Immortal Love chapter 3

immortal love

Title: Immortal Love Chapter 3

Author: @octaviyot

Main cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo

Other cast : all member infinite and member shinee

Genre: Fantasy, romance, action

Lenght: Chaptered

~ Happy Reading ~

Myungsoo POV

Saat aku memandang hamparan bunga, tiba-tiba saja aku merasakan aura jahat yang berkeliaran di sekitar kami. Entahlah aku tak tau pasti makhluk apa, namun sepertinya aku sangat mengenali aura ini. Aura yang ditimbulkan oheh vampire darah kotor ataupun vampire level E, klan vampire yang paling rendah dari semua kalangan vampire karena mereka sering membuat kekeacauan. Ya, memeng disini ada beberapa kelompok vampire, salah satunya vampire darah kotor. Mereka pada awalnya manusia yang digigit oleh vampire pureblood, maka mereka bisa menjadi vampire namun mereka tergolong vampire darah kotor karena vampire pureblood tak mengkhendaki dan tak menginginkannya. Jika vampire pureblood menginginkannya, maka setiap manusia yang digigit oleh vampire pureblood akan menjadi vampire yang sama dengannya yaitu vampire pureblood jika saja vampire pureblood menghisap habis darahnya dan memberikan sedikit darah nya kepada manusia yang digigitnya. Vampire darah kotor masih belum bisa mengendalikan haus akan darah manusia, sangat berbeda dengan klan vampire kami. Klan kami yang sering disebut vampire pureblood yang itu artinya vampire yang terkuat dari semua vampire serta memegang kekuasaan pemerintahan dalam dunia vampire. Karena vampire pureblood bisa mengendalikan haus akan darah manusia, kami tak meminum darah dan tak memakan daging. Kami hanya memakan sayur-sayuran serta buah-buahan dan makanan pelengkap lainnya.

Aku tak menyadari suzy tengah menatapku bingung karena aku sibuk dengan pikiranku sendiri. “Myungsoo-sii waeyo? Kenapa kau melamun?” tanyanya padaku seraya melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“anniyo” jawabku dingin, dia hanya mengerutkan kening melihat sikapku seperti ini.

“tapi mengapa kau hanya diam, apa ada yang sedang kau pikirkan?” tanyanya lagi, kali ini dia seperti serius sekali berbicara padaku.

“Annimida” jawabku singkat

“Geurae jika kau tak mau cerita, keundae ceritakanlah jika kau butuh bantuan.” Ucapnya seraya tersenyum manis padaku, deg..deg…deg..”Apa ini, apa yang terjadi padaku?” tanyaku pada diriku sendiri dalam hati. Ahh, sudahlah aku tak mau memikirknnya lagi. Namun tak dapat ku pungkiri setelah melihat senyumannya lah aku jadi seperti ini, merasakan hal aneh yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Aku hanya menghela nafasku “ne, akan ku pertimbangkan” ujarku tanpa menatapnya, aku tak ingin menatap wajahnya terlebih lagi menatap senyuman nya, aku tak mau merasakan keanehan lainnya yang aku sendiri pun tak tahu apa yang terjadi.

Suzy POV

Aku menjadi bingung kenapa namja itu tiba-tiba diam dan terlihat seperti memikirkan sesuatu.
“Waeyo myungsoo-sii? Kenapa kau melamun?” tanyaku pada myungsoo sambil melambai-lambaikan tanganku di depan wajahnya

“Anni” jawabnya dingin. Aiigoo, kenapa dia dingin sekali jika berbicara.

“Tapi kenapa kau hanya diam saja, apa ada yang sedang kau pikirkan?” tanyaku lagi

“Annimida suzy-sii” ujarnya singkat

“Geurae, tapi jika kau ada masalah, ceritakan lah padaku, barangkali aku dapat membantumu.” Ujarku seraya tersenyum

Entahlah saat ini aku merasa senang, aku tidak mengerti kenapa. Padahal aku tak tau nasibku seterusnya akan seperti apa di tempat ini. Ku akui memang bersamanya saat ini membuatku lebih nyaman dan aman sepertinya meskipun aku tak mengetahui jati dirinya.

“Ne, akan ku pertimbangkan” jawabnya dengan tak menatapku. Aku hanya mengangguk mendengar jawabannya

Author POV

Tanpa myungsoo sadari aura jahat itu semakin mendekat, myungsoo mendekati suzy takut-takut terjadi sesuatu jika dia tak bersamanya. “Waeyo myungsoo-sii, kenapa kau terlihat cemas begitu?” Tanya suzy heran.

“Jangan berisik, ada kekuatan jahat yang sedang mendekat. Kau jangan jauh-jauh dariku tetapkah berada di belakangku.” Ujar myungsoo sambil menarik suzy ke belakang punggungnya.
“N..ne.e myungsoo-sii” ujar suzy seraya mundur ke belakang punggungnya dengan sedikit ketakutan.

Myungsoo POV

Ku rasakan aura jahat itu semakin mendekat, ku pandangi sekitar dan benar saja mataku menangkap sosok yang tak asing lagi bagiku. Berdiri seorang vampire darah kotor dengan mata merahnya pertanda dia sedang haus akan darah.

