Grow a day older together #6

grow a day older together

Author                         :  @Marwahaha (my twitter follow yah nti mention untuk follback)

Main cast                     : Lee Donghae (C)

Shin chae kyeong (OC) and many more

Genre                           : romance,hurt,angst

Rating                          :PG

Length                         : chaptered, series

Copyright                     : heewah.wordpress.com

Part 6 “Nowadays”

December, 2009

“when you love someone, you need to love the whole packaged too”

                                                            Π*π*π*π*π*π*π* Π

Setelah bersusah payah donghae menjelaskan kepada ibunya bagaimana hubungannya dengan gadis itu. Dan betapa ia mencintai gadis itu. Dan betapa ibunya melihat kesungguhan putra satu-satunya itu. Ibunya-pun menerima.

Tapi masalahnya berubah, bukan lagi soal persetujuan seorang ibu. Yang donghae pikirkan saat ini adalah keberadaan gadis itu.

Betapa lee Donghae merindukan sosok gadis itu. musim salju yang hadir-pun seakan mencerminkan kehidupannya yang dingin tanpa gadis itu.  Betapa ia rindu kehangatan yang mampu gadis itu dihadirkan di dalam apartemennya. Tidak bukan apartemen tapi lebih tepatnya dalam kehidupannya. karena toh dimanapun ia berada, ia rindu Shin Chae Kyeong dengan segenap jiwanya.

Kini donghae mampu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk kembali mengenang. Momen mereka bersama. Entah saat mereka kanak-kanak ataupun momen beberapa bulan belakang dimana takdir mempertemukan mereka berdua saat mereka dewasa.

Keliling kota seoul, mengunjungi setiap tempat yang memungkin gadis itu berada didalamnya, telah ia lakukan seorang diri. termasuk apartemen gadis itu yang ia kunjungi setiap hari selama dua bulan belakangan ini. Baik sebelum ataupun sesudah ia kerja.Menyewa detektif-pun telah ia lakukan setelah seminggu gadis itu pergi. . Tapi hasilnya nihil.

Berapa banyak waktu, tenaga, serta uang hanya untuk menemukan satu orang, gadis yang pernah meninggalkannya di masa lalu dan kini gadis itu melakukannya lagi.

Ia benci kenyataan mengapa ia, tak bisa datang tepat waktu saat itu?. Kenapa ia memilih berlama-lama berada diruangannya untuk tugas yang biasanya ia benci. Dan gadisnya, sedang mendapatkan hinaan dari ibunya—yang bagaimanapun juga jika dirunut masalahnya itu disebabkan olehnya!.

Mengapa ia bisa menjadi tidak peka. Terhadap hal-hal yang bisa ibunya lakukan terhadap wanita yang selalu dekat dengannya?

Π*π*π*π*π*π*π* Π

 

Aku merindukan-mu chae kyeong-ah. Aku rindu pesimisme-mu. Aku rindu feromon-mu yang menguar di pagi hari. Aku rindu caramu membangunkan-ku saat matahari terbit dihari minggu.

Aku rindu. Aku rindu momen saat kita bersama.

Merindukanmu sungguh! . membuatku menjadi pujangga dadakan. Arwah seorang pujangga masuk kedalam tubuhku.

Membuatku mampu merangkai kata-kata indah bak mutiara nan wangi. Dan mutiara sangatlah aneh mampu hadir di tengah batu kali.

Bercarik-carik kertas ku buat hanya berisikan tentangmu.

Aku memilihmu untuk hidupku.

Dimanakah kau berada chae kyeong-ah? Apa merindumu benar-benar menyesakkan seperti ini chae kyeong-ah?

Kembalilah chae kyeong-ah kita perbaiki segalanya.

Π*π*π*π*π*π*π* Π

Dan betapa hari esok mungkin akan lebih baik jika chae kyeong ada disisinya. Besok adalah hari dimana ia akan diangkat menjadi ‘Presdir’. Appa-nya telah memutuskan untuk pensiun dini. Dengan harapan Lee Donghae akan sibuk dan takkan terlalu frustasi.

