Omma, Where’s Appa? (Part 6)

WHERE

Author                  : PinKyu

Title                       : Omma, Where’s Appa? (Part 6)

Genre                   : Family, Romance

Type                      : Chaptered

Rating                   : PG +16

Main Cast            : Cho KyuHyun, Kim Hyun Ji (oc), Ju Kyu (oc)

Other Cast         : Song Joong Ki, Park Hye Ra

Disclaimer           : FF ini punyaku, hasil dari imajinasi yang ada dalam otakku J . Ini FF kedua yang aku buat.

N/B                        :

Typo! #Maklumi

Annyeong, ini part 6 nya selamat membaca. Jangan lupa Comment Yah! J

***

Author pov

Hyun Ji berlari disepanjang koridor rumah sakit dengan air mata yang mengucur deras.

Sebelumnya dia ingin menjemput Ju Kyu, tetapi guru Ju Kyu mengatakan kalau anaknya itu telah dijemput seseorang. Dan betapa paniknya Hyun Ji ketika mendapat teplon dari rumah sakit, mengatakan anaknya kecelakaan.

Sesampainya diruangan yang diyakini ruangan dimana anaknya berada, segera dibukanya pintu itu, dan benar saja. Hyun Ji melihat pemandangan yang mengiris hatinya, melihat Ju Kyu terbaring lemah dan berbagai selang medis dibadan anak kecil itu.

“Kyunie..” Hyun Ji menangis kencang melihat Ju Kyu yang dalam keadaan koma. Ju Kyu tak pernah sekalipun masuk rumah sakit selama Hyun Ji merawatnya, baru kali ini dia melihat Ju Kyu seperti ini membuat dia tak dapat mengontrol emosinya.

“Hyun Ji-ya” Kyu Hyun yang mendapat telpon dari Hyun Ji langsung meninggalkan pekerjaannya dan langsung menuju kerumah sakit.

Kyu Hyun memeluk Hyun Ji untuk menenangkan. Hyun Ji membalas pelukan Kyu Hyun erat, dia butuh ini sekarang. Kyu Hyun mengusap pelan punggung Hyun Ji dan membisikan kata ‘Gwenchana’.

Setelah merasa Hyun Ji tenang dan tersisa isakan, Kyu Hyun melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Hyun Ji dengan tangannya.

“Gwenchana, Ju Kyu anak yang kuat” ucap Kyu Hyun sambil melihat kearah Ju Kyu, sebenarnya dia juga merasa sedih melihat kondisi Ju Kyu yang sudah dianggapnya sebagai anak kandungnya sendiri, tetapi dia berusaha tegar, untuk menenangkan Hyun Ji.

Hyun Ji duduk dikursi samping ranjang Ju Kyu dan membelai wajah Ju Kyu sambil menggenggam tangan anak kecil itu. Dia merasa menjadi ibu yang tak berguna, tak bisa menjaga Ju Kyu sehingga membuat anaknya terbaring tak berdaya seperti itu.

Kyu Hyun berdiri disamping Hyun Ji dan mengelus kepala Hyun Ji. Membuat Hyun Ji merasa nyaman.

***

Sudah dua hari Hyun Ji tak masuk kuliah dan tetap setia menemani anak semata wayangnya. Ju Kyu belum sadar juga dari komanya.

Kyu Hyun tetap bekerja, dan setiap waktu makan siang dia akan menyempatkan diri menjenguk Ju Kyu dan membawa makanan untuknya dan Hyun Ji. Dia tahu kalau Hyun Ji tak akan sekalipun meninggalkan anaknya, sehingga akan melupakan waktu makan.

Setelah pulang kantor, Kyu Hyun akan menemani Hyun Ji menjaga Ju Kyu sampai keesokan harinya. Dia pulang pagi kerumah dan berganti pakaian untuk kekantor. Walapun Hyun Ji mengatakan kalau dia bisa menjaga Ju Kyu sendiri tetapi Kyu Hyun tidak perduli larangan Hyun Ji, dia tetap setia melakukan hal itu.

Hyun Ji mengalihkan pandangannya dari wajah anaknya ketika mendengar ada yang masuk. Dia mengira itu Kyu Hyun, tetapi ini belum saatnya waktu makan siang.