“Hallo tuan kim, apa kabar?” tanyanya sambil mnyeringai ke arahku dan suzy. Berani sekali dia memunculkan diri dihadapanku dan mengusik ketenangan ku. Ahh, mungkin yang sedang diincarnya sekarang adalah suzy, mengingat mata merahnya yang haus kakan darah.

“Cihh, mau apa kau? Cepat pergilah atau aku akan mematahkan lehermu.” Ujarku meremehkannya

“Hmm, aku kesini tidak ada urusan denganmu tuan kim melainkan dengan yeoja yang ada dibalik punggung mu itu.” Tunjuknya dengan dagunya

“Ckck, jangan berani macam-macam. Bukankah aku pernah mengingatkan mu untuk tidak mengusik ketenangan orang lain eoh? Jika selangkah saja kau mendekat, maka tamatlah riwayatmu.” Ujarku tersenyum sisnis.

“Hahaha.. Ohya, kalau aku tidak mau menuruti apa yang kau inginkan bagaimana?” ujarnya menentangku sambil berjalan menyeringai.

“Neo..” pekik ku pada vampire itu dengan penuh amarah, aku hendak melangkahkan kaki ku menghampiri vampire itu namun langkah ku terhenti karena suzy menarik tanganku. Ku lihat dia seperti orang ketakutan.

“Waeyo? Kau tak ingin mematahkan kepalaku tuan kim?” Tanya vampire itu dengan senyum menyeringai

“Neo.. tunggu saja aku akan memenuhi keinginanmu itu” bentakku padanya

“Geurae, kemarilah tuan kim.” Ujarnya menyeringai

Aku melepaskan pegangan tangan suzy “tak apa suzy-sii, ini tak akan lama. Kau tunggu saja disini ne.” ucapku pada suzy untuk menenangkannya. Setelah itu dia melepaskan tanganku dan mundur ke belakang.

Ku lihat vampire itu semakin mendekat, segera ku hantam dengan pukulanku yang mengenai tepat di wajahnya hingga dia terpental jauh ke belakang segera ku hampiri lagi vampire itu dan ku pukul lagi hingga dia tak bergerak. Dia terkapar di tanah, terus menerus ku pukuli, anehnya dia sama sekali tak menyerangku atau membalas pukulanku.Ada yang berbeda, pikiranku mengatakan sepertinya ada yang direncanakannya. Benar saja, aku merasakan aura jahat yang sama muncul mendekat lagi. Sepertinya kawanannya, sudah ku duga dia merencanakan ini dari awal. Ku lihat di depan sudah berdiri 4 orang kawanannya. Segera aku bangkit berdiri, aku segera mengirim telepati pada teman-temanku di kastil. Inliah kelebihan yang dimiliki klan kami yang tak dimiliki klan vampire lainnya.

~ At kastil ~

Sunggyu POV

Aku merasakan telepatiku mendapatkan panggilan dari telepatinya myungsoo, secepat mungkin aku memanggil teman-temanku. Ku hampiri mereka di pekarangan taman kastil.

“Sungyeol, hoya, woohyun. Sungjong, dongwoo, kajja. Aku mendapat telepati dari myungsoo. Apa kalian juga merasakannya?” tanyaku pada mereka

“Ne hyung” jawab mereka kompak

Setelah itu kami bergegas menyusul myungsoo, kami sengaja tak memberitahukan omma myungsoo. Takut membuatnya khawtir nantinya.

Author POV

Sunggyu dan teman-temannya  berlari secepat kilat mencari keberadaan myungsoo di dalam hutan. “hyung, pirasatku mengatakan bahwa myungsoo berada di sebrang hutan sana tepatnya di rumah impian.” Ujar sungyeol pada sunggyu

“hhmm, masuk akal juga mengingat myungsoo sering kesana hyung. Kajja kita kesana.” Titah sungjong kemudian

Ya, mereka tak memerlukan waktu yang lama untuk mencari keberadaan myungsoo, selain mereka memiliki kekuatan yang bisa mencari keberadaan seseorang melalui aura kekuatan yang dimiliki orang tersebut dan myungsoo juga sering kesana. Di tengah perjalanan sunggyu dkk merasakan adanya aura jahat. “Hmm, sepertinya myungsoo sedang berhadapan dengan vampire darah kotor, aku tak salah lagi ini aura yang mereka miliki. Tapi ada masalah apa myungsoo dengan mereka.” batin sunggyu

“Ahh, sunggyu hyung aku sependapat denganmu.” Celetuk hoya seraya tersenyum pada lainnya. Ya, hoya memang memiliki kekuatan bisa membaca pikiran orang lain sama seperti myungsoo namun myungsoo lebih kuat dari pada dirinya.

Setelah mereka menjelajahi hutan, mereka sampai di tempat tujuan. Mereka melihat myungsoo sedang berhadapan dengan 4 vampire darah kotor, sedangkan satunya lagi diam berdiri mengawasi perkelahian yang terjadi dan siap untuk menyerang kembali.

“Kajja, kita bantu myungsoo.” Ujar sunggyu

“Ne” jawab mereka serempak

Mereka menghampiri myungsoo membatunya melawan vampire brengsek itu, berbagai pukulan mereka berikan pada vampire itu. Tak perlu waktu yang lama untuk mengalahkan mereka, satu persatu mereka kalahkan satu persatu kepala vampire terpatahkan oleh myungsoo dkk. Hanya menyisakan satu vampire lagi yaitu vampire yang pertama mendatangi myungsoo tadi. Ketika sunggyu ingin memukul vampire itu, tiba-tiba vampire itu menghilang bagai debu yang terbawa angin.

