Complicated Omma, Appa!

complicated omma appa

Author                 : Pinkyu

Title                       : Complicated Omma, Appa!

Cast                       : Cho Kyu Hyun, Cho/Kim Hyun Ji, Cho Min Chan, Lee Hyuk Jae

Genre                   : Romance, Family, Marriage Life, AU

o0o~Complicated Omma, Appa!~ o0o

Burung-burung bernyanyi menyambut pagi cerah dihari yang indah. Matahari menampakan senyum cerahnya.

Seorang namja masih betah bersembunyi dibalik selimut tebalnya tak menghiraukan jam yang terus berjalan yang memungkinkan dia terlambat masuk ke kantor.

“Appa!” tak ada pergerakan yang terjadi pada namja itu.

“Appa!” kali ini suara gadis yang memanggil namja itu semakin tinggi tapi itu tidak cukup membuat namja itu bergerak. Gadis itu berpikir apakah Appa-nya sudah mati?

“APPPPAAAAAAA!!!” kali ini gadis berumur 16 tahun itu berteriak sangat kencang sambil menggoyangkan badan namja itu keras.

“Min Chan-ie Appa masih mengantuk,” akhirnya namja itu mengeluarkan suaranya yang lemah.

“Ayo bangun Appa nanti aku dan kau bisa terlambat,” ujar gadis yang bernama Min Chan itu sambil menarik-narik selimut tapi Ayahnya tak mau kalah malah mempertahankan selimut itu untuk membungkus tubuhnya.

“Appa!”

“Min Chan-ie lima menit oeh?” sang anak hanya bisa mendengus kesal.

“Baiklah Appa lima menit, lima menit dan kau tak kunjung bangun kau akan menyesal,” ancam anak itu sang Ayah menggumam dibalik selimut tebalnya.

Min Chan berdiri disamping tempat tidur Ayahnya menunggu lima menit itu usai. Dia sudah memakai seragam sekolahnya menunjukan kalau dia siap kesekolah dan kalau sampai Ayahnya tak kunjung bangun dia akan terlambat.

Dilirik jam tangannya dan tersisa tiga menit lagi…

Dua menit lagi…

Semenit..

Ok bunyi dengkuran Ayahnya terdengar dan sisa waktu adalah 45 detik.

Dia makin kesal karena sudah tinggal 20 detik dan Ayahnya tak menunjukan tanda-tanda untuk bangun malah dengkurannya makin keras. Kali ini kesabarannya habis sudah, lima menit berlalu Ayahnya tak kunjung bangun.

“Jangan salahkan aku,” gumamnya dan berlalu kekamar mandi.

Tak lama Min Chan kembali dengan se-ember air.

Dia mulai menghitung, “1…” Ayahnya kini sedikit bergerak.

“2…” Ayahnya membuka matanya sambil merenggangkan otot tangannya.

“3!”

BYYUUUURRR!!

“YAK..!!!” Ayahnya langsung terbangun dan matanya terbuka sempurna, tubuhnya basah kuyub. Dilihat anaknya dengan nafas menggebu dan mata yang tajam.

Tapi sang anak malah balik menatapnya tajam, sebuah senyum miring terbit dibibirnya.

“Makanya bangun Tuan CHO KYU HYUN!!

“CHO MIN CHAN!! KUBUNUH KAU!!”

o0o~Complicated Omma, Appa!~ o0o

Didalam mobil tidak ada yang membuka percakapan, keduanya diam. Kyu Hyun sibuk menyetir dengan muka menyeramkan, masih kesal dengan kasus penyiraman yang dilakukan anak satu-satunya itu. Min Chan tidak perduli bahkan tidak terganggu dengan cara menyetir Ayahnya yang bisa dibilang seperti menyetir diarena balap, dia hanya fokus mendengar lagu yang dialunkan dari earphone ditelinganya, malah dia merasa lebih bagus Ayahnya menyetir seperti ini supaya dia cepat sampai disekolah mengingat jam menunjukan 6.55 lagi lima menit dan sekolah akan dimulai.

Dan akhirnya mobil itu sampai, Min Chan melihat jam di pergelangan tangan kirinya ternyata masih ada semenit lagi sekolah akan masuk. Dia lalu keluar dari mobil Ayahnya tanpa mengucapkan apa-apa.

“Chagi!” dia mengembangkan senyumnya ketika melihat siapa yang memanggilnya dengan sebutan ‘Chagi’. “Kenapa lama sekali aku menunggu sedari tadi disini,” ucap Hyuk Jae kekasihnya.

“Ada sedikit hambatan tadi,” ucapnya santai.

“Aku merindukanmu,” ujar Hyun Jae dan memeluk kekasihnya tanpa menyadari dimana mereka melakukannya, Min Chan hanya terkekeh senang padahal hanya sehari mereka tak bertemu karena kemarin hari minggu jadi otomatis sekolah libur.

“Bukankah kau menelponku seharian,” ujar Min Chan didalam pelukan mereka.

“Tetap saja aku merindukanmu.”

“YAK!” mereka berdua terlonjak kaget dan melepaskan pelukan mereka.

“Ah mianhe Aboeji, Annyeonghaseyo!” ucap Hyuk Jae sambil membungkuk sopan pada Ayah Min Chan. Cho Kyu Hyun yang berada didalam mobil.

“Yak jangan seenaknya memeluk anakku apa kau tidak lihat ini tempat umum!” teriak Kyu Hyun memandang Hyuk Jae ganas.

“Maaf Abeoji,” ucap Hyuk Jae sambil membungkukkan badannya lagi.

“Jangan panggil aku Abeoji!! Bocah mesum!!”

“Maaf Ajusshi!”

“Aish, kalian memang tidak tahu tempat. Min Chan-a Appa pergi!” ucap Kyu Hyun kesal dan bersiap menjalankan mobilnya menuju kantor.

“Ne!”

“Annyeong Abeoji!!” teriak Hyuk Jae melambaikan tangannya. Kyu Hyun hanya bisa melihat Hyuk Jae dari kaca spion dengan emosi didada.