“Annyeong Hyun Ji-ssi” sapa wanita yang baru masuk dengan senyum palsunya. Tak lain dan tak bukan adalah Park Hye Ra. Hyun Ji hanya menanggapinya dengan anggukan singkat.

“Bagaimana keadaan anakmu?” tanya Hye Ra basa-basi sambil melihat Ju Kyu.

“Kau bisa melihatnya sendiri” jawab Hyun Ji datar.

“Kasian anak kecil ini, dia seperti ini karena orang tuanya” ucap Hye Ra yang belum mengalihkan pandangannya. Hyun Ji mengerutkan keningnya tak mengerti ucapan Hye Ra.

“Apa maksud dari perkataannmu?” tanya Hyun Ji.

“Mungkin kalau saja kau.. Hyun Ji-ssi tidak mengambil Kyu Hyun-KU semuanya tidak akan seperti ini” ucap Hye Ra memandang tajam Hyun Ji. Hyun Ji mulai tersulut emosi dengan perkataan Hye Ra yang masih belum dimengerti sepenuhnya.

“Jaga bicaramu Hye Ra-ssi, aku tak pernah merebut Kyu Hyun darimu. Kau saja yang bodoh meninggalkannya” ucap Hyun Ji yang mengetahui cerita dari Ahra -noona Kyu Hyun-.

“Kalau saja kau tidak hadir dikehidupan Kyu Hyun oppa, sudah pasti oppa masih menungguku. Kau merebutnya dariku” Hye Ra mulai menaikan suaranya.

Hyun Ji tersenyum mengejek. “Tapi sayangnya, KYU HYUN-Mu itu, lebih tertarik kepadaku dibanding dirimu” ucap Hyun Ji tajam dan melihat Hye Ra dari atas sampai bawah dengan pandangan menghina. Emosi Hye Ra mulai tersulut.

PLAK!

Hye Ra menampar Hyun Ji sangat keras membuat pipi putih Hyun Ji memerah. Hyun Ji akan membalas perlakuan Hye Ra, tapi Hye Ra sudah menahan tangan Hyun Ji sebelum sampai diwajahnya.

“Menjauh dari Kyu Hyun oppa, kalau ingin anakmu baik-baik saja”

Hyun Ji menyipitkan matanya, dia mulai mengerti ucapan Hye Ra tadi. “Brengsek. Kau yang membuat Ju Kyu seperti ini?” geram Hyun Ji.

Hye Ra tersenyum licik, dia melepasakan tangan Hyun Ji kasar.

“Ups. Ketahuan yah?” Hye Ra menutup mulutnya dengan sebelah tangan, berpura-pura memasang wajah terkejut. Hyun Ji mengepalkan tangannya kesal.

“Jauhi Kyu Hyun oppa, kalau kau tidak mau aku tidak bisa menjamin keadaan anakmu akan baik-baik saja” ancam Hye Ra.

“Kau mengancamku. Heh?”

“Terserah apa katamu, apakah aku mengancammu atau tidak” ucap Hye Ra santai.

“Aku tidak takut dengan ancamanmu” ucap Hyun Ji dingin.

Hye Ra menatap Hyun Ji tajam. Dan sedetik kemudian dia keluar dari ruangan itu.

Hyun Ji terduduk dikursi dan air matanya pun turun membasahi pipinya. Dia sebenarnya agak takut kalau terjadi apa-apa dengan Ju Kyu.

Hyun Ji ingin melaporkan perbuatan Hye Ra kekantor polisi, tetapi sepertinya Hye Ra melakukan kejahatannya itu dengan sangat rapi, membuat Hyun Ji tidak mempunyai bukti untuk memasukan Hye Ra kedalam jeruji besi.

***

“Ayolah Hyun Ji-ya, kau harus makan” bujuk Kyu Hyun. Beberapa kali dia membujuk Hyun Ji untuk makan tetapi Hyun Ji tidak mau dan tetap memasang wajah datarnya.

“Kau kenapa. Mmh?” tanya Kyu Hyun.

“Aish, jawab aku Cho Hyun Ji” Kyu Hyun mulai kesal dengan Hyun Ji yang diam saja dan tak mau makan. Dia khawatir istrinya itu akan sakit.

