Grow a day older together #1

grow a day older together

Author : @Marwahaha (my twitter follow yah nti mention untuk follback)
Main cast : Lee Donghae (C)
Shin chae kyeong (OC) and many more
Genre : romance, family, drama
Rating :PG
Length : chaptered, series.
Di part ini masih pov shin chae kyeong. Lebih kepenggambaran latar setting tempat. Mudah-mudahan ga garing dan sedikit lebih panjang dari yang sebelumnya.

Part 1 “Rendezvous”
January, 2009th
Seoul, Korea

Sembilan tahun sudah aku tinggal di negeri asing, bersekolah dan besar di indonesia tepatnya di kalimantan. Appa-ku yang begitu mencintai alam dan merasa bersyukur ketika mendapatkan tugas kerja di Tanjung puting kalimantan. Selain ayah bisa meng-observasi flora yang ada disana. Ayah-pun ikut melestarikan populasi orang-utan.
Kami bukanlah satu-satunya tourist asing yang ada. Hampir seluruh negara memiliki delegasi-nya disini. Bukan karena perintah negara melainkan perintah hati atau lebih tepatnya panggilan alam. Sama seperti appa. Dan Appa merasa sangat bersyukur karena bisa ditugasi diindonesia. Mereka semua berkumpul bersatu menjaga alam. Memang ada yang berasal dari suatu instansi pemerintah seperti ayah dan ada yang murni panggilan jiwa seutuhnya.
Aku ingat saat itu aku baru saja lulus sekolah dasar. Dengan wajah ayah yang sumringah dan sebuah amplop coklat ditangannya. Ayah memegang pundakku dan berkata “Aegyi-a! kita akan pindah keindonesia! Setelah ijasah-mu keluar!”
Aku yang baru saja melaksanakan pesta kelulusan sekolah, sontak terkejut mulutku sedikit menganga, berharap ada penjelasan lebih. Tangan ayah merambat kewajahku membelai, pipiku menyalurkan rasa aman, seakan paham aku tengah bingung.
“ayah,pindah tugas ke Borneo, indonesia! Dan kamu tentu saja ikut!” aku sedikit menegang mendengar perkataan ayah.
“Gokjong Hajimasseyo! Chae kyeong-ah! Kamu disana akan mendapatkan banyak teman!” jelas ayah. Aku hanya mengangguk. Jelas aku tak bisa berbuat apa-apa lagi walau ingin,sekali berkata “Shireo!”.
Usia delapan tahun ditinggal eomma, ayah menjadi satu-satunya tempat aku bergantung.