“Yaaa, pengecut. Menghilang ditengah perkelahian.” Teriak sunggyu marah

“Sudahlah hyung, biarkan saja dia pergi. Nanti kita pikirkan selanjutnya untuk mengatasi vampire itu.” Ujar myungsoo sambil mendekat kearah suzy yang sedari tadi hanya diam mematung dengan raut wajah yang syok dan ketakutan.

Sedangkan yang lainnya yang menyadari kehadiran suzy terlihat terkejut, mereka tak kalah terkejutnya dengan suzy, mereka tak percaya kenapa ada manusia yang bisa masuk ke dunia vampire.

Myungsoo POV

Ku lihat sunggyu hyung ingin mengejar vampire itu, tapi segera ku tahan tangannya untuk tidak mengejar vampire itu hanya membuang waktu saja.

“Sudahlah hyung, biarkan saja dia pergi. Nanti kita pikirkan selanjutnya untuk mengatasi vampire itu.” Ujar ku pada sunggyu hyung

“Ne, geurae myungsoo-ah” ucap sunggyu hyung

Aku mengalihkan pandangan ke arah suzy, ku lihat dia tampak terkejut, syok dan ketakutan. Segera ku hampiri dirinya di dekat pohon untuk memastikan keadaan nya baik-baik saja.

“Suzy-sii, gwaenchanna ?” tanyaku padanya seraya mendekat ke arahnya

“Berhenti..” teriaknya dengan nada yang sedikit bergetar, namun aku tak memperdulikannya dan tetap berjalan meghampirinya.

“Yakk, berhenti ku bilang. Apa kau tuli eoh?” tanyanya dengan kasar, ku lihat raut wajahnya saat ini sedang ketakutan.

“Waeyo? Kenapa kau jadi ketakutan begini eoh?” kataku tak kalah dingin. Baru saja aku ingin memegang tangan nya, dia terlebih dahulu menepis tanganku.

“Jangan sentuh aku, sebenarnya makhluk apa kalian semua. Kenapa kalian membunuh orang dengan mudahnya mematahkan kepalanya seperti itu?” Tanyanya sedikit gemetaran

“Aku.. aku adalah seorang vampire” jawabku dingin. Ku lihat dia sangat terkejut dan ketakutan sampai-sampai dia berjalan mundur ke belakang.

“Dan juga mereka sama seperti ku.” Tambahku lagi. Aku sebenarnya juga tak ingin memberitahu nya tapi dia sudah melihat semuanya dengan sendirinya, untuk apa lagi jika aku sembunyikan. Ini lah yang tak ku ingin kan melihat seorang yeoja menangis karena ulah ku sendiri terlebih lagi karena dia ketakutan setelah mengetahui jati diriku yang sebenarnya. Ku lihat tetes air mata membasahi pipi nya dan menatapku dan yang lainnya dengan tatapan ketakutan.

“Hey, tenanglah kami tak akan menyakitimu. Memang kami adalah bangsa vampire, tapi kami tak seperti vampire buas tadi yang menyerang kita.” Ujarku untuk menenangkannya.

“Benar apa yang dikatakan myungsoo agashii. Kami berbeda dengan vampire yang menyerang kalian tadi.” Tambah woohyun pada suzy. Setelah itu suzy diam tak berkutik, hanya menundukkan kepalanya tak berani menatap kami. Terlihat tangannya yang dikepal gemeteran pertanda dia masih ketakutan. Sampai ketika dirinya hilang keseimbangan dan terjatuh. Braakkk, dengan cepat aku menyambut tubuhnya supaya tak menyentuh tanah. Ahh, mungkin ini gara-gara dia masih syok ditambah lagi kondisi yang melelahkan saat berada dihutan ini. Setelah itu ku gendong suzy membawanya ke kastil, tak mungkin aku membiarkannya berada dihutan ini mengingat vampire brengsek itu yang mengincar dirinya. Aku mengisyaratkan pada teman-teman ku untuk kembali ke kastil dan meninggalkan tempat ini.

>> SKIP <<

Ku letakkan tubuh suzy di ranjang kamarku, omma pun segera muncul dengan cepatnya masuk ke dalam kamarku. “Aiigo, kenapa yeoja ini ada disini dan apa yang terjadi padanya myungsoo-ah?” Tanya omma ku terkejut

“Aku bertemu dengannya di hutan omma, aku menolongnya saat seekor srigala yang ingin menyerang dan vampire jahat itu omma.” Jawabku menjelaskan pada omma

“Mwo? Vampire darah kotor maksud mu myungso-ah?” Tanya omma

“tentu saja, siapa lagi kalau bukan mereka omma.” Ucapku sambil menatap suzy yang masih terbaring.

