Immortal Love (Chaptered 2)

Gambar

Title : Immortal Love Chapter 2

Author : @octaviyot

Main cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy

Other cast : all member infinite

Genre : Fantasy, romance, action

Lenght : Chaptered

~ Happy Reading ~

Suzy POV

Aku terbangun dari tidurku karena pantulan cahaya melalui celah-celah dedaunan, ku amati sekitar ku, aku bingung kenapa aku bisa di sini, “siapa yang membawaku kesini?” batinku
Aku teringat kejadian semlam, terakhir yang ku ingat aku berada dalam dekapan seseorang. Entah siapa sosok namja itu aku tak tau karena aku setelah itu aku tak tau apalagi yang terjadi.
“Apakah namja itu yang menolongku, tapi jika iya kemana namja itu?” gumamku seraya memandang sekitar.

Sesaat aku sibuk sendiri dengan pikiran ku, tanpa ku sadari ada sesosok yang berdiri menghadap ke cahaya matahari tapi tidak sampai mengenai cahaya tersebut dan berdiri membelakangiku.

“Jogiyo, apakah kau yang menolongku semalam?” tanyaku pada namja itu.

Namja itu tak menjawab, aku menjadi penasaran kenapa setiap aku berbicara padanya kenapa dia selalu tak menjawab pertanyaan ku. Aku berniat menghampiri namja itu tapi saat aku berada di belakang nya, dia membalikkan tubuh nya yang memberhentikan jalan ku. Dia memandangku dengan tatapan dingin, aku tak mengerti dengan tatapan nya itu.

“Mian, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin bertanya apakah kau yang menolongku semalam dan apakah kau tau bagaimana caranya keluar dari hutan ini?” sergahku dengan pertanyaan

“Dasar berisik, apa kau bertanya kepada orang tidak satu persatu eoh?” jawabnya dengan sedikit kesal padaku.

“mianhae, sekali lagi mian. Apakah kau keberatan untuk menjawab pertanyanku?” tanyaku lagi sambil menundukkan kepala ku

“hhmmm, ya aku yang menolong mu dan untuk pertanyaan mu yang terakhir aku tak dapat memberikan jawaban pasti.”  Jawabnya seraya menghembuskan napas dan mengedarkan pandangan nya ke atas

Aku sempat terkejut mendengar ucapan nya, “ busun surya, kenapa kau berbicara seperti itu eoh?” tanyaku memberanikan diri menatap matanya

Huuss, angin berembus ke arah kami, dia menutup matanya dan membuka nya lagi “ kau tidak bisa keluar dari sini.” Jawabnya sambiul menatapku

Seketika itu seperti ada petir yang menyambarku, aku sangat terkejut bukan main.
“Jangan bercanda, itu tidak lucu eoh.” Ucapku padanya dengan sedikit menaikkan suaraku

“Aku tidak bercanda, memang itu lah kenyataanya!” ucapnya dingin kepadaku

Aku terduduk lemas ke tanah, berusaha untuk menenagkan diriku saat ini. Pikiranku benar-benar kacau untuk saat ini.

“Lalu apa yang kau lakukan disini waktu itu, apa kau juga terjebak di hutan sam sepertiku eoh?” ucapku dengan nada sedikit tinggi

“Tidak, di sini tempat tinggalku.” Ucapnya singkat padaku

“Jinja, kau tinggal di sini? Tanyaku tak percaya

Ku lihat dia hanya menganggukkan kepala nya padaku, “apa benar yang dia katakan?” batinku

“Keunde, adakah orang yang tinggal di dalam hutan seperti ini, yang benar saja.” Ucapku tak percaya padanya. Namun dia tak menjawab pertanyaanku, dia hanya mendengus kesal ke arahku

Myungsoo POV

Ku lihat tampak raut wajah takut disertai biungung pada dirinya, yeoja ini menanyaiku seakan-akan mengintrogasiku.

“Apa maksud mu eoh, kau tinggal disini, mana ada orang yang tinggal dihutan belantara seperti ini?” tanya nya padaku

Aku tersenyum sinis padanya, “kau tidak mengetahuinya nona, apa aku perlu memberimu bukti?” tanyaku padanya dengan tatapan dinginku.

Aku mendekat pada yeoja itu, ku genggam tangannya kutarik ikut berjalan bersamaku. Semula dia menolak tapi aku tak mengubrisnya, ku genggam lagidam menariknya supaya dia mengikutiku di belakang.

