Kiss, Kiss, Kiss (Sequel Kiss, Lip and Game)

Title                       : Kiss, Kiss, Kiss (Sequel Kiss, Lip and Game)

Cast                       : Cho KyuHyun (Super Junior), Song/Cho Ha Ni (oc)

Genre                   : Romance, Comedy, Marriage Life

 

Annyeong, aku membawa lagi ff sequel dari ‘Kiss, Lip and Game’.  

o0o~ Kiss, Kiss, Kiss!~o0o

 

Ha Ni membuka matanya dan menutup matanya lagi ketika cahaya yang menyilaukan memasuki retina matanya. Disipitkan matanya demi menyesuaikan akan cahaya matahari yang masuk dikamarnya. Dia mengeram pelan ketika merasakan tubuhnya yang pegal akibat ‘aktivitas’ semalam.

Ancaman Suaminya memang benar-benar dia lakukan. Kyu Hyun ‘menyerang’ dengan ganas semalam membuat dia kewalahan.

Dilirik Suaminya yang masih betah memejamkan matanya, dia mengulas senyum melihat wajah damai Suaminya. Dengan sisa tenaga yang ada didudukan dirinya diranjang dan melilitkan salah satu selimut ditubuh polosnya berniat untuk membersihkan tubuh.

Saat meletakan kakinya dilantai Ha Ni merasakan aneh ketika tubuhnya tidak bisa bangkit, dia melirik kebelakang dan menatap kesal Kyu Hyun yang sedang menahan selimutnya dengan senyum yang menurutnya menyebalkan.

“Lepaskan.”

“Ani,” ujar Kyu Hyun dengan suara serak sambil tersenyum miring.

Ha Ni mendengus kesal, dia tahu dia menikah dengan Namja jahil jadi dia harus banyak bersabar akan kelakuan Namja yang sudah menjadi Suaminya ini.

“Aku bilang lepaskan Cho Kyu Hyun.”

“Tidak, sebelum kau memberikan morning kiss kepada Suami-mu yang tampan ini,” Kyu Hyun mengeluarkan smirk-nya.

“Aish, sireo!! Cepat lepaskan! aku mau mandi,” seru Ha Ni kesal sambil menarik-narik selimut yang dia gunakan tapi Kyu Hyun memegang dengan erat selimut itu jadi tidak mudah untuk terlepas.

Akhirnya Ha Ni menyerah menarik selimut itu dan menghembuskan nafasnya, dia menyuruh Kyu Hyun mendekat dengan jari telunjuknya. Kyu Hyun tersenyum bahagia dan segera mendekat. Ha Ni mulai mendekatkan wajah mereka membuat Kyu Hyun menutup matanya menanti bibir itu.

PLAK!

“AWW!!” Kyu Hyun memekik sakit dan mengusap dahinya yang digeplak Ha Ni. Saat tangan Kyu Hyun terlepas dari selimutya dengan sigap Ha Ni berlari masuk kedalam kamar mandi dan tertawa terbahak-bahak.

“HAHAHAHA!! Cho Kyu kau memang bodoh.” Seru Ha Ni dari dalam kamar mandi masih dengan tawa yang menggelegar. Sangat bahagia ketika bisa menjahili Kyu Hyun yang notabene ‘evil kelas kakap’.

Kyu Hyun menatap sangar kearah pintu kamar mandi masih sambil mengusap dahinya yang sekarang sudah memerah, berbekas tangan Ha Ni.

“Kau akan mendapat balasannya,” geram Kyu Hyun dengan mata elangnya.

 

Kyu Hyun menunggu Ha Ni didepan pintu dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek. Kadang dia mendengar Istrinya itu bersiul-siul bahkan wanita itu sekarang sedang bernyanyi. Setelah cukup lama dia menunggu akhirnya terdengar pintu terbuka dan munculah istrinya dengan balutan handuk kimono.

Ha Ni melebarkan matanya melihat penampilan Kyu Hyun, segera ditutup pintu itu kembali tetapi dengan sigap Kyu Hyun menahannya dan terjadilah persaingan tolak-menolak dipintu itu. Tetapi tentu saja Kyu Hyun menjadi pemenang karena dia laki-laki dengan tenaga yang melebihi perempuan, dengan cepat masuk dan mengunci pintu kamar mandi.

Ha Ni bergerak mundur melihat senyum aneh yang ditunjukan oleh Kyu Hyun.

‘Omma tolong!!’ jeritnya dalam hati.

“Wae? Kenapa kau gugup seperti itu? Bukankah dengan kejadian semalam kau harusnya bersikap biasa saja?” goda Kyu Hyun dan berjalan semakin maju membuat Ha Ni sekarang sudah terhimpit dinding dan tubuh Kyu Hyun. Pipinya memerah melihat tubuh Kyu Hyun yang dihiasi oleh tanda merah. Dia tidak ingat melakukan itu!

Kyu Hyun melihat arah pandang Istrinya dan tersenyum menggoda melihat wajah Istrinya yang memerah.

“Wae? Kau mau menyentuhku lagi?” Ha Ni tersadar dan memandang Kyu Hyun kesal. Sangat memalukan rasanya dipergok Kyu Hyun, dia mengutuk matanya yang bodoh.

“Dasar mesum! Pergi, aku ingin keluar!” pekiknya.

“Kalau aku tidak mau?” tantang Kyu Hyun yang semakin mendekatkan tubuh mereka.

Muka kesal Ha Ni terganti dengan wajah memelas. “Kyu, Mianhe aku tidak akan melakukan itu lagi kumohon menyingkir.”

Bukannya menyingkir Kyu Hyun mendekatkan wajah mereka membuat Ha Ni was-was.

“Sireo!”

“Kyu kumohon!” rengek Ha Ni sambil mengatupkan kedua telapak tangannya dan menggosok meminta maaf.

“Kalau kau berjanji satu hal, aku akan membebaskanmu.”

Ha Ni menimbang tawaran itu, bagaimanapun dia tahu seorang Cho Kyu Hyun akan menawarkan sesuatu yang pastinya membuat dia rugi. Tapi dia bergidik melihat Kyu Hyun semakin menempelkan tubuhnya.

“Ne, Ne, baiklah aku janji!” serunya cepat.

Kyu Hyun memberikan sedikit jarak dan memandang Ha Ni dengan smirk-nya, dan Ha Ni sangat yakin kalau ini akan merugikannya.

“Setiap pagi kau harus memeberikan ciuman selama pagi, dan siang hari juga pada jam 12 kau harus memberikan ciuman selamat siang, juga malam pada jam 7 kau harus memberikan ciuman selamat malam, sebelum tidur kau memberikan ciuman selamat tidur—ah tetapi aku tak yakin kalau itu akan menjadi ciuman selamat tidur karena mungkin kita akan ‘berolahraga ‘ dulu,” ucap Kyu Hyun sambil menerawang dengan wajah polos.

Ha Ni membelalakan matanya dan menganga hebat. Apa-apaan itu? Dia benarkan? pasti seperti inilah syarat yang akan Kyu Hyun berikan.

“Sireo!!” tolak Ha Ni keras.

“Kau tidak mau? Baiklah kalau itu maumu, mungkin kau akan terkurung disini sampai besok pagi.”

Ha Ni benar-benar dibuat frustasi. Kenapa dia bisa menikah dengan namja yang mesum seperti ini? Oh God Help Me!

