The Vampire Diaries part 1

the-vampire_e589afe69cac

Title: The Vampire Diaries part 1

Author : @octaviyot

Main cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy, Kim Minho aka Choi Minho

Other cast: Bae Jongin aka Kim Jongin (saudara suzy)

                    Kwon Yuri (bibinya suzy dan jongin)

                    Lee Jieun (teman suzy seorang penyihir)

                    Son Naeun (teman suzy)

                    Lee Junhoo (mantan pacar suzy)

                    Kim Hyuna (rival suzy yang terkenal centil)

Genre: Fantasy, romance, action

Lenght: Chaptered

Happy Reading ~

Di kota Seoul hidup remaja yang bernama Bae Suzy dan saudaranya Bae Jongin. Mereka tidak menerima kenyataan bahwa orang tua mereka meninggal karena kecelakaan. Keduanya lalu diasuh oleh ahjumma mereka, Kwon Yuri. Suzy menjadi emosional dan berusaha menyembunyikan kesedihannya serta membiasakan diri untuk menjadi diri yang kuat. Sementara jongin lari ke obat-obatan dan berusaha menghindari perasaannya sendiri.

Suzy POV

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku memulihkan kesadaranku, ku lirik jam di meja belajarku menunjukkan pukul 06.00 KST itu artinya aku masih punya waktu 1 jam sebelum berangkat ke sekolah. Aku akan membangunkan jongin terlebih dahulu, anak itu susah sekali disuruh bangun pagi karena dia selalu pulang larut malam. Ku langkahkan kaki ku keluar kamar dan turun ke bawah menuju kamar jongin.

“Jongin-ah, ireonna” ucapku sambil mengetuk pintu kamar, karena tak ada jawaban aku langsung membuka pintu yang kebetulan tidak dikunci. Ku lihat jongin terkapar di lantai dengan jarum suntik dan berbagai obat-obatan di samping tubuhya.

“Aiigoo, anak ini selalu saja sudah ku bilang jangan mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti ini” gerutuku kesal

“Yaa, jongin-ah ppali ireonna.” Teriakku seraya menepuk pelan mukanya

“Mmm, waeyo noona? Aku masih ngantuk.” Ucapnya tak memperdulikanku

“Yaakk, apa kau tak mau sekolah eoh?” tanyaku kesal

“Haiisshh, ne ne aku bangun. Kau ini cerewet sekali.” Ujarnya ketus padaku

“Geurae, tidak baik jika dihari pertama terlambat masuk sekolah jongin-ah.” ujarku padanya

“Ne arraseo, sudahlah kau keluar sana. Kau siapkan sarapan untukku, aku mau mandi dan berkemas dulu” ucapnya kesal. Aiigoo, sebenarnya siapa yang adik siapa yang kakak. Beraninya dia menyuruhku seperti itu.

“Cih, kau ini selalu saja semau mu.” Gerutuku kesal keluar dari kamarnya

>> SKIP <<

Aku memarkirkan  mobilku dihalaman sekolah, ku lihat anak-anak yang lain juga telah datang. Aku sekarang duduk di kelas 12 dan jongin kelas 11. Bel pun berbunyi tandanya masuk kelas, saat aku hendak ke kelas aku tak sengaja berpapasan dengan seorang namja tampan yang tak pernah ku lihat sebelumnya. Mungkin dia murid baru di sini,dia juga melihat ke arah ku dan menatapku dengan tatapan yang tak ku mengerti. Dia tersenyum ke arahku dan aku juga membalas senyumannya. “Ahh, tampan sekali dia apalagi tersenyum. Aiigoo, suzy-ah kau ini, ada namja tampan sedikit saja mata keranjang mu langsung kambuh.” Batinku. Hahh, sudahlah, Aku pun langsung masuk ke dalam kelas.

“Annyeong haseyo” sapa cho songsanim yang baru saja masuk ke kelas

“Annyeong” ucap kami serempak

“saya membawa kabar baik karena kalian kedatangan chingu baru, pindahan dari busan. Kau masuk lah perkenalkan dirimu.” Ucap saem memanggil murid baru itu. Bingo, ternyata murid baru adalah namja tadi yang berpapasan dengan ku di koridor sekolah.

