The Way To Break Up

the way to break up

Author                  : Tine

Title                       : The Way To Break Up

Genre                   : Romance, Angst

Type                      : One shoot

Rating                   : Teen

Main Cast            : Cho KyuHyun,  Lee Jinhye (oc), Jung Hyerin (oc)

Disclaimer           : FF ini murni dri khayalanku sndiri dan belum pernah d publish d manapun ^^.

Walaupun rasanya sakit, bersikaplah seolah-olah tidak apa-apa

Walaupun rasanya ingin menangis, ada cara untuk menahanya

Walaupun hati ini terluka, ada cara untuk tetap tersenyum

Begitulah caranya jika ingin berpisah

Matahari pagi mencoba masuk menembus ke dalam sebuah ruangan yang masih tertutup sebuah gorden putih rapat. Ruangan yang didominasi dengan warna putih dan biru laut ini sekarang berubah menjadi kamar yang sudah tidak dapat di deskripsikan lagi bentuknya, alat make up berserakan disembarang tempat, bantal yang terbuka hingga menyisahkan bulu-bulu halus yang seharusnya ada di dalam bantal. Semua benda berserakkan dimana-mana, tanpa terkecuali sang pemilik kamar tersebut.

Seorang wanita yang sedang duduk dipojok ruangan kamarnya, menelungkupkan wajahnya diantara kedua lututnya. Sudah sejak semalam ia terus menangis. Semuanya berawal ketika Jinhye, -wanita tersebut-, datang ke sebuah café.

# on of Flashback

Hari ini Jinhye telah siap mengambil keputusan yang mungkin sangat salah untuknya. Namun, ia melakukannya karena ia sangat mencintai orang tersebut. Ia tidak ingin membuat masa depan orang tersebut lenyap begitu saja. Hanya karena ia lebih mempertahankan egonya.

Laki-laki yang sejak tadi ditunggunya sudah datang, kali ini ia mengenakan kaos santai berwarna coklat dan celana panjang jeans. Seperti biasa ia datang lengkap dengan atributnya, kaca mata hitam, topi hitam dan masker hitam yang menutupi hampir seluruh wajahnya. Dengan penampilannya yang sekarang tidak membuat Jinhye bingung untuk mengenali sosok yang selama ini selalu ada bersamanya selama 3 tahun terakhir. Bahkan mereka sudah merencanakan adanya pesta pertunangan yang akan dilaksanan 1 bulan mendatang.

Setelah sesaat terpesona dengan kehadiran Kyuhyun, -orang tersebut-, Jinhye langsung memeluk kyuhyun. Ia berusaha menghirup oksigen yang selama ini selalu berada didekatnya, mungkin ini adalah waktu dimana terakhir kalinya ia dapat melihat dan memeluk kyuhyun tanpa perlu izin darinya.  kyuhyun pun membalas memeluk erat Jinhye, tanpa mengerti arti dari pelukan tersebut.

Jinhye berusaha menahan air matanya yang sudah berada di pelupuk matanya. Perlahan ia melepaskan pelukan kyuhyun, menundukkan wajahnya dalam berusaha tidak memperlihatkan wajahnya yang sudah penuh dengan air mata.

“Kyu, aku tahu ini salah.. aku ingin meminta maaf jika selama ini aku yang telah membuat semua masa depanmu terhambat, aku menyerah kyu.. aku sudah tidak sanggup lagi mempertahankanmu banyak orang di luar sana yang mempermasalahkan hubungan kita.. bahkan orang terdekatmu..” ucap Jinhye sambil berusaha menahan isakannya

“Maksudmu apa hye-ah? Kau tidak mengahambat masa depanku, justru kaulah yang membuat masa depanku begitu berarti.. dan untuk orang terdekatku, apa maksudmu dari mereka yang membencimu? Bukankah Appa dan Eomma sudah memberi kita restu?”

“Aku sudah memutuskan kyu, lebih baik kita berpisah sebelum semua masa depanmu hancur bersamaku..” setelah mengucapkan, Jinhye segera pergi keluar dari café tersebut.

#off of Flashback

Hatiku dipenuhi kegelapan semua keinginan yang ada hancur

Semua perlahan akan hilang, kembali menjauh kita akan saling melupakan

Hari-hari kembali membosankan

Cinta seperti milik kita ini akankah ada lagi?