“Haiishh, mereka selalu membuat kekacauan. Tapi tunggu dulu myungsoo-ah, bukan kah yeoja ini..” ucapnya terpotong-potong karena masih terkejut

“MANUSIA” ucapku memotong perkataan ommaku

“ommo, kenapa dia bisa ada di dunia kita myungso-ah? Dunia kita dan dunia mereka sangatlah jauh berbeda myungsoo-ah” tutur omma ku

“Entahlah, nan molla omma. Aku menemukannya sudah berada disini omma, aku juga bingung bagaimana caranya dia bisa sampai kesini.” Ujarku pada omma

“Omma, appa eodiga?” tanyaku pada omma

“Appa mu sedang mengadakan rapat tentang pemerintahan yang sedang berlangsung, waeyo myungsoo-ah? Apakah ada yang ingin kau bicarakan dengan appamu?” Tanya ommaku sambil menghampiri suzy

“Ne, aku ingin meminta izin pada appa supaya yeoja ini bisa tingal disini omma. Di luar sana sangatlah berbahaya omma.” Ujarku memalingkan wajahku kearah jendela

“Ahh, ne omma setuju dengan mu myungsoo-ah. Nanti biar omma yang akan memberitahu appa mu tentang ini dan menjelaskan asal usul yeoja ini.” Ujar omma seraya menatap suzy

“Kajja myungsoo-ah, biarkan dia istirahat dulu. Kelihatannya dia kelelahan dan pasti syok mengetahui tentang kita.” Titah omma

“Ne omma” ucapku sambil melangkahkan kakiku keluar dan menutup pintunya

Aku pergi keruang tengah, ku lihat sunggyu hyung dan lainnya ada disana. Aku segera menghampiri mereka, menghempaskan tubuhku pada sofa yang empuk.

“Myungsoo-ah, ceritakanlah bagaimana bisa kau bertemu dengan yeoja manusia seperti dia didunia kita?” Tanya dongwoo meminta penjelasan. Sudah ku duga mereka pasti bertanya-tanya tentang yeoja itu. Aku menghela napasku sejenak, menutup mataku sekejap dan membukanya lagi untuk menjawab pertanyaan dongwoo.

“Nan molla hyung, aku tak tau kenapa dia ada disini dan juga aku tak habis pikir bagaimana bisa dia sampai ke dunia kita. Aku menemukannya saat dia hendak diserang seekor srigala.” Jelasku pada dongwoo hyung sambil memainkan pisau yang ada dimeja, sedangan yang lain hanya memanggut-manggutkan kepalanya tanda mengerti.

“hhmm, tapi kalau ku perhatikan yeoja itu ketakutan dan syok, mungkin dia masih terkejut setelah mengetahui tentang kita.” Tambahku lagi sambil memotong-motong apel di meja.

“Hyung, tapi yeoja itu sangat cantik. Whoah, jarang ada yeoja secantik dia di dunia kita bahkan dia jauh lebih cantik dari park jiyeon.” Ujar songjong yang langsung mendapat tatapan death glare dariku. Sedangkan dia cengar-cengir dengan tampang watadosnya.

“Ne ne, arraseo.” Ucapnya cengengesan

“Haiishh, kau ini.” Gerutuku kesal, berani sekali dia menyebut nama yeoja brengsek itu lagi di depanku siapa lagi kalau bukan park jiyeon.

Author POV

Terlihat seorang yeoja yang sedang mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha memulihkan kesadaran sepenuhnya. Dia segera bangun dan duduk menyandar pada sandaran ranjang.

“Di mana aku sekarang, kenapa aku bisa ada di kamar ini?” lirihnya gemetaran. Tak lama kemudian suara langkah kaki mendekat dari arah pintu. Krreekkkk…pintu itu terbuka menampakkan seorang yeoja paruh baya yang sedang menghampiri suzy. Sedangka suzy yang melihat sedikit ketakutan. Ternyata omma myungsoo yang menghampiri suzy dengan senyuman manis merekah dari bibirnya.

“Tenanglah agashii, jangan takut. Kami tak akan menyakitimu, kami berbeda dengan vampire yang menyerang mu waktu itu.” Ujar omma myungsoo seraya duduk ditepian ranjang dengan memegang tangan suzy. Sedangkan suzy masih tak menjawab karena dia masih takut dan syok, dan juga dia bingung harus percaya atau tidak.

“Baiklah, jika kau masih tak percaya. Kami sungguh tak ada niat jahat terhadap mu. Kami ini memang bangsa vampire tapi kami tak meminum darah manusia melainkan kami hanya memakan sayur dan buah-buahan.” Jelas omma myungsoo untuk meyakinkan suzy

“n..ne..ee” ucap suzy dengan nada yang sedikit ketakutan

“Percayalah pada kami, kami vegetarian dan klan kami juga tak menyakiti sesama vampire tak seperti vampire yang menyerang mu waktu itu.” Jelas omma myungsoo lagi, suzy hanya menganggukkan kepalanya pertanda dia mulai percaya. Omma myungsoo yang melihat ekpresi suzy tak setakut tadi langsung tersenyum.

“Ahh, ireumi mwoyeo?” Tanya omma myungsoo

“Joneun Bae Suzy iminida, nama ahjuma siapa?” Tanya suzy

“Im Yoona iminida, aku omma nya myungsoo.” Jawab omma myungsoo

“bangapseumnida ahjuma.” Hormat suzy sedikit membungkukkan badannya. Sedangkan omma myungsoo hanya tersenyum melihat suzy yang sudah tak kaku seperti tadi.