Dihembuskan nafasnya berat dan menganggung ragu. “Baiklah.”

Kyu Hyun tersenyum sumringah dan menggeser tubuhnya untuk mempersilakan Istrinya keluar dari kungkungannya.

“Kenapa diam?” tanya Kyu Hyun melihat Ha Ni menunduk masih ditempatnya. “Ah, kau ingin memandikanku?” goda Kyu Hyun.

Ha Ni segera mendongak cepat dan segera berlari keluar. Kyu Hyun tertawa melihat kelakuan Istrinya yang menurutnya sangat polos dan lucu.

 

o0o~ Kiss, Kiss, Kiss!~o0o

 

Ha Ni sedang memainkan PSP-nya dengan televisi yang menyala tak berniat menonton dan hanya terfokus pada mainannya. Tak beda dengannya, Kyu Hyun juga sedang asik dengan PSP ditangannya sambil berbaring menyandarkan kepalanya dipaha Ha Ni. Untung hari Minggu jadi mereka tak ada jadwal ke Kampus.

Teriakan mereka terus menggema dirumah baru mereka. Orangtua mereka yang memberikan rumah itu sebagai hadiah untuk pernikahan mereka. Rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil tetapi sangat nyaman untuk ditinggali. Terlebih rumah itu dekat dengan Kampus mereka.

Kyu Hyun mendengus ketika layar menunjukan kalau dia kalah. Bagaimana tidak, dia sebenarnya tidak terlalu fokus dipermainannya, sedari tadi yang dilakukannya adalah mencuri pandang kepada Ha Ni yang berada didepannya, dia mengagumi wajah cantik Istrinya walau dilihat dari sisi bawah seperti itu tapi tetap mempesona. Apalagi bibir itu. Bibir itu entah sejak kapan sudah menjadi obsesinya.

“Ha Ni-ya!” panggilnya dengan suara manja sambil menarik-narik kaos yang dipakai Ha Ni.

“mmh,” jawab Ha Ni yang masih fokus pada permainannya.

Kyu Hyun menampilkan wajah cemberutnya karena Istrinya mengacuhkan dirinya. Dia lalu mendudukan dirinya disofa dan memperhatikan apa yang dimainkan oleh Ha Ni. Tapi sepertinya wajah Ha Ni lebih menarik, jadi dia memutuskan melihat wajah itu saja, wajah yang tak pernah bosan untuk dilihatnya. Mata yang indah, hidung mancung dan bibir yang merah merona walaupun tidak menggunakan polesan make-up tapi tetap saja istrinya sangat cantik. Cantik alami. Pikiran mesumnya langsung berkeliaran tanpa melepaskan tatapan dari bibir itu.

Dia harus merelakan untuk mengalihkan pandangannya kearah jam dinding untuk memastikan sesuatu, seketika senyum sumringah langsung hadir dan menoel-noel pipi Ha Ni. Ha Ni menepis tangan yang sangat menganggu itu tapi Kyu Hyun tetap menoel-noel pipi itu sesekali mencubit.

Ha Ni yang sudah sangat terganggu segera mem-pause permainannya dan menatap Kyu Hyun kesal. “Wae?” kesalnya.

Kyu Hyun menunjuk jam dinding, Ha Ni mengikuti arah tunjuk Kyu Hyun dan mendesah, “Arra, arra, aku akan memasak,” ucap Ha Ni malas dan akan beranjak kedapur tetapi terhenti karena Kyu Hyun menahannya.

Ha Ni melihat bingung Kyu Hyun yang memasang wajah cemberut, “Bukankah kau lapar? Ingin makan siang ‘kan? Jadi lepaskan, aku akan memasak.”

“Bukan itu, bodoh?” pekik Kyu Hyun.

“Lalu?” tanya Ha Ni dengan kening mengerut.

“Ini,” rengek Kyu Hyun sambil meletakan telunjuknya dibibir.

“Apa itu? Maksudmu kau ingin makan?” tanya Ha Ni karena mengira Kyu Hyun menunjuk mulutnya untuk dimasukan makanan.

“Aish, kau bodoh sekali.”

Kyu hyun segera merengkuh wajah Ha Ni dan dengan cepat menempelkan bibirnya dan melumat gemas. Ha Ni mendorong Kyu Hyun tetapi Kyu Hyun sepertinya tak mau tahu dengan kesusahan Ha Ni karena sesak.

Setelah dirasanya cukup, Kyu Hyun melepaskan tautan mereka dan tertawa melihat Ha Ni yang sibuk mengatur nafasnya.

“Kau ingin membunuhku, huh?” pekik Ha Ni dengan nafas tersengal.

“Siapa suruh kau lupa, ‘kan aku sudah bilang kalau setiap jam 12 kau harus menciumku.”

“Aish, peraturan gila macam apa itu?”

“Terserah, yang penting kau sudah berjanji waktu itu,” ucap Kyu Hyun dengan tampang tak berdosa. “Sekarang cepat masak, aku lapar!” lanjutnya dengan nada perintah.

Ha Ni hanya bisa bersabar menghadapi kelakuan yang sangat keterlaluan Suaminya. Dia pun beranjak dan pergi kedapur.

 

 

“Ha Ni-ya, kaja kita bermain,” ajak Kyu Hyun sambil mengatur Ps didepan televisi.

“Ani, kau saja, aku mengantuk,” tolak Ha Ni dan berlalu masuk kedalam kamar.

“YAK!” Ha Ni tak menghiraukan teriakan Kyu Hyun dan berbaring diranjangnya. Tidur siang menurutnya ide yang bagus karena seharian dia menjadi ‘pembantu’ dirumah, tahulah sendiri bagaimana perilaku Suaminya yang sangat seenaknya. Walaupun dia menyukai kegiatan bermain Game tapi tubuhnya memaksanya untuk beristirahat.

“Ha Ni-ya!” panggil Kyu Hyun dan menggoyangkan badannya.

“Ha Ni-ya, kaja, hanya kau partner bermainku yang sebanding denganku. Ayolah kita bermain,” rengek Kyu Hyun seperti anak kecil.

“Kyu, aku benar-benar lelah,” lemas Ha Ni.

“Kita ‘kan hanya duduk dan yang bekerja tangan kita jadi tak memakan tenaga. Ayolah!” ucap Kyu Hyun bersikeras. Ha Ni tak perduli dan tetap menutup matanya.

Kyu Hyun mendengus kesal melihat Ha Ni yang sama sekali tak bergerak. Seketika senyum evil tergambar diwajahnya.

“Jadi kau memutuskan kita akan bermain diranjang?” Kyu Hyun mulai menindih Ha Ni dan mengelus wajah Ha Ni dengan lembut. Ha Ni merasakan sesuatu yang berat menimpa badannya dan bergidik ngeri ketika merasakan tangan Kyu Hyun berkeliaran diwajahnya. Dibuka matanya dan melotot kearah Kyu Hyun.

“Yak menyingkir! Aku mau tidur jangan ganggu aku Kyu,” seru ha Ni sambil mendorong tubuh Kyu Hyun tapi Kyu Hyun tetap ditempatnya.

“Kau pilih bermain diranjang atau diruang tv?” ucap Kyu Hyun dan menatap seduktif Ha Ni dibawahnya.

Ha Ni masih mendorong tubuh Kyu Hyun tetapi tetap tak ada gunanya, dia akhirnya menyerah dan mengangguk.

