Kiss, Lip and Game! Part 2 end

Kiss

 

Title                       : Kiss, Lip and Game! Part 2 end

Author                  : PinKyu

Cast                       : Cho KyuHyun (Super Junior), Song Na Ra (oc)

Genre                   : Romance, Comedy

Rating                   : PG17

Length                  : Twoshot

 

Ok atas permintaan kalian aku bawa ni part akhirnya, semoga tidak mengecewakan!

Happy Reading (:

 

Author pov

 

“MENIKAH?” teriakan Ha Ni menggema didalam rumah Kyu Hyun.

 

“Ne. Kau akan menikah” ucap ommanya meyakinkan pendengarannya tidak salah.

 

“Tapi omma aku masih muda” ucapnya memelas.

 

“Aku khawatir dengan penyakitmu Ha Ni”

 

“Omma aku sudah bilang tidak ada penyakit aneh seperti itu” pekiknya mulai marah.

 

“Tidak ada alasan, kau harus menikah dengan Kyu Hyun” tanpa disadari Ha Ni, ommanya mengedipkan sebelah matanya kepada omma Kyu Hyun. Mereka saling berinteraksi lewat mata.

 

“Aku tidak mau” ucap Ha Ni bersikeras. Kyu Hyun menunduk kecewa mendengar penolakan Ha Ni.

 

“Omma tidak mau tahu”seru ommanya. Ha Ni sudah tak tahu harus bagaimana, dia tahu ommanya keras kepala sepertinya.

 

“Baiklah aku mau!” ucapnya pada akhirnya membuat Kyu Hyun mengangkat kepalanya terkejut. Sedangkan kedua yeoja paruh baya yang ada disitu langsung ber-high five.

 

“Tapi tidak dalam waktu yang dekat. Aku butuh waktu, izinkan aku dan Kyu Hyun saling mengenal satu sama lain lebih dalam. Dan …”

 

“Dan…?” ucap mereka menanti kelanjutan kata-kata Ha Ni yang menggantung.

 

“Dan aku akan menikah dengannya kalau aku jatuh cinta pada Kyu Hyun” setelah mengatakan itu Ha Ni segera berlalu pergi meninggalkan ommanya yang akan protes.

 

“Aish dasar anak keras kepala” dialihkan pandangannya pada Kyu Hyun. “Bagaimana Kyu?” tanyanya kemudian.

 

Kyu Hyun tersenyum miring “Tenang saja eomonim aku akan membuat dia jatuh cinta padaku” ucap Kyu Hyun percaya diri. Omma Ha Ni menepuk pundaknya seakan memberi semangat.

 

“Tenang saja kami akan membantumu Kyunie~” dukung ommanya member semangat.

 

“Aku juga”

 

“Yak kau bisa membuat ommamu jantungan Ahra~ya” seru ommanya sambil mengusap dadanya kaget karena Ahra entah dari mana sudah ada disampingnnya.

 

“Hehehe mianhe omma” ucapnya nyengir tanpa dosa. “Kyunie~ kami akan membantumu” lanjutnya sambil mengepalkan tangannya. Kyu Hyun tersenyum mendapatkan dukungan dari keluarganya, dia tidak akan membiarkan Ha Ni menolaknya lagi.

 

‘Ha Ni~ya bersiaplah menjadi istriku’ batin Kyu Hyun.

 

 

***

 

 

 

Kantin Seoul University..

 

 

“Istriku!!” Ha Ni tersedak ketika Dong Hae muncul tiba-tiba.

 

“Aish Lee Dong Hae, kau selalu saja membuatku kesal” bentaknya.

 

“Sabar istriku” ucap Dong Hae mengusap kepala Ha Ni, dan segera ditepis Ha Ni.

 

“Sudah beratus kali aku bilang, jangan panggil aku seperti itu” ujarnya kesal.

 

“Bukannya baru beratus kali, belum berjuta kali” Ha Ni semakin kesal mendengar jawaban santai Dong Hae.

 

“Pergilah aku ingin makan dengan tenang” ucap Ha Ni berusaha merendam kekesalannya.

 

“Aku ingin makan bersama istriku” ucap Dong Hae manja.

 

“Lee Dong Hae.. aaaaaaaggghh” teriak Ha Ni sambil menjabak rambutnya. Teriakan itu mau tak mau membuat orang-orang mengalihkan pandangan kepadanya

 

“Mianhe, maafkan istriku” ucap Dong Hae membungkuk kepada penghuni kantin. Nafas Ha Ni mulai menggebu, dia sangat tidak ingin mendengar ‘istri-istrian’. Dirumah, ommanya yang mendesak terus untuk menjadi istri Kyu Hyun. Dan sekarang dikampus pun ada yang mengaku dia sebagai istrinya. Lama-lama dia akan benar-benar gila.

 

“Sabar istriku. Aku mempunyai aplikasi game terbaru yang seru aku membelinya dengan harga yang mahal. Kau mau?” ucap Dong Hae meredam kekesalan ’istrinya’.

 

Ha Ni menurunkan kobaran api dalam dirinya dan memandang Dong Hae penuh minat. “Benarkah?. Cepat mana itu?” ucap Ha Ni antusias.

 

“Ah istriku sangat manis” ucap Dong Hae mengusap kepala Ha Ni lalu mencubit pipinya gemas. Ha Ni mencoba tersenyum terpaksa, untuk membujuk Dong Hae, maklum Gamers.

 

“Jadi mana Gamenya Dong Hae~ya” ucap Ha Ni lembut dengan aegyonya. Membuat Dong Hae ingin sekali membawa Ha Ni ke altar sekarang juga, lalu mengurungnya dalam kamar dan tak dilepaskan.

 

“Hahaha, tidak sia-sia aku menghabiskan tabunganku membeli game itu” seru Dong Hae senang.

 

“Mana gamenya?” tanya Ha Ni yang mulai tak sabaran.

 

“Ada dirumahku” balas Dong Hae santai, emosi Ha Ni naik lagi dia mengira Dong Hae membawanya. Dihembuskan nafasnya mencoba meredam amarah.

 

“Kaja kerumahmu!” Ha Ni segera menyeret Dong Hae cepat. Membuat Dong Hae berbunga-bunga ketika melihat tautan tangan mereka. Digenggamnya tangan Ha Ni erat.

 

“Ayo kita pulang istriku!!” teriak Dong Hae tersenyum sumringah sambil mengayunkan tangan mereka.

 

 

Kyu Hyun yang baru saja memasuki kantin, mendengar teriakan itu. Dan Ha Ni yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan gamenya, dengan semangatnya melewati Kyu Hyun tanpa sadar.

 

Mata tajam Kyu Hyun melihat tautan tangan mereka dan senyum sumringah Dong Hae, merasakan panas. Rahangnya mengeras apalagi mendengar ucapan Dong Hae tadi.

 

Dikejarnya Ha Ni dan Dong Hae dan memisahkan secara paksa tautan tangan mereka.

 

“Yak siapa kau?” bentak Dong Hae dan mengambil tangan Ha Ni lagi untuk digenggamnya.

 

“Lepaskan dia. Dia calon istriku” geram Kyu Hyun. Ha Ni hanya diam entahlah dia harus melakukan apa, yang ada dipikarnnya adalah GAME.

 

“Calon istri? Dia istriku” ucap Dong Hae sambil memajukan wajahnya seaakan menantang.