Min Chan tertawa melihat kelakuan Ayah dan kekasihnya itu. “Kalian semakin akrab saja!” ejeknya.

“Haha.. kaja pagar sudah mau ditutup,” Min Chan langsung tersadar dan mereka berlari sambil bergandengan tangan kearah gerbang yang sedkit lagi akan tertutup sempurna. Untung mereka dengan sigap meloloskan diri sehingga bisa berada didalam sekolah.

o0o~Complicated Omma, Appa!~ o0o

Min Chan turun dari motor Hyuk Jae dan mengucapkan terima kasih kepada kekasihnya karena sudah mengantarkan pulang. Setelah ‘membayar’ dengan bibir kepada kekasihnya dia pun masuk kedalam rumahnya.

“Aku pulang!!”

Dia mendesah ketika tahu kalau teriakannya tak berguna, rumah itu sepi. Tentu saja sepi, Ayahnya belum pulang jam segini.

Ibunya? Ibunya masih ada didunia ini tetapi tidak tinggal bersama dia dan Ayahnya. Bukan karena Ayah dan Ibunya bercerai tetapi mereka berpisah saja –tidak tinggal bersama-. Dia heran dengan kedua orang dewasa itu padahal dia tahu mereka saling mencintai tapi memilih untuk berpisah karena keegoisan masing-masing. Dia tahu diantara mereka sampai sekarang masih mencintai karena sampai detik ini diantara mereka belum ada yang berinisiatif mengakhiri hubungan itu dijalur hukum dengan perceraian.

Terpaksa dia harus memesan makanan untuk mengisi perutnya. Mungkin sudah tiga tahun dia melakukan hal ini mau bagaimana lagi dia tidak tahu memasak. Biasa Ibunya yang akan menyambutnya dengan senyum dan pelukan lalu menyuruhnya makan yang sudah disediakan Ibunya telah tertata dimeja makan.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya pesanan makanan datang. Lalu dia mulai memakan makanannya sambil melamun.

Dia masih mengingat kalau ada Ibunya rumah mereka pasti akan ramai tidak seperti tiga tahun berlalu ini rumah itu seakan hampa.

Dia tak menyangka Ibunya akan pergi dari rumah ini dan meninggalkan Ayah dan dia, bukan sepenuhnya meninggalkan juga. Dia masih bisa bertemu kapanpun dia mau dengan datang keapartemen Ibunya. Masih berkomunikasi dengan Ibunya dengan baik. Tapi tetap saja akan lebih baik kalau mereka bertiga hidup bersama seperti dulu setidaknya seperti keluarga kebanyakan.

Kedua orang tuanya memang selalu bertengkar tetapi hanya pertengkaran kecil setelah itu mereka akan kembali mesra seperti tak ada pertengkaran sebelumnya. Salah satu contohnya adalah:

Diwaktu makan Ayahnya yang notabene tidak menyukai sayuran yang dianggapnya bukan makanan manusia akan menyebabkan suatu masalah karena Ibunya tidak suka kalau ada yang tersisa dari masakannya dan Min Chan tahu sehingga dia tak pernah menyisakan makanannya. Dan akhirnya karena masalah sayuran keduanya bertengkar.

Ada juga seperti ini:

Dalam hal menonton tv. Ayahnya lebih suka menonton bola tetapi dijam yang sama ada film yang ingin ditonton Ibunya yang selalu diikuti setiap episode dichanel yang berbeda, mengharuskan keduanya berebut remote tv. Min Chan hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia berpikir kenapa tidak salah satunya yang mengalah dan masuk kedalam kamar yang memang punya tv. Masing-masing mempertahankan untuk menonton diruang tv.

Ada juga yang ini:

Setiap pagi sebagai istri yang baik Ibunya selalu menyiapkan pakaian kantor untuk Ayahnya. Dan pertengkaran mereka adalah Ayahnya tak suka dengan warna dasi yang Ibunya pilihkan tapi Ibunya bersikeras kalau dasi itu sangat cocok dipakai Ayahnya. Dan Min Chan akhirnya hanya bisa mendesah prihatin karena dia lagi-lagi harus menelpon Hyuk Jae untuk menjemputnya kesekolah karena kalau tidak dia akan terlambat hanya karena masalah dasi.

Masih ada lagi seperti ini:

Tidak pagi, siang, bahkan akan tidur pun mereka bertengkar. Kalau yang ini Min Chan tidak terlalu jelas apa masalahnya. Dia hanya mendengar suara teriakan dan bunyi benda didalam kamar setelah itu bunyi pintu yang berdetum keras dan dia hanya bisa melihat Ayahnya dengan muka kesal tidur diatas sofa ruang tamu.

Mungkin tanpa pertengkaran keduanya tidak bisa hidup dan Min Chan hanya membiarkan saja toh dia juga terbiasa bahkan dia merasa aneh kalau dua orang itu tidak bertengkar seperti ada sesuatu yang kurang. Apapun masalah mereka dan pertengkaran yang mereka alami tetapi akhirnya mereka kembali mesra.

Kalau Ayahnya sudah bersikeras tidak mau makan sayuran yang disisikannya, Ibunya akan pasrah dan mengambil sisa sayuran itu dan memakannya setelah itu Ayahnya akan mendekat dan mengucapkan terimakasih lalu mencium Ibunya membuat Ibunya tersenyum malu malah Min Chan-lah yang dibuat ingin muntah dengan sikap mereka.

Dan kalau masalah remote, apabila Ayahnya sudah kesal dengan kelakuan Ibunya yang tidak membiarkan dia menonton dengan tenang akhirnya mematikan tv dan menggendong Ibunya kekamar tanpa memperdulikan teriakan Ibunya yang memberontak dan Min Chan tak tahu apa yang mereka lakukan yang dia tahu sehabis itu mereka akan baikan.