Π*π*π*π*π*π*π* Π

Seoul, Korea

08th  April 2012

Hari silih berganti. Musim berganti musim. Banyak hal yang terjadi dari didunia ini, entah sepele tapi mampu membuat manusia tercengang ataupun hal besar yang dapat membuat manusia tak mampu mengalihkan pandangannya barang sedetikpun.

Tapi berbeda bagi seorang Lee Donghae. Ia tak perduli dengan hal-hal seperti itu.  Ia hanya ingin fokus pada perusahaannya, yang telah menjadi prioritas utamanya saat ini.

Kejadian dimana gadis itu tak kembali. Mampu membuat dunia lee donghae jungkir balik. Ia yang  biasanya tak suka dengan pekerjaannya. Kini bisa menghabiskan waktu seharian untuk pekerjaannya. Yah Lee Donghae telah bertranformasi menjadi seorang “workaholic” . Sejak diangkat jadi presdir maka image workaholic-pun mengiringinya.

Baginya terlepas dari memikirkan apakah ia bahagia atau tidaknya saat ini. Ia lebih memfokuskan diri dengan perusahaan yang dimana ribuan karyawan menggantungkan hidup padanya.

Ia sudah berhenti menyewa detektif untuk mencari gadis itu. Ia bahkan tak pernah lagi melewati jalan dimana apartemen gadis itu berada.

Dan ia bahkan sudah berjanji takkan lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan gadis itu. Arwah pujangga yang hinggap ditubuhnya pun telah lama sirna.

Bercarik-carik kertas tentang gadis itu sudah ia musnahkan. Sekarang yang berada diatas mejanya hanyalah bercarik-carik kertas berisi file-file kantornya.

Mulutnya bahkan tak pernah berani berucap nama gadis itu.Shin Chae Kyeong. Walau jauh didasar hatinya masih terukir nama gadis itu. Selalu bahkan mungkin selamanya.

  Tetapi kenangan itu sudah ia taruh disudut pikirnya dan takkan lagi ia ganggu.

Π*π*π*π*π*π*π* Π

“sajangnim!” interupsi seseorang via interkom,membuat Donghae menghentikan aktifitasnya saat itu juga. Yah Personal asistennya yang baru.

Jessica Jung. Seorang wanita tinggi semampai dan tak kalah cantik dengan PA-nya yang dulu. Jessica adalah mantan kekasih Donghae saat SMA sekaligus sahabat setianya baik di SMA maupun Di Universitas.

Dan itulah alasan mengapa donghae memperkerjakannya.

Juga seorang Jessica Jung memiliki suara yang hampir mirip dengan Chae Kyeong,walau Donghae sendiri selalu menyangkal kenyataan tersebut. Kinerja Jessica tidaklah sebaik dan sehebat chae kyeong dalam me-manage banyak hal di waktu yang bersamaan dan masih membutuhkan pengarahan darinya [baca;Donghae]. tetapi untuk saat ini ia merasa kehadiran Jessica Jung sangat membantunya mempertahankan perusahaan. Hanya itu tidak lebih.

“Ne”

“ada seseorang yang ingin bertemu anda! Tapi orang itu menolak menyebutkan nama dan ia hanya bilang sahabat baik anda—“

“yeoja atau namja?” sela donghae

“Yeoja!”

“Katakan saja aku tak punya waktu!” titah donghae yang langsung mengakhiri pembicaraan via interkom itu.

Memang benar. Seorang namja bernama Lee Donghae tak lagi punya waktu untuk bersenda gurau bersama teman. Entah teman lama ataupun baru. Itu bukan lagi prioritasnya kini.

“sajangnim!” lagi-lagi jessica menginterupsi kegiatannya.

“ what else?”

“yeoja ini bilang. Jika anda tak mau menemuinya maka anda akan menyesalinya seumur hidup anda!”

Ada keheningan sejenak sebelum donghae mulai bersuara. Ia mencoba mengingat siapa teman yeojanya yang akan berbuat demikian. Teman yang hanya sekedar teman atau teman yang memang pernah ia kencani atau bahkan ia tiduri.