“Baiklah, aku akan menemanimu bermain!” ucapnya pasrah.

“Bermain yang mana?” bisik Kyu Hyun sambil mengelus rambutnya.

“Aish, bermain Ps apalagi?” ujar Ha Ni kesal.

Kyu Hyun tertawa dan mendekatkan bibirnya ditelinga Ha Ni “Tapi sepertinya aku sudah tak ingin bermain Ps, bagaimana kalau kita bermain disini?” goda Kyu Hyun membuat Ha Ni bergidik ngeri.

“Yak! Aish!” Ha Ni memberontak dengan mendorong-dorong Kyu Hyun lagi tapi Kyu Hyun tetap memeluknya erat dan membuat Ha Ni kesusahan mendorongnya. “Yak! Mesum!” Ha Ni berteriak dan menendang-nendang kakinya diudara dan—sesuatu insiden terjadi, tak sengaja Ha Ni menendang ‘sesuatu’ Kyu Hyun dengan keras membuat Kyu Hyun terlonjak bangun dan memegang ‘sesuatu’-nya itu.

“Aakh! Ha Ni apa yang kau lakukan?” teriak Kyu Hyun yang teruduk dilantai masih memegang ‘sesuatu’-nya.

“BWHAHAHA!” bukannya takut dengan amarah Kyu Hyun, Ha Ni malah tertawa terbahak-bahak sampai berguling-guling dikasur dan memegang perutnya yang mulai sakit karena tertawa. “Hahaha, rasakan! itu balasannya karena kau mesum, Hahaha!” seru Ha Ni sela tawanya yang tak henti.

“Aah Omma, appo!” keluh Kyu Hyun, merasakan ngilu di ‘situ’.

Ha Ni mulai menghentikan tawanya dan mengusap air mata yang turun karena terlalu banyak tertawa, dia terkikik melihat Kyu Hyun dilantai terus mengeluh dengan wajah mengernyit sakit.

Apakah dia menendang terlalu keras? pikirnya.

Dia lalu turun dari kasur dan berjongkok didepan Kyu Hyun. “Wae? Sangat sakitkah?” tanya Ha Ni sedikit khawatir.

Kyu Hyun menatapnya dengan death glare-nya. “Tentu saja bodoh!” pekiknya kesal. Ha Ni berusaha menahan tawanya yang akan keluar lagi.

“Kalau kita tidak punya anak, ini salahmu!” ucap Kyu Hyun dengan nada tinggi.

 “Mianhe!” ujar Ha Ni menahan tawa.

 

 

Ha Ni terlonjak kaget ketika seseorang memeluknya dari belakang ketika dia sedang mengatur makan malam dimeja.

“Kaja kita makan!” ajak Ha Ni membalikan tubuhnya menghadap Kyu Hyun.

“Kau tak lihat ini jam berapa?”

Ha Ni memutar kepalanya melihat jam dinding yang berada disebelah kanan.

“Jam 7, wae?”

Kyu Hyun memajukan wajahnya masih memeluk pinggang Ha Ni. “Jandwal untuk menciumku!” ucap Kyu Hyun sambil mengedipkan sebelah matanya.

Ha Ni hanya bisa pasrah dengan kewajiban yang Kyu Hyun buat dengan seenaknya. Dia tak melawan karena kalau dia melawan percuma karena Suaminya adalah seorang Cho Kyu Hyun dan dia hafal bagaimana sifatnya.

Dipegang wajah Kyu Hyun dengan kedua tangannya dan memajukan wajahnya mendekat. Setelah itu bibir mereka bertemu, melumat sebentar dan melepaskan.

Kyu Hyun memonyongkan bibirnya dan memasang wajah cemberut. “Kenapa hanya sebentar. Ayo lagi!”

Ha Ni menggelengkan kepalanya tegas. “Kita makan sekarang!” ucapnya dan melepaskan tangan Kyu Hyun dari pinggangnya lalu duduk dikursi bersiap makan. Kyu Hyun dengan wajah merajuknya duduk disamping Ha Ni dan mulai mengambil makanan dan memakannya. Ha Ni tertawa kecil melihat wajah cemberut Suaminya yang sangat lucu. Dia lalu mengecup pipi Kyu Hyun dan tersenyum. “Kau jelek kalau begitu, mana senyumnya?” ucap Ha Ni seperti membujuk anak kecil. Akhirnya Kyu Hyun tersenyum juga dan balas mencium pipi Ha Ni. “Yak kau mengotori pipiku!” Kyu Hyun menciumnya dengan nasi dibibirnya sehingga mau tak mau tertempel dipipi Ha Ni. Kyu Hyun menyeka nasi itu dengan tangannya dan tersenyum, Ha Ni pun membalas senyumnya dan mereka mulai memakan makanan mereka lagi.

 

o0o~ Kiss, Kiss, Kiss!~o0o

 

Ha Ni keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapi. Hari ini mereka akan kekampus. Dia menghembuskan nafasnya melihat Kyu Hyun yang masih tidur. Wajah itu terlihat lelah. Siapa yang suruh menyerangnya tadi malam? Batin Ha Ni. Memang setelah ‘jadawal cium’ Kyu Hyun meneruskan dengan ‘berolahraga’ dan malah dia yang telat bangun.

“Kyu, bangun kita akan kekampus. Ayo bangun, nanti kita telat, bukannya kau ada kelas pagi. Kyu bangun!” Ha Ni menggoyangkan badan Kyu Hyun dan menarik-narik tangannya.

“Kyu, ayo bangun!”

Kyu Hyun masih juga menutup matanya dan tidak ada niatan untuk bangun.

“Baiklah kalau kau mau terlambat terserah, aku  pergi!”

Ha Ni lalu keluar kamar setelah mengambil tasnya dan keluar dari rumah, lebih memilih menggunakan taksi dari pada menunggu Suami-nya bangun dan mengharuskan mereka berdua terlambat masuk dikelas pertama.

 

o0o~ Kiss, Kiss, Kiss!~o0o

 

Ha Ni memasuki kelasnya dan duduk disamping Hyun Ji, sahabatnya.

“Ehm, ada yang datang dengan rambut basah nih!” gumam Hyun Ji pelan yang hanya bisa didengar mereka berdua.

Ha Ni menatap Hyun Ji datar, “Apa maksudmu?”

“Biasanya kalau pengantin baru seperti itu, yah?” goda Hyun Ji.

“Yak, pelankan suaramu!” bisik Ha Ni takut-takut ada orang yang mendengar karena memang pernikahannya hanya Hyun Ji yang tahu. Pernikahan itu hanya dihadiri oleh kerabat dan keluarga dekat keluarga Cho dan Song. Dan Ha Ni tidak mau kalau orang lain mengetahui dia menikah karena dia tidak mau saja orang-orang melihatnya dengan tatapan yang tidak mengenakan dan menjadikan dia menjadi topic pembicaraan dikampus, dimana dia menikah dengan namja populer dikampusnya. Dia sangat membenci kalau sampai hal itu terjadi. Dan ini sudah disetujui Kyu Hyun semalam –sebelum insiden ‘jadwal cium’ terjadi-.

“Hehe, apa yang kalian lakukan semalam?” tanya Hyun Ji sambil berbisik menggoda Ha Ni, Ha Ni mengeluarkan semburat merahnya dipipi dan membuat Hyun Ji terkekeh.