Suatu hari Min Chan kehilangan mood kesekolah dia hanya memandang datar kepada orangtuanya yang masih dengan masalah yang sama, masalah dasi. Mereka bertengkar selama sejam lebih dan Ibunya menjadi pemenang karena Ayahnya pasrah dengan memakai dasi yang Ibunya pilihkan dan tentu saja muka Ayahnya berlipat-lipat, wajah cemberut yang hanya bisa ditampilkan oleh anak kecil dan tak pantas kalau Ayahnya lakukan. Karena melihat wajah cemberut itu akhirnya Ibunya membujuk dengan memeluk dan mencium Ayahnya membuat Ayahnya tersenyum dan mencium balik Ibunya. Min Chan hanya bisa memutar bola matanya kesal dan berlalu dari kamar itu membiarkan Ayah dan Ibunya yang dilanda kasmaran.

Kalau Ayahnya sudah tidur disofa, dua jam kemudian Ibunya keluar membawa selimut dan berjongkok didepan wajah Ayahnya dan mencium kening Ayahnya dan berlalu masuk kamar lagi, setelah Ibunya pergi dia bisa melihat senyum Ayahnya muncul ditengah mata yang tertutup.

Orang tuanya memang aneh. Dan dia tidak pernah terpikir kalau mereka akhirnya akan memutuskan untuk berpisah.

Suatu pagi dia heran karena Ibunya marah-marah padahal hari libur, tak mungkin kalau mereka merebutkan masalah dasi karena ya Ayahnya tak kekantor dihari minggu. Dia hanya menganggap itu pertengkaran biasa tetapi dia salah ketika melihat Ibunya keluar dari kamar dengan menarik koper ditangannya dan menangis. Seumur-umur dia tak pernah melihat Ibunya menangis dan itu berarti ini masalah besar, dia mencoba menghalangi Ibunya tetapi keinginan Ibunya untuk pergi sudah bulat dan tak bisa dia cegah lagi.

Setelah waktu berlalu dia akhirnya tahu yang menjadi penyebab masalahnya adalah:

Ayahnya yang ‘terlampau baik’ itu yang baru pulang dari kantor melihat wanita yang mabuk ditengah jalan dan akhirnya menawarkan untuk mengantar pulang dan entah bagaimana kejadiannya lipstick yang dikenakan oleh wanita itu tertempel dikemeja putih Ayahnya tanpa disadari, menurut Ayahnya mungkin pada saat dia membopong wanita itu masuk kerumahnya tetapi dia tak melakukan hal lain hanya mengantar kerumah wanita itu dan disambut oleh orangtua wanita itu lalu setelah itu pulang. Dan keesokan harinya Ibunya yang ingin mencuci melihat noda laknat itu dan pertengkaran itu terjadi, Ayahnya sudah menjelaskan tetapi Ibunya yang tidak percaya, berulang kali Ayahnya meyakinkan tetapi Ibunya tetap tak mau percaya dan akhirnya emosinya naik dan malah membentak Ibunya dan menyebabkan Ibunya pergi dari rumah itu.

Dia mendesah ketika mengingat kejadian itu, dimatikan tv dan menyandarkan kepalanya disandaran sofa sambil memejamkan matanya.

Dilirik lemari kaca dan berjalan kearah lemari itu mengambil benda persegi yang disebut album foto. Dia kembali lagi menghempaskan diri disofa lalu membuka album itu.

Dia tersenyum melihat Ayah dan Ibunya tampak bahagia terlihat dari senyum keduanya dengan pakaian seragam sekolah yang mereka kenakan. Ayah dan Ibunya memang satu sekolah, Ayahnya adalah Sunbae dari Ibunya.

Dibuka lembar berikut-berikutnya dan selalu tersenyum melihat kedua orang tuanya yang masih terlihat muda, tetapi dia berpikir kedua orangtuanya awet muda karena wajah mereka tak pernah berubah sampai sekarang masih terlihat cantik dan tampan.

Dilihat Ayah dan Ibunya yang berfoto bersama teman mereka hanya Ibunya yang yeoja yang lain adalah namja dan ada catatan disamping foto itu.

~Hyun Ji❤ Kyu Hyun and bestfriend Siwon, Dong Hae, Sung Min, Yesung~

Dia berpikir lagi kenapa dia tak lahir waktu itu mungkin salah satu namja yang sekarang sudah Ajusshi itu bisa menjadi kekasihnya melihat mereka semua sangat tampan. Dia terkekeh sendiri dengan lamunannya, mungkin  Hyuk Jae akan marah ketika tahu dengan pemikirannya.

Dia membuka lembaran lagi dan lagi.

Dia mendapati kedua orangtuanya berfoto yang dia tebak adalah restoran dari latar belakang foto itu. Keduanya sedang berpose menyuap satu dengan yang lain, sangat romantis.

Dilembaran berikutnya adalah foto pernikahan, Ibunya sangat cantik dengan gaun pengantin putih yang panjang. Gaun itu masih ada, tergantung disatu lemari yang hanya ditempati gaun itu dan tuxedo, jas, celana panjang yang dipakai Ayahnya.

Disetiap foto pernikahan itu keduanya tampak bahagia dan mesra. Min Chan mengusap air matanya dipipi yang sudah menetes melihat kebersamaan Ibu dan Ayahnya. Diusap air mata yang telah menetes diwajah Ayah dan Ibunya difoto. Kapan tawa bahagia dari keduanya bisa muncul lagi saat bersamaan dia sudah tak pernah melihat itu dan dia rindu melihatnya.

Dia mulai membuka lagi dan mendapati foto terakhir adalah foto tiga tahun yang lalu dimana Ibu dan Ayahnya sedang makan bersama. Dia mengerutkan keningnya dan membalikan lagi foto pertama saat Ibu dan Ayahnya direstoran ternyata benar itu adalah restoran yang sama. Dia ingat gaun merah yang dipakai Ibunya.

