Grow a day older together #7

grow a day older together

Author                         :  @Marwahaha (my twitter follow yah nti mention untuk follback)

Main cast                     : Lee Donghae (C), Lee HyukJae (OC)

Shin chae kyeong (OC) and many more

Genre                           : romance,hurt,angst

Rating                          :PG

Length                         : chaptered, series

Copyright                     : heewah.wordpress.com

Part 7, “ who is he?”

Beberapa hari berlalu tetapi lee donghae masih berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa chae kyeong meminta ia menyumbangkan darahnya? Untuk seorang anak berusia dua tahun, yang diakui Chae kyeong sebagai anaknya bersama seorang namja bernama Lee Hyukjae.

Ya shin chae kyeong memperkenalkan seorang pria yang ia panggil dengan julukan oppa sebagai suami dan Ayah dari anaknya yang tengah berbaring di ruang ICU.

Mengapa anak itu memiliki golongan darah yang sama dengannya? Dan berbeda dengan orang tuanya sendiri? Apakah bocah tersebut anak angkat mereka? Tapi kenapa harus sampai ia yang chae kyeong mintai darahnya? Pikir donghae.

Hanya dengan bertemu gadis itu selama beberapa hari, mampu membuat dua tahun kinerjanya menjadi terbengkalai. Ia bahkan tak pernah lagi melamun berjam-jam guna memikirkan kehidupan orang lain tetapi hari ini, segalanya menjadi sama seperti saat chae kyeong pergi dari rumahnya untuk pertama kali. Insiden dimana ibunya memaki chae kyeong. Dunianya kembali jungkir balik.

Gerak pikir donghae seakan bergerak sangat lambat. Tapi tiba-tiba saja ia seakan menyadari sesuatu dan meyakininya dengan sangat dan membuatnya tergerak pergi menemui chae kyeong. yang ia yakini masih berada dirumah sakit bersama seorang anak yang bernama Lee Jong Hyun saat ini juga.

Π*π*π*π*π*π*π* Π

“Shin chae kyeong!” panggilan dari seseorang yang sangat ia hafal suaranya. Dengan ada atau tidaknya kehadirannya. Ia mendongak mencari sumber suara guna meyakinkan dirinya bahwa pria itu tak ada disekitarnya dan itu hanya halusinasinya saja. Tapi ia salah pria itu disana berdiri tegak dan sedang berjalan ke arahnya.

“chae kyeong-ah!” panggil donghae informal. Anak itu tak lagi berada di ruang ICU. Perlahan dan pasti kesehatan anak tersebut berangsur membaik, setelah kecelakaan mobil yang  anak lelaki itu alami.

“ oh, Mr.lee apa yang anda lakukan disini? Bukankah ini jam kantor?” tanya chae kyeong, yang jelas tampak kaget dan tak menyukai kehadiran pria tersebut. Sekalipun ia menginginkan kehadiran pria itu di waktu yang lampau.

“aku membawakan beberapa buah-buahan! Dan tentu saja aku menjenguk anakku sendiri. Lee Jong hyun!” ucap donghae pasti. Membuat raut wajah chae kyeong berubah pucat. Ia tak suka dengan ini.

“Ne?” suara chae kyeong terdengar parau.

Kini donghae berdiri dihadapan chae kyeong menatapnya intens.

“benarkan dia anakku?”

“Anakmu ataupun bukan takkan merubah apapun mr.Lee!”

“KENAPA KAU TAK BILANG DARI AWAL, BAHWA IA ANAKKU chae kyeong-ah?” tanya donghae setengah berteriak. Baru kali ini chae kyeong melihat donghae begitu marah. Dan sentakan donghae membuat tubuhnya bergetar hebat dan mampu membuat bocah berusia dua tahun itu bangun dari tidurnya.

“Eomma!” panggil jong hyun perlahan. “eoh jong hyun-ah! Ireonasseo?” tanya chae kyeong terbata. Donghae diam tubuhnya membeku, perasaan takjub melihat bocah yang ternyata adalah anaknya. Mengamati seni indah replika hidup yang kini berwujud seorang anak berusia balita, yang dalam tubuh bocah itu mengalir darahnya. Darah dagingnya sendiri.

“Ne eomma! Eomma aku haus!”

“Ne jamkamman!” chae kyeong beranjak bangun dan ditatapnya wajah donghae, yang tengah diam memandangi anaknya. Bahkan sampai detik ini ia ragu haruskah ia katakan kepada bocah ini bahwa namja ini adalah appa-nya.

“Mr. lee. Bisakah anda keluar!” ucap seorang namja tegas yang ternyata sedari tadi hadir menyaksikan bagaimana donghae menyentak istri-nya.

Donghae menatap hyukjae tajam. Chae kyeong sibuk mengurusi anaknya dan ia sangsi setelah ini segalanya akan baik-baik saja.

“Aku rasa, aku tidak punya alasan untuk pergi!” tegas donghae

“Appa! Wasseoyo!” panggil jonghyun. Tubuh chae kyeong membeku atmosfer ketegangan semakin terasa. Ia jelas tahu pria mana yang biasa anaknya panggil ‘Appa’ dan mana yang seharusnya Jong Hyun panggil dengan sebutan ‘appa’.

Kedua pria itu menoleh. Pria yang jelas memang ayah dari anak tersebut dan pria yang memang selalu jonghyun panggil dengan julukan appa. Keduanya menoleh ke arah bocah tersebut.