 

“Yak dia bukan istrimu. Ha Ni kemari cepat”

 

Ha Ni melihat tangan Kyu Hyun yang terulur. Dilihatnya wajah Dong Hae, dan yang terjadi adalah wajah Dong Hae yang berubah menjadi game. Dia benar-benar dilemma, yang mana akan dipilihnya?.

 

“Aish tidak sekarang Kyu Hyun~a” Ha Ni menarik Dong Hae dan berlari menuju tempat parkir. Dia harus cepat mendapatkan aplikasi game mahal itu.

 

 

 

Kyu Hyun pov

 

Aku benar-benar hancur, dia lebih memilih cecunguk itu dari pada aku.

 

Apakah tidak ada sedikitpun rasa kepadaku?

 

Apakah dia tidak tahu kalau aku sangat mencintainya dan tak bisa hidup tanpanya?

 

Ha Ni~ya kau membuatku kecewa..

 

Tapi Ha Ni~ya aku tak akan menyerah. Aku akan merebut hatimu. Karena memang hatimu memang hanya milikku.

 

Bukan Cho Kyu Hyun namanya kalau aku menyerah dengan mudahnya..

 

 

 

 

 

Author pov

 

Akhir pekan tiba. Pagi yang cerah membuat semua orang semangat menjalani kegiatan. Begitu juga dua orang paruh baya ditambah seorang gadis yang sedang membicarakan sesuatu.

 

“Baiklah. Kita mulai” ucap salah satu diantara mereka. Mereka pun berpisah dari tempat berdiskusi mereka.

 

 

Omma Ha Ni memasuki kamar Ha Ni dan membangunkannya. “Ha Ni~ya ayo bangun.. Ha Ni” Ha Ni tak bergeming. Ommanya tahu Ha Ni pasti sehabis bermain semalam karena memang itu sudah menjadi kegiatan rutinnya setiap hari..

 

“Ha Ni~ya, omma akan membakar semua kaset gamemu kalau kau tidak bangun juga” ancam ommanya. Seketika Ha Ni segera terduduk dikasurnya mendengar kata game.

 

“ANDWAE!!” teriaknya histeris.

 

“Baguslah kau sudah bangun. Cepat mandi sana” suruh ommanya lembut.

 

“Bukankah ini hari libur. Aku masih mengantuk omma” ucapnya malas dan membaringkan badannya lagi, menarik selimut menutupi seluruh badannya.

 

“Oh baiklah. Katakan ucapan perpisahan untuk gamemu”

 

“ANDWAE.. ok, ok, aku akan mandi omma. Jangan sentuh gameku kalau tidak aku akan bunuh diri” secepat kilat Ha Ni masuk kedalam kamarnya. Ommanya hanya menggelengkan kepalanya. Setelah itu mulai memilah-milah pakaian yang akan dikenakan Ha Ni.

 

 

Setelah habis mandi, Ha Ni bingung dengan ommanya yang menyuruhnya menggunakan drees biru laut yang cantik dan mendandannya dengan polesan make-up tipis.

 

“Omma, kenapa aku harus seperti ini?” rengeknya tak terima.

 

“Sudahlah diam saja. Kaja kita turun, Kyu Hyun sudah menunggumu”

 

“Mwo? Kyu Hyun? kenapa sepagi ini sudah ada disini?”

 

Ommanya tak menjawab hanya menyeret Ha Ni kebawah. Dilihatnya Kyu Hyun yang sudah berpakaian rapi sedang menunggunya diruang tengah.

 

“Memangnya ada apa omma?” tanyanya bingung.

 

“Kalian akan berkencan. Dan ini supaya kau cepat jatuh cinta kepada Kyu Hyun lalu kalian menikah” ucap ommanya santai.

 

Ha Ni hanya pasrah saja ketika ommanya menyeretnya kemobil Kyu Hyun.

 

“Jangan pulang sebelum larut malam” ancam ommanya sebelum mereka pergi.

 

“Apa-apan itu. kebanyakan orang tua menyuruh anaknya tak pulang larut malam, sedangkan ommaku? Oh astaga apa yang dipikirkannya” omel Ha Ni didalam mobil. Kyu Hyun hanya tertawa kecil mendengarnya.

 

“Kita mau kemana Kyu?”

 

“Apakah kau belum makan?” tanya Kyu Hyun sambil menyetir.

 

“Belum” ucapnya manja sambil memajukan bibirnya dan mengusap perutnya. Tentu saja belum, setelah dia bangun ommanya sudah menyeretnya keluar tanpa memberikan sarapan terlebih dahulu.

 

“Kau mau menggodaku untuk menciummu?” ucap Kyu Hyun melihat bibir Ha Ni yang mengerucut, seakan minta dicium,

 

“Ne?” tanya Ha Ni bingung.

 

“Lihat bibirmu, dia memanggil bibirku” ucap Kyu Hyun tetap menyetir.

 

“Aish dasar, bisakah pikiranmu tidak mesum” kesal Ha Ni. Kyu Hyun hanya tertawa.

 

 

Sesampainya direstoran mereka segera memesan makanan. Tak jauh dari mereka ketiga yeoja seperti penguntit memakai tudung dan kacamata, benar-benar penyamaran yang mencolok apalagi ditambah dengan gelagat aneh tubuh mereka. Ya mereka memang penguntit. Siapa lagi kalau bukan omma Ha Ni, omma Kyu Hyun, dan Ahra. Mereka terus memperhatikan kedua insan itu memastikan kencan itu sukses..

 

Setelah makan, Kyu Hyun mengajak Ha Ni ketaman hiburan. Tentu saja ketiga penguntit masih tetap mengikuti mereka. Kyu Hyun dan Ha Ni memainkan wahana yang tersedia disitu. Ketiga yeoja penguntit merasa kecewa karena keduanya tidak ada menarik-menariknya.

 

“Bisakah mereka menunjukan kemesraan” kesal Ahra.

 

 

Mereka berdua istrihat sebentar untuk makan siang, dan tetap ketiga penguntit masih disekitar mereka. Lama mereka didalam sebuah tempat makan sambil sesekali mengobrol. Setelah merasa tenaga mereka kembali Kyu Hyun dan Ha Ni mulai memainkan wahana yang masih belum mereka coba.

 

Langit mulai gelap, dan ketiga penguntit sudah sangat bosan dan lelah melihat tidak ada perkembangan yang mereka lihat pada Kyu Hyun dan Ha Ni.

 

“Mereka menaiki Bianglala” seru omma Ha Ni melihat Kyu Hyun dan Ha Ni masuk dalam sebuah gondola.

 

“Ahra lakukan sesuatu” ucap ommanya menatap Ahra tajam.

 

“Kenapa harus aku omma?” tanya Ahra memelas.

 

“Jadi kau menyuruh orang tua” Ahra mengerucutkan bibirnya tak bisa melawan.

 

 

Bianglala tersebut akan berhenti semenit pada saat berputar 45 derajat. Dan kebetulan pada saat bianglala itu berhenti gondola Kyu Hyun dan Ha Ni berada pada 90 derajat (diatas). Mereka hanya diam berdampingan sambil melihat pemandangan lampu-lampu seoul yang indah dari ketinggian. 5 menit berlalu tapi bianglala belum juga bergerak.

 

“Kyu, bukankah ini terlalu lama?” tanya Ha Ni memecah keheningan. Ketika tidak merasakan gondola tidak bergerak juga.

 

“Ne. aku juga merasa begitu” Ha Ni mulai merasa takut. Bagaimana pun juga kalau terjadi sesuatu, mereka sekarang sedang berada diketinggian yang sangat menakutkan.