“Apa yang ku lakukan sekarang?” gumamku dalam hati, adayang aneh saat aku menggenggam tangannya. “Baru pernah aku bias sedekat ini dengan yeoja, apalagi yeoja yang baru aku temui.” batinku

>> SKIP <<

Aku menghentikan langkahku saat aku sampai di tepi jurang, ku lihat tampak raut terkejut dan bingung di wajahnya. Ya, aku membawanya ke wilayah kastilku yang berada di dalam jurang yang menjadi pembatas antara hutan dan daerah kastilku.

“Tempat apa ini oeh?” Tanyanya padaku dengan nada datar

“hhmm, ini tempat tinggalku.” Jawabku sambil memandang kastil

“whoah, daebak daebak baru pernah aku melihat rumah sebesar ini dan ini yang pertama kalinya untuk ku.” Ucapnya dengan wajah yang seakan-akan takjub melihat kastilku.

“Pasti sangat bahagia tinggal di sana kan apalagi bersama orang tua tentunya.” Ucapnya seraya menundukkan kepalanya

“Begitulah.” Ucapku singkat, aku heran kenapa setelah dia mengatakan nya tampak raut wajah yang sedih di wajahnya.

Author POV

Terlihat Suzy sedang asik memandang kastil itu, pemandangan yang indah bagi suzy. Kenapa tidak, ini yang pertama kalinya dia melihat kastil seperti itu. Sangat megah dan halaman yang sangat luas. Yang tak kan dijumpaimya di dunianya karena sekarang suzy tak lagi berada di dunia manusia melainkan di dunia vampire.

Lain hal dengan myungsoo yang dari tadi diam mematung, dia tak tau untuk melakukan apa. Perasaan canggung yang menerpa dirinya begitu saja, dia sendiri pun tak mengerti pada dirinya. Serasa ada yang mengajaknya berbicara sontak dia menoleh pada sumber suara.

“Ireumi mwoyeo?” Tanya suzy pada myungsoo

“Myungsoo, Kim Myungsoo imnida. Neo?” Tanya myungsoo dengan dingin

“Ohh, Bae Suzy imnida. Bangapseumnida myungsoo-sii.” Ucap suzy seraya tersenyum manis kearah myungsoo

Myungsoo sontak menatap wajah suzy, terpana dengan senyuman manis suzy. Setelah itu dia merasakan hal yang aneh seperti suara detakan, myungsoo sendiri pun tak tau itu apa.
Deg…deg.. deg.. terasa ada yang berdetak pada tubuh myungsoo seperti bunyi detak jantung, hal yang aneh bukan mengingat myungsoo adalah seorang vampire yang tidak lagi merasakan detak jantung sejak seratus tahun yang lalu. Lalu apakah ini, apa yang dirasakan myungsoo saat ini akibat hanya dengan melihat senyuman manis yeoja yang tak lain adalah seorang Bae Suzy.

Suzy POV

Namja itu menarik tanganku supaya aku mengikutinya dari belakang,pertama aku menolak tapi dia tetap saja masih menggenggam tanganku. Hal aneh yang ada di benakku, kenapa tangannya dingin sekali seperti bongkahan es. “Buat apa aku memikirkannya, tidak penting juga. ahh sudahlah.” Batinku

Saat aku berada di tempat tujuan, aku tak menyangka di tengah hutan seperti ini terdapat sebuah kastil yang megah serta halaman yang sangat luas, aku sedikit takjub dengan semua ini. Kenapa tidak ini pertama kalinya aku melihat yang seperti ini.

“Apakah kau tinggal bersama orang tua mu myungsoo-sii?” Tanya ku pada myungsoo

“Ne..” jawabnya singkat

Aku merasa bingung, “kenapa namja ini dingin sekali berbicara.” Gerutuku dalam hati
Setelah itu aku terdiam, tak tau apa yang mau dibicarakan lagi. Hanya memandang sekitar, ku rasakan hembusan anginyang mebuat rambutku melayang-layang mengikuti arah angin. Udara segar sesaat menghilangkan beban pikiranku sejenak. Ku rasakan tangan dingin memegang tanganku lagi, siapa lagi kalau bukan myungsoo. Dia menarik tanganku meninggalkan tepi jurang itu.

“Kau mau membawaku kemana eoh?” tanyanya padaku dengan kesal

Ku dengar dia hanya mendengus kesal tak menggubris pertanyaanku. Pikiranku melayang lagi memikirkan hal-hal aneh yang ada pada namja ini, tangan nya dingin seperti bongkahan es. Dan juga mata birunya yang indah itu, dan juga kenapa sifat nya dingin kepada orang. Aku tak dapat menyimpulkan semua ini, pikiran ku terasa blank saat memikirkan tentang keanehan pada dirinya.