“Annyeong, Kim Myungsoo imnida. Bangapseumnida” ucapnya memperkenalkan dirinya yang terkesan dingin

“Ne, kau duduk lah di sana. Di samping Bae Suzy masih ada bangku yang kosong.” Ujar saem menunjuk ke arah ku

“Ne, gamsahabnida” ucapnya seraya membungkukkan badannya memberi hormat. Dia berjalan menuju bangku ku, para yeoja menatap kagum padanya, bagaimana tidak dia itu terlihat sangat keren. Ku akui namja ini memang sangat tampan dengan kulit seputih susu, mata coklat yang indah ditambah lagi postur tubuh yang tinggi. Tapi kenapa namja ini terlihat misterius, terlihat dari raut wajah dan tatapan yang dingin itu.

“sekarang kita mulai pelajarannya, hari ini kita membahas tentang sejarah.” titah songsanim. Aku hanya menghela napasku, jujur saja aku tak menyukai pelajaran sejarah. Pokoknya semua yang berhubungan dengan sejarah aku tak menyukainya.

“Waeyo? Kau terlihat bosan sepertinya.” Tanyanya padaku sambil tersenyum jahil.

“Huuhh, aku tak menyukai pelajaran sejarah, semua yang berhubungan dengan sejarah aku tak menyukainya.” ujarku padanya seraya meniup poniku. Sedangkan dia hanya menganggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan ku.

Myungsoo POV

Akhirnya setelah lama aku menungu saat aku terbebas dari kakak ku, aku sangat malas jika harus terus menerus menyimpan dendam yang telah sejak lama ini padanya. Sekarang tak ada gunanya lagi untuk mempermasalahkan nya. Semoga dengan kepindahan ku kesini, dia tak akan lagi mengusik ku. Aku pindah ke seoul. Aku ingin berinteraksi dengan manusia, hidup tenang diantara manusia-manusia itu. Hari ini hari pertama aku masuk sekolah, aku ingin melakukan aktivitas yang manusia lakukan pada umumnya. Ya, karena aku seorang vampire tak semudah yang ku pikirkan untuk berinteraksi dengan manusia, maka dari itu aku mulai dari tahap awal untuk berteman. Supaya mereka tak mengetahui jati diriku bahwa aku adalah seorang vampire, aku harus menyembunyikan  jati diriku sebaik mungkin.

Aku memarkirkan mobilku sport hitam ku di halaman sekolah, kulihat tak sedikitnya anak berkerumunan melihat ku. Apa yang mereka lihat dariku, mungkinkah mereka mengetahui siapa aku. Ku rasa itu tidak mungkin, aku tidak mmperdulikan mereka, aku hanya melewati mereka dengan tatapan dinginku. Saat aku mencari kelas ku, aku tak sengaja berpapasan dengan yeoja cantik. Ku lirik yeoja itu “yeoja yang menarik” batinku. Aku hanya tersenyum ke arah nya dan dia membalas senyuman ke arah ku. Dia mengingatkan ku pada seseorang yaitu Park Jiyeon. Yeoja tadi mirip jiyeon, yeoja yang telah mengubah ku dan hyung ku menjadi vampire seperti ini. Aku dan hyung ku jatuh cinta padanya dan terjadilah cinta segitiga di antara kami. Namun itu tak berlangsung lama karena dia lebih memilih menikah dengan namja vampire yang begitu mencintainya. Aku tahu maksudnya, dia tak ingin melihat kami berdua terjadi persilisihan yang tak sehat terus menerus. Kedatangan ku ke sini, ingin melupakan yang berkaitan dengan masa lalu ku. Tapi seorang yeoja yang mengingatkan masa lalu ku ada di depan mataku, aku tak ingin terpuruk dalam pikiran masa laluku terus menerus. Memang benar yeoja tadi mirip dengan jiyeon, tapi dia bukan lah jiyeon masa lalu ku. Dia orang yang berbeda, aku tak mau menyamakannya dengan jiyeon. Ingat dia adalah manusia, berbanding terbalik dengan jiyeon yang notabane nya sama dengan ku seorang vampire.

Tak lama setelah aku menunggu di depan kelas, songsanim memanggilku dan menyuruhku masuk untuk memperkenalkan diriku. Aku menganggukkan kepaku kemudian masuk ke dalam kelas. Saat aku memasuki kelas pandangan ku tertuju hanya ke satu arah yaitu ke arah yeoja yang berpapasan dengan ku di koridor tadi.