 

Kyu Hyun merangkul pundak Ha Ni melihat wajah ketakutan Ha Ni. Ha Ni melihat Kyu Hyun dan ketika itu pandangan mereka bertemu. Ha Ni merasa gugup ketika melihat Kyu Hyun mulai memajukan wajahnya.

 

“Ap..apa yang mau kau lakukan?” gugup Ha Ni.

 

Sedetik kemudian Kyu Hyun sudah menempelakan bibir mereka dan mulai menggerakan melumat lembut. Ha Ni yang sedari tadi diam mulai menutup matanya dan membalas ciuman menghanyutkan Kyu Hyun. Membuat Kyu Hyun tersenyum dalam ciumannya. Setelah merasa pasokan oksigen berkurang mereka segera melepaskan tautan mereka. Ha Ni tertunduk malu karena dia dengan mudahnya membalas ciuman Kyu Hyun.

 

“Ternyata kau masih terobsesi dengan bibirku. Apakah bibirku sangat manis?” goda Kyu Hyun.

 

Belum Ha Ni menjawab Kyu Hyun menautkan kembali bibir mereka. Dan mereka tak sadar kalau gondola itu sudah bergerak turun. Lama mereka berciuman dan tetap masih dengan dunia mereka ketika pintu gondola sudah terbuka.

 

“Omo mereka berciuman” pekik Ahra. Omma Ha Ni dan omma Kyu Hyun juga memekik senang. Rencana mereka berhasil. Saat seperti inilah yang mereka nantikan sedari tadi.

 

 

Ha Ni dan Kyu Hyun melepaskan bibir mereka ketika merasakan aneh. Keduanya merasa malu ketika melihat banyak orang yang menyaksikan mereka.

 

Ha Ni segera berlari keluar dan disusul Kyu Hyun. Setelah cukup lama berlari Ha Ni berhenti dan berjongkok membenamkan wajahnya ditelapak tangannya.

 

“Aaaaa aku malu”

 

Kyu Hyun terkekeh dan mendekati Ha Ni lalu berjongkok didepannya. Ha Ni menatap Kyu Hyun sadis sekan ingin memakannya.

 

“Ini gara-gara kau. Kau membuatku malu Cho Kyu Hyun” pekik Ha Ni kesal sambil memukul lengan Kyu Hyun.

 

“Hahaha, kau malu dilihat banyak orang?. Baiklah kita lakukan dimobil supaya tak ada yang melihat” ajak Kyu Hyun dan menarik Ha Ni berdiri. Ha Ni menepis tangan Kyu Hyun. dan berjalan lebih dulu ketempat mobilnya.

 

“Wah, kau menerimanya?” ucap Kyu Hyun yang melihat Ha Ni berjalan kearah mobilnya.

 

“Aku ingin pulang Babo”

 

“Baiklah kita melakukannya lalu pulang”

 

“AAAAAaaagghh Cho Kyu Hyun”

 

“Hahahaha”

 

 

***

 

 

Omma Ha Ni segera keluar dari rumah menyambut Ha Ni dan Kyu Hyun.

 

“Bagaimana kencan kalian sukses?.. ah dari wajah kalian sepertinya sukses. Bagaimana Ha Ni-ya kau mau menikah kan?” tanya ommany antusias.

 

Ha Ni tak menjawab dan hanya berlalu dan masuk kerumahnya. “Wae~?” ommanya memberenggut kesal melihat anaknya sudah menghilang dibalik pintu.

 

“Kyu Hyun-a apakah dia sudah jatuh cinta padamu?” tanya omma Ha Ni.

 

“Bersabarlah eomonim sebentar lagi”

 

“Jadi belum yah?” ucap omma Ha Ni lemas. “Tadi kulihat Ha Ni menciummu tulus, tidak terlihat kalau dia menciummu karena penyakitnya kambuh” gumamnya.

 

“Mwo? Bagaimana eomonim tahu?” tanya Kyu Hyun terkejut.

 

“Haha, sudah jangan dipikirkan. Pulanglah Kyu, bukankah sudah larut” omma Ha Ni segera masuk kedalam rumahnya meninggalkan Kyu Hyun yang masih bengong.

 

“Jangan bilang eomonim mengikuti kami”

 

 

Ha Ni pov

 

Kubaringkan badanku dan meraba bibirku, aku masih merasakan bekas bibir Kyu Hyun. Aish apa yang kufikirkan!. Singkirkan pikiran gilamu Ha Ni. Ah otthoke aku sangat malu. Ini karena evil itu, aish banyak orang yang melihat kami. Baiklah Ha Ni tenangkan fikiranmu dan tidur, lupakan masalah itu.

 

 

Keesokan harinya..

 

 

“Omo Cho Kyu Hyun kau mengagetkanku!” pekikku saat membuka pintu dan ternyata Kyu Hyun dibalik pintu rumahku.

 

“Kaja kita hampir terlambat karena kau terlalu lama” dia membawaku kedalam mobilnya.

 

“Salah sendiri menungguku aku bisa pakai mobilku sendiri” dia tak menghiraukanku dan sibuk memasang sabuk pengamanku. Ah jantungku! Wajahnya sangat dekat. Tiba-tiba dia menghadapkan wajahnya kepadaku. Dan mengecup bibirku singkat.

 

“Morning Kiss” ucapnya santai. Aish jinjja.

 

“YAK” ck, dia malah tertawa.

 

 

***

 

Author pov

 

Sesampai dikampus Ha Ni dan Kyu Hyun berjalan berdampingan membuat mereka menjadi pusat perhatian. Ha Ni mulai merasa risih dan menyuruh Kyu Hyun menjauh. Tetapi tentu saja Kyu Hyun tak melakukan hal itu malah dia merangkul pundak Ha Ni membuat Ha Ni ingin sekali menerkam Kyu Hyun saat itu juga.

 

“Yak, Kyu singkirkan tanganmu” bisik Ha Ni sambil berusaha menyingkirkan tangannya.

 

“Aku akan mengantarmu sampai dikelas Chagi” ucap Kyu Hyun mengeraskan suaranya.

 

“Yak, dasar iblis gila”

 

“Bukan iblis gila, iblis tampan”

 

“Cho Kyu Hyun!!” Ha Ni benar-benar dengan terpaksa menyerah menghadapi kelakuan Kyu Hyun.

 

Sesampainya didepan pintu kelas, Kyu Hyun menahan Ha Ni yang akan masuk kelas.

 

“Wae?” tanyanya bingung. Kyu Hyun mencium kening Ha Ni lembut membuat orang-orang yang melihat kejadian itu ternganga lebar.

 

“cah cepat masuk” Kyu Hyun mendorong Ha Ni yang masih shock masuk kedalam kelas. Ha Ni pun mulai berjalan menuju ke mejanya dengan muka bodohnya.

 

Kyu Hyun yang akan melangkah pergi berhenti. Seketika dia tersenyum karena mendapatkan ide. Dibalikan badannya.

 

“Chagi, belajar yang rajin calon suamimu ini juga akan belajar dengan baik” seru Kyu Hyun berteriak sehingga bergemalah suaranya didalam kelas itu. Membuat para mahasisawa berseru menyerukan mereka berdua. Ha Ni menunduk malu dengan wajah memerah sambil mengumpat Kyu Hyun dalam hati. Kyu Hyun pun segera berlalu dengan senyum penuh kemenangan.

 

“Kau berselingkuh!” Ha Ni mendongak dan melihat Dong Hae disamping mejanya.

 

“Mwo?”

