Kiss, Lip and Game! Part 1

Kiss

Title                       : Kiss, Lip and Game! Part 1

Author                  : PinKyu

Cast                       : Cho KyuHyun (Super Junior), Song Ha Ni (oc)

Genre                   : Family, Romance, Marriage life.

Rating                   : PG16

Length                  :Twoshot

N/B                        :  Annyeong aku datang lagi membawa FF gaje.. sequelnya ‘Omma Where’s Appa?’ sampe sekarang masih belum dapat idenya jadi sambil nunggu aku kasih deh ni. Gak beda-beda jauh ceritanya dari  ff sebelumnya.

Biasa,,, typo bertebaran..!!

 

 

Author pov

 

“Kyunie” panggil seorang yeoja kecil sambil matanya sibuk kesana kemari mencari sesosok namja kecil yang sedang bersembunyi.

 

“Kyuniiiee” suaranya bergema dirumah besar itu.

 

Sedangkan yang dicari sedang meringkuk gemetar dibawah meja. Dia takut dengan yeoja kecil yang adalah tetangganya itu. Takut karena yeoja itu pasti akan berbuat sesuatu yang paling dibencinya, yang membuat dia trauma. Mulutnya sudah matanya tertutup dan mulutnya berkomat-kamit sedang mengucapkan doa.

 

“Yuuhhuu Kyunie, ternyata kau disini” Kyu kecil membuka matanya ketika mendengar suara yang sangat ditakutinya saat ini. Wajah pucat pasi melihat yeoja kecil itu menyeringai kepadanya.

 

“Kyunie ayo keluar” ajak yeoja kecil itu dengan suara lembut, membuat Kyu kecil semakin ketakutan.

 

“Si.. sireo” balasnya dengan suara bergemetar.

 

“Ah kau tidak mau?.. Baiklah aku yang akan masuk kedalam” yeoja kecil itu pun masuk kebawah meja itu.

 

Dan…

 

Cuuuu..

 

Akhirnya kejadian yang tidak diinginkan Kyu Hyun terjadi juga. Kyu kecil membeku ketika dirasanya, bibir yeoja kecil itu mendarat dibibir mungilnya. Hanya mengecup saja, tetapi sangat lama. Ini ketiga kalinya yeoja kecil itu mencium Kyu Hyun. Yeoja itu memang sangat terobsesi dengan bibir Kyu kecil yang menurutnya sangat menggemaskan. Yeoja kecil itu akhirnya menjauhkan wajah mereka dan tersenyum evil.

 

“Huuuuwaaaa Eommaaaaa. Hiks, hiks. Eeoommmmaaaaa” Kyu kecil langsung menangis sangat keras, sedangkan yeoja itu tertawa terbahak-bahak melihatnya.

 

“Hahahahahahahaha”

 

 

 

***

 

 

15 tahun kemudian…

 

“SONG HA NIIIIIIIIIII” teriakan cetar membahana itu membuat yeoja yang sedang tidur dibalik selimut, menggeliat sedikit.

 

“Aiish anak ini. Yak bangun!! Kau ada kuliah pagi kan? Ayo bangun” teriak Eomma Ha Ni sambil mengguncang-guncang tubuh anaknya. Karena tidak kunjung terbangun Eommanya menendang-nendang pantat anaknya.

 

“Eomma. Kenapa menendangku” seru Ha Ni sambil mengelus-ngelus pantatnya.

 

“Aish, akhirnya kau bangun juga. Cepat mandi dan sarapan, kau harus kekampus sekarang” bukannya menuruti perintah Eommanya, Ha Ni malah tidur lagi.

 

“YYYAAAAK SONG HA NIIIIIIIII”

 

 

***

 

 

Hyun Ji menyenggol lengan Ha Ni, karena Ha Ni hampir menjelajahi dunia mimpinya disaat dosen killer sedang mengajar didepan. Ha Ni melihat Hyun Ji kesal, yang sudah mengganggu aktivitasnya.

 

Hyun Ji balas melotot dengan bibir dimajukan, menantang. Dari mulut Ha Ni memprotes ‘Wae?’ tanpa suara. Hyun Ji menunjuk kedepan dimana dosen berada, tak disangka dosen tersebut sedang melihat mereka. Ha Ni dan Hyun Ji membeku.

 

“Apa yang kalian lakukan hah? Mengobrol dijam pelajaranku?” murka dosen itu.

