Sahabat Jadi Cinta part 1

Gambar

Title: Sahabat Jadi Cinta Part 1
Author: @octaviyot
Maincast: Park Jiyeon, Kim Myungsoo
Othercast: Find by yourself
Genre: Romance, friendship, sad, school life
Lenght: Chaptered
~ Happy Reading ~

Author POV

“Yaaa, jiyeon-ah ppali ireona.” teriak omma jiyeon seraya menepuk-nepuk badan jiyeon
“mmm, 5 menit lagi omma.” ujar jiyeon sambil menutup kembali tubuhnya dengan selimut
“Aiigoo, kau ini yeoja jiyeon-ah. Kenapa kau susah sekali banguneoh. Yaaa, apa kau tak ingin sekolah eoh? Sekarang sudah pukul 6.30 eoh.” teriak ommanya kesal
“Mwo?” ucap jiyeon bangkit dari tidurnya
“Sudah sana mandi, jangan sampai kau terlambat ke sekolah.” titah omma jiyeon
“Aiigoo.” ucap jiyeon seraya berlari ke kamar mandi.
Setelah mandi jiyeon tergesa- gesa berpakain dan segera turun ke bawah untuk sarapan.
“Ommo, aku pasti terlambat.” ujar jiyon sambil meminum susunya dan mengambil roti di atas meja, setelah itu berjalan ke arah pintu.
“Omma appa aku berangkat dulu ne.” ucapnya tergesa-gesa
“Ne, hati-hati chagi.” ucap omma dan appa nya.
setelah itu jiyeon berlari ke halte bus, untung saja bisnya segera datang jadi masih banyak waktu tersisa. Namun saat masuk ke dalam bis ternyata penuh, tidak ada bangku yang kosong. Terpaksa jiyeon harus berdiri. Saat bis mau jalan, seseorang memanggilnya.
“chogiyo, sebaiknya kau duduk saja di sini.” ujar orang itu
“Ne?” ucap jiyeon melihat orang itu
“Kau yang duduk saja, biar aku yang berdiri.” ujar orang itu lagi
“Gomawo.” ucap jiyeon tersenyum duduk di kursi yang orang itu tempati
“Ne, cheonmaneyo” ujar namja itu sambil tersenyum
“Whoahh, senyumannya itu. Aiigo, tampan sekali dia.” batin jiyeon
Tak terasa jiyeon sudah sampai di sekolahnya, namja itu sempat tersenyum ke arah jiyeon saat jiyeon turun dari bis.
“Ommo, tampan sekali namja tadi. Aiigoo, aku lupa menanyakan namanya tadi.” ujar jiyeon seraya menepuk jidatnya pelan.
“Yaaa, jiyeon apa kau tak mau masuk. Kenapa hanya diam berdiri di depan gerbang eoh? Kau tau ini jam berapa? 2 menit lagi bel bunyi.” teriak satpam kesal
“Ne ne arraseo.” ucap jiyeon sambil berlari kecil menuju kelasnya.
Di dalam pelajaran jiyeon tak dapat berkonsentrasi, pikirannya ke namja tadi. Namja baik hati yang bersedia memberikan tempat duduk nya kepada jiyeon. Jiyeon tak memperhatikan materi yang disampaikan kim songsanim. Jiyeon hanya senyum-senyum sendiri, sampai-sampai dia tak menyadari kim songsanim berdiri didepannya saking sibuknya dengan dunia nya sendiri.
“Yaaa, park jiyeon dari tadi saya perhatikan kamu tak menyimak materi yang saya sampaikan dan kau hanya senyum-senyum sendiri eoh.”teriak kesal kim songsanim
“N.ne ne mi mianhae songsanim.” ujar jiyeon ketakutan
“sekarang kau keluar dan berdiri di luar dekat pintu. Kakimu sebelelah kau angkat, dan tangan memegang telingamu. Ppaliwa ppali.” bentak kim songsanim marah
“N ne ne ” ujar jiyeon segera berkari keluar kelas. Terpaksa dia melakukan apa disuruh kim songsanim. Sedangkan sahabatnya kim myungsoo hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
“haiisshh, pasti anak-anak akan mentertawaiku melihat aku dihukum seperti ini.” gerutunya karena anak-anak yang melewati jiyeon pada menoleh ke arahnya sesekali mereka tertawa melihat jiyeon dihukum.