“Kau harus makan Hyun Ji-ya, kau tidak mau kan kalau saat Ju Kyu sadar kau malah terbaring dirumah sakit karena tak mendapat asupan energy.

Hyun Ji berpikir sebentar. Benar juga kalau dia sakit, siapa yang akan menjaga Ju Kyu.

Dia mulai mengambil makanan yang sodorkan Kyu Hyun dan mulai memakannya. Kyu Hyun tersenyum lega. Hyun Ji masih sama, kelemahannya tetap ada pada Ju Kyu.

***

Hyun Ji pov

Sudah seminggu berlalu tapi Ju Kyu belum juga sadar. Seperti biasanya aku menjaga Ju Kyu, dan setiap saat berdoa demi kesembuhan Ju Kyu. Tiba-tiba aku terkejut dengan bunyi ponselku. Aku melihat nomor yang tak kukenali.

“Yeoboseyo” jawabku.

“Hyun Ji-ssi aku tetangga kalian” terdengar suara laki-laki dari seberang.

“Ne, ada apa?” tanyaku bingung. Dari mana orang ini -yang katanya tetanggaku- bisa mengetahui nomor ponselku. Aku dan Kyu Hyun memang tidak terlalu akrab dengan tetangga kami, karena kesibukan masing-masing.

“Pulanglah, rumah anda mengeluarkan asap dari dalam rumah” ucap namja diseberang dengan suara panik. Membuatku juga ikut panik dengan perkataannya.

“Ne. aku akan segera datang” ucapku cepat dan menutup pembicaraan kami.

Sekarang aku mulai bimbang, apakah aku akan meninggalkan Ju Kyu atau… menjaganya dan membiarkan rumah terbakar habis. Sebenarnya aku tidak peduli dengan rumah itu, tetapi banyak berkas-berkas penting didalam rumah.

Aku memutuskan menghubungi Kyu hyun. Tetapi sialnya handphonenya tidak aktif. Aku menelpon sekertarisnya, tetapi sekertarisnya bilang kalau Kyu Hyun sedang rapat yang sangat penting. Aish~ mau tak mau aku harus pergi.

“Ju Kyu-ya omma pergi sebentar” ucapku yang aku sadar Ju Kyu tak akan meresponnya, sebelum pergi aku mencium kening Ju Kyu.

“Suster bisakah kau menjaga anakku selama aku tak ada” ucapku kepada suster yang selama ini merawat Ju Kyu.

“Ne” ucap suster itu.

“Ingat suster jangan sekali-kali kau meninggalkannya” ucapku penuh penekanan. Suster itu mengangguk.

Aku pun segera berlari keluar rumah sakit, dan menyetop taksi yang lewat.

Sampai didepan rumahku, aku turun dari taksi setelah membayar.

Dan apa yang aku lihat sekarang, rumahku dalam keadaan baik-baik saja. Aku membuka rumah siapa tahu ada sesuatu yang terjadi didalam. Dan lagi-lagi tak ada yang mencurigakan, semuanya dalam keadaan baik walapun sedikit berentakan, mungkin ulah Kyu Hyun.

Tetapi aku tak menemukan adanya asap sedikitpun. Aku merasa sesuatu yang janggal. Segera aku menekan nomor tetangga yang menghubungiku. Tapi nomor itu sudah tak terpakai lagi.

“Brengsek” umpatku, menyadari kalau ini hanya tipuan.

Segera aku berlari keluar rumah dan mencari taksi atau kendaraan apapun, aku sangat panik sekarang. Aku hanya berdoa, Ju Kyu dalam keadaan baik-baik saja.

Aku masuk kedalam taksi dengan tergesa-gesa. Seketika hatiku mencelos, ketika nomor rumah sakit menghubungiku. Aku menjawab panggilan itu dengan gemetar.

“Hyun Ji-ssi, keadaan anakmu semakin buruk”

Aku tak dapat lagi bersuara, lidahku keluh. Lagi-lagi air mata ini turun, aku tak memperdulikan orang yang diseberang -ditelpon- memanggilku. Aku menutup ponselku.

“AJJUSHI CEPATLAH” aku berteriak marah kepada sopir taksi yang menurutku sangat lambat menjalan mobilnya.

