Grow a day older together #4

grow a day older together

Author                         :  @Marwahaha (my twitter follow yah nti mention untuk follback)

Main cast                     : Lee Donghae (C)

Shin chae kyeong (OC) and many more

Genre                           : romance,hurt,angst

Rating                          :PG

Length                         : chaptered, series

Copyright                     : heewah.wordpress.com

 

Part 4, “Bet for love?”

October, 2009

Di satu sisi aku merasa beruntung aku tak punya teman semenjak menetap di korea. Karena aku bingung bagaimana mendefinisikan hubungan-ku dengan donghae. Semisal saat seseorang nanti bertanya—Pertanyaan seperti “status apa” yang aku dan donghae miliki, mungkin aku hanya bisa menggeleng cepat. Yah hal-hal seperti itu terkadang terlintas dalam pikiranku.

Tapi aku tak mau ambil pusing. Dan aku rasa jika hubungan-ku dan donghae memang lebih baik seperti ini. dengan atau tanpa adanya status, selama kami berdua nyaman maka aku rasa takkan ada masalah.

Istilah yang tepat adalah “go with the flow”

Setelah kejadian itu donghae semakin perhatian denganku,ia jadi sering pulang kerumah lebih cepat dari biasanya. Aku selalu menyambutnya dengan tangan terbuka. Aku bahkan enggan mencari kerja, tinggal dengan donghae aku tak pernah kekurangan apapun. Ia mencukupi segala kebutuhanku tanpa aku memintanya. Donghae juga memberikan satu credit card-unlimitted-nya untukku.

Ia juga tak mengeluh ketika aku boros malah terkesan senang. Dan saat aku katakan aku sedang tidak mood dalam mencari kerja, ia memelukku seakan paham bahwa aku benar-benar menaruh kepercayaanku di tangannya.

Setiap hari aku akan browsing internet mencari sebuah resep.

Mencari masakan apa yang akan ku-buat, untuk menyambutnya pulang. Aku tidak suka memasak tapi, untuk donghae aku akan jadi masterchef.

Hari ini donghae memintaku membuatkannya ‘lasagna’. Sebenarnya ini pertama kali aku membuatkan donghae masakan eropa, aku sangsi aku akan berhasil. Tapi obsesi untuk membahagiakan donghae begitu besar. Aku akan melakukan yang terbaik.

Jam menunjukan pukul lima sore, membuat-ku merasa diburu waktu. Akhir-akhir ini donghae selalu pulang pukul 06.00 sore. Yah jam pulang kantornya, ia tak pernah lembur sama sekali. Aku segera menyiapkan bahan-bahan sesuai resep.

Tiba-tiba saja terdengar bunyi bel, aneh biasanya donghae tak ak                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             an memencet bel. Ia akan langsung masuk karena ini memang miliknya. Seseorang dibalik pintu itu terus menekan bel, benar-benar tak sabaran aku rasa.

“Nuguseyo?” ucapku. Wanita paruh baya, dihadapanku menatap-ku sinis. Sesuatu yang buruk akan terjadi.feeling-ku berkata demikian.

Π*π*π*π*π*π*π* Π

Wanita ini adalah Ny. Lee [donghae eomma]

Aku duduk dilantai beralaskan karpet bulu yang hangat sesuai permintaan Ny.Lee. Dan wanita itu duduk disofa. Aku bak seorang budak belian kupikir, dengan posisi kami yang seperti ini. Siapapun yang melihat pasti akan setuju. Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai entah khotbah atau sederet pertanyaan atau bahkan caci maki, jika mengingat posisiku yang seperti ini.

“ siapa namamu? Nak?” tanyanya sopan.

“Shin chae kyeong imnida”

“apakah donghae—anakku yang memintamu tinggal disini?”. Aku mengangguk cepat. Dan sederet pertanyaan yang ia terus ajukan adalah basic dari pertanyaan yang harus ia tanyakan sebelum memasuki ke-inti pertanyaan yang menjadi alasan mengapa ia datang kemari.

Sejujurnya ada dua alasan dalam benakku bagaimana bisa Ny. Lee disini. Pertama jadwal kunjungnya dan kedua memastikan rumor yang beredar. Yah yang aku tahu orang kaya maksudku, Kalangan kaum elit selalu demikian bukan.

Akan ada gosip seperti ini, ‘anakmu ny.Lee ku dengar dari kabar yang beredar tinggal dengan seorang  gadis diapartemennya. Gadis yang tak jelas asal-usulnya dan aku yakin gadis itu, bukanlah gadis baik-baik dan aku rasa ia hanya ingin memanfaatkan kekayaan anakmu saja’  dan jadilah ia datang, memastikanku, melihat siapa tersangka utamanya.

Dan  aku lebih suka yang kedua, menghadirkan kesan dramatis dan karena jika hanya jadwal kunjung. Maka seorang sekaya ny.lee dan tentulah beliau sibuk, otomatis sudah memiliki tanggal kunjungan untuk anak satu-satunya dan akan sudah berkunjung dari beberapa bulan yang lalu. Dan tentu saja ia akan datang pada saat ada anaknya dirumahnya.