 

“Animnida” ucap keduanya kompak dan langsung pura-pura membaca buku yang sedang dibahas. Dosen itu hanya menghembuskan nafasnya kasar dan memulai pelajaran yang tertunda.

 

 

 

 

Jam Istirahat..

 

 

“Aish, hampir saja tadi dihukum” kesal Hyun Ji. “Yak, jangan bilang kau bermain lagi sampai subuh” lanjutnya memandang Ha Ni dengan menyipitkan matanya.

 

“Mmh” jawab Ha Ni santai sambil memakan makanannya.

 

“Ck, bisakah kau hilangkan kebiasaanmu itu Song Ha Ni” Ha Ni tak menanggapi perkataan Hyun Ji dan masih sibuk dengan ‘kehidupannya’. Membuat Hyun Ji kesal.

 

 

 

Ha Ni pov

 

“Aaaaaaaaaagghh” aku terlonjak kaget mendengar teriakan para yeoja yang sedang mengerubuni sesuatu, ah tepatnya seseorang.

 

“Omo, kau sungguh tampan oppa”

 

“Oppa, apakah kau sudah punya pacar?”

 

Seruan para yeoja-yeoja tidak dipedulikan oleh namja tampan berkulit putih pucat itu. Dia hanya santai melenggang menuju tempat kosong, dan duduk diikuti para yeoja-yeoja yang menatapnya tak berkedip.

 

“Nugu?” tanyaku kepada Hyun Ji

 

“Oh, mungkinkah dia mahasiswa baru itu?” tanya Hyun Ji sambil melihat kerumunan itu.

 

“Oh mahasiswa baru” kataku cuek lalu melanjutkan acara mengunyahku yang tertunda.

 

“Kaja, kita masuk kelas” ajakku setelah menghabiskan makanan kami.

 

Aku dan Hyun Ji melewati meja kerumunan itu. Dan mataku tak sengaja bertatapan dengan mata namja mahasiswa baru itu.

 

Deg!

 

Entah kenapa jantungku berdegup tidak seperti biasanya, ada sesuatu yang lain yang kurasakan ketika menatap mata bening itu. Cepat-cepat aku alihkan pandanganku, tidak ingin semakin jauh lagi terhanyut tatapan tajam itu yang membuat tubuhku seakan ingin mengkhianatiku yang akan pergi berlari memeluk namja itu. Itu gila. Cepat-cepat kulangkahkan kakiku meninggalkan kantin.

 

 

 

***

 

 

Kyu Hyun pov

 

Aku melihatnya hari ini. Wajahnya tidak berubah, bahkan semakin cantik. Ternyata dia tumbuh menjadi gadis yang mempesona. Selama 15 tahun tidak berjumpa membuat aku sangat merindukannya. Dia cinta pertamaku.

 

Apakah dia tidak mengenalku?. Tadi dia menatapku, tapi dilihat dari ekspresinya sepertinya dia memang tak mengenaliku. Ah biarkan saja, lama-kelamaan juga pasti dia mengetahui siapa aku. Waktu dikantin, aku ingin sekali berlari memeluknya, tetapi dengan susah payah aku menahan kakiku agar supaya tak menghampirinya dan membuat pertemuan pertama kali selang 15 tahun menjadi tidak menyenangkan.

 

Aku ingin dia yang mengenalku tanpa aku beritahu. Haah pokoknya hari ini aku sangat senang melihat wajahnya.

 

“Kyunie~ kau sudah gila yah? Dari tadi senyum-senyum sendiri, apakah kau kehabisan obat?” kurang ajar noona macam apa dia mengejek adik yang tampan ini orang gila.

 

“Ne. Bahkan obatmu pun aku menghabiskannya. Sepertinya kau harus membeli lagi, supaya kau tidak kumat” balasku sambil tersenyum miring.

 

“Yak kau …”

 

“Aish, kalian ini. kalau sedang makan bisakah kalian tidak bicara. Kalian seperti anak kecil saja bertengkar terus” sela ommaku.

 

“Salahkan Ahra noona omma, dia yang mengejekku” belaku sambil mengerucutkan bibirku.