“jika ia ingin masuk keruanganku. Maka ia harus menyebutkan namanya. Aku tidak menerima tamu asing!” akhirnya setelah lama berpikir donghae bersuara. Bisa saja wanita ini hanya seseorang yang mengaku-ngaku sebagai temannya. Dan hanya ingin memanfaatkannya.

“sajangnim!”

“Ne. Apa yeoja itu masih ada disana?”

“tidak dia berjalan pulang. Dan dia bilang namanya Chae Kyeong tetapi ia—“

“mworagu? Mengapa kau membiarkannya pergi? Suruh security menahannya. Jangan biarkan ia keluar dari gedung ini! Arrasseo?” kata donghae . Yang lantas menutup gagang teleponnya dan segera menutup semua file-nya. Berlari keluar ruangan

“ Dimana dia?” tanya donghae. Saat sampai dimeja kerja jessica.

Setelah sekian lama hari ini jessica melihat ekspresi donghae kembali. Sadar betapa pentingnya yeoja itu bagi donghae.

“dia ada  di lobby sajangnim! Security berhasil menahan kepergiannya” tanpa mengindahkan ucapan jessica. Donghae segera berlari, yah donghae berlari menuju lift. Takut segalanya terlambat lagi. Takut kesempatan kembali menghilang.

Π*π*π*π*π*π*π* Π

Yeoja itu masih disana, security berhasil menahan kepergiannya. Chae kyeong mendadak ragu dengan apa yang telah ia lakukan barusan menyebutkan namanya. Dan kini bertanya-tanya kepadanya sendiri. Apakah yang dilakukannya salah ataukah benar. Tapi terlambat untuk lari.

Lee Donghae berhasil menemukan dirinya. Tak ada yang berubah dari seorang shin chae kyeong. Bahkan tak terlihat pertambahan usia. Begitulah pandangan pertama donghae setelah sekian lama tak berjumpa.

Tatapan lee donghae yang berhasil menemukan manik mata chae kyeong. Membuat chae kyeong membeku seketika. Tak ada lagi jalan kembali pikirnya.

Dan terkadang takdir itu berlari di gang-gang yang sempit dan menyudutkanmu.

Donghae segera menarik chae kyeong. Mencengkeram pergelangan tangannya erat.

“Sediakan mobilku! Batalkan semua jadwalku hari ini!” kata donghae yang melihat jessica yang baru keluar dari lift. yang ternyata tengah mengikuti donghae. Jessica hanya mengangguk pasrah segera melakukan apa yang donghae perintahkan.

Beberapa pasang mata karyawan tak mengalihkan tatapan mereka sedikitpun. Karena sebagian dari mereka tahu. yang jelas pegawai lama diperusahaan tersebut tahu siapa gadis yang tengah donghae pegang tangannya. Dan akhirnya mereka pun tahu bahwa gosip yang beredar beberapa tahun lalu, tentang hubungan donghae-chae kyeong benar adanya.

Donghae membawa chae kyeong pergi dari gedung itu. Ada sedikit kelegaan dari raut wajah donghae saat berhasil menemukan gadisnya kembali.

Lee donghae membawa chae kyeong keapartemennya, menuju kamar yang pernah mereka huni bersama. Mendudukan gadis itu dipinggir ranjang yang pernah itu tiduri bersama yeoja ini. Yah, Hanya yeoja ini yang bisa tidur diranjang ini—Pikirnya dulu kala saat mereka bersama. Bahkan sampai sekarang pun ia masih berpikir demikian jika keadaan masih akan tetap sama.

Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka berdua baik sepanjang perjalanan ataupun sesampainya diapartemen.

Donghae masih berusaha menetralkan deru nafasnya. Chae kyeong hanya menunduk tapi,hanya sesaat sampai akhirnya ia memberanikan diri melihat wajah pria itu.

“kemana saja kau selama ini?” tanya donghae pada akhirnya. Jelas pertanyaan yang telah lama ia pendam. Yang selalu ia ingin tanyakan

“aku! Tentu saja melarikan diri dari keluargamu” ucap chae kyeong sarkastik.