Waktu itu dia heran dengan kedua orangtuanya sudah dengan pakaian formal, Ibunya dengan gaun merah itu dan Ayahnya dengan kemeja hitam dan jas dongker serta celana yang senada dengan jas dia kenakan. Dia bertanya mereka akan kemana dan dia ingin ikut tetapi Ayahnya bilang dia masih kecil dan tidak boleh ikut dengan mereka, karena mereka mempunyai acara dewasa. Dia hanya bisa mengerucutkan bibirnya dan membiarkan Ayah dan Ibunya bergandengan keluar dari rumah meninggalkan dia tinggal dirumah sendiri.

Dia melihat tanggal yang tertera dikiri bawah foto itu.

08-09-2010

Benar ini adalah foto tiga tahun yang lalu. Dia melihat tanggal difoto yang pertama dan tanggal dan bulan yang sama hanya tahunnya yang berbeda. Dan ada sesuatu yang muncul dibenaknya.. dia membuka lagi foto pernikahan itu dan mendapati tanggal pernikahan itu sama dengan tanggal dan bulan yang tertera direstoran.

Ditutup album itu dengan mata membulat.

“Jadi tanggal jadian dan pernikahan mereka sama?”

Dia mengambil I-phone yang dia letakan dimeja dan mengecek kalau sekarang tanggal berapa.

“Tanggal 7? Jadi besok adalah Anniversary mereka?” seketika senyum evil yang diwariskan Ayahnya muncul.

Dia menekan angka tiga untuk panggilan cepat dan menempelkan I-Phone ditelinganya.

“Hyuk Jae-ya, temani aku…”

o0o~Complicated Omma, Appa!~ o0o

Min Chan membuka mata dan tersenyum lebar menyambut pagi yang dirasanya sangat sangat sangat indah. Dia mengambil I-phone dimeja samping tempat tidurnya dan mengetik pesan.

To>Omma Tercinta

Omma, Jangan lupa janji kita. Aku tak akan memaafkan Omma kalau sampai Omma tak datang.

Tak lama benda itu bergetar. Ibunya membalas.

From<Omma Tercinta

Iya sayang. Omma pasti datang.

Dia tersenyum senang dan memutuskan kekamar mandi untuk membasuh tubuhnya.

Setelah berpakaian dia keluar dari kamarnya dan menyiapkan sarapan hanya berupa roti dan selai, setelah itu masuk kekamar Ayahnya. Seprei Ayahnya telah diganti dengan yang baru karena tahulah apa yang terjadi dengan seprei yang lama, sudah dikirim di tempat loundry.

“Appa ireona!” dia mengguncang tubuh Ayahnya.

“Appa, ayo sarapan!” ucapnya yang masih menggoyangkan tubuh Ayahnya.

“Min Chan-a bukankah ini libur ijinkan Appa tidur,” ucap Kyu Hyun dengan suara serak lemah.

“Setidaknya sarapan dulu baru kembali tidur.”

“Appa lembur dan baru pulang Min Chan-a, Appa butuh tidur kau saja yang sarapan.”

Min Chan  menghembuskan nafasnya terlihat memang Ayahnya sangat lelah dengan bawah mata yang menghitam, dia lalu keluar membiarkan Ayahnya tidur.

Dia lalu sarapan sendiri sambil melamunkan hal yang akan terjadi sebentar semoga rencananya berjalan lancar.

Setelah itu dia menonton tv, sesekali melirik jam. Dia mendengus kesal karena merasa jam itu berjalan sangat lambat. Diapun memutuskan ber-sms-an dengan kekasihnya untuk menghilangkan rasa bosan.

Entah sudah berapa lama dia dan Hyuk Jae saling membalas pesan dan terhenti karena perutnya berbunyi ternyata sudah waktunya makan siang. Seperti biasa dia akan memesan makanan. Tidak selalu sih mereka memesan makanan seringkali Halmeoni-nya –Ibu dari Ayahnya- akan mengirim makanan untuk mereka karena tahu mereka berdua tak tahu cara memasak. Halmeoni selalu meminta mereka untuk tinggal bersama dengan mereka tapi kedua orang itu –Kyu Hyun, Min Chan- menolak.

Dia mengatur makanan mereka dimeja makan dan kembali lagi kekamar Ayahnya.

“Appa ayo makan dulu nanti kau sakit.”

“Appa.”

Kyu Hyun membuka matanya dengan susah payah.

“Appa ayo makan dulu. Nanti lanjutkan tidurnya setelah makan oeh!”

Kyu Hyun mencoba membangunkan tubuhnya dan berjalan dengan gontai keluar menuju meja makan. Mereka pun mulai memakan makanan mereka.

“Appa!” panggil Min Chan disela makan mereka.

“Mmh?”

“Kita makan malam diluar saja yah?”

Kyu Hyun berpikir sebentar. “Kenapa tidak dirumah saja, Appa lelah dan ingin dirumah saja.”

Min Chan menatap Ayahnya tajam. “Sireo, aku ingin diluar.”

Kyu Hyun hanya bisa menghembuskan nafasnya. “Kenapa tanya kalau begitu.”

Min Chan hanya bisa tertawa dan melanjutkan makan mereka. Dia tahu Ayahnya tak akan menolak akan keinginannya.

Setelah makan Min Chan mencuci peralatan makan mereka dan Kyu Hyun kembali kekamar.

Lagi-lagi bosan melanda ketika melihat jarum pendek masih diangka dua. Dia memutuskan tidur sebentar dan memasang alarm.

Disebuah ruangan, seorang perempuan sedang asik menggerakan tangannya yang sedang memegang sebuah pensil. Dia sedang membuat sketsa. Cho Hyun Ji atau dia lebih suka dipanggil Kim Hyun Ji setelah ‘berpisah’ dari suaminya memutuskan membuka sebuah butik karena keterampilannya dalam mendesain pakaian jadi dia lebih memilih membuka usaha ini yang sangat cocok dengan bakatnya.

Ponselnya bergetar. Ada pesan dari sahabatnya, dia mendengus karena setiap jam sahabatnya ini tak hentinya mencurahkan hatinya mengenai suaminya yang dianggapnya sudah lain dan berubah lalu dengan segala kecurigaannya. Membuat Hyun Ji kesal karena terus diganggu dengan segala macam rengekan.