“Annyeong, Kim Myungsoo imnida. Bangapseumnida” ucapku memperkenalkan diriku. Yeoja itu tersenyum memandang ke arah ku, aku hanya membalas senyuman. “Sepertinya aku sudah menemukan yeoja penggantinya” ucapku dalam hati.

“Ne, kau duduklah di sana. Di samping yeoja yang bernama Bae Suzy masih ada bangku kosong untuk mu.” Ucap saem menunjuk ke arah bangku yeoja itu.

“Ne, gamsahabnida saem” ucapku membungkukkan badan memberi hormat.

Ohh, ternyata nama nya Bae Suzy, nama yang cantik seperti oraang nya. Sangat lah tepat bukan, aku sekelas dengan nya, lebih tepatnya duduk di samping bangkunya. Kelihatannya akan menarik dan berjalan dengan lancar, aku tak mau ada namja lain yang memilikinya. Egois bukan jika aku berpikiran seperti itu, tapi ini lah diriku. Aku tak mau kehilangan orang yang aku sayangi.

Pelajaran sudah dimulai, namun ku lihat dia tak bersemangat ketika saem membahas materi sejarah. “Waeyo? Kau terlihat bosan sepertinya?” tanyaku padanya

“hhahh, aku tak menyukai pelajaran sejarah dan semua yang berhubungan dengan sejarah aku tak menyukainya.” Ujarnya padaku sambil meniup poninya. Aku hanya menganggukkan kepalaku mendengar ucapannya.

Author POV

Tanpa suzy sadari sedari tadi teman sebangkunya tengah memandanginya, siapa lagi kalu bukan myungsoo. “memang ku akui kau sangatlah cantik dan tubuh mu juga indah” ucap myungsoo dalam hati masih dengan pekerjaannya memandang suzy. Kemudian myungsoo mengembalikan posisi pandangan ke depan lagi, terlihat seulas senyuman tampan di wajahnya.

Ya, memang benar suzy selain yeoja yang sangat cantik dia juga memiliki tubuh yang indah, postur tubuh yang tinggi dan putih mulus. Dia suka memakai rok sekolah yang 15cm di atas lututnya yang tentu saja menampakkan kaki jenjangnya yang indah.

Tak terasa pelajaran yang mombosankan bagi suzy hampir selsai. Terlihat saem sudah mulai membereskan buku-bukunya memasukkan ke dalam tas. Teettt… bel berbunyi tandanya jam istirahat, terlihat anak-anak yang sudah keluar dari kelasnya dan berjalan meuju kantin berama.

“Haaa, kita belum berkenalan kan?” Tanya myungsoo pada suzy

“Ne” ucap suzy terenyum menganggukkan kepalanya.

“Kim Myungsoo imnida, ireumi mwoyeo?” Tanya myungsoo, padahal dia sudah tau nama yeoja itu saat saem menyebutnya tadi, tapi dia ingin mendengar langsung dari mulut pemilik nama tersebut.

“Bae Suzy imnida, bangapseumnida myungsoo-sii”  ujar suzy tersenyum

“Geurae, apa kau mau menemani ku ke kantin? Aku masih tak tau dimana letak kantinnya.” Ujar myungsoo pada suzy

“Ne, dengan senang hati” ucap suzy tersenyum

“Ne, kajja” titah myungsoo

“Ne, myungsoo-sii” ujar suzy sambil keluar kelas menuju kantin bersama myungsoo di sampingnya.

Suzy POV

Haha ternyata namja itu tak semisterius yang ku kira, dia memperkenalkan dirinya padaku. “Kim myungsoo imnida, ireumi mwoyeo?” Tanya nya padaku .“Bae Suzy imnida, bangapseumnida myungsoo-sii” ujarku tersenyum padanya sambil menyambut tangannya yang terulur ke arahku.

Aneh kenapa tangannya begitu dingin sekali tak seperti kebanyakan orang, mungkin dia sedang sakit. Ahh, sudahlah jangan memikirkan sesuatu yang hanya membuat bingung.

Dia meminta ku untuk menemaninya ke kantin, karena dia murid baru disini tentu saja aku dengan senang hati menemaninya ke kantin karena pasti dia belum tau mengenai sekolah ini. Sepanjang koridor sekolah semua mata tertuju pada kami berdua, apa yang mereka lihat. “Mungkin namja ini yang sedang mereka lirik” batinku. Terlebih lagi para yeoja yang terpesona dengan ketampanan myungsoo.