“dimana kau bersembunyi selama ini? Apa kau tahu aku mencari-mu selama ini?” tanya donghae dengan menaikan intonasi-nya dan mencengkram kedua bahu yeoja tersebut.

“lepaskan! Sakit Lee Donghae!” donghae sadar bagaimanapun chae kyeong adalah seorang wanita. Dan ia tak ingin menyakiti gadis ini, takut jika pada akhirnya gadis ini akan melarikan diri lagi. Donghae menatap tajam, membuat pergerakan chae kyeong terkunci.

“aku tidak pernah bersembunyi Mr. lee! Kau saja yang tak berguna!”

“Mianhae” hanya kata itu yang mampu donghae ucapkan saat ini. Pandangan matanya melemah seakan sadar dimana letak kesalahannya.Perasaan bersalah dalam dirinya yang tiba-tiba muncul kepermukaan.

“Jangan meminta maaf! Itu kata-kata yang harusnya kau ucapkan dua tahun lalu!”.Ucapan chae kyeong sontak membuat donghae menekuk lututnya dihadapan chae kyeong.

“aku mohon maafkan aku, jangan pergi lagi! Kita perbaiki semuanya. Chae kyeong-ah!” donghae kini menggenggam jemari chae kyeong. Dengan gerakan pelan chae kyeong menarik jemarinya paksa.

Kini, Jemari chae kyeong menyusuri setiap inci wajah donghae. Tak ada yang berubah pikirnya, hanya saja terasa lebih kaku pada peng-ekspresian yang donghae keluarkan.

Ada beberapa yang sama pada karakter wajah donghae dengan seorang yang tengah berbaring dirumah sakit sekarang’pikir chae kyeong.

“ Tak ada keledai yang jatuh kelubang yang sama dua kali Mr.lee!” ucap chae kyeong tegas setelah menghentikan aktifitas jemari pada wajah donghae. Menarik tangannya menjauh dari wajah namja tersebut. Apakah chae kyeong merindukan donghae? Sangat. Hanya saja tak ingin jatuh kelubang yang sama dua kali.

“Lantas mengapa kau mencari-ku jika kau tak menginginkanku?” tanya donghae yang jelas membuat chae kyeong sakit. Jika bukan karena seseorang yang sangat ia sayangi maka ia takkan sudi menemui pria tersebut.

“Aku membutuhkan darahmu mr.lee!” tegas chae kyeong walau masih ada nada bergetar dalam suaranya. Ia tak boleh terlihat lemah. Donghae juga tak boleh tahu siapa yang membutuhkan darahnya.

“Ne?” donghae mengeryitkan dahi.

“aku bahkan membutuhkan darah-mu banyak!”

“Apa kau sakit?” tanya donghae was-was. Donghae dan chae kyeong sama-sama memiliki golongan darah A. Hanya saja chae kyeong tidak ber-rhesus negatif. Chae kyeong menggeleng pelan. Beranjak bangun dari duduknya.

“kita harus segera menolongnya Mr.lee!” chae kyeong jelas tengah galau. Ia bingung entah bagaimanapun Lee Donghae harus tahu. Tapi disuatu sisi ia takut jika harus kehilangan orang yang paling ia sayangi, karena kehadiran lee donghae lagi.

Donghae mengikuti chae kyeong yang berjalan keluar. Sesaat chae kyeong menyadari bahwa tak ada yang berubah dengan interior apartemen ini. Tapi ia tak punya cukup waktu untuk berlama-lama disana. Tak punya cukup waktu untuk bernostalgia.

Ia menarik lengan donghae keluar apartemen. Kebenaran akan terungkap. Sesuatu yang menjelaskan bagaimana kehidupan chae kyeong selama dua tahun terakhir sampai alasan mengapa ia menemui Lee Donghae kembali.

Π*π*π*π*π*π*π* Π

3 thoughts on “Grow a day older together #6

  1. Anaknya kah?? Semg mrk kembli brsatu…pinter bgt ya CK sembunyinya mpe g ktm..pa detektifny yg bodo he…

  2. kirain jessica pacarnya donghae.. haahh, untung bukan..
    siapa yang butuh darah? Apa jangan-jangan chaekyeong punya anak dari donghae?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s