“Apa yang kalian bicarakan?” kedua yeoja itu terlonjak kaget dan mendongak melihat pemilik suara tadi.

“Dong Hae-ya. Sejak kapan kau disini?” tanya Ha Ni agak panik.

“Aku? Baru saja!” jawab Dong Hae santai sambil meletakan tasnya diseberang meja Ha Ni. “Wae? Sebenarnya apa yang kalian bicarakan, berbisik-bisik seperti itu?” tanya Dong Hae dengan mata menyipit curiga.

“N—ne ah ani, kami tidak membicarakan apa-apa. Tidak penting. Hahaha!” ucap Ha Ni dengan tawa aneh. “Iya kan Hyun Ji-ya?” Hyun Ji mengangguk dan tersenyum aneh membuat Dong Hae curiga dengan pembicaraan mereka pasti ada sesuatu yang penting, dia tahu bagaimana sifat kedua yeoja itu kalau berbohong. Dong Hae lebih memilih mengangguk dan duduk dikursinya ketika melihat dosen memasuki kelas.

Ha Ni menghembuskan nafasnya lega. Dia tak tahu bagaimana reaksi Dong Hae kalau tahu dia sudah menikah.

.

.

.

Saat kelas usai mereka bertiga menuju kantin untuk mengisi perut. Setelah memesan makanan mereka pun mulai memakan makanan dengan santai.

“Hai!”

Tiba-tiba Kyu Hyun sudah duduk disamping Ha Ni dan memajukan wajahnya berniat mencium Ha Ni dengan segera Ha Ni memegang wajah Kyu Hyun sebelum bibir itu mendarat.

“Kyu.”

“Wae?” tanya Kyu Hyun kesal terganggu dengan aktivitasnya.

“Bukankah aku sudah bilang semalam,” ucap Ha Ni dengan suara pelan, berbisik mungkin, sehingga hanya mereka berdua yang mendengar.

“Ck!” Kyu Hyun berdecak kesal dan menjauhkan wajahnya. Mau tak mau dia harus mengikuti perintah Ha Ni karena Ha Ni mengancam tidak akan tinggal bersama Kyu Hyun memutuskan untuk berpisah selama sebulan kalau sampai pernikahan mereka ketahuan. Dan Kyu Hyun tak mau hal itu terjadi, sehari saja tidak melihat Ha Ni dia akan kelimpungan apalagi sebulan? Oh itu neraka baginya.

Dong Hae menatap tajam kearah Kyu Hyun. Kyu Hyun yang merasakan ada yang menatapnya mengalihkan pandangannya kearah tatapan itu berasal, dia tersenyum miring kearah Dong Hae. Bagaimanapun juga dia menang dari Dong Hae karena sekarang dia adalah Suami dari Ha Ni dan Ha Ni adalah istrinya, miliknya seorang.

“Istriku pelan-pelan makannya, lihatlah mulutmu belepotan,” ucap Dong Hae sambil membersihkan nasi yang menempel dibibir Ha Ni. Kyu Hyun geram melihat kejadian itu, dia berusaha mengendalikan dirinya untuk tidak mematahkan tangan Dong Hae.

Ha Ni tersenyum canggung dan melirik kearah Kyu Hyun disebelahnya. Kyu Hyun menatap Dong Hae dengan tatapan siap membunuh. Dia lalu menggenggam tangan Kyu Hyun yang mengepal dibawah meja, dan membuat Kyu Hyun melihatnya dan tangan itu menjadi rileks dan balas menggenggam tangannya.

Hyun Ji hanya diam saja dari tadi melihat tontonan yang menurutnya sangat menarik untuk dilihat.

“Oh ya istriku, aku mempunyai aplikasi Game terbaru kau mau? Aku membelinya beberapa hari yang lalu,” ucap Dong Hae riang kepada Ha Ni yang berada didepannya.

Ha Ni menggaruk kepalanya dengan tangan kiri karena sebelahnya berada dalam genggaman Kyu Hyun. Dan dia merasakan kalau genggaman itu menguat seakan meremukan tangannya  dan itu membuat dia meringis sakit.

“Wae?” tanya Dong Hae melihat wajah kesakitan Ha Ni.

“Ah, a—ani aku—sekarang, aku tidak lagi suka bermain Game karena kita ‘kan banyak tugas Dong Hae-ya!”

Dong Hae menampakan kekecewaan, ternyata Game tidak lagi bermanfaat untuk meluluhkan Ha Ni. Padahal aplikasi itu tidak mudah untuk didapatkan.

Lalu dia mendapatkan ide lagi. “Ah iya kau benar kita punya banyak tugas, bagaimana kalau kita mengerjakannya sama-sama?” tawar Dong Hae riang.

“I—itu, aku, aku..” Ha Ni menunjukan wajah minta tolong kepada Hyun Ji berharap sahabatnya itu akan membantunya.

Seketika wajah jahil Hyun Ji terpampang diwajahnya dan Ha Ni merasa kalau dia sudah salah meminta bantuan sahabat usilnya itu. “Ne, bagaimana kalau kita mengerjakan sama-sama dirumahku, kebetulan aku sendiri dirumah Omma dan Appa sedang ada bisnis diluar kota, dengan adanya kalian membuatku tidak bosan,” usul Hyun Ji menampakan senyum liciknya.

“Ne. setuju!” pekik Dong Hae senang. “Bagaimana denganmu istriku?” Kyu Hyun sudah ingin sekali mengiris lidah sembarang Dong Hae yang dari tadi seenaknya memanggil istrinya dengan sebutan ‘istriku’. Dia melihat Ha Ni dengan pandangan tajam membuat Ha Ni gelagapan.

“Aku tidak..”

Belum Ha Ni menyelesaikan kalimatnya Hyun ji segera memotong, “Ayolah Ha Ni ikut saja, lagipula kau lebih mengerti pelajaran tadi dari pada kami, bisa-bisa aku dan Dong Hae hanya melongo dan tak bisa mengerjakannya,” Ha Ni benar-benar ingin sekali membuang Hyun Ji dari atas Namsan Tower. “Kyu Hyun-a bagaimana kalau kau ikut juga, aku dengar kau jago dalam hal angka pasti kami membutuhkanmu untuk mengerjakan soal Calculus. Bagaimana?” lanjut Hyun Ji membuat Dong Hae menatapnya tidak suka.

Kyu Hyun berpikir sebentar dan akhirnya mengangguk membuat Ha Ni menepuk dahinya.

 

 

Ha Ni keluar dari toilet dan berjalan menuju kelasnya. Dia tadi menyuruh Dong Hae dan Hyun Ji pergi lebih dulu kekelas karena dia ingin menuntaskan ‘sesuatu’.

“Akh!” dia memekik kaget ketika seseorang menariknya masuk kedalam lab multimedia yang kosong.

“Yak!” dia memukul Kyu Hyun ketika tahu kalau Kyu Hyun adalah pelakunya.

Kyu Hyun tertawa dan mengurung Ha Ni antara tubuhnya dan dinding.

“Yak apa yang kau lakukan? aku harus masuk kelas,” pekik Ha Ni.

“Aish diamlah, kau itu sudah mengingkari janji dan sekarang kau harus menepatinya.”

“Janji apa?” tanya Ha Ni dengan kening mengerut.

“Kau tak lihat ini sudah jam 12 lebih dan aku masih belum mendapatkan ciumanku.”