Saat aku berjalan menuju kantin, tiba-tiba saja ada yeoja centil menghampirinya. Siapa lagi kalau bukan Kim Hyuna, dia rivalku yang terkenal centil, dia seangkatan dengan ku hanya beda kelas saja. Dia anak kelas 12 IPS 1 sedangkan aku 12 IPA 1. Untung saja myungsoo tak sekelas dengannya, bisa saja nanti myungsoo malah muak dengan yeoja centil seperti dia.

“Whoaahh, kau murid baru yaa. Aiigoo, kau tampan sekali” ucapnya manja bergelayutan di lengan myungsoo

“Ne” ujar myungsoo datar dan dingin

“ireumi mwoyeo?” Tanya nya pada myungsoo

“Kim Myungsoo” ucap myungsoo singkat

“Ahh, Kim Hyu…” ucap hyuna sambil mengulurkan tangannya terhenti karena myungsoo memotonngnya yang lebih mendahuluinya berbicara. Tapi myungsoo tak menghiraukan dan tak menyambut uluran tangannya. Hal itu yang membuatku tertawa melihatnya. Seorang Kim Hyuna dicuekin, menarik bukan. Haha =))

“Apakah sudah selesai, buang waktu saja” ujar myungsoo seraya pergi meninggalkannya dan menarik lembut tangan ku menuju ke kantin. Ku lihat jelas kekesalan diwajah hyuna. “Rasakan kau, emang enak dicuekin.” batinku mentertawainya.

>> SKIP <<

“Kajja myungsoo-sii, sebentar lagi bel bunyi” ucapku mengajanya kembali ke kelas.

“Ne kajja” ucapnya tersenyum. Aiigo, kenapa namja senang sekali tersenyum. Senyumannya bisa membuat ku gila. Akkaa -_-

Aku berjalan melewati koridor sekolah, terdapat sekumpulan anak-anak. Entah apa yang sedang mereka lakukan. Karena aku penasaran, aku menghampiri mereka serta myungsoo yang mengikutiku dari belakang.

“wae geurae?” tanyaku pada hobae-hobae ku

“Ne. ahh, dia terluka sunbae. Terkena pecahan kaca” ujar salah satu dari mereka. Ku lihat darah segar mengalir deras dari tangannya. “cepat kau bawa saja dia ke UKS, disana ada petugas UKS biar mereka yang menangani lukanya” ujarku pada mereka

“ahh, ne gomawo sunbae” ujar siswa yang terluka. Kemudian mereka membawa temannya yang terluka ke ruang UKS, aku hendak beranjak melanjutkan jalanku kembali ke kelas, tapi ku lihat myungsoo masih diam tak bergeming dari tempatnya memandang kepergian salah satu hobae ku yang terluka tadi.

“waeyo myungsoo-sii?” tanyaku membuyarkan lamunanya

“A..aanniyo” ujarnya terkejut. Kenapa dengan dia, kenapa dia jadi seperti orang yang lemas begini. Ku lihat myungsoo sangatlah gelisah. “myungsoo-sii gwaenchanna?” tanyaku untuk memastikannya

“g.gw.waenchanna” ucapnya singkat

“Geurae, kajja kita kembali ke kelas” ajak ku padanya

“Ne” ujarnya sambil menganggukkan kepalanya.

Myungsoo POV

Di dalam pelajaran aku tak dapat berkonsentrasi, sial ini pasti karena aku melihat darah segar manusia didepan mataku sendiri. Sudah lam aku tak meminum darah mausia, aku merasa lemas dan dada ku sesak serta tenggorokan ku terasa kering sekali. In karena efek aku sedang kehausan “haiisshh, eottokhe? Tidak mungkin aku mencari mangsa manusia di sekitar sekolah ini” gerutuku dalam hati. Akhirnya aku hanya dapat menahan haus untuk saat ini sampai jam pelajaran selesai. Mungkin pulang sekolah aku akan mencari mangsa tapi tak mungkin aku memangsa manusia, aku tak mau menyakiti manusia dan aku tak mau membuat kekacauan disini. Sebaiknya aku meminum darah binatang saja untuk saat ini. Nanti aku aka ke pekarangan ternak domba, aku akan membeli 2 ekor domba yang akan aku hisap darahnya sampai aku puas. Kalau aku mencuri domba milikorang lain itu sama saja aku menyakiti mereka dengan mengambil sebagian dari ternaknya, jadi aku hanya akan membeli domba itu.