Dilihat hasil sketsa yang dibuat dan tersenyum senang melihat rancangannya. Dia lalu tak sengaja melihat kalender dimeja kerjanya ada sebuah lingkaran merah diangka 8. Dia mengambil kalender itu dan tersenyum miris.

“Apakah untuk ke-tiga kalinya hari ini akan aku lalui tanpamu?”

Kyu Hyun merebahkan dirinya dikasur. Dia baru pulang pagi karena pekerjaannya dikantor yang banyak membuat tubuhnya lelah karena tidak tidur semalaman.

Tiba-tiba ponselnya yang diletakan dibawah bantal bergetar. Dia mengambil ponsel itu dan tersenyum sedih melihat pengingat yang dibuat.

‘Anniversary Kyu-Ji’

Min Chan menggeliat dan membuka matanya dilihat jam menunjukan pukul lima, sudah sore rupanya. Alarmnya masih akan berbunyi setengah jam lagi. Dia memutuskan untuk mandi.

Dia lalu memilih pakaian yang dia gunakan. Dan pilihannya jatuh pada dress putih dengan motif bunga-bunga. Dia lalu memoleskan make-up tipis diwajahnya yang persis dengan bentuk wajah yang Ibunya punya. Setelah memakai high heels untuk sentuhan terakhir dia akhirnya siap. Keluar kamar dan masuk kekamar Ayahnya.

Wajah kesalnya kembali diwajah cantik itu mendapati Ayahnya tidur.

“Astaga apakah dia tak puas juga seharian tidur.”

Dia lalu berjalan kearah tempat tidur dengan menghentakan sepatunya keras-keras.

“APPA!!”

Kyu Hyun terlonjak kaget dan melihat wajah Hyun Ji yang bringas.

“BANGUN DAN CEPAT MANDI!!”

Kyu Hyun masih melongo, dilihat anaknya dari bawah sampai atas. Sangat cantik sudah menyerupai Ibunya, mau kemana dia?

“SEKARANG!!!”

Kyu Hyun segera melompat dari tempat tidurnya dan masuk kekamar mandi, dia tidak mau kejadian pagi itu terulang lagi.

Hyun Ji menghembuskan nafasnya mengatur nafas yang menggebu dan berjalan kearah lemari, dia memilih pakaian yang dipakai Ayahnya sewaktu kecan dulu dengan Ibunya. Dia bingung melihat jas yang semuanya sama, jas yang mana yang dipakai ayahnya waktu itu. Dia lalu mengingat kembali warna yang Ayahnya kenakan.

“Ah ya, dongker.”

Dia lalu mencari warna itu dan mendapatkannya dengan mudah karena hanya satu jas yang berwarna seperti itu. Dia lalu mengambil kemeja hitam dan pasangan dari jas itu celana yang senada.

Setelah meletakan ditempat tidur pakaian yang akan dikenakan Ayahnya dia keluar dari kamar itu dan mengirim pesan pada Hyuk Jae.

Setelah lama menunggu akhirnya Ayahnya keluar. Dan dia melongo melihat Ayahnya keluar dengan celana pendek dan T-shirt.

“Yak, apa-apaan ini?”

“Wae?” tanya Ayahnya bingung.

“Aku ‘kan sudah bilang kita akan makan malam diluar. Kenapa memakai seperti ini? cepat ganti,” Min Chan mendorong Kyu Hyun masuk kedalam kamar dan menunggu lagi. Dilihat jam menunjukan 6.15.

“Aish, jangan sampai kita telat.”

Ayahnya pun keluar dari kamar, Min Chan melihat Ayahnya memakai celana jeans dan jacket dengan kaos didalamnya. Memang penampilan Ayahnya sangat trendy seperti anak muda dan mungkin teman sekelasnya akan merengek minta diajak kencan oleh Ayahnya karena melihat Ayahnya sekarang. Tetapi bukan pakaian ini yang dia inginkan. Dia menyeret Kyu Hyun yang kebingungan dan melihat pakaian yang dia pilihkan masih tergeletak diatas ranjang.

“Appa pakai yang ini.”

Kyu Hyun mengerutkan keningnya. “Kenapa pakai ini? bukankah kita hanya makan diluar seperti biasa?” tanya Kyu Hyun bingung.

“Aish jangan banyak tanya, cepat pakai!” perintahnya galak.

Kyu Hyun menatap pakaian itu lama. Ada rasa sedih mengingat pakaian itu adalah pemberian seseorang, pemberian dari orang yang dia cintai.

“Sireo, Appa tidak mau bukannya pakaian seperti ini lebih bagus untuk dipakai,” tolak Ayahnya bersikeras memakai pakaian yang dia pakai sekarang.

Min Chan mengeluarkan bakat aktingnya. Melihat Ayahnya dengan mata berkaca-kaca dan wajah yang sedih, biasanya Ayahnya yang tampan ini akan luluh.

“Aish, arra, arra jangan menangis. Appa akan memakai ini,” ucap Kyu Hyun akhirnya.

Hyun Ji melompat senang dan mencium pipi Ayahnya. “Min Chan tunggu diluar. Palli!”

Kyu Hyun hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya. Dia sedikit curiga kenapa anaknya bersikeras menyuruh dia untuk memakai pakaian seperti ini. Apa yang sebenarnya dia rencanakan? Dia tersenyum lagi ketika menebak-nebak apa yang dilakukan anaknya, dan dia berharap tebakannya benar. Semoga.

o0o~Complicated Omma, Appa!~ o0o

Min Chan dengan gelisah melihat pergelangan tangannya dimana ada jam yang melingkar disitu. Lagi tiga menit waktu yang dijanjikan, dia takut saja kalau Ibunya yang tak sabaran itu malah pulang karena tidak mau menunggu.

“Appa, bisakah lebih cepat sedikit?”