 

“Omo, omo. Bisa-bisanya kau mengeluarkan wajah mengerikan itu Cho Kyu Hyun. Kau sudah tak pantas lagi tau, kau sudah tua”

 

“Yak, nenek sihir diam kau”

 

“DIAM” kami terdiam ketika ayahku sudah mengeluarkan suara. Kami pun kembali menyantap makanan, tapi jangan salah kami tetap masih beradu, walaupun hanya dengan tatapan mata.

 

 

***

 

 

Author pov

 

At Seoul University..

 

Matahari semakin hari mulai menampakan dirinya, begitu juga dengan mahasiswa-mahasiswi Seoul University yang mulai berlalu lalang dikoridor kampus. Kegiatan yang selalu nampak setiap hari kecuali akhir pekan.

 

“Aish game lagi, game lagi” gerutu Hyun Ji melihat Ha Ni yang baru masuk kelas langsung merebahkan kepalanya dimeja.

 

“Diamlah nona Kim, jangan menggangguku. Kau tahu aku belum sempat tidur” ujar Ha Ni lemas dengan suara sedikit serak.

 

Hyun Ji hanya menghembuskan nafasnya pasrah dan tidak lagi mengganggu Ha Ni karena melihat memang temannya itu butuh istirahat.

 

“Aaaaaaaghh” lagi-lagi teriakan membuat Ha Ni terlonjak kaget dan terbangun masih setengah mimpi.

 

“Wae? Wae?” tanyanya panik sepertinya masih belum sepenuhnya sadar. Hyun Ji tertawa melihat temannya itu.

 

Kyu Hyun adalah dalang dari teriakan itu, mata kuliah umum memang mengharuskan Kyu Hyun memasuki kelas itu yang dimana Ha Ni juga disitu.

 

“Aaaa, aish” Ha Ni memekik ketika seseorang mengelap mukanya dengan air ditangannya. “Aish Lee Dong Hae” seru Ha Ni menatap Dong Hae kesal, sedangkan Dong Hae hanya tertawa melihat Ha Ni kesal.

 

“Makanya, dikelas jangan tidur. Dasar yeoja pemalas” Ha Ni beranjak dari kursinya dan mencekik Dong Hae, tidak sungguh-sungguh.

 

“Yak, Ha Ni jangan membunuh suamimu nanti kau jadi janda” ucap Dong Hae melepaskan tangan Ha Ni.

 

“Mwo? Suami?. Yak kau..” Ha Ni menerjang Dong Hae lagi. Hyun Ji segera menahan Ha Ni dan mendudukannya lagi sambil mengurut pundaknya seperti pelatih dengan petinjunya.

 

“Aku melakukan itu karena tidak mau kalau sampai kita menikah nanti, kau malas-malasan dan tidak membuatkan makanan untukku dan tidak membersihkan rumah kita” ujar Dong Hae dengan wajah polos.

 

“Lee Dong Hae..” baru saja Ha Ni akan menerjang Dong Hae tiba-tiba dosen datang dan membuat tindakannya berhenti. Diliriknya Dong Hae dengan pandangan membunuh, Dong Hae membalas dengan Kiss Fly dan terkekeh geli ketika Ha Ni mengeluarkan bara api dari tubuhnya(?).

 

Semua yang disitu –kecuali dosen- hanya terkikik melihat pemandangan suami-istri(?) yang sudah biasa dimata mereka. Tetapi tidak dengan Kyu Hyun yang memandang Dong Hae tajam.

 

“Aku yang akan menjadi suaminya. Bukan kau babo” gumam Kyu Hyun pelan sambil menatap Dong Hae berkilat-kilat.

 

 

Setelah kelas usai Ha Ni pergi keperpustakan. Apalagi kalau bukan mencari tempat untuk dijadikan tempat tidurnya. Dibaringkan tubuhnya dipojok ruangan yang tertutup oleh rak-rak buku dimana jarang orang pergi kesitu. Tak pedulikan lantai yang dijadikan pembaringannya dan buku yang dijadikan alas kepala.

 

Kyu Hyun yang sedari tadi mengikutinya, geleng-geleng kepala melihat Ha Ni yang telah tertidur dengan nyamannya. Dia berjalan mendekati Ha Ni dan duduk disamping yeoja itu. Disingkirkannya rambut yang menghalangi pemandangannya dari wajah cantik Ha Ni. Dia tersenyum ketika mengingat masa kecilnya bersama Ha Ni.

 

Lama-kelamaan Kyu Hyun mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibir mereka berdua. Tak cukup dengan menempelkan, Kyu Hyun mulai melumat pelan bibir Ha Ni.