Teett..tett.. bel berbunyi tanda usainya pelajaran hari ini. Aku segera mengemaskan buku memasukannya ke dalam tas ku. Aku sudah tak tahan lagi menahan rasa haus di tenggorokan ku, sampai-sampai suzy heran melihat tingkah ku yang terburu-buru.

“myungsoo-sii, waeyo? Kau terburu-buru sekali.” Ujarnya padaku

“ne” ucapku singkat

“aku ada urusan mendadak” tambahku lagi. “aku duluan suzy-sii” ujarku melangkahkan kaki ku keluar kelas dengan terburu-buru.

“Geurae, hati-hati di jalan ne.” ujarnya yang dapat ku dengar sebelum aku benar-benar hilang dari pandangannya.

Segera ku hampiri mobilku di parkiran menjauh dari pusat keramaian dan mencari peternakan domba untuk membeli domba. “Ahh, disitu ada ternak domba rupanya” ujarku melihat peternakan di ujung jalan sana. Mobilku segera ku parkirkan secepatnya aku berlari kea rah ahjussi yang sedang member makan dombanya.

“Chogiyo, aku ingin membeli 2 ekor domba” ujarku pada pemilik domba

“Ahh, ne chakkaman aku ambil bon nya dulu.” Ucap pemilik domba

“Ne” ucapku menganggukkan badan ku. Aku menunggu pemilik domba itu kembali. “hshh, sku sudah tak tahan lagi jika harus menunggu lama” gerutuku kesal. Aku segera mengambil 2 ekor domba dan meninggalkan sejumlah uang yang cukup untuk membayar domba ini. Aku berlari menjauh dari peternakan. Saat aku hendak keluar pintu gerbang pemilik domba memanggilku.

“Yaa, uang mu berlebih” ujarnya sambil teriak. “Ne, ambil saja kembaliannya” ujarku melangkah pergi dari peternakan. Aku mencari hutan dekat daerah sini, berlari ke tepian jalan masuk ke dalam hutan mengendap di balik pepohonan bersembunyi takut ada orang yang lihat saat aku melakukan aktivitas ku ini. Ku piker tempat yang sudah aman, aku langsung mnerkam dombanya karena aku sudah tak tahan lagi menahan rasa hausku. Menancapkan taring ku ke leher domba dan menghisap darah domba sampai rasa haus ku hilang. Sedangkan dombanya seperti orang yang menjerit-jerit kesakitan, aku tak memperdulikannya yang penting rasa haus ku hilang. Saat aku menghisap darah domba terakhir, aku mendengar suara orang dibelakang ku. Bagaimana bisa aku tidak menyadari keberadaan orang ini. Mungkin saking asyiknya aku menghisap darah domba nya makanya aku bisa jadi selalai ini.

Ohh, tidak mungkinkah dia melihat semua yang ku lakukan. Saat aku berbalik aku mendapati seorang ahjussi yang menatapku takut dan terkejut.

“Neo..neo..” ujar ahjussi takut melihatku. Aku segera mengelap sisa darah yang ada dimulut ku.

“Ahjussi biar ku jelaskan” ucap ku mengelak pada ahjussi itu dan menghampirinya. Ahjussi itu tak memperdulikan ku, dia malah berlari menjauh dari ku. Mungkin dia takut padaku setelah melihat apa yang aku lakukan tadi. Ahjussi itu berlari ke arah jalan raya, aku langsung mengerjarnya. Aku tak ingin dia mengetahui semua ini, aku akan menghilangkan ingatannya tentang kejadian ini. Namun saat baru saja aku mengejarnya, dia berlarim menyebrang jalanan tak memandang ke sisi jalanan sampai-sampai ahjussi tadi tak menyadari truk besar yang melaju kencang sedang melintas ke arahnya. Alkhasil ahjussi itu tertabrak truk terpental ke badan jalanan, sedangkan truk tadi tak memperdulikan keadaannya melainkan kabur  melaju kencang begitu saja setelah tabrak lari. Segera ku hampiri ahjussi tadi, darah segar berlumuran de kepalanya. Lukanya sangat parah, kepalanya pecah hingga dia sama sekali tak bergerak. Ku pegang pergelangan tangan nya, denyut nadinya semakin melemah hingga tak sama sekali berdenyut lagi. Ahjussi ini meninggal di tempat kejadian “Mianhae ahjussi, gara-gara kau melihatku tadi kau jadi seperti ini.” Ujarku merasa bersalah. Aku membawa tubuh ahjussi yang tak bernyawa ke dalam hutan untuk menguburnya. Setelah akun membuat lubang yang cukup untuk menguburkannya, aku melihat darah segar masih mengalir keluar dari kepalanya. Sontak aku membuat rasa hausku muncul timbul kembali. Tapi bukankah tadi aku sudah meminum darah domba tadi, keundae kenapa aku masih haus begini. Ahh, ternyata rasa haus ku ini adalah rasa haus akan darah segar mausia rupanya. Hingga muncul satu pikiran di otak ku “Haruskah aku menghisap darah ahjussi ini” ujarku memandang darah segar yang keluar dari kepalanya. Apa salahnya jika aku menghisap darah manusia yang sudah mati, dari pada mubazir lebih baik aku memanfaatkannya bukan.