Myungsoo POV

Angin yang berembus tadi membuat rambut yeoja itu melayang-layang mengikuti arah angin, ku lihat wajahnya sangat cantik, wajah yang terlihat polos. Segera ku alihkan pandangan ku ke lain biar tak ketahuan jika aku memperhatikannya tadi. Ku tarik tangannya, aku ingin membawanya ke sebuah rumah kecil di sebrang hutan sana untuk tempat persembunyiannya sementara. Di hutan belantara seperti ini sangatlah berbahaya untuk yeoja manusia sepertinya. Dia kelihatan sedikit kesal dengan sikap ku sehingga yang menarik tangannya tiba-tiba.

“Kau mau membawa kemana eoh?” tanyanya padaku dengan nada kesal. Aku tak menhiraukan pertanyaannya, aku terus berjalan ke arah sebrang hutan sana.

Author POV

Suzy bingung myungsoo mau membawanya kemana, dia hanya bisa mengikuti tarikan tangan myungsoo.
>> SKIP <<

Sesampainya di sebrang hutan sana, myungsoo segera ke arah rumah kecil tapi indah dengan banyak bunga di pekarangan rumah itu.

“Tempat apa ini myungsoo-sii, rumah yang indah.” Ucap suzy sambil membelai bunga-bunga yang sedang bermengkaran.

“Ini rumah impian, appa ku yang membuatnya sewaktu aku masih kecil.” Jawab myungsoo seadanya

“Rumah impian?” tanya suzy sedikit mengkerutkan keningnya

“Kajja kita masuk.” Titah myungsoo pada suzy

Suzy dan myungsoo masuk kerumah, suzy memperhatikan dekorasi rumah yang indah, ditambah lagi banyak lukisan yang tak kalah indahnya. Dari semua lukisan yang ada, hanya satu lukisan yang menarik perhatian suzy yaitu lukisan yang bergambar seorang yeoja yang terbaring di pangkuan seorang namja. Lukisan yang indah dengan tema cinta, lukisan yang penuh perasaan dan penuh penjiwaan dalam pembuatannya.

Suzy POV

Aku terpana melihat dekorasi dan lukisan yang ada diruangan rumahn itu, lukisan-lukisan yang indah juga menjadi daya tarik untuk rumah seperti itu. Dari sekian banyak lukisan yang ada, aku tertarik dengan lukisan yang bergambarkan seorang yeoja yang terbaring di pangkuan namja. Hal yang menarik bukan.

“Gambar yang indah bukan, siapa yang melukis ini myungsoo-sii?” Tanyaku pada myungsoo

“Ayahku yang melukisnya.” Jawabnya singkat

Setelah puas menjelajahi seluk beluk ruangan itu, aku ingin mencari udara segar di luar. Aku ingin melihat bunga-bunga yang sedang bermengkaran dengan indahnya. Namun saat aku menuruni anak tangga aku terpeleset hingga aku terjatuh. Dan aku hanya memejamkan mata. “Kenapa tidak sakit, bukankah aku terpeleset?”batinku. Namun ku rasakan ada yang menahanku, tangannya menahan tubuhku dan memegang pinggangku. Aku membuka mataku dan aku terbelalak melihat siapa yang menolongku, ya myungsoo lah yang menolongku. Dengan jarak yang sedekat ini membuat ku sedikit gugup. Tentu saja pipiku tak kalah merah merona, jantungku berdetak kencang. Cepat-cepat aku menggelengkan kepaku supaya tersadar dengan cepatnya. Tanpa ku sadari dia menatapku dengan intens tepat mengarah ke mataku yang membuat degup jantung semakin menjadi-jadi. “Anni..anniyo suzy-ah kau tak boleh begini.” Batinku lagi

Jarak wajah kami tak begitu dekat pada awalnya, tapi tanpa kusadari dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tinggal beberapa centyi lagi bibir kami bias bersentuhan.

Cup.. kini bibirnya berhasil menempel dibibirku, aku sangat terkejut dan membelalakkan mataku. Ciuman yang sekilas sekitar 5 detik tapi ciuman yang lembut. Aku tak mau dia menyadari kegugupanku saat ini, segera aku berdiri melepaskan tangannya yang berada dipinggangku.