 

Ha Ni merasakan sesuatu dibibirnya membuka matanya perlahan. Setengah sadar, dilihatnya seseorang yang sangat dekat dengan wajahnya. Tak hanya itu bibirnya juga merasakan gerakan dan…

 

“Yak” didorongnya Kyu Hyun dengan sekuat tenaga. Kini Ha Ni telah sadar sepenuhnya. “Apa yang kau lakukan hah?” teriaknya.

 

“Wae? Kau tidak suka? Bukankah kau sangat menyukai ini?”

 

“Kau..” Kyu Hyun membekam mulut Ha Ni dengan mulutnya ketika Ha Ni akan berteriak lagi sehingga Ha Ni terbelalak.

 

Kyu Hyun melepaskan tautan mereka, tetapi wajahnya masih sangat dekat dengan Ha Ni. “Jangan berteriak babo. Kau lupa ini dimana?” bisik Kyu Hyun.

 

Ha Ni mengedarkan pandangannya dan baru mengingat kalau dia masih diperpusatakaan. Ditatapnya Kyu Hyun tajam. Didorongnya Kyu Hyun tetapi tak ada gunanya karena Kyu Hyun tak bergerak sedikit pun.

 

“Yak. Pergi kau” seru Ha Ni mulai memelankan suaranya, karena bisa-bisa diusir.

 

“Kalau aku tidak mau?” goda Kyu Hyun yang masih belum menjauhkan wajahnya. Ha Ni mulai deg-degan ketika melihat wajah Kyu Hyun yang mulai maju.

 

“Menjauh dariku” gugup Ha Ni sambil menahan wajah Kyu Hyun. “Apa yang kau lakukan? Kita tak saling mengenal dan seenaknya saja kau menciumku. Kau gila hah?” lanjutnya marah.

 

“Kau tidak mengenalku?” tanya Kyu Hyun dan sedikit raut kekecewaan diwajahnya.

 

Ha Ni mengerutkan keningnya bingung. “Me..memangnya kita sudah saling mengenal?”

 

“Baiklah. Kau tidak mengenalku?” Ha Ni mengangguk.

 

Cuuu…

 

Kyu Hyun pun menciumnya dan melumatnya lembut. Jantung Ha Ni berdegup kencang, tubuhnya beku. Dia ingin menolak tetapi tubuhnya seakan mengkhianatinya dan membiarkan Kyu Hyun menciumnya dalam. Entah kenapa ada rasa senang didasar hatinya ketika namja tak dikenalnya itu menciumnya.

 

Kyu Hyun melepaskan ciumannya ketika merasakan kalau mereka butuh bernapas. “Kau sudah ingat?” tanyanya lagi. Ha Ni menggeleng polos karena masih mabuk ciuman (?).

 

Kyu Hyun mendesah frustasi dan meninggalkan Ha Ni terduduk seperti orang bodoh. Dipegang bibirnya dan ujung bibirnya tertarik membentuk senyuman. Digelengkan kepalanya supaya sadar.

 

“Aish apa yang aku lakukan, seharusnya aku mendorongnya, babo” rutuknya sambil memukul kepalanya. “Dan apa-apaan namja itu sangat aneh. Dia bilang kami saling mengenal? Memangnya aku pernah bertemu dengannya?. ah molla, molla” Ha Ni mengacak rambutnya frustasi.

 

 

***

 

 

Kyu Hyun memainkan PSP-nya dengan kesal. “Aish babo, babo. Kau tidak mengenalku?. Babo” ucapnya tetap memainkan jarinya diatas PSP-nya itu.

 

“Yak Kau gila Kyunie~, oh ayolah itu benda mati tak mungkin dia menjawab ‘Aku mengenalmu’ dasar tidak waras” ejek Ahra.

 

“Dia tidak mengenalku noona, tidak mengenalku. Dasar babo” teriak Kyu Hyun yang masih tak mengalihkan pandangannya dari permainan yang dimainkan didalam PSP itu.

 

“Cho Kyu Hyun kau benar harus dibawa kerumah sakit jiwa” Ahra menarik lengan Kyu Hyun dan menyeretnya. Ny.Cho melihat kedua anaknya hanya geleng-geleng kepala.