Aku sebagai pihak yang terintimidasi bahkan tak bisa sekedar melihat jam. Waktu terasa berjalan lambat sekali, atau mungkin waktu berhenti berjalan demi momen ini. Mengapa lee donghae belum datang. Aku butuh dirinya untuk menyelamatkanku. Karena jika yang dipermasalahkan adalah masalah adanya aku disini. Maka donghae-lah yang patut disalahkan. Apa mungkin ia tahu bahwa ibunya akan datang sehingga ia melarikan diri.

Pertanyaan ny.lee sudah mulai meningkat naik level. Naik satu tingkat.

“sejauh mana hubungan-mu dengan anakku?hah?” intonasinya-pun meningkat.

“sejauh yang anda kira nyonya!” ucapku ragu, aku yakin aku salah menjawab. Seandainya ini pertanyaan pilih ganda mungkin aku bisa memilih jawaban lain. Sebenarnya aku ingin  menjawab begini ‘sejauh apa yang orang lain kira ny.Lee dan sejauh hal yang akan membuat anda sampai datang kemari’

“apa kalian tidur satu ranjang?” aku mengangguk. Ada aura panas yang tiba-tiba saja hadir menyeruak disekitar-ku.

Aku yakin nyonya lee murka sebentar lagi. Inilah perjudian yang aku lego,yang sebentar lagi akan menemukan jawabannya. Menang atau kalah.

“apakah kalian telah melakukan hubungan seks?” tepat sasaran. Aku mengangguk pasrah.

Dan tiba-tiba saja aku merasa waktu berjalan melambat. Dan detik selanjutnya yang kulihat. Ibunya mengayunkan salah satu tangannya, tak pernah ku sangka akan ada kekuatan sebesar ini. Apa mungkin aku yang terlalu pasrah?

Lantai keramik kucium.Mataku mengerjap-ngerjap. Pandanganku berkunang-kunang. Bisa kulihat tetesan darah segar dilantai. Darahku sendiri mengalir dari hidungku.

“Dasar JALANG! Beraninya kau melakukan hal hina seperti itu dengan anakku!”.

Aku bahkan ragu apa aku benar-benar mengerti apa yang nyonya.Lee ucapkan selanjutnya. Yang aku tahu hanya sederet caci maki. Dan yang jelas aku melihat langkah kaki yang beranjak menjauh dari tempatku menuju arah pintu keluar. Dengan sederet caci-maki yang tetap berlanjut.

“Kamu harus segera menghilang dari kehidupan anakku! Atau aku takkan tinggal diam!” itulah kalimat terakhirnya sebelum pergi dengan telunjuknya yang mengarah tepat ke-wajahku.

Π*π*π*π*π*π*π* Π

Aku masih shock dengan kejadian tadi

Donghae belum juga kembali atau mungkin takkan kembali. membuatku bersyukur disatu sisi karena Aku tidak ingin masalah jadi panjang. Dan aku sedang tak ingin ditanya oleh seorangpun. Moodku benar-benar buruk.

Aku segera membenahi koperku memasukan beberapa helai pakaianku. Aku memutuskan untuk kembali keapartemen-ku yang dulu. Aku rasa inilah cara agar hidup dengan baik. maksudku tanpa ancaman dan caci maki yang berkelanjutan.

Mungkin ini  juga terdengar picisan, “aku tak ingin donghae ‘kenapa-kenapa’ karena-ku’. Karena  Aku sendiri tak tahu apa makna dari ancaman ibunya. Sebenarnya memikirkan kejadian tadi membuat aku, semakin ragu dan bertanya-tanya sendiri ‘apakah donghae benar-benar menginginkan-ku atau tidak’

Dan membuatku kembali bertanya bagaimana status hubungan—ku dengan donghae. Takkan adalagi hubungan ‘oppa—dongsaeng’ setelah seks. Mungkin donghae menginginkanku entah dalam status apa. Apakah aku budak seks?

Ibunya benar, mungkin aku jalang karena aku memilih tinggal dengan anaknya.tidur seranjang. Lalu melakukan seks dan menikmati fasilitas yang anaknya berikan. Ibunya tak salah sedikitpun ia hanya tak suka dengan cara hidupku.

Aku kalah berjudi aku kalah taruhan.Taruhanku yang hanya sekedar rasa  percaya yang ku lego untuk sesuatu bernama cinta. Tak pernah ada cinta. Aku yang terlalu tersilaukan lalu menjadi buta dan mengira itu cinta, yang ternyata hanyalah fantasi belaka.

Aku memutuskan pergi. Bertahan ataupun tidaknya aku disini segalanya akan tetap sama. Takkan ada lagi hubungan yang nyaman. Dan aku tentu saja menginginkan kebahagiaan

TBC

3 thoughts on “Grow a day older together #4

  1. apa sih yang ada dipikiran donghae? Hubungan mereka sudah sejauh itu tapi tidak ada status apapun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s