 

“Kau berselingkuh, istriku” Ha Ni memutar kedua matanya malas. Lagi-lagi sifat aneh Dong Hae datang lagi.

 

“Apakah ini bisa disebut selingkuh?. Oh ayolah aku tidak berhubungan dengan kalian berdua” ucapnya malas.

 

“Tentu saja kau istriku dan sekarang aku melihat istriku dicium didepan mataku dan orang itu dengan lancangnya mengklaim dirinya sebagai calon suamimu. Tentu saja itu disebut berselingkuh”

 

“Dong Hae kumohon aku pusing memikirkan semua yang terjadi dalam hidupku, bisakah kau tidak menambahkan masalahku”

 

“Kau punya masalah? Ceritakan padaku!” ucap Dong Hae khawatir.

 

“Ani, tidak ada urasannya denganmu. Ini urusan pribadiku” Ha Ni mengalihkan pandangannya dari Dong Hae dan sibuk dengan buku yang dikeluarkan dari tasnya.

 

Ha Ni tidak lagi mendengar suara Dong Hae. Dia berpikir Dong Hae sudah kembali ketempat duduknya sampai suaranya berseru kembali.

 

“Ha Ni sebenarnya kau menganggap hubungan kita selama ini seperti apa?” Ha Ni agak tersentak karena dia mengira Dong Ha sudah pergi. Dilihatnya wajah Dong Hae penuh keseriusan, baru kali ini dia melihat Dong Hae dengan wajah serius karena selama ini Dong Hae selalu kekanakan menurutnya.

 

“Kau menganggap aku sebagai apa?” tanya Dong Hae lagi.

 

“Apa yang kau bicarakan Hae~ya” ucap Ha Ni agak salah tingkah karena Dong Hae menatapnya intens.

 

“Kau mendengar apa yang aku tanyakan”

 

“Aku.. aku tentu saja menganggapmu sebagai sahabatku” ucap Ha Ni tergagap sambil tertawa hambar.

 

“Sahabat?” Ha Ni mengangguk. Dong Ha merasa kecewa, dia tersenyum miris melihat Ha Ni.

 

“Ha Ni~ya, apakah kau tahu selama ini perasaanku?” Ha Ni diam. Tentu saja dia tahu bagaimana perasaan Dong Hae terhadapnya. Orang buta bahkan tahu. Dan Ha Ni selalu berusaha membuat perasaan Dong Hae tidak bertambah besar dengan tidak menghiraukannya.

 

“Aku mencintaimu Ha Ni” ucap Dong Hae. Ha Ni tetap tak bersuara, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan. Hal ini yang selama ini dia hindari, Dong Hae yang menyatakan perasaannya. Dia hanya menganggap Dong Hae sebagai temannya saja tak lebih. Dia tak ingin menyakiti hati Dong Hae yang bagaimanapun sudah dianggapnya sebagai saudaranya karena Dong Hae selalu menghiburnya kalau dia merasa sedih.

 

Beruntung dosen masuk dan membuat adegan melankolis itu berakhir. Ha Ni sangat berterima kasih kepada dosen yang paling dia benci itu.

 

 

***

 

 

Akhir pekan datang lagi. Terlihat tiga manusia didalam sebuah kamar sedang berdiskusi tentang sesuatu.

 

“Baiklah kita pakai rencana ini” putus omma Ha Ni.

 

“Ahra cepat telpon Ha Ni”

 

“Ne omma”

 

Cho Ahra mengambil handphonenya dan tak lama benda persegi itu sudah disamping telinganya.

 

“Ha Ni~ya bisakah kau kemari? Ada yang ingin aku bicarakan” ucapnya kepada Ha Ni yang ditelponnya.

 

“ . . . “

 

“Ne, dirumahku”

 

“ . . . “

 

“Ne. ah.. Ha Ni~ya kau kekamar Kyu Hyun saja aku sedang ada dikamarnya” setelah itu pembicaraan itu berakhir.

 

“Bagaimana?” tanya omma Kyu Hyun.

 

“Beres. Kita tunggu saja dia akan datang” ucap Ahra.

 

Ahra keluar dan memberitahukan kepada Jung Ajjumma pembantu rumahnya untuk memberitahukan kepada Ha Ni yang akan datang langsung saja menuju kamar Kyu Hyun, Jung Ajjumma pun mengangguk mengerti.

 

Mereka bertiga mengintip dibalik pintu kamar Ahra yang berhadapan dengan kamar Kyu Hyun. Tak lama Ha Ni datang dan tanpa ragu masuk kedalam kamar Kyu Hyun. Ahra segera keluar dan dengan gerakan cepat mengunci pintu itu. Setelah itu mereka bertiga berhigh-five ria.

 

Ha Ni yang masuk kedalam kamar Kyu Hyun tersentak kaget ketika mendapati pintu kamar itu tertutup. Dicoba dibukanya pintu itu tetapi sia-sia karena terkunci.

 

“Jung Ajjumma bukankan pintunya!” teriaknya.

 

“Tolong siapapun itu buka pintunya!”

 

“Ahra onnie, Cho Ajjumma!” dia terus berteriak dan menggedor-gedor pintu itu tapi tetap tak ada gunanya.

 

“Yak, aish sangat berisik!” Ha Ni membalikan badannya dan mendapati Kyu Hyun yang duduk dikasur masih setengah sadar dengan rambut yang acak-acakan. “Ha Ni? Sedang apa kau disini?” tanya Kyu Hyun heran saat matanya menangkap sosok Ha Ni yang sedang berdiri didepan pintu.

 

“Mana kuncinya?” minta Ha Ni sambil menengadakan telapan tangannya.

 

“Kunci apa?”

 

“Tentu saja kunci kamarmu bodoh” ucap Ha Ni kesal. Kyu Hyun berdecak kesal.

 

“Lihat saja dipintu. Biasanya ada disitu”

 

“Tidak ada. Dimana biasanya kau menyimpannya?” Ha Ni mulai membuka setiap laci yang ada.

 

“Aku hanya membiarkan dipintu… Hey jangan membuka itu” serunya menghentikan Ha Ni yang akan membuka tempat pakaian dalamnya.

 

“Memangnya tidak ada kunci lain lagi?” tanya Ha Ni frustasi.

 

“Tidak ada. Memangnya siapa yang menguncinya?” tanya Kyu Hyun sambil mencoba membuka pintu kamarnya.

 

“Entahlah, saat aku masuk tiba-tiba pintu itu terkunci. Aish siapa yang menguncinya?” ucap Ha Ni kesal.

 

“Memangnya sedang apa kau kemari hah?… ah jangan-jangan kau datang kemari untuk menciumku kan, jangan bilang penyakitmu kambuh” ucap Kyu Hyun dengan polos.

 

“YAK, jangan asal bicara. Aku kemari karena Ahra onnie yang menyuruhku datang kekamarmu katanya dia disini. Dan berhenti menganggapku memiliki penyakit menjijikan itu, tidak ada penyakit mengerikan seperti itu”

 

“Noona menyuruhmu?” Ha Ni mengangguk. Kyu Hyun berpikir, noonanya memang sengaja melakukan ini dan kalau dia tebak ommanya juga pasti dalang dari semua ini, mengingat sifat mereka yang sama-sama jahil.

 

“Hah, baiklah terpaksa kita menunggu saja ada yang membuka pintu” ucap Kyu Hyun santai dan membaringkan badannya lagi.

 

“Ck, mana ponselmu?”