“Hmm, sekarang ceritakanlah kenapa kau bisa berada di dunia kami suzy-ah?” Tanya omma myungsoo

“Nan molla ahjuma, aku hanya mengikuti langkah kaki ku saat aku berlari mengejar seekor kelinci yang masuk sangat jauh ke dalam hutan dan tanpa ku sadari aku sudah berada disini.” Jelas suzy pada omma myungsoo

“Geurae, mungkin kau memasuki pintu yang tak terlihat tanpa kau sadari. Tidak sembarangan orang yang bisa memasukinya.” Ujar omma myungsoo. Sedangkan suzy yang mendengar penjelasan omma myungsoo hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti.

“Ahh, apakah kau lapar suzy-ah?” Tanya omma myungsoo sambil mengusap rambut suzy

“N..nn..ee” jawab suzy malu-malu. Memang saat ini suzy sedang lapar, dari kemarin pagi dia belum makan karena dia tidak mood untuk makan. Selain itu tak ada makanan yang bisa dia makan selain buah-buahan yang dia petik dari hutan.

“Hhmm, kalau begitu setelah ini kita makan ne tapi kau mandi dulu biar badan mu segar.” Titah omma myungsoo

“Ne ahjuma.” Ujar suzy

“pakaian yang kau butuhkan ada dilemari suzy-ah.” Ucap omma myungsoo sambil menunjuk lemari yang ada di samping jendela.

“Ahh, ne ahjuma gomawo.” Ucap suzy tersenyum

Suzy POV

Setelah omma myungsoo menceritakan latar belakang klannya, aku mulai percaya bahwa mereka tak akan menyakitiku. Mungkin selama aku berada disini aku akan aman, dan juga ommanya myungsoo kelihatan baik. Dia menyuruh ku makan tapi sebelum itu aku mau mandi terlebih duhulu untuk menyegarkan tubuh dan pikiranku. Setelah itu turun ke bawah untuk makan malam bersama. Sekarang aku sudah selesai mandi, tinggal mengganti pakaian ku saja. Saat aku membuka lemari pakaian dan memilih baju yang akan ku kenakan, aku terkejut melihat semua pakaian yang ada di lemari. “Ommo, kenapa hampir semua pakaiannya terbuka bagian punggung dan juga bagian depan sedikit terbuka?” Gerutuku terkejut, karena pakaian yang ada semuanya hampir sama modelnya. “tapi mau bagaimana lagi, sudahlah aku pakai yang ini saja.” Ujarku sambil mengambil gaun yang berwarna biru laut. Setelah itu aku melihat diriku dicermin besar dan ternyata benar dugaanku, jika memakai gaun ini bagian punggung ku terlihat jelas dan juga bagian dada sedikit terbuka. Ditambah lagi gaunnya yang pendek sekitar 15cm di atas lutut terlebih lagi gaun yang ketat hingga jelas memperlihatkan lekuk tubuhku.

“Aiigoo, haruskah aku memakai gaun seperti ini. Aku tak percaya diri, aku sangat malu. Ottokhe?” tanyaku pada diri sendiri. Mau bagaimana lagi, hanya gaun seperti ini yang ada, apa boleh buat. Sekarang hanya tinggal memoleskan make up yang senada dengan gaun yang ku kenakan, memoleskan make up senatural mungkin biar terlihat lebih fresh. Aku tak menyukai make up yang berlebihan, alangkah baiknya jika berpenampilan dengan riasan natural. Hanya memoleskan sedikit bedak dan eyeliner secukup nya serta lipgloss supaya tak kelihatan pucat.

“Ahh, ternyata aku tak seburuk yang ku pikir.” Ujarku tersenyum-senyum melihat penampilan ku di cermin besar itu. “Wahh, ternyata aku tak kalah cantiknya dengan artis-artis wanita yang ada di televisi itu.” Pujiku pada diri sendiri, siapa lagi kalau bukan aku yang mau memuji diriku sendiri, Haha. Saking asiknya tertawa dengan perkataanku yang terlalu percaya diri, aku tak menyadari orang yang mengetuk pintu kamarku.

“Suay-ah, apa kau sudah selesai? Tanya omma myungsoo dibalik pintu

“Ne ahjumma.” Jawabku tersenyum riang. Kleekk.. pintu pun terbuka dan omma myungsoo langsung menghampiriku.

“Ommona, neo neomu yeppeo suzy-ah.” puji omma myungsoo yang melihat aku sudah rapi dan cantik mungkin, Hehe😀. Sedangkan aku hanya dapat tersenyum malu mendengar pujian dari omma myungsoo.

“Kajja kita turun kebawah suzy-ah, yang lain sudah ada disana.” Ucap omma myungsoo menarik lembut tanganku. “Ne ahjumma” ucapku menganggukkan kepala dan mengikuti omma myungsoo dari belakang.

Aku berjalan menuju ruang makan, terlihat beberapa orang di sana. Ku lihat seorang namja paruh baya kelihatannya dia appa nya myungsoo yang duduk pada baris paling depan menandakan dia adalah seorang pemimpin. Di sana juga ada myungsoo dan teman-temannya. Saat aku menuruni anak tangga semuanya menatapku, sedangkan myungsoo hanya menatap ku sekilas setelah itu dia memalingkan wajahnya. Mungkin penampilan ku terlihat buruk di matanya. “Aiigoo, kenapa aku berpikiran seperti itu. Sudahlah, itu tidak penting suzy-ah.” Batinku.

Omma myungsoo menarik salah satu kursi untuk ku “gomawo” ucapku seraya tersenyum.
“Aiigoo, kau cantikm sekali nona” celetuk namja di samping myungsoo. Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya.