“Ahjussi sekali lagi mianhae, aku harus menghisap darah segar mu itu.” Ujarku mendekatkan mulutku menancapkan taring ku ke lehernya menghisap darahnya. Aku semakin kuat menghisap darahnya karena saat ini aku benar-benar haus. Sekian menit lamanya setelah rasa haus ku hilang, aku melepas taringku yang menancap di lehernya. Aku berdiri merasakan diriku terasa segar sekali, kekuatanku memulih kembali bahkan jauh lebih kuat dari sebelumnya. Itu mungkin karena sekarang aku meminum darah manusia yang sudah lama tak ku cicipi, karena biasanya aku meminum darah binatang. Segera ku kuburkan mauyat ahjussi tadi, supaya tak meninggalkan jejak. Tenang saja, orang yang sudah mati jika digigit vampire maka dia tak akan berubah menjadi vampire.

Author POV

Begitulah seterusnya yang dilakukan myungsoo, setiap orang yang mati hasil tabrak lari, dia selalu menghisap darah orang mati itu. Sampai-sampai dia tak ingat untuk sekolah, 2 hari berlalu dia tak masuk sekolah. Teman sebangku nya yaitu yeoja cantik bernama Bae Suzy bingung kenapa dia tak ada kabar selama 2 hari ini. Myungsoo kelihatannya sangat senang melakoni pekerjaannya saat ini, terakhir kali dia mendapatkan seorang mayat perempuan paruh baya yang terbunuh setelah diperkosa. Mayatnya dibuang begitu saja ke hutan, dan kebetulan myungsoo melihat kejadian itu karena kebetulan dia lewat sekitar situ.

“sungguh malang nasib mu ahjumma.” Ucapnya memandang mayat yeoja paruh baya itu.

“Mianhae, aku meminta darah segar mu sedikit.” Ujarnya menancapkan taringnya menghisap darah mayat yeoja paruh baya itu. ”Gomawo” ucap myungsoo yang sudah puas menghisap darahnya, lau dia mengubur mayat itu.

“Ahh, sekarang ku rasa sudah cukup berburunya sampai hari berikutnya.” Ujarnya meninggalkan tempat itu. “Kurasa besok aku akan kembali ke sekolah. Kenapa aku sangat ingin bertemu dengan yeoja cantik itu.” Tambahnya lagi tersenyum jahil.

Setelah itu myungsoo melanjutkan mobilnya kembali ke rumahnya. Saat dia menuju rumahnya, dia tak sengaja melihat suzy sedang berjalan sendiri malam-malam begini. Namun dilihatnya lagi ada 4 namja yang menglangi suzy dan menggangu suzy, 4 namja itu tampaknya berniat jahat pada suzy. Dengan cepat myungsoo menepikan mobilnya, segera menghampiri suzy untuk menyelamatkannya.

“Hey yeoja manis, mau kemana sendirian malam begini. Lebih baik kau temani kami saja” ujar  salah satu dari ke 4 namja tadi.

“ciihh, siapa kalian. Cepat minggir, jangan halangi jalan ku.” Ujar suzy meninggikan suaranya.

“Woah, cantik-cantik kok galak sih. Makin gemesin deh.” Tambah namja itu lagi dengan senyum menyeringai.