**********

Setelah lulus kuliah S-1 jurusan bisnis yang sangat bertentangan dengan yang ayah harapkan. Dan mendapatkan gelar ‘cum-laude’ di indonesia. Aku memutuskan untuk tinggal di seoul,korea. Walau harus seorang diri.
Karena Appa sudah menobatkan diri takkan pulang ke korea. Dan aku yakin, mungkin sebentar lagi appa akan merubah warga negaranya.
Terkadang aku berpikir bukankah aku selama ini seorang diri?, Walau appa selalu ada disisiku. aku tak pernah benar-benar tahu apa itu keluarga.
Appa juga telah menemukan tambatan hatinya yang baru seorang wanita berusia 10 tahun diatas-ku ber-ker-warga negaraan kanada bernama Kimberly hills. Yang sama-sama mengabdi untuk alam seperti appa.
February, 2009th
Seoul, Korea
Melewati dua bulan seorang diri dikorea ternyata tidaklah mudah. Sembilan tahun tidak menginjakkan kaki di tanah air membuatku, gampang-gampang susah beradaptasi kembali dengan asal-muasal-ku.
Lee Donghae boss-ku diperusahaan, ah, tidak sebenarnya dia adalah anak Sajangnim [Presdir]. Adalah satu dari jenis cobaan yang harus aku hadapi.
Definisi Lee donghae bagiku: 1.Chaebyol kelas kakap. 2.manja 3.mendapatkan segalanya tanpa usaha.
Yang ketiga adalah yang paling aku benci!
Aku tidak masalah ia siapa, anak presdir atau bukan. Dan,ah aku lupa mendefinisikan apa jabatan-ku diperusahaan ini. Awalnya aku hanya tugas membuatkan kopi atau aku mungkin bisa dikatakan sebagai ‘office girl’. Bukan karena ijasah-ku yang memiliki masalah atau nilai yang tak memuaskan tapi,inilah hal yang biasa disebut senioritas.
Sampai suatu hari, aku bertemu sajangnim secara empat mata. Dan ternyata sajangnim adalah teman ayah saat SMA.
Posisiku meningkat 90%, bukan karena aku atau appa-ku yang meminta itu. Bukan juga karena relasi diantara appa-ku dan sajangnim.
Lee Sajangnim yang memutuskan-nya sendiri. Saat aku tanyakan mengapa?, Lee sajangnim hanya bilang ‘‘bahwa aku adalah yeoja yang baik, yang pernah ia kenal’’
Tidakkah, itu terkesan sangat indah dan manis walau klise dan membuatku seharusnya melambung ke-angkasa?. Jangankan melambung berdiripun aku sulit, tubuhku terasa berat.
Jabatan dan gaji-ku pun yang meningkat dua kali lipat. Tak membuatku merasa bahagia! Karena Lee sajangnim mengangkat posisi-ku sebagai ‘Personal Assistant’ untuk namja yang memang berparas tampan dan bersifat kekanakan yang bernama Lee Donghae.
March, 2009th
spring season
Hari ini adalah awal pertama dimusim semi, aku sedikit melambatkan langkahku menuju halte bus. Musim semi yang begitu indah sayang untuk dilewatkan cepat-cepat walau mungkin ini baru,awal musim. Hanya saja ini seakan tampak momen berharga, mencoba menikmati segala yang dihadirkan alam. Matahari dengan pancarannya membuat momen ini menjadi semakin sempurna.
Sebulan awal berkerja sebagai PA dari Mr. Lee donghae tidaklah mudah dan tidak terlalu sulit juga. Dan aku sampai pada kesimpulan bahwa semua chaebyeol tampak mempesona walau berkelakuan tidak layak pada seusianya. Dan apa yang aku suka lihat di drama-drama yang menghadirkan karakter chaebyeol hampir 90% sama persis dengan kelakuan Mr.Lee itu.
Dan hilanglah sudah momen di-satu menit pertamaku, menikmati musim semi. Namja itu menelpon-ku, dan mau tidak mau aku harus mengangkatnya.