“Sudah sudah, sekarang kita mulai saja makan nya ne.” ucap omma myungsoo. Aneh kenapa myungsoo menatapku seperti itu, apa yang salah dengan diriku. Aku berusaha untuk terlihat seperti biasa supaya tak canggung saat makam malam.

“kenapa makanannya tak dimakan suzy-ah?” Tanya omma myungsoo yang melihat aku hanya terdiam.

“Ne..” ucapku kikuk, karena dari tadi aku hanya terdiam saja tak berniat untuk mengambil makanan yang sudah terhidang di atas meja.

>> SKIP <<

Setelah acara makan malam selesai, aku ingin membantu omma myungsoo memebereskan meja makan dan dapur. Omma myungsoo dengan gesit dan cepatnya membereskan semuanya, kerjanya cepat sekali, kerjanya hanya terlihat seperti angin yang berhembus.

“Ommo, ahjumma hebat sekali” pujiku membulatkan mataku karena jujur aku baru pertama kali melihat yang seperti ini.

“Ahh, itulah lah salah satu kelebihan kami suzy-ah.” Ucap omma myungsoo padaku

“hhmm, suzy-ah kajja ikut ahjumma sekarang. Ada yang ingin kami bicarakan padamu.” Titah omma myungsoo padaku. “Ne ahjumma” ucapku mengikuti omma myungsoo dari belakang.

Author POV

Terlihat tuan kim sedang menunggu istrinya dan suzy di ruang tengah seraya membolak-balikkan lembaran buku tebalnya. “Hmm, kalian duduklah” titah tuan kim pada istrinya dan suzy yang baru saja datang.

“Ireumi mwoyeo?” Tanya tuan kim pada suzy sambil menutup buku tebal yang sedari tadi dia pegang.

“Joneun Bae Suzy imnida.” Ujar suzy tersenyum.

“Aku Kim Jongwoon, appa nya myungsoo.” Ujar tuan kim sambil meletakkan dua buku tebal dimejanya.

“Ne, ahjushi. Bangapseumnida.” Ujap suzy membungkukkan badannya.

“Hmm, baiklah langsung saja. Ada yang ingin ku bicarakan padamu suzy-sii. Istri ku sudah memberitahuku semuanya, aku ingin menyampaikan sesuatu hal padamu. Kau datang ke sini melalui pintu yang tak telihat tanpa kau sadari sedikit pun dan bukan sembarang orang yang bisa memasukinya. Kau tidak bisa keluar lagi dari sini, tapi kau jangan takut dan khawatir ne. Kau akan tinggal disini, tenang saja kau akan aman disini suzy-sii.” Jelas tuan kim panjang lebar.

“Ahh, ne gomawo ahjushi. Keundae, kenapa aku tidak bisa kembali lagi ke dunia manusia?” Tanya suzy pada tuan kim, karena itulah yang ada dipikiran suzy sekarang.

“Hmm, aku juga tidak tau pasti. Keundae, jika pintu tak terlihat itu sudah pernah dimasuki seseorang maka pintu itu akan meghilang selamanya.” Ujar tuan kim, sedangkan omma myungsoo berusaha menenangkan suzy agar dirinya tak terpuruk dengan keadaan sperti ini.

“biar pun kau tak bisa kembali ke dunia mu, kau bisa berada disini tinggal bersama kami. Kami akan melindungimu suzy-sii.” Ujar omma myungsoo menenangkan suzy

“Ne, apa yang dibilang istriku benar. Dan ada myungsoo yang akan melindungimu.” Ujar tuan kim meyakinkan suzy. “Kau boleh tinggal disini sampai kapan pun yang kau mau. Jangan canggung ne, anggap saja rumah sendiri.” Ujar tuan kim tersenyum

“sekali lagi gomawo ahjusi ahjuma, kalian telah banyak menolong ku terlebih lagi mengizinkan ku untuk tinggal di kastil ini.” Ujar suzy tersenyum membungkukkan badannya memberi hormat pada tuan kim dan istrinya.

“Ne cheonmaneyo suzy-sii.” Ucap tuan kim dan diselingi senyuman istrinya.

“Kajja Suzy-ah ikut ahjumma, ada yang ingin ku perlihatkan padamu.” Titah omma myungsoo menarik lembut tangan suzy untuk mengikutinya.

“Ne ahjumma.” Ujar suzy beranjak mengikuti omma myungsoo dari belakang.

Suzy POV

Omma myungsoo membawaku ke depan halaman kastil, aku sedikit terkejut ternyata dia membawa ku ke sebuah taman yang sangat indah penuh dengan hamparan bunga-bunga indah yang menghiasinya.

“Kau menyukai bunga suzy-ah?” Tanya omma myungsoo seraya memegang telapak tanganku

“Ne ahjumma, aku sangat menyukai bunga dari kecil. Dulu sewaktu kecil sebelum omma ku meninggal, omma sering menanam bunga di pekarangan rumah kami dan dia juga mengajariku cara-cara merawat bunga dengan benar” jawabku sambil tersenyum

“Ahh, mianhae suzy-ah. Ahjumma tak bermaksud” Ucap omma myungsoo menyesal

“nan gwaenchanna ahjumma” ucapku tersenyum memegang tangan omma myungsoo lagi

“Ne, mulai sekarang kau boleh menganggap ku sebagai omma mu suzy-ah. Walaupun aku tak sama dengan omma mu, tapi jika kau dalam masalah ceritakanlah padaku dan jika kau ada masalah aku bisa membantu dan menasehatimu. Aku akan menyayangimu seperti anak ku sendiri.” Ujar omma myungsoo sambil memelukku.