 

“Aku mencargernya di ruang tamu” bohong Kyu Hyun padahal dia menyembunyikan dibalik selimutnya.

 

“Aish, kenapa kau tidak mencargernya dikamarmu saja?”

 

“Memangnya kenapa? Suka-suka aku mau mencargernya dimana. Ponsel, ponselku” ucap Kyu Hyun santai dan memejamkan matanya lagi.

 

Ha Ni menghembuskan nafasnya kasar dan menggigit bibirnya menahan kekesalan.

 

“Kalau kau menggigit bibirmu. Kau kelihatan sexy” goda Kyu Hyun.

 

“Yak Kau!” habis sudah kesabaran Ha Ni dia menghampiri Kyu Hyun dan menjabak rambutnya kesal.

 

“Ah aww Ha Ni hentikan aww sakit” Kyu Hyun berusaha melepaskan cengkraman Ha Ni dirambutnya.

 

“Tidak akan. Aku akan membuatmu botak Cho Kyu Hyun” Ha Ni semakin menjadi menjambak rambut Kyu Hyun tak perduli Kyu Hyun yang berteriak kesakitan, dia benar-benar ingin sekali melampiaskan kekesalannya selama ini dan inilah saatnya.

 

“AWww omma.. Ha Ni hentikan” Kyu Hyun dengan tenaganya yang kuat mendorong Ha Ni kekasurnya dan menindinya.

 

“Kau mau coba-coba denganku rupanya” ucap Kyu Hyun setelah rambutnya lepas dari tangan Ha Ni. Ha Ni menjadi gugup sekarang dengan posisi mereka sekarang. “Kau tahu wanita dan pria berada disatu kamar. Apa yang akan terjadi?” bisik Kyu Hyun didepan wajah Ha Ni

 

“Kyu.. kyu.. mianhe. Menyikirlah” ucap Ha Ni terbata sedikit takut dengan tatapan Kyu Hyun.

 

“Sireo”

 

“Kyu kumohon” ucap Ha Ni ketakutan. Kyu Hyun yang hanya sekedar menggoda, melihat wajah ketakutan Ha Ni merasa tak tega dan akhirnya beranjak dari atasnya.

 

“Mianhe” ucap Kyu Hyun merasa bersalah. Mereka pun terdiam cukup lama merasa canggung.

 

 

“OMO” pekik Ha Ni tiba-tiba. Kyu Hyun melihat Ha Ni yang mendekati kaset-kaset gamenya. “Kyu bukankah ini limited edition?” teriaknya gembira.

 

“Wae? Kau tak punya?” Ha Ni mengangguk dan masih terus memperhatikan kaset game Kyu Hyun yang banyak itu. “Bagaimana kalau kita melakukan taruhan?” Ha Ni langsung menatap Kyu Hyun penuh minat.

 

“Taruhan apa?” tanya Ha Ni penasaran.

 

Kyu Hyun tersenyum miring “Kita bertanding, dan kalau aku kalah kau bisa mengambil kaset mana yang kau sukai”

 

“Mwo? Yang mana saja?” tanya Ha Ni gembira, Kyu Hyun pun mengangguk. “Termasuk yang limited edition?” Kyu Hyun mengangguk lagi. “Baiklah kaja” serunya bersemangat.

 

Kyu Hyun menyalakan PS-nya dan memilih permainan apa yang akan mereka mainkan, hitung-hitung menhilangkan rasa bosan dan kesal karena terkurung disini. Setelah memutuskan maianan apa yang akan mereka bermain.

 

Mereka pun mulai bertanding. Teriakan mulai terdengar, mata mereka masing-masing tak lepas dari layar televisi. Masing-masing berkonsentrasi supaya dapat mengalahkan lawannya. Setelah cukup lama, akhirnya game berakhir dan pemenangnya adalah… Cho Kyu Hyun.

 

Ha Ni lemas karena dia kalah. Tetapi sontak dia tegang, dia lupa kalau Kyu Hyun belum bilang apa yang akan dia minta kalau dia menang. Ditatapnya Kyu Hyun yang menatapnya dengan senyum yang mencurigakan.

 

“Wae?” tanyanya gugup.

 

“Kau kalah nona Song”

 

“La.. lalu?” Ha Ni mulai menjauhkan tubuhnya melihat tatapan Kyu Hyun.

 

“Aku meminta hadiah atas kemenanganku”

 

“Apa yang kau inginkan. Aku tidak akan mengabulkan sesuatu yang aneh Kyu” Kyu Hyun mendekat kepada Ha Ni dan menunjuk bibirnya.

 

“Mwoya?”

 

“Cium” ucap Kyu Hyun manja. Ha Ni membelalakan matanya dan menjitak kepala Kyu Hyun.

 

“Dasar mesum. Aku tidak mau, permintaan yang lain saja” tolak Ha Ni.

 

“Sireo! Ayo cepat kalau tidak…” Kyu Hyun menggantungkan kalimatnya membuat Ha Ni memandangnya curiga. “Kalau tidak aku akan melakukan lebih dari ini. kau masih ingatkan hanya kita disini?” Ha Ni menelan ludahnya.

 

“Baiklah aku akan menciummu. Hanya ciumkan?” Kyu Hyun tersenyum dan mengangguk seperti anak kecil.

 

Ha Ni mencium pipinya. “Mwoya? Aku minta disini” ucap Kyu Hyun tidak terima sambil menunjuk bibirnya.

 

“Aish” Ha Ni mulai mendekati wajah Kyu Hyun, jantungnya kembali berulah. Dikecupnya bibir Kyu Hyun, tetapi Kyu Hyun menahan tengkuknya dan menyebabkan dia tidak bisa menarik wajahnya dan membiarkan Kyu Hyun melumat bibirnya.

 

 

“Baiklah ayo kita bertanding lagi aku yakin aku bisa mengalahkanmu kali ini Kyu Hyun~a” ajak Ha Ni setelah melepas ciuman mereka.

 

Mereka pun bertanding lagi. Ha Ni mengeluarkan jurusnya sebisa mungkin mengalahkan Kyu Hyun dan dia berseru kegirangan saat berhasil mengalahkan Kyu Hyun dan dengan semangat memilih kaset game Kyu Hyun yang dia tahu berharga mahal itu.

 

“Yak siapa suruh mengambil sebanyak itu” ujar Kyu Hyun melihat kaset gamenya digendongan Ha Ni.

 

“Kau bilang aku bisa mengambil yang mana saja” ucap Ha Ni dengan wajah innocent-nya.

 

“Ne aku bilang seperti itu. Tetapi kalau kau mengalahkanku hanya sekali hanya satu saja yang kau boleh ambil.

 

“Yak mana bisa begitu kau tidak bilang seperti itu” ucap Ha Ni tidak terima.

 

“Kau saja yang bodoh tidak mengerti ucapanku… Cepat kembalikan yang lain dan pilih salah satu” perintah Kyu Hyun. Ha Ni dengan tidak rela mengembalikan kaset yang lain dan memilih kaset yang paling mahal dan langka menurutnya.

 

“Huuu dasar Cho Kyu Hyun pelit”

 

“Baiklah, kaja kita bertanding lagi. Aku akan membawa pulang semua kaset gamemu” ucap Ha Ni bersemangat.

 

Mereka pun bermain lagi. Sampai skor 5:3. Diungguli Kyu Hyun. setelah itu mereka berhenti karena lelah. Ha Ni juga benar-benar sudah ingin sekali membersihkan bibirnya yang menjadi bualan bibir Kyu Hyun.