“Wae? Tenang saja, restorannya tidak akan lari.”

‘Ne. Restorannya tidak akan lari tapi Omma yang akan lari,’ batinnya gelisah.

Min Chan melihat jam tangannya ternyata sudah lebih dua menit. Mereka berjanji dijam tujuh dan dia berharap Ibunya tidak pulang karena bosan menunggu selama dua menit. “Kaja!” dengan tidak sabaran Min Chan segera menarik Ayahnya dan masuk kedalam restoran.

Kyu Hyun mengerutkan keningnya melihat restoran itu sepi tidak seperti biasanya yang selalu ramai. Karena ini adalah restoran langganannya lebih tepatnya restoran langganan tiga tahun lalu karena semenjak ‘perpisahan’ itu dia tak pernah datang ketempat ini.

“Kenapa hanya kita berdua? Apakah sudah tutup?” tanya Kyu Hyun setelah menempatkan dirinya disalah satu kursi.

“Ani! Kalau restoran ini sudah tutup pintu tidak bisa dibuka ‘kan? Dan lampunya masih menyala,”Kyu Hyun mengangguk-anggukan kepalanya saja.

Dia melihat kesekeliling dan tidak mendapati pelayan satu pun. “Yak, mana pelayannya? Aish perut Appa sudah minta diisi, restoran macam apa ini membiarkan pelanggannya?” kesal Kyu Hyun.

Min Chan sedari tadi gelisah ketika tak mendapati Ibunya disini dan dia tak ingin mendengar kalau Ibunya pulang dengan alasan lama menunggu. Dibawah meja dia mengetikan pesan kepada Ibunya dengan gemetaran.

“Min Chan-a kaja kita kerestoran lain saja, mungkin memang sudah tutup.”

“Ani. Mungkin mereka sedang sibuk didapur,” ucap Min Chan cepat.

Kyu Hyun sedikit kecewa dia mengira Min Chan memberikan kejutan dengan bertemu dengan Ibunya tapi yang dia dapat hanya kekesalan mendapati restoran yang mempunyai pelayanan yang buruk. Restoran ini banyak berubah tidak seperti dulu, pikirnya.

Sekitar lima menit mereka menunggu tetapi tak kunjung datang juga pelayan ataupun pelanggan selain mereka. Membuat Kyu Hyun berdecak berkali-kali. Hyun Ji meremas tangannya sendiri karena tak kunjung mendapat balasan dari Ibunya.

Pintu restoran berbunyi dan muncullah seorang wanita cantik dengan gaun merah membungkus tubuh S-line-nya. Keduanya mengalihkan tatapan mereka kearah pintu.

Kyu Hyun membeku seketika matanya tak lepas dari wanita yang sedang berjalan kearah mereka. Matanya berkaca-kaca, dia benar-benar merindukan wajah ini, merindukan wajah yang dicintainya. Dia meremas kursi yang didudukinya erat, dengan sekuat tenaga dia melawan tubuhnya sendiri yang minta untuk berlari dan memeluk tubuh itu.

Seperti Kyu Hyun, Hyun Ji juga tidak percaya kalau dia bisa melihat wajah ini setelah sekian tahun mereka berpisah. Diremas gaunnya erat menghadapi kegugupan yang tiba-tiba datang, dia merindukan namja itu, merindukan setiap pelukan hangat yang selalu dia rasakan ketika namja itu merengkuhnya, merindukan mata elang itu ketika mata mereka bertemu.

Min Chan tersenyum senang melihat Ibunya sudah duduk didepan Ayahnya dan dia duduk disalah satu sisi meja tepat berada ditengah-tengah sehingga bisa melihat raut terkejut bercampur kerinduan dari kedua mata yang tak pernah lepas untuk saling memandang.

“Ehm, Omma kenapa lama?” dan dia merasa dia bertanya disaat yang salah karena kedua orang itu segera mengalihkan pandangan mereka padanya, seharusnya dia membiarkan waktu lebih lama supaya dua orang itu bisa saling mengutarakan perasaan mereka lewat mata.

“Ah, ya Mianhe Min Chan-ie Omma ada sedikit masalah tadi,” ucap Hyun Ji sedikit terbata karena gugup mengingat dia duduk dihadapan orang yang dicintainya yang sudah lama tidak bertemu.

Min Chan mengangguk mengerti dan bertepuk tangan sekali dan munculah dua pelayan dengan membawa makanan ditangan mereka.

Min Chan tersenyum melihat salah satu pelayan yang dikenalnya. Itu adalah kekasihnya dengan pakaian pelayan.

Kyu Hyun tidak melihat siapa pelayan itu, sedari tadi hanya bisa menunduk karena dia merasa gugup untuk melihat mata didepannya untuk kedua kalinya jadi dia memutuskan untuk melihat meja yang mulai terisi dengan makanan didepannya. Begitu juga dengan Hyun Ji, hanya terdiam sambil menunduk.

“Selamat menikmati!” ucap Hyuk Jae mengedipkan sebelah mata kepada Min Chan dan membuat yeoja itu bersemu merah dipipi tanpa disadari kedua orangtuanya.

“Baiklah, mari makan!” ajak Min Chan.

Mereka pun mulai menggerakkan tangannya untuk mengambil makanan.

Min Chan melihat pakaian yang dipakai Ibunya, dia tersenyum senang ketika tahu gaun itu adalah gaun yang dipakai Ibunya waktu itu. Padahal dia hanya bilang kepada Ibunya kalau dia akan memakai dress merah –kebohongan- dan menyuruh Ibunya untuk memakai warna yang sama tak disangka Ibunya memakai gaun itu.

Min Chan tidak memberitahukan kepada Ibunya kalau mereka akan makan bersama Ayahnya, karena kalau dia memberitahukan dia yakin Ibunya akan menolak. Dia tahu Ibunya bukan karena tidak suka bertemu dengan Ayahnya hanya karena gengsi saja.

