhasil tangannya terluka cukup besar dan banyak mengeluarkan darah namun karena dirinya seorang vampire maka luka di tangannya begitu cepat menutup dan kembali seperti semula.

“Ckckck, tidak begitu buruk jika seperti ini.” Ucap myungsoo terkekeh menatap luka yang begitu cepat sembuh nya dengan kulit yang menutup kembali seperti semula.

Namun tanpa myungsoo sadari, seseorang menyaksikan kejadian dari awal yang di alami oleh myungsoo di toilet.

“Ternyata itu wujud asli mu.” Ujar orang itu tepat di belakang myungsoo.

“Mwo.” Ucap myungsoo terkejut dan segera membalikkan badannya dan mendapati seseorang yang telah berdiri di belakangnya.

“Neo…” ucap myungsoo tak kalah terkejutnya lagi, myungsoo tak bergeming hanya dapat membulatkan matanya karena masih terkejut terlebih lagi karena tak menyangka bahwa ada orang lain selain dirinya sendiri di sini.

TBC

Annyeong readers, mian kalo ff nya kurang menarik. Tapi jangan lupa RCL nya juseyo.🙂

2 thoughts on “HERO chapter 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s