“ ne jonghyun-ah appa datang untuk menemani-mu bermain!” ucap hyukjae seraya berjalan mendekat jonghyun dan melewati donghae yang diam mematung. Ia tak lagi perduli dengan pria di masa lalu chae kyeong. Karena dirinya hadir untuk masa depan chae kyeong.

“Hentikan sandiwara ini sekarang juga chae kyeong-ah. Sebelum aku melakukan sesuatu yang brutal!” titah donghae

“Eomma, ahjussi itu siapa?” tanya jonghyun polos dan menunjuk-nunjuk ke arah donghae.

Chae kyeong melihat donghae sekilas. keraguan benar-benar menyergapinya saat ini. Ia tak mau apa yang terjadi padanya akan terulang pada anaknya.

“Naneun neo-ye appa! Jonghyun-ah!” ucap donghae sigap. Membuat pandangan semua yang ada dalam ruangan tersebut beralih menatapnya terkejut. Tapi donghae terlihat santai ia tahu bagaimana reaksi orang-orang dengan ucapannya barusan. Ia-pun pernah melihat adegan seperti ini dalam sebuah drama saat, ia anak-anak. Dan ia adalah pemerannya sekarang dan takkan ada pemeran penggantinya.

“Appa?” tanya jonghyun ragu dan donghae langsung mengangguk.

Chae kyeong menarik lengan donghae paksa, membawanya keluar. Ada hal yang harus ia tegaskan disini.

“Apa maksud-mu? Mr lee?”

“tentu saja mengatakan kebenaran!” kini donghae semakin yakin dengan dirinya sendiri.Walau masalah belum terselesaikan tapi, setidaknya ia sudah mengetahui suatu fakta yang tak bisa diubah. Dan ia takkan lagi diam anaknya harus tahu siapa ayah kandungnya.

“mwo?”

“katakan padaku bahwa ia anakku! Anak kandung-ku?” donghae mendekatkan wajahnya kearah chae kyeong ingin melihat wajah yeoja ini dari dekat.  Ia jelas rindu dengan amat sangat pada yeoja ini. Begitu juga sebaliknya. Momen disaat mereka bersama berkelabat dalam benak mereka saat itu juga tanpa mereka pinta.

Donghae mengamati setiap lekuk wajah chae kyeong seraya menanti jawaban dari bibir yeoja itu. Baik chae kyeong ataupun donghae sama-sama terdiam, hening. Ibu jari donghae perlahan menyusuri setiap inci wajah chae kyeong. Benar-benar mengamati setiap lekuk wajah yeoja itu.

Dan ibu jari-nya berhenti pada tulang pipi atas yeoja itu, mengusap perlahan. Chae kyeong segera menepis jemari tersebut. Merasa ke-sakit-an. Yah sakit

“ siapa yang melakukannya?” tanya donghae. Yah terdapat memar di wajah chae kyeong bukan memar karena jatuh. Tapi karena seseorang. Yah seseorang telah melukainya.

“ Dengar! aku tidak akan berlama-lama dengan-mu mr.Lee!. Jong hyun memang anakmu, tetapi bukan berarti kau bisa memilikinya. Aku tidak ingin ia mengalami apa yang aku alami dua tahun lalu. Cukup aku saja yang mengalaminya. Dan memar dipipiku dua tahun yang lalu pun aku pernah mengalaminya. Kau tidak usah khawatir!” Ucap chae kyeong yang berjalan menjauhi donghae.

Tapi tangan besar donghae mencekalnya.Menariknya.Memeluknya dari belakang. “mianhae!” lagi-lagi hanya kata-kata itu yang mampu ia ucapkan. Chae kyeong meronta berusaha melepas pelukannya.

“sudah ku katakan kata-kata itu tak lagi berguna!” ucap chae kyeong.

‘be strong soldier! Show them what your made off’ ucap  chae kyeong dalam hati berusaha meyakinkan diri sendiri.

Seseorang yang sudah lama mengamati mereka dari kejauhan ini. Kini berjalan dengan cepat menghampiri mereka. Lee Hyuk jae. Ia tidak suka dengan adegan ini. Segala sesuatu yang sudah jadi miliknya maka itu adalah properti-nya. Tak seorangpun bisa menyentuhnya [baca: chae kyeong].

Seseorang menarik tangan donghae yang masih memeluk chae kyeong erat dan melepasnya paksa. “Oppa?” chae kyeong jelas terkejut. Masalah akan bertambah buruk. Ia yakin

BUGH

Tinjuan hyuk jae sangat bertenaga. Jelas terpancar emosi dalam pukulannya barusan. Membuat korban seketika terjatuh. Tapi ‘satu pukulan takkan terasa cukup’ pikir Hyuk Jae. Donghae patut mendapatkan bonus.

BUGH.. BUGH

“Hentikan, Oppa!” ucap Chae kyeong yang sedikit berteriak dan tak lama security datang.

Chae Kyeong benar-benar bersyukur. Petugas keamanan rumah sakit ini segera datang. Jika tidak ia yakin nyawa donghae bisa musnah ditangan Hyuk Jae. Chae Kyeong tahu betul seperti apa sebenarnya Lee Hyuk Jae.

Para petugas segera melerai mereka berdua dan membawa mereka ke kantor polisi saat itu juga.

Π*π*π*π*π*π*π* Π

2 thoughts on “Grow a day older together #7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s