*********
Hannam-dong, Apartement

“Museun ilri-sesseo Mr.lee?” tanyaku dalam waktu 20 menit aku sudah sampai di-apartement-nya pria ini menyuruhku untuk ke apartement-nya dikarenakan adahal yang mendesak yang ia ingin untuk aku lakukan.
Ini adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki-ku di apartement namja ini. Dan ini apartement yang benar-benar luas. Bertolak belakang dengan yang apartement yang aku tempati. Jika demikian maka bisa dikatakan bahwa inilah apartement yang sesungguhnya. Dan apartement-ku masuk kekategori rumah susun.
“ah, shin chae kyeong-sshi! Neon wasseo” katanya begitu keluar dari kamar dan iris matanya melihatku yang tengah terkagum dengan apartementnya luas. Ia masuk keruangan yang aku yakini sebagai kamarnya. Aku meyakinkan mataku sekali lagi seorang lee donghae tengah keluar kamar mengenakan celana boxer dan kaus oblong putih. Rambut yang basah membuat ia begitu fresh dan mempesona, membuatnya tampak seperti idol-hallyu
I’m really thankful I’m not teenagers anymore! Jadi,aku tidak akan menjerit. Melihat CEO muda penuh pesona.
“Museun ilri-sesseoyo Mr. lee?” tanyaku sekali lagi begitu melihatnya keluar dari kamar. Membawa kemeja putih dan jas ditangannya dan menyodorkannya ke-arahku. Firasat-ku buruk aku yakin sifat chaebyeol-nya akan kambuh.
“bisakah kau perbaiki bajuku sekarang?” tanyanya yang tampak seperti perintah.
“maksud anda?”
“yah,bisakah kau perbaiki bagian yang kusut dari,bajuku ini? Karena aku harus mengenakan ini untuk hari ini!”
Aku bingung tapi,aku mengangguk perlahan. Tidakkah bahasa yang ia gunakan begitu berat! Kenapa ia tidak to do point saja. Menyuruhku menyetrika bajunya.
“disana ada alatnya!” katanya lagi menunjuk sebuah ruangan,didekat dapur. Yah, aku benar-benar disuruh menyetrika bajunya. Aku berjalan mengikuti arah yang ia tunjukan tadi dengan tangannya. Sebelum aku beranjak meninggalkannya, aku mendengar sebuah kekehan dari bibirnya.
Nappeun Chaebyeol!!!
Tidakkah kekehannya pertanda ia sedang menaburkan sifat chaebyeol-nya dipekarangan dunia-ku yang asri?
“Shin chae kyeong-sshi! Tolong lebih cepat, bukankah kita jam delapan nanti ada meeting dengan investor baru!” pintanya atau perintahnya dengan sedikit berteriak. Aku tidak tahu ia ada diruangan belah mana.dan hari ini aku merasa sedikit kuno, aku tidak tahu ternyata menjadi asisten pribadi juga melakukan hal seperti ini, aku kira aku hanya mengurusi jadwal dan hal yang berkaitan dikantor saja.
“Ne, mr.lee!” jawabku tak kalah sedikit menaikkan intonasi.

*******
Lee, Corporation Office.

Jam menunjukan pukul 12 siang, saat aku baru saja keluar dari ruangan meeting. Aku sesegera mungkin mencapai pintu lift, ingin segera sampai diruanganku untuk menaruh dokumen dan segera ke-cafetaria. Perutku sudah sangat berkumandang.
Chaebyeol itu hanya mengekori-ku dibelakang membuatku bertanya-tanya siapa atasannya. Pintu lift terbuka menunjukan siapa orang yang berada didalamnya. Ternyata ia Lee sajangnim dan sekertarisnya. Aku segera membungkukkan badan. Sajangnim keluar ia tersenyum sekilas melihatku dan melanjutkan pandangannya kearah putranya lalu kembali melihatku dan menepuk pundakku seraya beranjak pergi.
Mungkinkah sajangnim mengerti apa yang aku alami? Ataukah justru ia hendak memberi tahu-ku bahwa ini awal dari segala cobaan yang akan anaknya berikan? Atau justru itu adalah tepukan yang mengartikan kedua-duanya.
Sebenarnya Ini adalah kali pertama chaebyeol itu mengajakku masuk untuk ikut meeting dan aku tidak tahu ternyata meeting itu sangat melelahkan dan menghabiskan banyak waktu sekaligus tenaga dari yang seharusnya.
Biasanya aku hanya disuruh menunggu diruangan-ku yang berada disebelah ruangannya dengan setumpuk tugas yang ia berikan, walau sebenarnya itu tugasnya bukan tugasku. Ada saat dimana aku, protes ia hanya akan berkata ‘itulah tugas asisten pribadi’ dan mulutku diam tak berkutik.
Setelah menaruh dokumen, diruangan aku segera berjalan keluar. Aku melihat chaebyeol itu juga baru saja keluar dari ruangannya.
“kau ikut aku!” ucapnya dengan nada memerintah.
“tapi, Mr.Lee ini jam aku makan siang! Sudah waktunya aku istirahatkan?” tanyaku yang terkesan pasrah. Jujur saja aku lapar.
“aku tahu!” ia lantas menghampiriku dan mengamit tanganku lalu menggiringku. Dan aku benar-benar pasrah.
**********
At Arirang restaurant