 

“Bisakah kalian tidak rebut dalam sehari. Omma benar sakit kepala melihat kelakuan kalian”

 

“Omma, kau harus membawa anakmu ini kerumah sakit. Dia harus periksa keadaan jiwanya sekarang”

 

“Noona aku tidak gila, babo” seru Kyu Hyun kesal.

 

“Kalau kau tidak gila, kenapa kau berbicara dengan benda mati itu. hah?” omel Ahra.

 

“Aku tidak bicara dengan PSP ini” rengek Kyu Hyun.

 

“Jelas-jelas kau marah-marah dengan PSmu. Kau bertanya pada PSPmu ‘Kau tak mengenalku?’” ucap Ahra menirukan cara bicara Kyu Hyun.

 

“Aish, sudahlah noona kau mengingatkanku tentang kelakuan yeoja bodoh itu” Kyu Hyun menghempaskan tubuhnya disofa.

 

“Yeoja? Nugu?” tanya Ahra penasaran. “Ah apakah maksudmu dia?” lanjutnya. Kyu Hyun mengangguk, tahu ‘dia’ yang dimaksudkan Ahra itu siapa.

 

“Ckck, ternyata kau masih tidak bisa melupakannya. Dasar, seorang Cho Kyu Hyun bisa gila tanpanya” ejek Ahra. Kyu Hyun menatap Ahra tajam. “Memangnya dia melakukan apa padamu?… ah dia tidak mengenalmu? Hahahaha. Kasian ternyata kau tidak dianggapnya” Ahra tertawa terbahak-bahak sedangkan Kyu Hyun sudah sangat ingin merobek mulut Ahra sekarang.

 

“Kalian sedang bicara apa sebenarnya?” tanya Ny.Cho bingung.

 

“Haha omma anakmu yang evil ini jatuh cinta kepada anak temanmu?” jelas Ahra yang masih susah menghentikan tawanya.

 

“Nugu?”

 

“Tetangga sebelah”

 

“Ah anak Song Ji Hyo?” Ahra mengangguk sambil membekap mulutnya untuk menghentikan tawanya karena Kyu Hyun sudah terlihat sangat murka. “Benarkah Kyunie~?” muka Kyu Hyun sudah memerah karena malu bercampur marah.

 

“Kau mau omma menjodohkanmu dengan anaknya Ji Hyo itu?” terlihat kegembiraan dari raut paruh baya itu, karena memang sedari dulu dia ingin sekali Kyu Hyun dan Ha Ni bersatu. Karena memang keluarga mereka sangat dekat.

 

“Jinjja? Omma akan menjodohkan kami?” tanya Kyu Hyun semangat.

 

“mmh” jawab Ny.Cho sambil tersenyum.

 

“Aku terima perjodohan itu” seru Kyu Hyun senang. “Ah tapi omma… jangan ada perjodohan saja” ucap Kyu Hyun menghilangkan senyumnya membuat ommanya bingung.

 

“Wae?”

 

“Aku tidak mau dia terikat denganku karena hanya keterpaksaan. Aku ingin dia juga mencintaiku”

 

“Bagaiman kalau dia tidak mencintaimu dan dia mencintai orang lain. Dan lebih parah dia menikah dengan orang lain” ucap Ahra.

 

Kyu Hyun berpikir sejenak. “Tidak akan kubiarkan dia menikah dengan orang lain. Aku akan membuat dia mencintaiku, dan tidak akan pernah lepas dariku” ucap Kyu Hyun dengan senyum khasnya.

 

 

***

 

 

 

Kyu Hyun pov

 

 

Aku berjalan sambil melihat sekeliling mencari dimana Ha Ni berada. Dan pada akhirnya menemukan yeoja itu sedang duduk disebuah taman kampus sedang memegang sesuatu yang sekali lihat aku sudah tahu itu PSP.

 

Aku duduk disampingnya dan memperhatikan permainan apa yang dimainkan Ha Ni. Ha Ni sepertinya belum menyadari ada yang duduk disampingnya. Apakah aku juga seperti ini saat sedang asiknya bermain?.

 

“Yak bukan begitu caranya” seruku dan mengambil PSP miliknya.

 

“Yak Dong Hae kembalikan” teriaknya. Tapi tunggu …

 

“Dong Hae?” tanyaku. Dia melihatku dengan wajah terkejut.

 

“Oh, aku kira Dong Hae. Yak kembalikan” aku menjauhkan PSP-nya supaya dia tidak dapat menjangkaunya.