 

“Kyu, aku lapar” keluh Ha Ni sambil mengelus perutnya yang dari tadi sudah berbunyi.

 

“Aku juga. Aish kapan pintu ini dibuka” Kyu Hyun pun menghampiri pintunya dan mencoba membuka pintu lagi.

 

“Mwo? Pintunya terbuka?” ucap Kyu Hyun terkejut.

 

“Jongmal?” ucap Ha Ni senang dan benar pintu itu sudah dibuka tanpa mereka sadari.

 

“Ck, kita terlalu semangat bermain sampai tidak sadar pintu ini sudah terbuka”

 

“Ne. Annyeong Kyu aku pulang dulu, terima kasih atas kasetnya” ujar Ha Ni menujukan kaset Kyu Hyun yang sudah menjadi miliknya.

 

“Ne sama-sama. Terima kasih juga buat ciumannya” balas Kyu Hyun. muka Ha Ni memerah, dia segera berlari dari hadapan Kyu Hyun. Kyu Hyun hanya tertawa melihat wajah malu Ha Ni.

 

Ha Ni sampai dirumah dengan terengah-engah karena habis berlari.

 

“Ha Ni~ya, dari mana kau?” tanya ommanya pura-pura tak tahu.

 

“Dari rumah Kyu Hyun” jawab Ha Ni dan berlalu masuk kedapur mengambil minuman.

 

“Oh, sepertinya hubungan kalian sudah ada kemajuan. Bagaimana apakah kau sudah siap?”

 

“Ck omma, bisakah kau tidak membahas hal itu lagi?” ucap Ha Ni malas dan segera pergi masuk kekamarnya. Ommanya menghembuskan nafasnya dan mengambil handphonenya.

 

“Kita belum berhasil” ucapnya lemah kepada orang diseberang dan dibalas desahan kecewa dari seberang.

 

 

***

 

 

Sudah banyak rencana yang dilakukan omma Ha Ni, omma Kyu Hyun dan Ahra, supaya hubungan Ha Ni dan Kyu Hyun bisa langsung ke jenjang pernikahan. Tapi tetap semuanya tak pernah berhasil membuat mereka berdua, ani tepatnya Ha Ni memutuskan untuk menikah.

 

“Ini trik terakhir yang akan kita lakukan, dan ini tak mungkin akan gagal!” ujar omma Ha Ni menggebu-gebu.

 

“Fighting!!” teriak mereka bertiga serempak.

 

.

 

.

 

.

 

Sekarang keluarga Song sedang makan bersama dirumah keluarga Cho. Mereka makan dalam diam tak ada percakapan. Masing-masing menikmati makanan mereka dengan tenang. Setelah acara makan malam selesai. Appa Kyu Hyun dan appa Ha Ni masuk kedalam ruang kerja untuk membincangkan seputar bisnis yang mereka kerjakan bersama. Yang lainnya keruang tengah untuk mengobrol.

 

Mereka membicarakan segala hal tentang keluarga mereka, dan mengingat masa-masa kecil waktu Ha Ni dan Kyu Hyun. Membuat Ha Ni berusaha menahan malu akan sikapnya dulu.

 

“Haha kau lucu sekali Ha Ni~ya!” ucap Ahra.

 

Setelah berbincang-bincang cukup lama. Omma Kyu Hyun mulai memberikan kode kepada Ahra. Ahra yang mengerti langsung pergi dan tak lama dia membawa banyak botol soju.

 

“Mwoya? Untuk apa ini?” tanya Kyu Hyun bingung melihat botol-botol soju sudah bertengger dimeja.

 

“Tentu saja untuk diminum, masa dibuang” balas Ahra. “Dan.. kita semua akan memainkan permainan dan yang akan kalah hukumannya meminum soju” lanjutnya.

 

“Permainan?, tapi omma tidak bisa minum ini eonni” ucap Ha Ni.

 

“Ne. Bukankah omma juga tidak bisa. Kau lupa noona” tambah Kyu Hyun.

 

“Siapa yang bilang orang tua akan ikut minum” balas Ahra.

 

“Tapi eonni bilang kita semua akan bermain, bukannya termasuk omma dan Cho ajjumma”

 

“Tentu saja kita semua akan bermain. Makanya dengarkan dulu penjelasanku, kalian ini” merekapun diam membiarkan Ahra bicara dulu.

 

“Jadi begini permainannya. Aku akan sebagai MC-nya …”

 

“Mwo? Kau curang noona, kenapa kau tidak ikut bermain” potong Kyu Hyun tiba-tiba.

 

“Kau lupa bagaimana kalau aku mabuk hah?” Kyu Hyun menghembusakan nafasnya kesal, Ahra memang kalau mabuk sangat parah, dia akan berteriak-teriak dan tak akan berhenti sampai dia lelah dan tertidur, bukan hanya itu dia juga akan menjambak siapapun disekitarnya, termasuk Kyu Hyun bahkan omma dan appanya pernah jadi korbannya.

 

Ahra tersenyum menang ketika adik kesayangannya itu tidak dapat membalas lagi. “Baiklah aturan permainannya, aku akan memberikan pertanyaan kepada omma tentang ‘Ha Ni’ dan kepada Song ajjumma tentang ‘Kyu Hyun’. Kalau omma tidak dapat menjawab, kau Cho Kyu Hyun akan minum segelas soju itu dan sebaliknya kalau Song ajjuma salah Ha Ni yang akan meminumnya”

 

“Aish, apa-apaan itu. Itu sama saja aku dan Ha Ni yang menjadi tumbal disini”

 

“Ne eonni. Aku tidak mau” tolak Ha Ni.

 

“Kami tak menerima penolakan” ucap mereka bertiga serempak, membuat Ha Ni dan Kyu Hyun pasrah saja, dan menyetujui permainan tidak adil mereka.

 

“Ok kita mulai dari Song ajjumma” mulai Ahra, dia mulai berlagak sebagai MC papan atas. “Ny. Song, makanan apa yang paling Kyu Hyun benci?”

 

Omma Ha Ni berpikir sebentar, dia sebenarnya tahu tapi dia pura-pura tak tahu. “Udang?” jawab omma Ha Ni.

 

“Salah! Jawabannya sayur” ucap Ahra dia segera menuangkan soju kedalam gelas. “Minum Ha Ni” Ha Ni dengan kesal mengambil gelas itu dan meminumnya.

 

“Sekarang Ny. Cho, warna apa yang paling disukai Ha Ni?”

 

“mmmh, putih?”

 

“Salah! Jawabannya Pink!”

 

“Aish, omma kau tidak lihat apa yang sekarang dipakainya” ucap Kyu Hyun kesal. Memang hari ini Ha Ni memakai pakaian serba pink bercampur sedikit warna hitam. Ommanya hanya manggut-manggut saja.

 

“Sudah jangan banyak bicara, minum saja cepat” sela Ahra. Kyu Hyun meminumnya sekali teguk.

 

“Pertanyaan selanjutnya untuk Ny.Song, berapa kira-kira pacar yang Kyu Hyun punya selama di London?” Ha Ni sedikit tidak suka dengan pertanyaan itu, entah kenapa.

 

“Mmh..” omma Ha Ni mulai berpikir sambil melihat kea rah Kyu Hyun. “Menurut tampangnya, seperti banyak yah. Mungkin 10, kan sudah lama Kyu Hyun disana pasti banyak yang berebut jadi pacarnya melihat wajah tampannya ini”

 

“Hahaha” seketika omma Kyu Hyun dan Ahra tertawa terbahak-bahak, Kyu Hyun terlihat memerah karena malu bercampur kesal.