“gomawo ahjumma” jawabku membalas pelukan omma myungsoo

“Ahh, mianhae kau tak terbiasa dengan suhu dingin tubuh ahjumma.” Ujar omma terkekeh melepaskan pelukannya

“Hehe, gwaenchanna ahjumma.” Ucapku tersenyum senang

“Hmm, besok mau kah kau menemani ahjumma menanam bunga suzy-ah?” Tanya omma myungsoo sambil membilai-bilai bunga.

“Ahh, mulon ahjumma. Dengan senang hati aku akan membatu ahjumma.” Ucapku tersenyum riang

“Gomawo suzy-ah, apa kau tak ingin melihat-lihat taman bunga ini? Ahjumma akan menemani mu” Tanya omma myungsoo sambil menunjuk sekeliling taman bunga.

“Ne, ahjumma kajja.” Jawabku semangat, sedangkan omma myungsoo hanya tersenyum melihat tingkahku.

Aku dan ahjumma sibuk mengitari taman bunga yang luas ini, ahjumma sepertinya sangat asyik berbicara tentang bunga ternyata dia pecinta tanaman bunga seperti omma ku. Sedari tadi aku bertanya nama-nama bunga dan jenis-jenis nya yang belum pernah aku temui sebelumnya dan dengan senang hati ahjumma menjelaskannya dengan asyiknya.

Myungsoo POV

Segera ku rebahkan tubuh ku di ranjang, aku teringat dengan suzy saat dia turun kebawah untuk makan bersama. Ku akui memang dia terlihat sangat cantik dengan balutan gaun yang dapat dibilang sexy itu yang memperlihatkan lekuk tubuhnya ditambah lagi kulitnya yang putih mulus.

“Aiigoo, kenapa aku jadi memikirkannya. Ini tidak benar myungsoo-ah, berhentilah memikirkannya” Gerutuku kesal. Aku bangkit dari tempat tidurku, aku ingin memnenangkan pikiranku. Aku beranjak dari kamarku menuju taman bunga yang ada di halaman kastil ku. Setibanya aku disana, aku melihat omma dan suzy sedang asyik berbicara. Omma tak sengaja melihatku dan memanggilku.

“Myungsoo-ah, kemarilah.” Titah ommaku

“Ne omma” ucapku menghampiri mereka

“Waeyo omma?” Tanyaku pada omma setelah menghampiri mereka.

“Appa mu memanggil omma myungsoo-ah, mungkin ada yang ingin appa mu bicaraka pada omma. Kau temanilah suzy mengelilingi taman bunga ini ne, lindungi dia myungsoo-ah” Ujar omma padaku. Aku hanya menganggukkan kepalaku pada omma. “Aiigoo, kenapa omma malah memintaku menemani yeoja ini” gerutuku pada diri sendiri dalam hati. Sekarang orang yang membuat pikiran ku jadi begini ada di depan mataku sedang membilai-bilai beberapa bunga. Sedari tadi dia hanya diam sibuk dengan bunga-bunga itu, aku sedikit kesal juga padanya. Aku hanya dapat menghela napasku.

“Apakah kau baik-baik saja, apa ada yang terluka waktu vampire itu menyerang?” tanyaku padanya

“Seperti yang kau lihat bukan, nan gwaenchanna myungsoo-sii.” Jawabnya seadanya

“Hmm, apakah kau ingin jalan-jalan mengitari taman ini? Tanyaku lagi

“Ne” jawabnya tersenyum padaku. Ahh, senyuman itu lagi senyuman yang selalu membuatku ku merasakan hal-hal aneh. Cepat-cepat aku mengalihkan pandanganku kearah hamparan bunga.

Author POV

In the kastil

“waegeurae yeobo kau memanggilku?” Tanya nyonya kim pada tuan kim

“ada yang ingin ku bicarakan padamu tentang yeoja itu.” Ujar tuan kim

“bicaralah sekarang, aku ingin mendengarnya. Apa ini ada hubungannya dengan myungsoo?” Tanya nyonya kim serius

“Ne, kau benar yeobo. Tentang yeoja manusia yang akan menjadi pendamping hidupnya myungsoo.” Ujar tuan im menatap keluar jendela

“Ahh, mungkinkah dia yeoja itu? Yeoja yang dikatakan para leluhur kita?” Tanya nyonya kim antusias

“Aku berpikiran seperti itu, bukankah appa dan omma pernah mengatakan dulu pada kita kedatangan yeoja itu akan disertai adanya gerhana bulan. Sekarang kau lihatlah, saat ini sedang gerhana bulan bukan?” Ujar tuan kim penuh keyakinan

“Kau benar, aku rasa juga begitu yeobo, aku yakin sekali dialah yeoja itu. Yeoja yang sudah kita tunggu sejak seratus tahun belakangan ini.” tambah nyonya kim

“Mulai sekarang kita harus melindunginya, terutama dari vampire darah kotor itu yang menginjar darah suzy.” Ujar tuan kim menatap nyonya kim