 

Dia terus mendekatiku untuk merampas ‘teman’nya ini. Aku tersenyum melihat wajahnya yang sangat dekat denganku. Aku pun mencium bibirnya yang menggoda itu membuat dia berhenti dengan kegiatannya. Melumatnya sebentar dan melepaskan.

 

“Hahaha” aku tertawa melihat mukanya yang lucu dengan semburat merah dipipinya.

 

Aku rasa sekarang dia sudah kembali dengan kesadaran penuh karena terlihat wajahnya yang kesal. Aku menunjukan senyum polosku.

 

“Kau.. kau selalu saja menciumku. Aku peringatkan kau, sekali lagi kau melakukannya, aku akan menamparmu sampai kau mati” aku pura-pura menunjukan wajah takutku.

 

“Benarkah? Ah aku rasa dulu kau sangat menyukai ini? kenapa sekarang kau sudah tidak menyukai saat bibir kita bertemu?” aku mulai memancing memori masa kecil kami. Dia selalu menciumku, dan entah kenapa aku selalu menangis saat dia melakukannya.

 

“Yak, apa yang kau bicarakan hah?” bentaknya. Aish dia masih belum mengingatku juga? Apakah kepalanya terbentur pada saat aku di London, dan membuatnya amnesia?.

 

“Bukankah kau sudah tidak ada kelas? Kaja pulang” tak kupedulikan dia yang terus memberontak dan tetap menyeretnya keparkiran dimana mobilku berada. Ah tunggu.. mobilku dipinjam Ahra noona.

 

“Kau membawa mobil?” dia mengangguk dengan raut bingung. “Dimana?” tanyaku menanyakan keberadaan mobilnya.

 

“Memangnya kenapa hah?” ucapnya kesal.

 

“Sudah tunjukan saja dimana” dengan pandangan curiga dia menunjuk mobilnya yang terparkir tidak jauh dari kami.

 

Lagi-lagi aku menyeretnya dan memasukan dia kemobilnya, dan aku duduk di kursi kemudi.

 

“Yak kenapa kau menggunakan mobilku?. Kau mau membawaku kemana?”

 

“Aku menumpang dimobilmu. Karena itu aku membayarmu dengan menjadi sopir”

 

“Ckck, tidak tahu malu”

 

“Biarkan saja” ucapku cuek.

 

Setelah itu kami tidak berbicara lagi. Aku hanya fokus menyetir, sedangkan dia entahlah mungkin pikirannya berlalang buana dan hanya menatap keluar jendela disampingnya.

 

 

Kami pun sampai dirumahnya. Dia menatapku heran “Bagaiman bisa kau tahu rumahku? Bukankah aku belum memberitahukanmu? Ah apakah kau penguntit?” tanyanya sambil memicingkan matanya.

 

“Mwo? Penguntit?. Babo” aku seger keluar dari mobilnya. Sangat kesal rasanya ketika dia masih belum mengingat siapa sebenarnya diriku. Dan malam menuduhku penguntit.

 

 

Ha Ni pov

 

 

“Mwo? Penguntit?. Babo” dia keluar dari mobilku dan kulihat dia ah siapa namanya itu. berjalan memasuki pagar rumah tetanggaku. Yak apakah dia bodoh sehingga salah rumah?.

 

“Yak, kenapa kau sembarang memasuki rumah orang lain!!” teriakku ketika dia akan melangkah kedalam. Apakah tetanggaku yang di London itu telah menjual rumahnya kepadanya?. Astaga mungkinkah seperti itu, jadi dia tidak salah masuk rumah?.

 

“Ini rumahku. Babo” ah benarkan itu rumahnya. Tetanggaku telah menjual rumahnya kepadanya. Tapi sejak kapan dia tinggal disini? Aku tidak tahu.

 

“Ah rumahmu? Ya sudah masuk sana” ucapku menahan malu karena menuduhnya semabarangan.

 

“Kau sudah mengingatku?” lagi-lagi pertanyaan itu yang ditanyakannya.

 

“Mianhe aku tidak mengenalmu” aku pun melangkah untuk memasuki rumahku. Tapi terhenti dengan ucapannya.

 

“Aku Cho Kyu Hyun babo. Apakah kau masih tidak mengenalku? Kau yang mencuri ciuman pertamaku. Aish kau benar-benar bodoh, padahal aku ingin kau yang mengenaliku tanpa aku memberitahumu”

 

Aku terdiam sambil menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Benarkah dia Kyunie~ kecilku. Tap..tapi dia berbeda.