“Aish, dasar namja mesum!”

“Dan namja mesum itu adalah suamimu,” ucap Kyu Hyun terkekeh.

Ha Ni pun meraup wajah Kyu hyun dan mencium bibirnya supaya dia bisa cepat terbebas dan segera masuk kelas. Saat dia ingin melepaskan ciuman mereka tapi Kyu Hyun menahan tengkuknya dan melumat bibirnya.

Ha Ni memukul dada Kyu Hyun karena dia sudah memerlukan oksigen. Kyu Hyun sadar dan melepaskan panggutannya.

Ha Ni menatapnya kesal sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya. “Minggir, aku harus kekelas.”

“Siapa yang bilang ini sudah usai?” ucap Kyu Hyun dengan seringainya.

“Yak apalagi aku sudah menciummu ‘kan?” pekik Ha Ni kesal.

“Kau lupa? Tadi pagi kau meninggalkanku dan tak memberikan ciuman selamat pagi dan tadi itu adalah ciuman selamat pagi, dan sekarang..” Kyu Hyun kembali menempelkan bibirnya dan melumat bibir Ha Ni dengan durasi yang lama lalu melepasnya. “Ciuman selamat siang,” lanjut Kyu Hyun sebelum keluar dari lab itu.

Ha Ni berdecak kesal. “Aku harus memikirkan permohonan maaf karena terlambat masuk kelas.”

 

o0o~ Kiss, Kiss, Kiss!~o0o

 

“Kelas sampai disini,” ujar dosen mengakhiri mata kuliahnya dan keluar dari kelas.

Hyun Ji mendesah lega. “Akhirnya, nenek tua itu pergi juga.”

“Aku berharap dia mendengarkan apa yang kau ucapkan,” Hyun Ji menatap Dong Hae sinis mendengar ucapannya. Dong Hae hanya terkekeh dan membantu Ha Ni membereskan bukunya.

“Kaja!” ucap Ha Ni, berdiri dan berjalan keluar kelas diikuti Hyun Ji dan Dong Hae. Sesuai  perjanjian sepulang kuliah mereka akan mengerjakan tugas dirumah Hyun Ji.

Dong Hae sedikit berlari kecil supaya bisa berjalan disisi Ha Ni. Ha Ni melotot kearahnya ketika dia merangkul pundaknya dan mencoba melepaskan, tetapi Dong Hae mempertahankan rangkulannya membuat Ha Ni menghembuskan nafasnya pasrah membiarkan Dong Hae melakukan itu. Hyun Ji hanya Terkekeh melihat kelakuan sahabat-sahabatnya itu.

“Hay, chagi!” tiba-tiba Kyu Hyun sudah ada ditengah-tengah mereka berdua dan dengan keras melepaskan tangan Dong Hae dari bahu Ha Ni dan menggantikan dengan tangannya.

“Yak!” hentak Dong Hae tidak suka. Kyu Hyun menatapnya dingin dan menantang.

“Cih, kalian seperti anak kecil saja yang merebutkan permainan,” ejek Hyun Ji sedikit terkekeh geli.

 

Mereka pun sampai ditempat parkir. Seketika lampu dikepala Dong Hae menyala, dengan gerakan cepat dia menarik Ha Ni membuat rangkulan Kyu Hyun terlepas. “Yak!” Dong Hae menarik Ha NI dengan sedikit berlari kearah mobilnya tak menghiraukan teriakan Kyu Hyun, membuka mobil cepat dan memasukan Ha Ni dan berlari kencang menuju sisi mobil yang lain dan masuk, lalu dengan segera menjalankan mobil.

“Hahaha..” Dong Hae tertawa puas melihat Kyu Hyun dari kaca spion, berlari mengejar mobilnya -yang pastinya tak akan bisa menghalau mobil itu- sambil berteriak, entahlah apa yang dia teriakan Dong Hae tidak perduli dengan sumpah-serapah dari Kyu Hyun.

“Aish, masalah lagi,” keluh Ha Ni pelan memegang kepalanya, pusing menghadapi kedua makhluk aneh padahal baru sehari dia kuliah dengan status istri orang tetapi sudah sangat melelahkan dan memusingkan.

“Apa kau bilang?” tanya Dong Hae tidak jelas mendengar kata-kata Ha Ni. Ha Ni tersenyum dan menggeleng lalu menyandarkan kepalanya disandaran jok sambil memejamkan mata mencoba merilekskan pikirannya.

 

Dilain tempat Kyu Hyun terengah-engah sedikit membungkuk meletak kedua tangannya dilutut, lelah mengejar mobil Dong Hae yang sudah tak terlihat lagi, menghilang ditikungan.

Dia memukul udara kesal. “Sial!” umpatnya. Dengan berat hati dia membalikan badannya dan berjalan menuju mobilnya disana ada Hyun ji yang tertawa terbahak-bahak, tentu saja tontonan yang bagus untuknya.

“Kalau kau tidak diam juga aku akan menyumpal mulutmu dengan ban mobilku,” geram Kyu Hyun dan berhasil membuat Hyun Ji menghentikan tawanya melihat wajah membunuh milik Kyu Hyun.

“Mmh, apakah aku bisa menumpang?” tanya Hyun Ji agak takut-takut.

Kyu Hyun tak menjawab malah masuk kedalam mobilnya, terlanjur kesal dengan Hyun Ji yang tertawa melihat penderitaannya, padahal sebagai sahabat Ha Ni, Hyun Ji seharusnya membantu dia mempertahankan pernikahannya yang dimasuki orang ketiga.

“Yak kau mendengarkan ak— ya, yak! Kyu Hyun-a! Cho Kyu Hyun!” dengan tidak punya hati Kyu Hyun meninggalkannya ditempat parkir. “Cho Kyu Hyun!!” teriakannya sudah tak ada gunanya Kyu Hyun sudah pergi dan mobilnya sudah tak terlihat lagi.

“Mereka sebenarnya mau kerumahku atau bagaimana sih, kenapa aku sebagai tuan rumah ditinggal disini. Aish menyebalkan,” omel Hyun Ji sambil menghentakan kakinya kesal. Tapi dia sedikit bersyukur tadi tidak menumpang dimobil Kyu Hyun, dia bergidik ngeri ketika melihat bagaimana cara Kyu Hyun mengendarai tadi, seperti kesetanan.

 

o0o~ Kiss, Kiss, Kiss!~o0o

 

Dong Hae keluar dari mobilnya ketika telah memarkir mobilnya didepan rumah Hyun Ji, setelah itu Ha Ni menyusulnya keluar. Mereka melihat kebelakang karena mendengar gesekan mobil yang di rem dengan kasar, Kyu Hyun keluar dengan tatapan tak bersahabat berjalan kearah Ha Ni dan tiba-tiba memeluknya membuat Ha Ni heran.

“Hey, jangan seenaknya memeluk istri orang!!” pekik Dong Hae berusaha melepaskan pelukan Kyu Hyun.

“YAK! DIA BUKAN ISTRIMU, DIA IS..”

“Kyu!” Ha Ni segera memotong ucapan Kyu Hyun sebelum Kyu Hyun membongkar semuanya.

“Wae? Seharusnya kita mengatakan sebenarnya kepada lelaki tidak tahu diri ini, dia sudah keterlaluan!” teriak Kyu Hyun emosi.

“Yak jangan berteriak seperti itu pada istriku!” pekik Dong Hae.