Aku tidak perduli dengan umpatan dari sopir itu. Aku hanya ingin sekarang aku segera sampai dirumah sakit. Aku menangis keras, dan membiarkan ajjushi itu memandangku heran.

Aku duduk diluar ruangan kamar Ju Kyu, dokter sedang memeriksa Ju Kyu didalam. Aku duduk sendiri dan menangis, aku tak perduli dengan mataku yang akan sangat bengkak. Aku merasa bodoh, tertipu. Dan membuat Ju Kyu seperti ini.

Drrt.. Drrt

Aku melihat nomor baru -lagi- masuk.

Aku hanya mengangkat dan tak bersuara. Aku lagi tidak mood mengeluarkan suaraku.

“Haha, bagaiman Hyun Ji-ssi kau masih menganggap enteng ancamanku. Hah?” walaupun aku tak melihat orang yang berbicara denganku, tapi aku tahu kalau ini suara ‘yeoja brengsek’ itu.

“Dasar wanita jalang” pekikku emosi.

“Ternyata mudah saja mengibuli kau dan suster bodoh itu” aku mengeram tertahan mendengar ucapan santainya.

“Aku sudah memperingatimu Hyun ji-ssi untuk segera menjauh dari Kyu Hyun dan setelah itu anakmu akan baik-baik saja. Tetapi lihatlah apa yang terjadi karena kau keras kepala”

“Diam kau yeoja brengsek” kalau saja yeoja gila itu disini, aku akan segera membunuhnya dengan tanganku.

“Baiklah terserah padamu. Kalau kau tidak mau mendengarkanku” ucapnya lagi. “Ah,,, hati-hati dengan para suster atau dokter disitu, kau harus memastikan yang mana yang asli atau yang palsu. Aku tak mau anakmu nanti disuntik oleh sembarang dokter” ucapnya sebelum menutup telpon. Lagi-lagi ancaman.

Aku mengumpat kesal. Dasar yeoja licik.

Kudongakan kepalaku mendengar pintu Ju Kyu terbuka, ternyata dokter yang keluar dari ruangan Ju Kyu.

“Bagaimana dok anak saya?” tanyaku panik.

“Keadaannya memburuk. Saya mengucapkan maaf karena penjagaan kami yang kurang baik” ucap dokter itu sambil membungkuk.

“Sebenarnya apa yang terjadi dok?” tanyaku penasaran.

“Ada yang mencabut alat medis ditubuh anak anda, mengakibatkan kondisi anak anda memburuk” jelas dokter itu.

Aku menghela nafas kasar, ternyata yeoja itu tak bisa dianggap sepele.

“Baiklah dok. Bisakah aku masuk melihat anakku?” tanyaku lemah.

“Ne. silakan”

Setelah dokter itu pergi aku segera masuk kedalam, mataku berkaca-kaca melihat Ju Kyu. Aku yang membuat dia seperti ini.

Apakah aku egois?. Ya. Aku sangat egois, memikirkan perasaanku kepada Kyu Hyun, sehingga membuat Ju Kyu seperti ini. Ini semua kesalahanku. Maafkan omma, Kyunie.

Aku harus memberitahu Kyu Hyun akan kelakuan yeoja psycho itu. Aku terus menghubunginya tetapi tak juga diangkat. Mungkin dia sementara menuju kemari untuk makan siang. Semoga dengan membicarakan dengan Kyu Hyun, masalah ini bisa diatasi.

Sudah sore tapi Kyu Hyun tak kunjung datang. Kemana dia tak biasanya dia seperti ini.

Langit semakin gelap tapi Kyu Hyun tak kunjung Nampak. Aku sudah menghubungi Chang Min oppa sekertaris Kyu Hyun, tetapi dia bilang dia minta izin pulang lebih dulu, jadi dia tidak tahu Kyu Hyun sudah pulang atau belum.

Sudah pukul  8 malam Kyu Hyun tak kunjung bisa dihubungi, membuatku khawatir terjadi apa-apa dengannya. Aku tak mau mendengarkan kabar buruk lagi, setelah keadaan Ju Kyu yang buruk.

Tiba-tiba ponselku berdering. Aku melihat ada MMS yang masuk.