“Yaa, jangan berani macam-macam kalian.” Teriak suzy pada 4 namja itu. Kemudian berlari menjauh dari ke 4 namja itu, tapi sialnya larinya kalah cepat dari 4 namja tadi.

“Yaa, lepaskan aku. Lepaskan.” Ujar suzy memberontak saat 4 namja tadi sudah berhasil mendapatkan suzy dan menarik tangan suzy supaya tidak bisa berlari lagi.

“Jangan bertingkah jika kau tak ingin kami sakiti.” Ujar salah satu namja itu. Saat suzy akan dibawa ke 4 namja tadi dengan cepatnya myungsoo muncul menghalangi ke 4 namja itu.

“yak, keumanhae.” ujarnya tersenyum sinis ke arah 4 namja itu.

“Siapa kau, jangan campuri urusan kami. Mengganggu saja.” Ucap salah satu dari ke 4 namja itu sambil memainkan pisau lipatnya.

“Ckck, memalukan sekali.” Ujar myungsoo tersenyum meremehkan.

“Neo sekkia, cari mati kau rupanya.” Ujar namja itu yang sudah terbawa emosi sambil menodongkan pisau lipatnya ke arah myungsoo. Dengan sigap dan cepat myungsoo menghindar dan hanya mengibaskan tangannya ke badan namja itu hingga namja itu terpental ke samping. Sedangkan suzy yang melihat itu hanya dapat membulatkan matanya karena tak percaya ternyata myungsoo sekuat itu.

“Masih mau melawanku lagi?” yanya myungsoo tersenyum meremehkan. Ke 4 namja itu langsung tak berani lagi melawan myungsoo dan kabur begitu saja. Setelah itu myungsoo menoleh ke arah suzy dan menghampirinya.

“Gwaenchanna?” Tanya myungsoo khawatir.

“Nan gwaenchanna, gomawo sudah menolongku. Kau hebat sekali.” Ujar suzy tersenyum.

“Cheonmaneyo, hanya gerakan biasa tak perlu berlebihan seperti itu.” Ucap myungsoo seadanya

“Aniyo, aku tak berlebihan. Kau memang kuat, apa kau pernah menjuarai bela diri atau sejenisnya?” Tanya suzy antusias

“Ku rasa tidak” ujar myungsoo menggelengkan kepalanya.

“Woah, jeongmal? Keundae tadi kau hebat sekali.” Ujar suzy yang masih penasaran.

“Ne ne arraseo, sekarang pulanglah. Ini sudah malam, biar ku antar.” Titah myungsoo.

“Ahh, geurae. Gomawo, kau telah banyak menolongku myungsoo-sii.” Ucap suzy tersenyum pada myungsoo.

“Ne, kajja.” Ujar myungsoo mengajak suzy masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan suzy hanya menganggukkan kepalanya seraya mengikuti langkah myungsoo dari belakang.

Di perjalanan keduanya saling tak melontarkan satu kata pun, melainkan hanya dian memandang sekitar jalanan.

“Eoh, myungsoo-sii, kemana kau selama 2 hari ini tak masuk sekolah?” Tanya suzy memecah keheningan.

“Ahh, itu.. aku sedang ada urusan mendadak jadi tak sempat mengabari sekolah.” Ucap myungsoo berbohong.

“ohh, guerae.” Ucap suzy menganggukkan kepalanya.

“Mmhh, kau tau suzy-sii, selama 2 hari aku tak sekolah aku tak tau kenapa aku merindukan mu.” Goda myungsoo tersenyum.

“Eoh, kau bercanda?” Tanya suzy tak percaya.

“Anniyo, aku serius.” Ucap myungsoo tersenyum.

“Haha, kau ini ada-ada saja myungsoo-sii.” Celetuk suzy malu-malu tak sengaja menepuk pelan lengan myungsoo.

“Ahh, mian. Eoh, kenapa tangan mu dingin sekali myungsoo-sii, apa kau sakit?” Tanya suzy penuh selidik. Sedangkan myungsoo tak menjawab hanya diam membisu karena dia bingung harus menjwab apa kepada suzy.

“A..a.niyo” ucap myungsoo terbata-bata “hanya saja cuaca malam ini terasa dingin.” Ucapnya berbohong sambil memasukkan tangannya ke sweter yang dia kenakan supaya suzy nenpercayainya sedangkan tangan sebelahnya dia fokuskan untuk menyetir. Lain hal dengan suzy yang hanya menganggukkan kepalanya mendengarkan ucapan myungsoo. “Aneh, dia bilang malam ini terasa dingin padahal cuaca sedang panas nya malam ini.” Batin suzy terheran.