Aku pesimis saat tangan chaebyeol ini menarikku tadi. Semua mata karyawan yang melihat terutama para yeoja memandang terkejut dan sinis. Aku khawatir apa yang akan terjadi setelah aku kembali kekantor nanti, apakah akan ada isu seperti di drama-drama romance. Tapi perutku yang terlanjur lapar membuatku, tidak bisa berimajinasi panjang.
Namja bermarga Lee, itu membawaku kesebuah restoran yang terletak beberapa blok dari kantor. Aku tersenyum begitu, kakiku menginjak restoran mewah ini. karena akan ada dua kejadian yang membahagiakan. Pertama perutku akan berhenti meraung dan kedua aku tidak perlu mengeluarkan uang. Ternyata hidup tidaklah yang,seburuk aku kira.
Seorang pelayan muda nan cantik,menyambut kami.ah, lebih tepatnya menyambut Lee Donghae, ku tegaskan bukan menyambutku.Donghae meminta ruangan VIP, untuk kami berdua. Pelayan muda itu melihatku sinis, sebenarnya, ada apa dengan para yeoja?
Mengapa aku selalu mendapatkan pandangan seperti itu jika,beriringan dengan bocah chaebyeol ini? Haruskah,aku berteriak bahwa lee donghae tidaklah sekeren yang kalian kira?
**********
Setelah kami memesan makanan, terjadi keheningan se-persekian detik. Lalu Chaebyeol itu mulai angkat bicara.
“Shin chae kyeong-sshi, apa kamu tahu jika, kamu itu satu-satunya yeoja yang tidak pernah gugup saat, berhadapan dengan-ku?”
Aku mengernyitkan kedua alisku, tanda tak paham.
“Maksud anda Mr.lee?”
aku merasa andrenalin-ku berpacu,dan sekarang aku merasa sangat gugup. Sialan kau chaebyeol! Sebenarnya apa maksud perkataan-mu?.
Belum sempat Namja itu menjawab, pelayan datang menghidangkan makanan. Donghae menatap-ku lurus ke manik mata. Semakin membuatku gugup. Aku segera mengalihkan, pandangan ku kearah makanan yang tersaji rapi di meja begitu pelayan keluar. Aku penasaran donghae belum juga menjawab pertanyaan-ku.
Donghae berdehem pelan,bahkan aku ragu apa ia benar-benar berdehem.
“Chae kyeong-ah!” aku mendongak terkejut.
“apa boleh, aku memanggilmu begitu?” tanyanya waspada, seakan siap untuk menerima penolakan dari-ku.
“Ne Mr.Lee! anda boleh memanggil saya demikian”.
“chae kyeong-ah! Sebari kita makan, aku ingin bercerita sesuatu! Kamu harus mendengarkannya dengan seksama. Arraseo?”
Yah sifat chaebyeol tidak mungkin ia tinggalkan di kantor. “Ne arraseo!” jawabku pelan. Aku memulai memasukan makanan ke mulutku dan donghae mulai bercerita.
“ Tahun 1996 dibulan april, appa-ku mengajakku kerumah temannya. Appa bilang bahwa yang, akan aku dan appa kunjungi adalah sahabat baiknya semasa SMA. Saat itu aku dan appa baru saja kembali dari perjalanan ke-amerika” donghae menghela nafasnya pelan.
Aku menundukan wajahku, menatap hidangan yang ada di hadapan donghae. sadar ternyata ia sama sekali tak, menyentuh makanannya.
Namja itu sedikit membuka mulutnya, hendak melanjutkan ceritanya. Ada sedikit perubahan dari raut wajahnya, entahlah seakan-seakan cerita itu menjadi berat untuk diceritakan olehnya.
Segera aku menyela “Mr.Lee! anda, belum menyentuh makanan anda!” kata-ku dengan menunjuk hidangan dihadapannya.
“bukankah aku sudah katakan! Cukup dengarkan dengan seksama!”
Aku hanya melakukan niat baik dan tidakkah dia merasa lapar?
“Mianhamnida!” lirihku, aku takut!