“Appa, Omma, aku ketoilet dulu,”

“Ne,” Min Chan terkekeh ketika mereka berdua menjawab bersamaan dan saling memandang lalu sedetik kemudian menunduk dan melanjutkan makan dengan canggung.

Min Chan pun berlalu tapi bukan ketoilet tapi dia mengintip dibalik dinding dimana disitu ada Hyuk Jae juga.

“Semoga rencana kita berhasil,” ucapnya.

“Ne. Jangan sampai tidak, karena aku sudah melunaskan bayaran kepada Samchon untuk menyewa tempat ini,” Min Chan menatap Hyuk Jae tajam, Hyuk Jae mengangkat kedua jarinya membentuk v dan terkekeh.

Kebetulan restoran ini pemiliknya adalah Samchon dari Hyuk Jae jadi tidak susah untuk memyewa restoran ini dengan mengosongkan tempat ini.

Kembali lagi kepada suami-istri yang makan dengan keadaan canggung. Hyun Ji melirik kearah pakaian yang dikenakan Kyu Hyun, dia tersenyum senang ketika melihat pakaian itu adalah hadiah ulangtahun Kyu Hyun yang dia berikan dan dipakai Kyu Hyun sewaktu Anniversary mereka tiga tahun yang lalu.

Kyu Hyun juga seperti itu tersenyum senang menyadari Hyun Ji memakai gaun yang diberikannya sewaktu Anniversary tiga tahun yang lalu. Hyun Ji entah kenapa memilih gaun ini ketika anaknya menyuruh memakai pakaian yang berwarna merah, tangannya dengan sendiri bergerak mengambil gaun ini dan memakainya.

Masing-masing tak sadar sedang tersenyum disela makan mereka.

Setelah sehabis makan mereka sadar kalau anak mereka belum juga datang. Tiba-tiba lantunan lagu dansa mengalun direstoran itu. Mereka berdua saling pandang dan pikiran mereka sama, ini semua ulah anaknya dilihat dari restoran kosong dan membiarkan orangtuanya berdua. Dasar anak nakal!

Kyu Hyun mengusap tengkuknya salah tingkah. “Emh, maukah kau berdansa denganku?” tanyanya kemudian dengan perasaan gugup.

Hyun Ji menggigit bibir bawahnya tak kalah gugup lalu mengangguk dan tersenyum malu. Mereka pun berdiri ditengah panggung dan mulai berdansa. Kyu Hyun memeletakan kedua tangannya dipinggang Hyun Ji dan Hyun Ji meletakan kedua tangannya dileher Kyu Hyun menghantarkan perasaan seperti tersengat listrik. Degup jantung sama-sama berdetak dengan cepat ketika mata mereka saling bertemu.

Min Chan dan Hyuk Jae ber-high-five melihat itu. Hyuk Jae menatap Min Chan dalam membuat Min Chan salah tingkah. Diulurkan tangannya dan disambut Min Chan lalu mereka mulai berdansa disitu tak sadar kalau para pelayan sedang melihat mereka sambil terkikik geli.

Kyu Hyun dan Hyun Ji menghentikan langkah kaki mereka ketika lagu yang diputar berhenti. Mereka masih menatap satu dengan lain penuh cinta. Lama kelamaan wajah mereka semakin mendekat dan mempertemukan bibir mereka. Menghantarkan perasaan rindu dan cinta disetiap kecupan mereka.

“Bisakah mereka lebih cepat,” ucap Min Chan.

Hyuk Jae melihat jam ditangannya, “Ne, bisa gawat kalau sampai mereka bereaksi disini.”

Keduanya mulai cemas takut rencana mereka gagal.

Kyu Hyun dan Hyun Ji mengakhiri ciuman mereka karena ponsel Kyu Hyun yang berada disaku bergetar.

From>MyBeloved Min Chan

Appa aku pulang lebih dulu, antar Omma Arra? Awas sampai kau membiarkan dia pulang dengan taksi. Masalah bayaran tenang saja, aku sudah membayar makanan itu bahkan sekalian restorannya.

Kyu Hyun menunjukan pesan kepada Hyun Ji membuat Hyun Ji tertawa. “Dasar anak itu.”

Mereka pun bersiap untuk pulang. Keluar dari restoran dan masuk kedalam mobil Kyu Hyun. Tak ada yang berani mengeluarkan suara selama perjalanan.

Ponsel Hyun Ji bergetar dia lalu segera membaca pesan dari sahabatnya dan lagi-lagi curhatan kembali tertera dilayar. Kyu Hyun melirik sekilas kearah Hyun Ji yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.

Akhirnya rasa penasaran itu tak terbendung. “Siapa?” tanyanya.

Hyun Ji menatap Kyu Hyun. “Ah ani, hanya teman.”

Kyu Hyun mengangguk mengerti, sebenarnya ada rasa curiga siapa teman itu? Apakah laki-laki atau perempuan?

Hyun Ji melihat lagi pesan dan terkikik geli ketika mendapat balasan kalau sebenarnya suami sahabatnya itu akhir-akhir pulang telat dan tidak lagi sekamar karena benci dengan kucing yang baru-baru ini dia pelihara yang selalu tidur seranjang dengan sahabatnya itu. Astaga sangat konyol.

Kyu Hyun makin curiga ketika Hyun Ji mulai tertawa-tawa sendiri.

“Yak siapa itu? pacarmu huh?” pekik Kyu Hyun kesal karena melihat tanda-tanda istrinya seperti ABG yang baru mengenal cinta.

Hyun Ji kaget dan menganga. Kyu Hyun bilang apa tadi? Pacar? Astaga dengan kondisinya seperti ini masih bisa dia punya pacar, apakah dia tidak malu berpacaran sedangkan dia punya suami dan anak?

“Apa yang kau maksud? Pacar apa?”

“Dari tadi kau sms-an dengan siapa kalau bukan pacarmu,” ucap Kyu Hyun menghentikan mobilnya dipelataran parkir apartemen Hyun Ji.

“Astaga Tuan Cho dia bukan pacarku. Mana mungkin aku berpacaran dengan perempuan, aku masih normal.”