“Eoh, rumah mu di mana suzy-sii?” Tanya myungsoo mengalihkan pembicaraan.

“Di ujung jalan sana nanti ada persimpangan, tinggal belok kiri saja nomor rumah ku 96 tak jauh hanya berjarak 3 buah rumah saja dari persimpangan.” Ujar suzy panjang lebar.

“Geurae.” Ujar myungsoo menganggukkan kepalanya. Tk buruh waktu lama mereka pun sampai didepan rumah suzy.

“Ahh, domawo myungsoo-sii untuk hari ini.” Ucap suzy tersenyum pada myungsoo.

“Ne, cheonmaneyo. Keundae kenapa rumah mu terlihat gelap?” Tanya myungsoo sambil meunjuk rumah suzy yang sedikit gelap.

“Ahh, di rumah tidak ada orang. Jam segini adik ku belum pulang dan ahjumma lagi ke luar kota untuk beberapa hari ini.”

“Lalu orang tua mu?” Tanya myungsoo tersenyum.

“Hmm, mereka sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena kecelakaan.” Ujar suzy tetap tersenyum walaupun masih terlihat kesedihan yang dia sembunyikan dibalik senyumannya.

“Mianhae, aku tak bermaksud.” Ujar myungsoo merasa bersalah.

“Gwaenchanna, aku masuk dulu myungsoo-sii. Kalkhe.” Ujar suzy tetap tersenyum melangkahkan kakinya mamasuki halaman rumahnya. Baru saja tiga langkah dia berjalan, dia tak sengaja tersandung batu dan pada akhirnya dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Tapi dengan sigap myungsoo menyambut suzy dengan kedua tangan nya yang menopang tubuh suzy agar tak terjatuh.

“Gwaenchanna?” Tanya myungsoo khawatir. Sedangkan suzy hanya terdiam karena jarak mereka saat ini begitu dekat hingga suzy dapat begitu jelasnya melihat wajah tampan myungsoo. Myungsoo menyadari suzy yang hanya terdiam dan memandang wajah suzy tepat ke arah matanya sama halnya yang dilakukan suzy saat ini. Myungsoo terdiam sejenak memandangi wajag cantik dari yeoja bernama Bae Suzy, memandangi matanya yang indah, hidung yang mancung serta pandangan akhirnya jatuh tepat dibibirnya, dilihatnya bibir merah suzy yang tipis. Dan tanpa mereka sadari jarak mereka semakin dekat hingga mereka bisa merasakan deru nafas dari masing-masing. Sampai-sampai saat bibir mereka hampir bertautan, suara seseorang yang memergoki mereka berdua dan seketika itu mereka sontak menghentikan aktivitas yang mereka lakukan.

“Yaa, apa yang sedang kalian lakukan eoh?” Tanya orang itu. Sedangkan tersangka myungsoo dan suzy sontak terkejut dan membenarkan posisi mereka dari sebelumnya. Myungsoo hanya menampakkan wajah seadanya, sedangkan suzy yang nampak terkejut dan salah tingkah hanya dapat cengegesan.

“Yaa, ku tanya sekali lagi apa yang sedang kalian lakukan eoh?” Tanya orang itu kedua kalinya dalam keadaan sedikit mabuk namun masih keadaan sadar.

“Ahh, itu..itu” ujar suzy terbata-bata karena malu yang berusa menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

TBC

Annyeong, maap ini part 1 nya kurang menarik soalnya ini ngebut buatnya. Untuk selanjutnya aku usahain buat yang semenarik mungkin biar readers nyaman bacanya, mohon tinggalkan jejak setelah kalian baca ne.

RCL juseyo🙂

8 thoughts on “The Vampire Diaries part 1

  1. Woow
    Bagus eon
    Myungsoonya love at first sight yak
    Kekeke~
    Next secepetnya eonni
    Oh ya “Immortal Love” juga di next dong😉

  2. Thor bilang , part 1 ni ngebut… Jadi kurang menarik… Aku rasa ga kok Thor … Ini menarik… Banget malah …. Nan Nomu Nomu joah … Semangat ya Thor buat lanjutin nya …i’m a New reader … Salam hangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s