 

“Kyunie~?” panggilku ragu.

 

“Ne Aku Kyunie~ mu. Kau sudah mengingatku kan?”

 

“Tapi kau berbeda Kyu Hyun~a” ucapku masih tidak percaya.

 

“Apa yang beda?” rengeknya kesal. Omo Kyeopta~.

 

“Dulu kau… gendut” ucapku pelan takut dia tersinggung. Dia mulai mendekatiku.

 

“Itukan dulu. Sekarang bagaiman apakah dietku berhasil?” aku ingin tertawa mendengar itu.

 

“Ckck, sangat berhasil sehingga membuatku terlampau kurus” ejekku.

 

“Apakah bibirku juga tetap berbeda?” aish dia menggodaku. Pasti mukaku memerah sekarang. “Apakah kau tidak ingin mengucapkan selamat datang kepada bibirku? Bukankah kau sangat gemas dengan bibir sexy-ku?”

 

“Yak apa yang kau bicarakan?” teriakku kesal menutupi rasa Maluku. Jujur dulu memang aku sering mencium emm bibirnya tapi waktu itu aku masih kecil, dan entah kenapa dulu bibirnya sangat menggemaskan.

 

“Bukankah aku benar?” dia menciumku sekilas, aish bagaimana kalau ada yang melihat. Kulihat sekelilingku memastikan tidak ada orang. Ck kenapa aku seperti orang yang berpacaran yang takut dipergoki.

 

“Wae? Kau takut orang melihat kita. Baiklah kalau kau tidak mau orang melihat kita lakukan dimobilmu” omo tidak tahu malu dia mulai menyeretku kemobilku. Kulepaskan tangannya yang memegang tanganku dan berlari kedalam rumahku. Kudengar dia tertawa terbahak-bahak. Aish awas kau Cho Kyu Hyun!!

 

 

***

 

 

Ah berendam air hangat memang sangat menyenangkan, membuat tubuhku kembali segar.

 

Tok tok!

 

“Ha Ni apakah kau didalam?”

 

“Ne omma. Wae?”

 

“Ada temanmu mencarimu”

 

“Nugu?”

 

“Cepatlah keluar. Dia menunggumu diruang tengah” kudengar ommaku berjalan keluar kamar. Dengan terpaksa aku meninggalkan air hangatku. Siapa sebenarnya yang mengganggu acara berendamku.

 

Setelah berganti pakaian akupun menuruni tangga menuju ruang tengah. Dan mendengus ketika melihat Kyu Hyun yang asik berbincang dengan ommaku.

 

“Ada apa kau kemari?” tanyaku ketus.

 

“Oh kau sudah ada. Omma tinggalkan dulu. Kyunie~ makan kuenya yah” cih omma jangan terlalu baik kepada iblis itu.

 

“Wae?” tanyaku yang duduk didepannya.

 

“Aku hanya merindukan calon istriku” ucapnya santai sambil memakan kue.

 

“Calon istri? Hanya mimpimu Cho Kyu Hyun”

 

“Itu bukan mimpi, kau akan menjadi istriku sedikit lagi. Bahkan mertua sudah  menyetujuinya”

 

“Mertua?”

 

“Ne. ommamu sudah merestui kita, jadi kau bisa bersorak mempunyai calon suami yang tampan dan bibir yang kau dambakan ini akan menjadi milikmu nanti”

 

“Cho Kyu Hyun” bentakku. Aish aku habis kata-kata.

 

“Wae? Bukankah bibir ini obsesimu”

 

“Itu.. itu dulu babo. Sekarang tidak” ucapku gugup ketika dia mulai duduk disampingku.

 

“Umm ini aku berikan Cuma-Cuma” ucapnya tak tahu malu sambil memajukan bibirnya.  “Dulu kan kau harus susah payah mencariku untuk mendapatkannya, sekarang aku berikan. Ayo cepat aku memberikanmu kesempatan” kujauhkan bibir orang tidak waras ini dariku. Dia benar-benar.

 

“Cho Kyu Hyun menjauh” ucapku sambil terus mendorongnya. “Aku akan berteriak Cho Kyu Hyun” ancamku.

 

“Teriak saja” ok, kau yang menyuruhku.