*Kau menunggu suamimu? Apakah kau tahu ini siapa?*

Aku melihat foto yang berada dibawah tulisan itu. Dan hatiku menjadi sangat hancur, melihat foto seorang yeoja dan namja sedang berciuman. Walaupun tidak terlalu kentara, tetapi aku tahu betul kalau namja itu adalah Kyu Hyun. Dan yeoja itu Hye Ra.

Akhir-akhir ini, aku menjadi sangat cengeng, entah kenapa air mata ini terus turun tanpa perintah. Aku mendengar tangisan yang piluh keluar dari mulutku.

Aku yeoja bodoh. Bodoh karena mencintai Kyu Hyun, padahal apa yang diperbuat Kyu Hyun dibelakangku?. Aku yeoja malang, yang membiarkan anaknya diambang kematian, dan mempertahankan seseorang yang tak mencintaiku, dan kembali lagi kepada mantan kekasihnya.

Cukup sudah. Batinku sudah sangat tidak sanggup menahan semua ini. Aku lelah.

“Appa, aku ingin kau mengurus semua. Aku akan memindahkan Ju Kyu ke LA untuk dirawat. Dan akan tinggal disana dengan Lee ahjumma” aku menelpon appaku.

“. . . “

“Aku tidak mau mendengar namanya lagi” aku sedikit emosi saat appa bertanya tentang ‘namja brengsek’ itu.

“. . .”

“Kumohon appa” aku kembali menangis terseduh-seduh.

“. . .”

“Ne. Gomawo appa”

Setelah mengakhiri pembicaraan dengan appa. Aku mengirim sms kepada ‘yeoja’ itu.

*Ambil Kyu Hyun-mu kembali. Aku tidak butuh dia. Kalian sama-sama brengsek. Dan jangan pernah mengusik hidupku dan anakku*

Beberapa detik kemudian, ada balasan dari ‘orang itu’.

*Gomawo Hyun Ji-ssi ^^ dengan senang hati aku akan menerima Kyu Hyun-ku kembali. Selamat menikmati kehidupan barumu*

PRANG!

Aku membanting handphoneku sehingga pecah berkeping-keping.

Appaku telah meyuruh bawahannya mengurusi keperluanku dan Ju Kyu yang akan pindah kerumah sakit lain.

Dan disinilah aku, duduk dijet pribadi milik keluargaku. Entah kenapa hatiku sedikit tak rela dengan kepergianku. Tapi mengingat perbuatan Kyu Hyun, aku berusaha menetapkan hatiku untuk meninggalkan semua kenanganku.

Selamat tinggal Cho Kyu Hyun, aku berharap kau bahagia bersama dengan orang yang kau cintai …

Mungkin tak selamanya cerita berakhir Happy Ending, bisa ku sebut cerita hidupku saat ini dengan Sad Ending.

Tapi aku akan berusaha menjadikan hidupku bahagia untuk orang lain.

TBC

Lanjut atau End?

Comment!

22 thoughts on “Omma, Where’s Appa? (Part 6)

  1. ya…..ya…….akhirnya gak bisa di tebak……
    kpn kelanjutannya onnie….
    sedih…..hiksss…hikssss…..

  2. Pengen bgt injek2 muka si Hye Ra. Isssshh~ jd complecated gini. Lanjuuut lanjuuuuutttt!! *plak* ;D publish nya jgn lama2 ya thor. Daebak!! keep writting😀

  3. Aisshhh,,
    Next part Cpet yA THor,,
    Rsanya pgen bgt Q Rusak tuch Hye Ra Yeoja Gila,,,
    Please Happy End ya^^

  4. Aisshhh,,
    Next part Cpet yA THor,,
    Rsanya pgen bgt Q Rusak tuch Hye Ra Yeoja Gila,,,
    Oh Ya Song Joon Ki Kemana??
    Kenapa disini Kyu Gak Cuap2,

    Please Happy End ya^^

  5. Iissh kesel sma hye ra jahat bgt, moga dia dalet balesan deh kena penyakit parah ke:/
    Lanjut thor, di tunggu next part ^^

  6. min kok kependekan sch crtanya, jd gregetan bca crtanya. penasaran bgt dgn kelanjutanya min, min cpt aja post kelanjutanya ya min.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s