 

“Salah! Jawabannya tidak ada” ucap Ahra. Ha Ni langsung melihat Kyu Hyun disampingnya itu.

 

“Tidak ada?” tanya omma Ha Ni.

 

“Ne ajjumma, memang banyak yang mengejarnya tapi kau tahu ajjumma… dia tak pernah menanggapi mereka dan selalu bilang kalau dia punya kekasih… dan setiap malam dia selalu memandang foto kekasihnya itu, foto masa kecil kekasihnya”

 

“Omo jangan bilang kalau yang kau maksud Ha Ni, adalah orang yang difoto itu” Ahra menjentikan jarinya pertanda benar.

 

“Benar sekali, setiap harinya dia ha…”

 

“YAK, kalau kau tidak juga menutup mulutmu aku akan merekatkan mulutmu dengan lem yang membuat mulutmu tidak berfungsi lagi” teriak Kyu Hyun kesal dengan muka merah padam. Ahra segera menutup mulutnya rapat-rapat mendengar ancaman itu.

 

“Jangan lupa meminumnya, Kyu” ujar Ha Ni menunjuk gelas yang telah berisi soju itu. Ada rasa senang yang meluap-luap didalam dirinya, mengetahui Kyu Hyun tetap mengingatnya walaupun mereka berjauhan.

 

“Ok. Ehm. Kita kepertanyaan selanjutnya. Ny.Cho apa yang paling disukai Ha Ni sewaktu masih kecil?”

 

“Mencium Kyu Hyun!” seru omma Kyu Hyun cepat. Ha Ni membelalakan matanya terkejut. Ini memalukan, batinnya.

 

“Hahahahahaha” mereka semua tertawa termasuk Kyu Hyun, sedangkan Ha Ni menundukan kepalanya malu, kalau saja ada mesin waktu dia kan kembali kemasa dulu, dan menghilangkan kebiasaannya yang memalukan. ‘Doraemon I Need U’ jeritnya dalam hati.

 

“Benar sekali!” ujar Ahra. “Beruntunglah kau Cho Kyu Hyun tidak menambah air didalam tubuhmu”

 

Dan banyak pertanyaan yang ditanya Ahra. Banyak sekali pertanyaan yang dijawab omma Kyu Hyun dan omma Ha Ni yang salah, membuat kedua anak mereka terus meminum minuman beralkohol itu.

 

Ha Ni dan Kyu Hyun sudah mulai mabuk, kepala mereka terasa berat. Tak lama Ha Ni tumbang lebih dulu dan disusul Kyu Hyun.

 

 

***

 

 

Keesokan harinya..

 

Burung-burung mulai bersiul menambah kecerian dihari yang cerah. Sepasang manusia masih tertidur dengan balutan selimut tebal ditubuh mereka.

 

Ha Ni mulai menggeliat malas dan merenggangkan ototnya yang kaku, matanya mulai membuka dan mulai mengerjapkan matanya. Dia mulai bangun dan duduk dikasur sembari mengumpulkan kesadarannya, dipeganggnya kepalanya yang agak pusing akibat kegiatan mereka semalam.

 

Dia akan turun dari kasur itu, tetapi tidak jadi ketika merasa janggal ditubuhnya. Diarahkan pandangannya kebawah tubuhnya.

 

“OMO” pekiknya segera diambilnya selimut dan cepat-cepat dilingkarkan ditubuhnya yang tak terbalut sehelai benang pun.

 

Dilihatnya ada orang disampingnya. “AAAAAAAAGGGGGHHHHHH” teriakan cetar membahana itu berdengung diruangan itu membuat Kyu Hyun yang disampingnya segera terperanjat bangun.

 

“Wae? Wae? Wae?” tanya Kyu Hyun panik dan masih setengah sadar. Dilihatnya Ha Ni disebelahnya sedang menutup mukanya dengan kedua telapak tangan.

 

“Wae Ha Ni~ya?” tanyanya lagi. “Omo, sedang apa kau disini?” Kyu Hyun sudah mulai tersadar dan kaget melihat Ha Ni di tempat tidurnya.
“Kyu~” Ha Ni menunjuk tubuh Kyu Hyun yang sama persis dengannya. Kyu Hyun melihat tubuhnya.

 

“AAAAAAAAGGGGGHHH” teriakan mereka berduapun menggema dirumah Cho.

 

 

BRAAAKK!

 

Pintu kamar itu terbuka dengan kasar. Ahra yang berada diambang pintu terkejut melihat pemandangan didepannya, lebih tepatnya pura-pura terkejut.

 

“YAK, apa yang kalian lakukan?” teriakan itu berasal dari omma Kyu Hyun yang berada dibelakang Ahra.

 

“CHO KYU HYUN!!!” dan ini adalah teriakan dari appa Kyu Hyun.

 

 

***

 

 

“Kalian benar-benar memalukan” ucap appa Ha Ni. Sedangkan para ‘tersangka’ sedari tadi hanya menuduk mendengar ceraman yang dilontarkan para orang tua. Mereka sedang mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi. Dan sialnya, karena minuman sialan itu mereka susah untuk mengingat kejadian semalam.

 

“Bagaimana bisa kalian tak mengendalikan diri kalian untuk melakukan hal terlarang seperti itu” kali ini dari appa Kyu Hyun.

 

“Ne. Kalau memang kalian sudah tak bisa  mengendalikannya, katakan pada kami agar kami bisa menikahkan kalian” ucap omma Kyu Hyun yang bersorak dalam hati. Dia melirik kedua ‘rekannya’ sambil tersenyum licik yang hanya didilihat ‘rekan kerjanya’ yang juga membalas senyumannya.

 

“Mwo? Ani. Kami tidak melakukannya. Percaya kepada kami ajjumma” ucap Ha Ni membela diri.

 

“Diam kau!. Kau masih bisa menyangkal ketika sudah jelas-jelas bukti didiepan mata” pekik ommanya pura-pura marah.

 

“Tapi kami yakin tidak melakukan apa-apa” kilah Kyu Hyun dan mencoba mengingat kembali. “mmh, Omma malam itu apa yang kita lakukan sehabis bermain kuis itu, ingatanku hanya sampai kita bermain saja. Apa yang kita lakukan omma?” tanyanya kemudian.

 

“Karena soju-nya habis kita menyudahi permainan kita, karena appamu dan appa Ha Ni masih belum keluar dari ruang kerja membuat omma Ha Ni menunggunya sedangkan Ha Ni yang sudah mabuk diantar pulang olehmu. Kami kira kau mengantarkan kerumahnya, eh ternyata kau mengantarkan kekamarmu? Benar bukan?”

 

“Mwo? Aku? Ani, aku… aku.. aish aku tidak ingat” ucap Kyu Hyun frustasi sambil mengacak rambutnya.

 

“Omo, bagaimana kalau uri Ha Ni hamil?” ujar omma Ha Ni berpura-pura sedih. Ha Ni membulatkan matanya mendengar kata hamil, dia masih belum siap mendapatkan anak.

 

“Tenang Ji Hyo~ya, kita akan menikahkan kedua anak ini secepatnya” ucap omma Kyu Hyun.

 

“Benar, kita akan melangsungkan pernikahan secepat mungkin menghindari sesuatu yang tidak diinginkan terjadi” ucap appa Kyu Hyun.