“saat sampai di pekarangan rumah si-paman tersebut. Aku dikejutkan dengan berbagai macam tanaman yang ada disana. Dan juga bunga-bunga yang penuh warna,mungkin segala jenis bunga tertanam dipekarangan tersebut dan bisa,dipastikan pemiliknya pasti begitu mencintai flora.—
Begitu indah siapapun yang melihatnya takkan bisa menolak pesonanya. Melihat pekarangan yang begitu indahnya, kamu tahu apa yang aku rasakan diusia-ku yang baru menginjak 10 tahun?”
Aku menggeleng perlahan, berusaha fokus dengan cerita karena disaat yang bersamaan aku seakan mengalami dejavu.
“aku jatuh cinta pada pandangan pertama!” mataku membulat mendengarnya, aku sudah kembali fokus. Bingung dengan definisi jatuh cinta ala lee donghae di usia 10 tahun. Pada pekarangan rumah orang?
Melihat ekspresiku donghae, terkekeh pelan seakan bisa membaca pikiranku.
“Ya! Aku jatuh cinta tidak hanya kepada pekarangan-nya saja tapi,pada seorang anak perempuan berusia dua tahun dibawah-ku yang sedang memeluk lututnya disebuah ayunan di pekarangan itu!”
Dan kali ini aku benar-benar mendongakkan kepalaku. Aku memegang sumpit-ku erat, beruntung mulutku sedang tidak mengunyah atau menelan sesuatu,mungkin bisa-bisa aku tersedak.
“Saat itu aku seakan lupa kemana tujuanku sebenarnya. Appa menarik lenganku membawaku masuk kedalam. Dan seorang pria berkisar seumuran ayah menyambut kami!”
Kini namja itu menarik dan menghela napas lumayan lama, lalu merampas gelas yang berisi air di dekatnya. Entah mengapa cerita ini terasa berat untuknya dan juga untuk-ku.
“Paman si pemilik rumah, mengajak appa dan aku untuk masuk kedalam! Paman itu bercerita sesuatu pada,aku dah ayahku chae kyeong-ah!”
Aku menatap langsung pada iris donghae. Berusaha mencari sesuatu dari matanya yang tak kunjung ku temukan. Mengantisipasi cerita yang, aku rasa, aku tahu akan mengarah kemana. Nafsu makanku mendadak hilang,aku rasa menguap entah kemana.
“Ahjussi itu mengatakan, bahwa seminggu yang lalu ia baru saja kehilangan istri-nya!”
Mata donghae mulai, berkaca-kaca.Dan aku benci ini.
Donghae menggenggam tangan kananku yang tak lagi menggenggam sumpit, mencoba menyalurkan kehangatan.
“Chae kyeong-ah, giok annayo?” tanyanya.Aku mengangguk pelan.
Dan mengalihkan pandanganku ke interior ruangan ini. Menyadari ada sesuatu yang menjalar dalam diriku, yang berasal dari genggaman ini. Nyaman dan hangat. Lee donghae mengitari meja duduk di sebelahku. Kembali menggenggam tanganku erat.
Ada sesuatu yang tak mampu ku bendung. Sesuatu yang harus dikeluarkan secepat detik yang berjalan. Menunggu aba-aba dari-nya[Lee donghae]. Ingatan masa kecilku berkelabat, seperti potongan-potongan film yang melintas tanpa henti. Begitu banyak kenangan.
“Let it flow!” ucapnya lalu membawa-ku kedalam pelukannya.Hangat!
Dan air mataku perlahan mengalir.

TBC

2 thoughts on “Grow a day older together #1

  1. pantesan donghae bersikap seperti itu ke chaekyeong.. ternyata donghae jatuh cinta pada pandangan pertama saat mereka masih anak-anak..

  2. wah..jd donghae udh suka chaekyoung dr umur 10 thn..menarik..apa appany donghae tw y..jd sengaja jadiin chaekyoung PA donghae..chingu aku g ngerti bbrp bakor d atas jd cuma nebak2 artinya..help me, please..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s