“Go..gomawo myungsoo-sii, lagi-lagi kau menolongku.” Ucapku dengan sedikit terbata-bata

“Kalau jalan hati-hati, dasar ceroboh.” Ucapnya padaku, aku mengerucutkan bibirku sedikit kesal karena dibilang ceroboh. Setelah itu aku turun ke bawah, untuk melihat bunga-bunga yang sedang bermengkaran itu. Aku sangat menyukai bunga sejak kecil, saat omma masih hidup. Dulu omma senang sekali menanam bunga dipekarangan rumah kami.

#FLASHBACKON

“omma omma, eodiga?” teriakku mencari omma

“Ne chagi, omma disini sedang menanam bunga dipekarangan.” Jawab omma

Aku segera keluar dari rumah, “Whoah, omma bunga yang ini indah sekali.” Tunjukku pada salah satu bunga yang sedang mengkar.

“Ne chagi, kau sangat suka?” Tanya omma padaku

“Tentu saja omma, aku sangat menyukainya.” Jawabku sambil mencium aroma bunga itu

“hhmm, baiklah omma akan sering-sering menanam bunga ini untuk mu chagi.” Ucap ommaku sambil membilai-bilai rambutku.

“Ne omma, gomawo.” Ucapku seraya memeluk omma

#flashbackof

Myungsoo POV

Tapa kusadari aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, aku juga tak tau kenapa. Semua ini refleks terjadi, aku menatap matanya intens dan saat itu juga aku semakin mendekatkan wajahku hingga tinggal berapa centi lagi bibir kami akan menempel.

Cup.. bibirku berhasil mendarat dibibir suzy, segera ku lepaskan walaupun hanya 5 detik tapi aku menciumnya dengan lembut. Ada kesan yang berbeda saat menciumnya, bibirnya terasa manis sekali. Dia masih terkejut, cepat-cepat dia berdiri melepaskan tanganku yang berada dipinggangnya.

“Go..gomawo myungsoo-sii, lagi-lagi kau menolongku!” ucapnya dengan sedikit terbata-bata

“Kalau jalan hati-hati,  dasar ceroboh.” Ucapku padanya

Dia sedikit kesal karena ku bilang ceroboh, ku lihat dia mengerucutkan bibirnya dan itu membuatnya semakin lucu. “Mwoya, kenapa aku jadi berpikiran seperti ini tentang dia, haiishh jinja.” Batinku

Setelah itu dia turun ke bawah melihat bunga-bunga yang tertanam dengan indahnya dihalaman depan rumah, ku lihat dia tengah sibuk dengan membilai bunga-bunga itu dan sesekali menghirup aroma dari bunga itu.

Aku masih teringat kejadian tadi, dimana saat aku menciumnya tadi. Ada kesan yang berbeda setelah aku menciumnya, perasaan ku senang sekali tak pernah aku merasakan ini sebelumnya. “Mungkinkah aku tertarik pada yeoja ini?” gumamku dalam hati, namun segera kutepis pikiran itu. “Anni.. anni, tidak mungkin seorang vampire menyukai yeoja manusia sepertinya dan seorang vampire serta seorang manusia tak mungkin saling menyukai.” Batinku lagi

Author POV

Suzy sesekali tersenyum melihat hamparan bunga-bunga yang indah dihalaman rumah itu, dia menghirup aroma segar dari bunga itu. Tanpa suzy sadari myungsoo memperhatikan suzy yang tengah sibuk membilai-bilai bunga itu.

“Sangat indah bukan?” Tanya myungsoo memecah keheningan

“Ne, tentu saja myungsoo-sii, ini sangatlah indah. Keundae, siapa yang menanam ini semua?” Tanya suzy sambil tersenyum

“Ommaku yang menanamnya.” Jawab myungsoo singkat

“Woah, pasti omma mu sangat menyukai bunga, getji?” Tanya suzy lagi

“Ne..” jawab myungsoo dingin.

Tanpa mereka sadari sepasang mata sedang memperhatikan dan mengawasi mereka dari kejauhan.

TBC

9 thoughts on “Immortal Love (Chaptered 2)

  1. Waaaahhh… Myungsoo nyium suzy. Kkkkk
    Apa itu artinya myungsoo dah jatuh cinta ma suzy??? Senengnyaaaaa. Hihiii
    Trus yg ngintip myungzy tuwwwhhh siapa ya???

  2. Kalo boleh saran background belakangnya jangan foto… kalo lewat hp bukanya tulisannya gak kebaca:””””

  3. thor kayanya pov antara suzy sama myungnya kurang balance soalnya pas di suzy hutan aja tapi di myung malah di tambah hutan belantara/? tapi semuanya udah bagus ko tgl di perhatiin percakapan yg antara povnya masing2:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s