“Kumohon tenanglah Kyu,” ucap Ha Ni menahan tangan Kyu Hyun yang sudah bergerak siap menghantam laki-laki didepannya.

 “Aku tidak bisa tenang kalau dia bersikap seperti ini, kau itu is..”

“Yak, kalian semua brengsek!” tiba-tiba sebuah teriakan menginterupsi perkataan Kyu Hyun. Hyun Ji turun dari taksi dengan muka kesal. “Tadi kalian meninggalkanku dan sekarang kalian ribut didepan rumahku, apakah kalian tidak punya otak,” marah Hyun Ji.

“Mi—mianhe Hyun Ji-ya,” ucap Ha Ni bersalah mewakili dua orang yang lainnya, yang sedang menatap satu dengan yang lain dengan tajam.

Hyun Ji menghembuskan nafasnya kesal, sepertinya idenya ini malah membuat dirinya kesal padahal dia berharap akan ada tontonan menarik tetapi tidak disangkah merugikannya.

“Kaja, kita masuk. kalau kalian masih ingin ribut didalam saja atau pulang saja!” kesal Hyun Ji dan membuka pagar rumahnya dan masuk kedalam meninggalkan ketiga orang itu, tak perduli mereka mau masuk atau tidak.

“Bisakah kalian tidak bertengkar, bukankah kita datang untuk mengerjakan tugas bukannya bertengkar,” Ha Ni mendesah frustasi. “Kaja! Kita masuk,” ajaknya dan segera berlalu kedalam rumah Hyun Ji.

Kyu Hyun dan Dong Hae saling memandang kesal dan memalingkan dengan kompak lalu melangkah kepekarangan rumah Hyun Ji. Mereka berhenti bersamaan ketika merasa kalau mereka berjalan berdampingan.

“Jangan mengikutiku!” hentak Kyu Hyun kesal.

“Siapa yang mengikutimu? Aku yang lebih dulu melangkahkan kakiku,” balas Dong Hae tak mau kalah.

“Yak KAU..”

“WAE?”

“Kalian tidak mau masuk? Kalau memang ingin bertengkar kupastikan kalian tidak akan bertemu denganku selama setahun,” teriak Ha Ni didepan pintu memandang keduanya marah.

“Ah ani, aku tidak bisa tidak melihatku istriku!” teriak Dong Hae dan berlari kearah pintu masuk.

“Awas kau lelaki pendek,” geram Kyu Hyun mengepalkan tangannya dan menyusul masuk kedalam rumah Hyun Ji.

 

 

Mereka berempat melantai diruang tengah rumah Hyun Ji dengan tangan memegang buku. Hyun Ji walaupun kesal tapi dia tetap harus tahu mereka tetap adalah tamunya jadi mengeluarkan beberapa cemilan dan minuman untuk mereka.

“Istriku, ini bagaimana aku tak mengerti,” ucap Dong Hae sambil memperlihatkan buku ditangannya.

“Yang ini?—mmh tunggu sebentar..” Ha Ni memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan soal nomor 3 –calculus- yang sedang mereka geluti.

Kyu Hyun melihat Dong Hae yang sibuk melihat wajah Ha Ni yang sedang berpikir. Dia tahu Dong Hae sebenarnya memanfaatkan keadaan dengan berdekatan dengan istrinya, dan dia tak akan membiarkan itu. Dia lalu beranjak dari tempatnya dan duduk ditengah-tengah antara Dong Hae dan Ha Ni membuat Dong Hae mendelik kesal karena mengganggu aktivitasnya.

“Sini aku lihat,” Kyu Hyun langsung merampas buku dari tangan Dong Hae. “Ah, seperti ini kau tidak mengerti? Cih, dasar bodoh,” ejek Kyu Hyun dan berhasil membuat Dong Hae bertambah kesal. “Ini seperti ini..” Kyu Hyun lalu menuliskan sesuatu dibuku itu sambil menjelaskan, Dong Hae hanya menatapnya tajam tak perduli dengan penjelasan Kyu Hyun. “Kau mengerti? Wae? Kenapa melihatku seperti itu? Jangan bilang kau sekarang menyukai pria karena tertarik dengan wajah tampanku,” ucap Kyu Hyun tersenyum mengejek melihat Dong Hae yang sedang menatapnya.

Dong Hae mengambil buku ditangan Kyu Hyun kasar dan mencoba mengerjakan sendiri soalnya, dia membelalakan matanya ketika melihat apa yang tadi dicoret-coret oleh Kyu Hyun sebagai jawaban, dia lalu memalingkan wajahnya kearah Kyu Hyun yang sementara tersenyum miring. Dong Hae mengeram kesal dan menyobek bukunya dengan kasar lalu membuatnya menjadi bulat dengan penuh emosi seaakan kertas itu adalah Kyu Hyun. Bagaimana dia tidak kesal disitu tertulis dengan besar satu kertas penuh:

DASAR NAMJA PENDEK BODOH!

Tapi dia harus meredam kekesalannya karena Ha Ni akan marah padanya kalau dia mulai pertengkaran lagi.

Merekapun mulai bergelut dengan soal masing-masing. Sering Ha Ni bertanya kepada Kyu Hyun yang notabene pandai dalam hal angka, dan dengan senang hati Kyu Hyun menjelaskannya dan sering mencuri-curi kesempatan berdekatan dengan tubuh Ha Ni. Dong Hae yang ingin bertanya kepada Ha Ni selalu dihalangi oleh Kyu Hyun membuat dia tak bisa dekat-dekat dengan Ha Ni.

Dan Dong Hae pun mulai bosan. Dia lalu berpindah posisi duduk disamping Hyun Ji dan membuat dia berada didepan Ha Ni –dengan meja yang menghalangi- karena sedari tadi Kyu Hyun diantara dia dan Ha Ni membuat dia tak leluasa melihat Ha Ni kalau dengan posisi sekarang dia dapat melihat dengan jelas wajah cantik yang sedang menekuni bukunya dengan serius membuat dia tersenyum senang. Kyu Hyun meliriknya tajam dan lebih mendekatkan posisi duduknya dengan Ha Ni.

Hyun Ji sedari tadi konsentrasi dengan bukunya tetapi sebenarnya bukan dibuku yang dia perhatikan dari tadi, buku itu hanya penghalang dari ponsel yang sedari tadi dia perhatikan, dia sedang membaca FF dengan Cast GD. Dia sedikit khawatir ketika melihat Dong Hae pindah disebelahnya karena dia akan ketahuan tidak mengerjakan tugas tetapi setelah dilihat sepertinya Dong Hae tak terlalu menghiraukan dirinya. Dia mengangkat bahunya cuek dan melanjutkan membaca FF dengan serius.

Dong Hae melirik Kyu Hyun yang terpaku dibuku dan sepertinya dia sedang serius. Dengan perlahan Dong Hae menggeserkan sebuah kertas kearah Ha Ni. Ha Ni menatap Dong Hae bertanya dan Dong Hae memberikan isyarat untuk membaca apa yang didalam kertas itu.

Hy Ha Ni (:

Ha Ni menggelengkan kepalanya, sifat kekanakan Dong Hae muncul lagi. Dia menghiraukan itu dan kembali bergelut dengan soalnya membuat Dong Hae cemberut, dia lalu mengambil kertas itu dan menulis sesuatu lalu menyodorkan lagi kearah Ha Ni. Dengan terpaksa Ha Ni membaca apa yang dituliskan Dong Hae.