 

“OMMA TOLLOOOONG” teriakku kencang.

 

“EOMONIM TOLOONG” mwoya? Kenapa dia juga berteriak.

 

“Wae Kyu Hyun~a?” tiba-tiba omma datang.

 

“Eomonim dia menyuruhku menciumnya dan mengancam kalau dia tidak mau menciumku dia akan bilang kepada eomonim kalau aku memaksanya menciumku” yak seharusnya aku yang bilang seperti itu.

 

“Mwoya? Song Ha Ni kenapa kau mesum sekali” omel ommaku. Oh Tuhan mana mungkin omma percaya dengan iblis ini.

 

“Aniyo omma, dia yang berusaha menciumku” belaku dan menunjuk Kyu Hyun.

 

“Benarkan eomonim dia akan menuduhku mencoba menciumnya” astaga tampang polosnya membuatku ingin menonjok wajahnya.

 

“Dasar kau. Sejak kapan kau menjadi mesum Ha Ni”

 

“Aaw omma appo, aww omma” Omma memukul anaknya yang tak bersalah ini dengan bantal sofa dengan tenaga yang super(?).

 

“Eomonim jangan pukul dia. Aku yang seharusnya dipukul” siapa saja bisa singkirkan wajah menyebalkan itu.

 

“Aniyo dia pantas Kyu Hyun. Ha Ni dulu kau juga sering membuat Kyu Hyun menangis karena menciumnya kan? Dan ternyata sifatmu tidak pernah berubah. Astaga kau memalukan”

 

“Mwo? Omma tahu?” kagetku.

 

“Tentu saja. Ternyata kau memiliki penyakit, apakah kau sering melakukan itu kepada orang lain Ha Ni?” tanya omma dengan pandangan curiga.

 

“Astaga omma pikir aku sebegitu mudahnya. Omma kenapa kau berkata seperti itu, aku tidak pernah sembarangan mencium orang, omma” ucapku kesal, bagaimana bisa omma berpikir seperti itu.

 

“Ah syukurlah kau tidak seperti itu. sepertinya kau penyakitmu kambuh hanya pada Kyu Hyun” ucap omma sok detektif.

 

“Omma aku tak ada penyakit seperti itu. dan aku baik-baik saja tak punya penyakit aneh seperti itu” belaku.

 

“Ani, buktinya kau masih memaksakan untuk mencium Kyu Hyun” kulihat Kyu Hyun mengangguk mengiyakan, aish aku ingin mencakarnya sekarang. Kupegang kerah bajunya.

 

“Omo, omo kau mau menciumnya. Ha Ni stop” omma aku ingin menonjoknya bukan menciumnya, ingin sekali aku mengatakan itu tapi omma sudah berbicara lagi. “Kau benar-benar tidak bisa ditolong lagi. Aku akan menikahkan kalian berdua, supaya kau bisa melakukan apapun kepada Kyu Hyun. Aku tidak mau terjadi hal yang buruk diluar nikah, bukankah kalau menikah omma tidak akan khawatir lagi… kaja”

 

Omma menarikku dan setan tengil ini entah kemana, aku hanya ikut saja sambil mencerna ucapan omma dengan otak kecilku. Kulihat Kyu Hyun tersenyum menyebalkan.

 

Tiba-tiba omma berhenti dan membuat aku juga berhenti. Aku baru menyedari kami sedang dirumah yang bukan rumahku.

 

 

“Cho Hanna, kita harus menikahkan mereka” ucap omma kepada yeoja yang terlihat seumuran dengannya. Tunggu.. dia ommanya Kyu Hyun.. dan apa tadi omma bilang.

 

“MENIKAH?” teriakku.

 

 

TBC

 

Part selanjutnya udah ada, cuman aq mau liat respon kalian dulu, kalau banyak respon aku lanjutin deh!

Tinggalin jejak yah! (:

 

Annyeong!

10 thoughts on “Kiss, Lip and Game! Part 1

  1. Hahaaa, ngakak banget bacanya.
    Hani nafsuan (?) banget sama bibirnya Kyuhyun, hahaa.
    Tapi kenapa dia seolah-olah udah gak mau sama Kyu sih?
    Padahal kecilnya pun dia suka banget sama bibirnya Kyu, tapi sekarang malah kebalikan. Mungkin dia cuma kaget aja kali ya sama sifat Kyu, next dong thor🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s