Jiyeon POV
krriiinggg… Bel berbunyi tanda usainya pelajaran hari ini. Aku segera mengemaskan buku ku memasukkannya ke dalam tas. Mood ku sedang tidak baik hari ini karena dìukum kim songsanim tadi.
“Jiyeon-ah, gwaenchana? Tanya myungsoo menghampiriku
“Nan gwaenchana myungsoo-ah, aku hanya sedikit kesal hari ini.” ujarku
“Ne arraseo, kajja kita pulang bersama.” ajak myungsoo
“Ne ” ucapku seraya menganggukkan kepala
Saat kami menghampiri motor myungsoo diparkiran, aku baru ingat kalau hari ini aku tak mengerti pelajaran kim songsanim. “Sebaiknya aku minta bantuan myungson saja.” batinku
“Myungsoo-ah, can u help me? Jebal myungsoo-ah.” tanyaku yang mulai beraegyo
“ckckck, waeyo? Wajahmu kenapa seperi itu, apa kau tak menyadari kalau wajahmu tambah jelek.” ujar myungsoo yang membuatku makin kesal.
“Yaaa, kenapa kau malah mengataiku seperti itu.” ucapku mengembungkan pipi
“Ne ne, arraseo. Kau minta bantuan apa jiyeon-ah?” tanyanya
“Tadi aku tak mengerti materi trigonometri yang disampaikan Kim songsanim, tolong kau ajari aku ya? Jebal.” ujarku sedikit memohon
“haiish, kau selalu saja begitu. Makanya jangan melamun senyum-senyum sendiri.” omelnya padaku
“yaaa, kau kan tau aku tak menyukai matematika. Nilaiku saja selalu pas-pasan kan.” ujarku mengerucutkan bibirku
“Ne ne arraseo jiyeon-ah, aku akan membantumu.” ujarnya padaku
“eun, bagaimana kalau besok malam pukul 7. Kau bisa kan?” tanyaku pada myungsoo
“Ne, geurae. Besok aku akan kerumah mu.” ucap myungsoo sambil tersenyum
“Ne, gomawo myungsoo-ah.” ujarku membalas senyuman myungsoo, sedangkan dia hanya menganggukkan kepalanya.
“Kajja kita pulang.” ajak myungsoo
“Ne” ujarku tersenyum

Author POV
~ at home ~

“Jiyeon jiyeon-ah” panggil omma nya
“Ne, waegeurae omma?” Tanya jiyeon yang baru saja habis mandi pulang dari sekolah.
“Kau tolong omma cucikan sayur-sayur itu. Omma mau menyiapkan daging dan saos dulu.” titah omma jiyeon
“Omma ingin membuat apa?” tanya jiyeon yang mulai celingak celinguk melihat bahan makanan
“hhmmm, omma ingin membuat burger. Kau suka kan?” tanya ommanya
“Whoah, jinja? Gomawo omma, kau tau saja makanan favoritku” ujar jiyeon sambil tersenyum-semyum
“Ne ne, tapi kau bantu omma ne. Cuci dulu sayurnya sana.” titah ommanya
“Ne” ucap jiyeon seraya mengambil sayur dari kulkas dan menghampiri tempat air untuk mencuci sayurnya.
“ige omma, sudah selesai ku cuci” ujar jiyeon
“hhmm, sekarang kau ambil roti di meja itu. Bawa kemari ne.” titah ommanya pada jiyeon
Jiyeon sedang mencari roti, tapi rotinya tidak ada di meja.
“Omma, rotinya tidak ada.” ucapnya seraya menunjuk meja
“Aiigo, benar-benar tidak ada?” Tanya ommanya
“Ne, sudah ku cari rotinya tapi tidak ada.” ujar jiyeon
“Ommo jiyeon-ah, omma baru ingat tadi di supermarket lupa membelinya. Cepatlah kau beli ne, di supermarket dekat persimpangan jalan sana.” titah ommanya

fiiuuhh… Jiyeon menghembuskan napasnya “Aiigoo, omma ada saja ulahnya. Aku juga yang harus membelinya.” batin jiyeon seraya melangkah pergi
“Jiyeon-ah” panggil ommanya
“Ne, waeyo omma?” tanya jiyeon
“Kau lupa ya, ini uang nya.” ucap ommanya sambil menunjukkan uang kepada jiyeon, ommanya hanya senyum melihat tingkah putrinya.

>> SKIP <<

Jiyeon sedang sibuk mencari roti di supermarket, sudah 2x dia keliling mencarinya tapi tak ketemu.
“Aiigo, kenapa susah sekali mencarinya.” ucapnya kesal
“Nahh, ketemu juga di sini ternyata letaknya.” ucapnya pelan seraya mengambil beberapa roti. Saat dia hendak berbalik, tak sengaja dia menabrak orang. Alhasil belanjaannya jatuh ke lantai.
“Mianhae, gwaenchanna?” tanya orang itu
“Ne, nan gwaenchanna.” ucap jiyeon mengambil rotinya kembali. Saat dia berdiri dan menatap orang itu, dia terkejut saat mata mereka bertemu.
“Neo…” ucap jiyeon memandang orang itu

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s