Ayo jawab Ha Ni-ya! ):

Ha Ni menghembuskan nafasnya dan lalu menuliskan sesuatu karena dia tahu Dong Hae tak akan berhenti mengganggunya. Dong Hae mengambil kertas itu dengan sumringah.

Hy!

Begitulah yang terterah dikertas itu, walaupun hanya singkat tapi Dong Hae sudah sangat senang. Dia lalu menulis lagi dan memberikan pada Ha Ni.

Apa yang kau lakukan?

Ha Ni memutar bola matanya kesal. Lalu menyodorkan lagi kearah Dong Hae setelah menulis sesuatu.

Sedang berenang disungai Han.

Dong Hae terkikik geli membaca balasan Ha Ni membuat Kyu Hyun melihatnya dan dia langsung berpura-pura menekuni bukunya dengan wajah berpikir, Kyu Hyun mendengus dan melanjutkan aktivitasnya membaca buku sehingga menutupi wajahnya –seperti tadi-.

Dong Hae yang merasakan Kyu Hyun sudah tak memperhatikannya, melanjutkan aksinya.

Apakah ada ikannya?

Ha Ni membaca balasan Dong Hae lalu menulis kembali dan menyodorkan lagi ke Dong Hae.

Ada, aku dapat satu yang besar, dan sekarang sedang berada dihadapanku.

Dong Hae berusah menahan tawanya sehingga wajahnya menjadi merah.

Oh yah ikan itu mengatakan sesuatu untuk disampaikan padamu.

Tulis Dong Hae.

Apa?

Balas Ha Ni. Dong Hae dengan tangan gemetar menulis.

I LOVE YOU SO MUCH! MAUKAH MENJADI YEOJACINGUKU?

Dia lalu menyodorkan kertas itu dan langsung menunduk karena malu berpura-pura menekuni buku. Walaupun dia berkelakuan seperti orang yang mencintai Ha Ni tetapi kalau menyatakan perasaanya secara langsung dia sangat malu, dan ini kedua kalinya dia menyatakan cinta kepada Ha Ni.

Dia melihat kertas yang telah disodorkan Ha Ni sudah didepan bukunya. Dia masih belum berani melihat kedepan dimana Ha Ni berada, deg-degan itulah yang dirasakannya. Dia membalikan kertas yang memang terbalik dimana jawaban tulisan itu dibelakang. Dia menelan ludah gugup, ditutup matanya ketika kertas itu sudah terbalik, dengan perlahan dibuka matanya dan melihat apa yang menjadi jawaban Ha Ni. Ditolakkah? Atau Diterima?

Dia melongo melihat tulisan didepannya.

Aku tidak menyukai seekor ikan bau amis sepertimu, apalagi ikan itu bertubuh pendek.

Dengan cepat Dong Hae mendongakan kepalanya dan mendapati Ha Ni tersenyum aneh kepadanya dan disebelahnya Kyu Hyun sedang menutup mulutnya seperti menahan sesuatu.

“HAHAHAHA!” tawa Kyu Hyun terlepas dan menggelegar diruang tengah itu membuat Hyun Ji tersentak dan memandang teman-temannya dengan bingung. Apa dia sudah melewatkan sesuatu yang menarik? Pikirnya.

“Hahaha, dasar ikan bodoh!” Kyu Hyun terus tertawa dan berguling-guling dilantai sambil memegang perutnya. Dong Hae mengeram kesal, dia tahu balasan tadi itu Kyu Hyun yang menulis dari tulisan tangan yang berbeda dari punya Ha Ni.

Dengan kesal dia mengambil bukunya dan melemparkan kearah Kyu Hyun dengan keras tak puas dengan bukunya diambil punya Hyun Ji dan melemparnya.

“Aaaaaa!” Hyun Ji berteriak histeris ketika ponselnya juga terbawa dengan buku itu dan menghantam kepala Kyu Hyun dengan keras.

“AAWW!!” sekarang Dong Hae yang berganti tertawa melihat wajah kesakitan Kyu Hyun dan sepertinya akan timbul benjolan dikepalanya.

Kyu Hyun berdiri dan menatap garang Dong Hae. Dong Hae menghentikan tawanya dan melakukan hal yang sama, berdiri menantang.

“Kau..”

“Wae?” tantang Dong Hae.

“Kau bodoh! Tidak tahu malu! Menggoda istri orang!” bentak Kyu Hyun, Ha Ni memegang tangannya berharap Kyu Hyun tak tersulut emosi tetapi Kyu hyun menghentakan tangannya kasar, emosinya sudah tak terbendung. Sedangkan Hyun Ji melipat tangannya didepan dada dan bersiap menonton ‘film’ didepannya.

“Kau yang bodoh! Ha Ni istriku!” balas Dong Hae tak kalah keras.

“Istrimu?!! Mana buktinya dia istrimu?!! Mana surat pernikahanmu? Cincin pernikahanmu?!! Kau terlalu berkhayal terlalu tinggi! Lee Dong Hae-ssi!” Dong Hae diam. Ya, dia terlalu berkhayal tinggi.

“Wae? Kenapa diam? Kau tidak punya bukti?”

“Dia akan menjadi istriku! Aku akan menikahinya,” ujar Dong Hae mantap, Ha Ni hanya bisa menutup matanya, tidak tahu lagi harus menghalangi mereka bagaimana dan dia tidak terlalu berharap pada sahabatnya Hyun Ji, entahlah sekarang dia meragukan persahabat mereka.

Kyu Hyun mendengus remeh. “Akan? Sayang sekali Dong Hae-ssi, kau terlambat,” ucap Kyu Hyun tersenyum sinis.

“Aku belum terlambat, sekarang kalau aku mau aku akan membawa Ha Ni ke gereja dan kita akan menikah.”

Kyu Hyun tertawa mengejek. “Kau terlambat Dong Hae-ssi, aku adalah SUAMI SAHNYA SEKARANG,” ucap Kyu Hyun penuh penekanan dan mengangkat tangan Ha Ni menunjukan cincin yang Ha Ni pakai sedari tadi juga menunjukan jarinya yang dilingkari cincin yang sama.

Dong Hae membelalakan matanya tak percaya. Sejak kapan cincin itu melekat dijari Ha Ni? Dia tak memperhatikan itu.

“Kau bohong!” teriak Dong Hae tak terima kalau ternyata yeoja yang dicintainya sudah menikah dengan orang lain dan bukan dengan dirinya.

Lagi-lagi Kyu Hyun tertawa sinis. “Bohong? Kau bisa tanyakan sendiri kepada ISTRIKU!”

Dong Hae menatap Ha Ni dalam. “Benarkah apa yang dia bilang Ha Ni-ya?” baru kali ini Dong Hae kembali memamanggilnya seperti itu. Dia menggigit bibir bawahnya karena dengan tiba-tiba dia merasa gugup. Dia lalu menatap Dong Hae tepat dimatanya membuat mata mereka beradu. “Ne. aku sudah menikah Dong Hae-ya, Kyu Hyun suamiku,” Kyu Hyun tersenyum penuh kemenangan dan merangkul pinggang Ha Ni.