Kyu Hyun mulai gelagapan, ternyata Hyun Ji sms-an dengan perempuan.

“Mianhe,” ucap Kyu Hyun bersalah.

Hyun Ji hanya bisa menggelengkan kepalanya, ternyata suaminya tak berubah masih saja sifat cemburu yang terlalu itu masih ada.

“Ah kalau begitu terima kasih atas tumpangan,” ujar Hyun Ji dan keluar dari mobil.

“Hyun Ji-ya!” panggil Kyu Hyun sebelum Hyun Ji masuk.

“Wae?”

Kyu Hyun menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Mmh bolehkah aku mampir?”

Hyun Ji tersenyum dan mengangguk.

Mereka pun masuk kedalam apartemen Hyun Ji. Kyu Hyun mengedarkan pandangannya kesekeliling. Jadi ini tempat tinggal Hyun Ji selama ini, baru sekali dia berkunjung kesini.

“Mau minum apa?” tanya Hyun Ji setelah mempersilahkan Kyu Hyun untuk duduk.

“Tidak usah repot-repot, duduklah ada yang ingin aku bicarakan,” ucap Kyu Hyun gugup.

Hyun Ji menurut dan duduk dihadapannya. “Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Hyun Ji. Sedikit salah tingkah sudah lama mereka tidak seperti ini.

“Mmh..” Kyu Hyun mulai ragu dengan pembicaraan itu. “mmh aku ingin menjelaskan kejadian waktu itu.”

Hyun Ji menundukan kepalanya dan menggigit bibirnya. Dia sudah tahu kejadian sebenarnya karena Kyu Hyun sudah menjelaskan waktu itu dan dia tidak percaya. Tapi dia akhirnya percaya setelah mendengar cerita dari anaknya sendiri, dia juga tahu kalau suaminya tak akan melakukan hal itu tetapi waktu itu amarah menguasainya membuat dia tidak perduli dengan penjelasan Kyu Hyun.

“Tidak usah dijelaskan, kau sudah menjelaskan bukan? Apa yang akan kau jelaskan lagi.”

“Tapi aku benar-benar tak melakukan itu Hyun Ji-ya.”

Hyun Ji mengangkat kepalanya demi melihat Kyu Hyun didepannya yang sedang memandangnya dengan tatapan sendu.

“Aku tak melakukannya, percayalah!”

Hyun Ji meneteskan air mata dan tersenyum. “Aku percaya Kyu, mianhe aku egois tak mempercayaimu.”

Kyu Hyun berjalan kearah Hyun Ji dan merengkuh wanita yang dicintainya itu, Hyun Ji membalas pelukan itu dengan erat. “Saranghae Hyun Ji-ya.”

“Nado Saranghae!”

Kyu Hyun melepaskan pelukan mereka dan tersenyum bahagia. “Aish istriku jadi tak cantik lagi,” ujarnya dan mengusap air mata Hyun Ji dengan ibu jarinya.

Hyun Ji memukul dada Kyu Hyun pelan dan tertawa. “Nah begini baru istriku yang cantik.”

Kyu Hyun menatap Hyun Ji dari atas sampai bawah, dia menelan ludahnya melihat gaun yang dipakai istrinya sangat pas ditubuh itu. Kenapa dia baru sadar istrinya sangat.. seksi? Sesuatu diperutnya menggelitik. Dia melihat bibir merona itu dan tak menunggu sedetik bibir mereka sudah bertemu dan melumat dengan gerakan tergesa-gesa. Hyun Ji juga merasakan sesuatu yang lain dengan tubuhnya, dia ingin Kyu Hyun menyentuhnya lebih dalam.

‘Oh Shit! Kau tidak akan selamat Hyun Ji-ya. Aku menginginkanmu!’ umpat Kyu Hyun dalam hati.

Sementara diluar apartemen. Dua orang sedang melihat kearah apartemen itu.

“Hyuk Jae-ya kau yakin ini akan berhasil?” tanya Min Chan ragu.

“Aku yakin seratus persen akan berhasil!” ucapnya percaya diri.

“Memangnya apa yang kau masukan dalam minuman mereka?”

Hyuk Jae tersenyum evil. “Kau mau tahu namanya?” Min Chan mengangguk.

“Obat pembuat suami-istri baikan!” Min Chan mengerutkan keningnya bingung. “Aish sudahlah, kaja aku antar kau pulang saja aku yakin Ayahmu akan pulang besok.” Min Chan mengangguk dan Hyuk Jae mulai menjalankan motornya.

“Hyuk Jae-ya!” panggil Min Chan dipunggung Hyuk Jae.

“Ne?”

“Kenapa kau tidak bilang kalau ada obat seperti itu dari dulu? Supaya aku bisa memberikan kepada mereka.” Hyuk Jae hanya terkekeh mendengar pertanyaan polos kekasihnya.

“Hyuk Jae-ya!” panggil Min Chan lagi sambil berteriak karena mereka sedang berada dijalanan yang ramai.

“Ne?” balas Hyuk Jae setengah berteriak.

“Kalau kita menikah, maukan kau memberikan obat itu kalau suatu hari kita bertengkar?” kali ini Hyuk Jae dibuat tertawa terbahak-bahak. Astaga apakah gadisnya ini percaya kalau ada obat seperti itu?

“Ne. Tenang saja aku akan memberikan padamu, asal kau jangan menyesal yah?”

Min Chan mengangguk dibahu Hyuk Jae.

“Kenapa aku menyesal, bukankah itu obat yang bagus!” Hyuk Jae hanya bisa tertawa.

Min Chan mengeratkan pelukannya dipinggang Hyuk Jae dan menutup matanya merasakan angin malam yang sejuk. Dia berharap setelah hari ini keluarganya akan bersama-sama lagi.

‘Tuhan aku tahu kau mendengar doaku!’

END

Hahahahaha.. astaga gaje!

Ok! Comment!

5 thoughts on “Complicated Omma, Appa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s