“Kau benar yeobo, keundae waeyo vampire-vampire brengsek itu mengincar darah suzy? Ahh, aku hampir lupa tentang itu.” Ujar nyonya kim

“Ne, appa pernah berpesan padaku waktu itu mengenai yeoja itu dan ini sangatlah berbahaya jika sampai mereka mendapatkan darah suzy. Jika mereka berhasil mendapatkan darah suzy, maka kekuatan mereka menyamai kita bahkan bisa jadi lebih kuat.” Ujar tuan kim panjang lebar

“Ommo, jahat sekali mereka. Mereka ingin menguasai dunia vampire ini yeobo, getji?” Tanya nyonya kim pada tuan kim

“Ne, kau benar yeobo. Untuk itu kita harus secepatnya bertindak.” Ucap tuan kim dengan mantap

“Ahh, geurae. Aku akan memberitahu tentang ini pada myungsoo, supaya dia selalu melindungi pendamping hidupnya.” Ujar nyonya kim melihat kearah jendela menatap gerhana bulan.

“Dan satu lagi, ini masih ada kaitannya dengan yeoja itu. Jika nanti myungsoo yang menghisap darah suzy itu artinya myungsoo yang akan menjadi lebih kuat nantinya, tapi yang ku takutkan myungsoo tak dapat mengendalikan kekuatannya. Bahkan yang lebih ku takutkan dia bisa membunuh suzy tanpa dia sadari.” Ujar tuan kim sedih

“Ne, tapi kau ingatkan omma juga pernah mengatakan jika itu sampai terjadi. Kita dapat mengatasinya, omma sudah membuatkan penawarnya supaya myungsoo dapat mengendalikan kekuatannya. Dan juga omma pernah berpesan, kekuatan yang tak terkendali itu bisa hilang dengan sendirinya berlawanan dengan rasa cinta nya pada yeoja itu.” Ujar nyonya kim panjang lebar.

“Woahh, aku hampir lupa dengan yang satu itu.” Ujar tuan kim terkekeh

“Aiigoo, kau namja tua. Hal yang penting seperti itu bagaimana kau bisa lupa.” Ucap nyonya kim kesal

“Mianhae, tapi apa kau tau ku rasa myungsoo mulai menyukai suzy yeobo. Ku lihat tadi saat makan malam bersama pandangan myungsoo tak lepas dari suzy, walaupun dia berusaha untuk menghindarinya tapi hati tak bisa berbohong bukan?” Tanya tuan kim

“Woahh, jinja? Ne kau benar, jika seperti itu kita tak perlu menunggu waktu yang lama untuk ini.” Ujar nyonya kim tersenyum bahagia

>> SKIP <<

At taman

Terlihat seoranh namja dan yeoja sedang duduk dibangku taman, mereka hanya terdiam tak melontarkan satu kata pun. Suzy hanya memandang hamparan bunga yang luas, sedangkan myungsoo menatap ke langit memandang gerhanan bulan. “Ahh, sudah lama aku tak melihat gerhana bulan sejak kelahiranku seratus tahun yang lalu.” Batin myungsoo, ini yang kedua kalinya dia melihat gerhana bulan. Pertama dia melihatnya ketika usianya masih 7 tahun.

“Kajja kita kembali ke kastil, ini sudah hampir pukul 9 malam.” Titah myungsoo pada suzy

“Ne” ujar suzy sambil menganggukkan kepalanya dan beranjak dari kursi yang mereka duduki tadi. Namun saat suzy hendak berdiri, dia seperti merasakan susuatu yang ada di dekat kakinya. Dan dia melihat kebawah ternyata “Ahhkkkk, kecoa kecoa kecoa.” Teriak suzy tanpa sadar memeluk myungsoo. Sedangkan myungsoo sedikit terkejut karena suzy tiba-tiba memeluknya, bibirnya sedikit terangkat ke atas membuat seulas senyuman disana.

“Miimiiaannhaee.” Ucap suzy tebata-bata yang baru tersadar jika dia memeluk myungsoo karena ketakutan. “Aiigoo, memalukan sekali. Bisa-bisanya aku memeluk dia seperti tadi. Haaiisshh.” Gerutu suzy kesal dalam hatinya.

“Ne.” ucap myungsoo dengan nada datar

“Kajja” ucap myugsoo menarik lembut tangan suzy untuk kembali ke kastil. Sedangkan suzy hanya menggangukkan kepalanya mengikuti langkah kaki myungsoo dari belakang.

Saat di tengah taman, terlihat seseorang yang berjalan berlawanan arah dengan mereka dan tentu saja mereka berpapasan. “Oppa, bogosipho. Oppaaaa” ucap orang itu tiba-tiba datang menghampiri myungsoo. Sedangkan myungsoo yang melihat orang itu terkejut.

“Neo..” ucap myungsoo sambil menatap orang itu

“Nugu?” Tanya suzy siapa orang itu pada myungsoo.

TBC

Annyeong, mianhae ngepost nya kelamaan. Ff part ini panjang hampir 5000 kalo gak salah 4916 words, kan reader minta ceritanya panjang jadi ini lah jadinya, tapi next partnya kayak nya lebih panjang dari ini soalnya belum aku ketik. Jadi tungguin aja ne, jangan lupa RCL juseyo.🙂

9 thoughts on “Immortal Love chapter 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s