Dong Hae tak bisa berkata apa-apa, lidahnya kelu, tubuhnya membeku dan pandangannya memburam, sesuatu seperti batu tertohok ditenggorkannya dan dadanya sakit mendengar kenyataan sekarang. Dia lalu mengambil tasnya dan pergi dari situ sebelum mereka melihat cairan bening yang sebentar lagi akan meluncur dipipinya.

Ha Ni menghembuskan nafas dan menutup matanya, dia tahu Dong Hae akan sakit hati mendengar ini dan dia yakin kalau sikap Dong Hae akan berubah kepadanya dan mungkin akan membencinya.

Cup!

Dia membuka matanya ketika merasakan kecupan dipipinya. Dia melihat Kyu Hyun yang sedang tersenyum kepadanya.

“Cih, jangan mengumbar kemesraan didekat orang yang tak punya kekasih,” sindir Hyun Ji. “Hah, tidak asik, jadi ceritanya hanya sampai disini? Padahal aku menginginkan akan terjadinya adegan action.”

“Yak!” Ha Ni menatap Hyun Ji galak. “Kau sebenarnya sahabatku bukan? Aku sedang dilanda masalah kau tidak membantuku malah sangat menikmati penderitaan orang lain.”

Hyun Ji terkekeh.

“Aku rasa dia menyukai ikan pendek itu,” ucap Kyu Hyun membuat Ha Ni bahkan Hyun Ji membulatkan matanya.

“Mwo? Ani, siapa yang menyukai namja kekanakan itu!” pekik Hyun Ji.

Kyu Hyun tersenyum miring. “Benarkah? Tetapi sepertinya hatimu berkata lain.”

Hyun Ji menatap kesal Kyu Hyun. “Aku sudah kawin dengan G-Dragon dan hatiku hanya miliknya… kalau kalian ingin pulang terserah aku mau tidur.”

Hyun Ji segera berlalu pergi meninggalkan Kyu Hyun dan Ha Ni yang sedang tertawa.

“Kaja! Kita pulang Istriku, aku rindu rumah kita, terlebih..” Kyu Hyun mendekatkan mulutnya ditelinga Ha Ni. “Ranjang kita,” bisiknya sambil mendesah membuat Ha Ni bergidik dan dengan segera membereskan buku-buku mereka dengan cepat.

“Pelan-pelan saja sayang, ranjang kita tidak akan lari kemana-mana.”

“CHO KYU HYUN!!”

“CHO HA NI!!”

“YAK, PULANG SANA! JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN DIRUMAHKU!!”

 

o0o~ Kiss, Kiss, Kiss!~o0o

 

Ha Ni membawa bertumpuk buku ditangannya menuju perpustakaan, biasanya Dong Hae akan muncul tiba-tiba dan membantunya membawa buku-buku ini tapi itu tak akan terjadi lagi. Sudah seminggu lebih setelah kejadian dirumah Hyun Ji, Dong Hae sudah tak pernah menegurnya dan tidak berbicara padanya. Tapi dia memaklumi hal itu, Dong Hae pasti akan membencinya itu wajar. Menyembunyikan pernikahan, dan terlebih dia tahu Dong Hae sakit hati karena perasaannya tidak terbalaskan tapi malah mendengar kalau yeoja yang dicintainya sudah menikah dengan orang lain.

Dan dia beruntung Dong Hae tidak menyebarkan kalau dia sudah menikah, karena sampai sekarang kampusnya dalam keadaan seperti biasa. Tidak ada bisik-bisikan yang menyudutkannya dan tatapan tajam. Dan semoga akan terus seperti ini sampai dia lulus dan keluar dari kampus ini.

“Tanda tangan disini,” ujar namja yang menjadi petugas perpustakaan.

Setelah mengembalikan buku-buku itu, Ha Ni pun berjalan menuju kelasnya.

Tetapi seperti dejavu, seseorang dari belakangnya menarik ke Lab. Multimedia dan dia sudah merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya, dia melihat mata Kyu Hyun yang tertutup sambil melumat bibirnya dan dia melakukan hal sama menutup matanya dan membalas lumatan Kyu Hyun. Dia tahu kalau sekarang pasti sudah jam 12 dan tandanya ‘jadwal cium’ itu harus dilakukan.

“EEHHM!!” suara deheman yang keras itu membuat mereka berdua melepaskan ciuman mereka.

Mereka membulatkan matanya dan menganga hebat. Muka mereka langsung memerah seperti udang rebus.

Bagaimana tidak, ternyata Lab itu memiliki penghuni dan bukan hanya dosen tetapi juga mahasiswa-mahasiswa yang sedang menghadap komputer didepan mereka dan sekarang pandangan mereka bukan dikomputer tetapi kepada Kyu Hyun dan Ha Ni, mereka membulatkan matanya dan menganga dan tiba-tiba suara tawa menggelegar di Lab itu.

Ha Ni benar-benar ingin sekali menenggelamkan dirinya disungai Han sekarang juga. Dia mengumpat dalam hati kepada Kyu Hyun yang tidak melihat situasi diruangan ini dulu tetapi langsung ‘menyerangnya’ membuat malunya berlipat-lipat dan menggunung.

“Mmh, maafkan saya!” ucap Kyu Hyun membungkuk kepada dosen dan mahasiswa-mahasiswi dengan wajah malu. Ha Ni melakukan hal sama.

Kyu Hyun segera menyeret Ha Ni keluar dan mereka bersandar dipintu dengan jantung yang berdegup kencang, wajah mereka masih merah semerah tomat.

“Huuwwaaa Cho Kyu Hyun kau mempermalukanku!” Ha Ni menangis histeris karena sangat malu.

“Aish berhentilah menangis, aku tidak mau mereka menganggapku melakukan yang tidak-tidak kepadamu,” ucap Kyu Hyun melihat kesana-kemari, orang-orang melihat mereka dengan pandangan aneh.

“Huuwwwwaa Cho Kyu Hyun kau tak tahu malu, kau memang melakukan yang tidak-tidak padaku,” ucap Ha Ni kesal dan memukul-mukul Kyu Hyun.

“Aish diamlah, kau mau mereka tahu hubungan kita,” bisik Kyu Hyun dan membuat Ha Ni terdiam, benar juga mulutnya harus dijaga.

“Istriku apa yang dia lakukan padamu?” tiba-tiba Dong Hae sudah ditengah-tengah mereka membuat Ha Ni dan Kyu Hyun melongo.

“Mwo?” ucap Ha Ni dan Kyu Hyun menatap aneh Dong Hae.

Dong Hae memberikan senyum tulus kepada Ha Ni. “Aku merelakan namja ini menjadi Suamimu tapi setelah dipikir-pikir sepertinya aku punya kesempatan siapa tahu kau bosan dengannya yang terbilang cukup menyebalkan dan akhirnya menceraikannya jadi aku punya kesempatan. Hahahahaha!” ucap Dong Hae dan tertawa lebar.

“Yak kau..” Kyu Hyun menunjuk Dong Hae dengan telunjuknya, dia tak percaya Dong Hae bisa kembali lagi. Padahal dia sangat bahagia setelah tahu Dong Hae sudah tak berhubungan lagi dengan Ha Ni,

“Kaja kita kekelas ISTRIKU!” teriak Dong Hae dan menarik Ha Ni untuk berlari bersamanya.

“YAK LEE DONG HAE!!”

“Hahahahaha…”

 

 

END

One thought on “Kiss, Kiss, Kiss (Sequel Kiss, Lip and Game)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s