 

Ha Ni menghembuskan nafasnya pasrah, bagaimana lagi dia tidak bisa melawan. Kyu Hyun terima-terima saja karena dia juga menginginkan pernikahan itu. Sebenarnya dia masih tidak percaya dengan perkataan ommanya, dia yakin ini rencana dari ketiga orang itu.

 

Tapi sudahlah, bukankah ini menguntungkan bagiku, pikirnya.

 

 

***

 

 

Sehari sebelum acara pernikahan..

 

Ha Ni duduk dibelakang rumahnya sambil menengadahkan kepalanya kelangit sore. Pikirannya melayang entah kemana. Kyu Hyun datang dan duduk disampingnya, melakukan hal yang sama.

 

“Kalau kau ingin membatalkannya, ini masih belum terlambat” Ha Ni segera tersadar dari lamunannya dan baru menyadari Kyu Hyun duduk disampingnya.

 

“Ne?”

 

“Kalau kau tidak menginginkan pernikahan ini, kau bisa membatalkannya. Bukankah kita sudah punya ada bukti kalau kau masih mmh masih gadis. Kita tidak melakukan apa-apa waktu itu” mereka memang sudah memeriksa kerumah sakit, dan dokter menyatakan Ha Ni masih perawan.

 

Ha Ni tidak menjawab, matanya tetap melihat awan sore yang membentuk sedemikian rupa.

 

“Aku tidak ingin kehidupan pernikahanku menjadi sangat hambar karena tak ada cinta didalamnya. Dan aku tidak mau kalau istriku nanti terlihat terpaksa dalam mengarungi sebuah rumah tangga. Aku hanya ingin, kehidupanku dan istriku dimaknai oleh cinta, saling mengasihi dan menyayangi. Mendapatkan anak-anak yang berasal dari cinta kita bukan karena paksaan semata. Setia selamanya dengan pasangan, sampai takdir memisahkan kita”

 

Ha Ni mendengar semua ucapan Kyu Hyun sambil membayangkan. Dia merasakan kehangatan tercipta dari khayalannya. Dia masih meragukan akan perasaannya, dia tidak ingin seperti apa yang Kyu Hyun katakan kalau dia akan menjalani masa depan mereka dengan keadaan terpaksa.

 

“Kalau kau tidak mampu mengatakan kepada orang tua kita. Aku yang akan membantu mengatakan” ucap Kyu Hyun yang masih belum mendapati suara yang keluar dari Ha Ni.

 

“Kau tidak menginginkan pernikahan ini?” tanya Ha Ni membuka suara, pandangannya kini sudah beralih kewajah Kyu Hyun.

 

Kyu Hyun tersenyum miris. “Bagaimana mungkin aku tidak menginginkan pernikahan kita. Mungkin impianku bisa dibilang adalah menikah denganmu. Kau yang telah merebut semua hati dan pikiranku. Selama jauh darimu aku sama sekali tidak tenang, didalam pikiranku entah kenapa kau yang selalu hadir. Kau yang selalu mengganggu system kerja otakku. Walaupun sekuat tenaga membuka hati kepada orang lain, tetap saja hati ini tidak mau berpindah. Hey, apakah kau sudah memantraiku sehingga tak sanggup berpaling darimu?” ucap Kyu Hyun yang diakhiri candaan. Ha Ni membelalakan matanya mendengar pertanyaan Kyu Hyun.

 

“Jaga ucapanmu tuan Cho, untuk apa aku melakukan itu. cih!” ucap Ha Ni ketus. Kyu Hyun hanya terkekeh kecil. Sebenarnya Ha Ni sangat tersentuh dengan ucapan Kyu Hyun tadi, baru kali ini dia mendengar Kyu Hyun mengatakan hal seperti itu.

 

“Baiklah kita tidak boleh membiarkan semua ini terjadi. Kita harus memberitahukan kepada orang tua kita kalau pernikahan ini dibatalkan” ucap Kyu Hyun denga berat hati, dia masih tidak rela tapi bagaimana pun perasaan Ha Ni yang lebih penting. Dia tak mau terjebak dengan pernikahan yang konyol tanpa ada cinta. Cinta sepihak.

 

Jantung Ha Ni terpukul mendengar ucapan Kyu Hyun, dia merasa tidak suka dengan perkataan Kyu Hyun yang tidak mendengar jawabannya dulu. Dan semakin dirasanya sesak ketika Kyu Hyun mulai bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkannya. Dia menggigit bibir bawahnya kuat melihat punggung Kyu Hyun yang semakin hari semakin menjauh.

 

‘Aku tidak bisa’ batinnya. Ha Ni segera berlari mengejar Kyu Hyun dan segera memeluk Kyu Hyun dari belakang membuat langkah Kyu Hyun terhenti.

 

“Saranghae! Jongmal Saranghae. Saranghae Kyu Hyun~a”

 

Kyu Hyun tersenyum sangat bahagia mendengar kata itu keluar dari bibir Ha Ni. Dia merasa sesuatu meluap-luap dari dalam dirinya. Dibalikannya badannnya menghadap Ha Ni dan segera merengkuh wajah Ha Ni dan menciumnya dalam, Ha Ni membalasnya dengan penuh cinta. Seakan meluapkan seluruh rasa yang terpendam selama ini.

 

 

Tak jauh dari situ, ‘ketiga pengungtit’ cekikan melihat pemandangan itu. Mereka ber-hig-five ria.

 

“Rencana 23 berhasil!” ucap mereka kompak.

 

 

***

 

 

Hari Pernikahan..

 

“Kalian sudah resmi sebagai suami istri, silahkan mencium pasangan kalian” ucap seorang pastor.

 

Kyu Hyun menunjukan smirknya dan segera mendekatkan wajahnya kearah Ha Ni. Jantung Ha Ni berdegup sangat kencang ketika jarak mereka sudah sangat dekat. Padahal mereka sudah sering melakukan hal ini tetapi entah kenapa Ha Ni masih merasa gugup.

 

Cup..

 

Kyu Hyun mulai melumat bibir Ha Ni perlahan, dan semakin lama semakin terbuai dengan bibir manis Ha Ni. Sangat lama mereka berciuman, dan tak kunjung selesai, nafas Ha Ni sudah tersedat-sedat. Pastor sudah tertawa kecil melihat pasangan didepannya begitu juga semua yang ada disitu. Ha Ni memukul pundak Kyu Hyun untuk menghentikan itu tetapi tak dihiraukan Kyu Hyun. Sampai Ha Ni sudah tak bisa bersabar lagi, dan dengan sekuat tenaga menggigit bibir Kyu Hyun.

 

“Awww!” pekik Kyu Hyun merasakan sakit dibibirnya, tetapi pekikannya terganti suara tepuk-tangan dan tawa yang bergema didalam greja itu.

 

Ha Ni menatap Kyu Hyun tajam dan kesal. Dia sangat malu.

 

“Kau akan merasa bersalah sudah melakukan hal ini Ny.Cho. Tunggu saja sebentar malam, kupastikan kau tidak akan tidur sampai pagi ISTRIKU” bisik Kyu Hyun dengan senyum iblisnya, membuat Ha Ni bergidik ngeri.

 

 

‘Mati Aku’

 

 

END

 

Ok para Hadirin sekian dan terima kasih.

jangan tanyakan si ikan(?)

 

Comment Please!

 

4 thoughts on “Kiss, Lip and Game! Part 2 end

  1. kyaaaa crtnya Daebakkk thorr
    buat sequel dong thorr jeballl ne ^o^
    FF slnjutnya dtunggu lohh *0*
    keep writing author❤ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s