Bahkan jika rasanya kita ingin bertemu kita tak bisa melakukannya

Betapapun sakitnya, harus bisa menahannya

Beginilah cara jika ingin berpisah

Jinhye bangkit dari duduknya, memutuskan untuk pergi ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi ia hanya duduk di atas closet dengan pandangan yang kosong. Selang beberapa menit kemudian, ia mulai menyalakan air shower dengan suhu yang dingin, sedangkan kota seoul saat ini sedang berada pada musim salju. Jinhye hanya berdiam diri di bawah shower, tidak melakukan apapun. Bahkan ia membiarkan air dingin tersebut membasahi bajunya. Setelah puas berada di kamar mandi, ia mulai duduk di tempatnya semula tanpa ada niatan untuk mengeringkan dan mengganti bajunya. Jinhye mulai menangis lagi, ia mengingat kembali mengapa ia mengambil keputusan yang dapat membuat batinnya tersiksa

#on of Flashback

Yeoboseyo.. nuguya?

“Kamu pasti sudah tahu siapa saya..”

“Hyerin-ah ada apa?”

“Tidak perlu berbasa-basi lagi jinhye-ssi”

“maksudmu?”

“Apakah oppa masih belum memberitahumu?”

“maksudmu apa Hyerin-ah?”

“Ternyata oppa belum memberitahumu, ya sudah kau ingin oppa yang memberitahumu atau aku yang membertahumu?” tanya Hyerin sinis dalam telepon

“Kau saja Hyerin..”

“Kau tahu kenapa akhir-akhir ini oppa jarang masuk tv? Bahkan ia sekarang hampir tidak mendapatkan job, kau tahu itu hye-ah?” tanya Hyerin sinis

“Oppa tidak memberitahukan sama sekali yerin-ah” ucap jinhye sambil berusaha menahan tangisnya

“Mana mungkin oppa memberitahumu, dia pasti tidak ingin membuatmu terluka.. cih yeojachingu macam apa kau? Namjachingu-nya sedang susah saja kau tidak tahu! Ngomong-ngomong apa kau tahu juga, kalau penyebab dari hilangnya job oppa itu karena kehadiranmu?” ucap hyerin terdengar sinis

“Karna aku? Memangnya kenapa denganku?”

“Hahahahaha.. jinhye-ssi kau itu bodoh atau apa sih? jelas saja darimu, kau tahu bahwa semua orang terdekat kyu oppa membencimu? Kau pasti jelas tidak tahu jinhye-ssi, karna kau terlalu naif mengira bahwa semua orang begitu menyayangimu!”

Jangnan Hajima (jangan bercanda) yerin-ah”

“Buat apa aku bercanda Jinhye-ssi, lebih baik kau tinggalkan kyuhyun oppa dan satu hal kau tahukan aku begitu menyukai kyuhyun oppa ani maksudku mencintai kyuhyun oppa. Jadi relakanlah dia untukku, kau tahukan impiannya sejak dulu itu menjadi seorang penyanyi? Masa kau rela menghancurkan impian namjachingu-mu? Relakan ia untukku, maka ia kan bahagia denganku dan impiannya! Sudah lebih baik aku memberimu waktu untuk berfikir.. annyeonghi jumuseyo (selamat malam) jinhye-ssi

#off of Flashback

Harus terbiasa hidup tanpamu

Esok akan jadi hari yang lebih baik

Perlahan akan menghilang dan terlupakan

Dan jika tiba-tiba teringat sesuatu hanya kenangan manislah yang akan diingat

Jinhye bangun dari duduknya lagi, kali ini ia pergi menuju keluar ruanganya. Ia pergi untuk mengambil segelas minuman, ia berjalan sempoyongan karena memang sejak 2 hari yang lalu ia belum menyentuh makanan. Jinhye mulai membuka kulkas dan mengambil sebotol air putih, hingga pada saat ia ingin meminumnya kakinya sudah tidak dapat menahan bobot tubuhnya. Jinhye terjatuh langsung diatas lantai, tapi ia tidak segera bangun dari posisinya melainkan menangis.

Dalam tangisannya jinhye tersadar bahwa ia harus mulai terbiasa tanpa adanya sosok kyuhyun yang akan selalu siap menolongnya. Sekarang semua sudah berbeda, tidak ada lagi kyuhyun disampingnya. Sekarang ia harus bisa menyimpan rasa sedih dan senangnya sendiri.

Menangis dalam diam, itulah yang sedang dilakukan oleh jinhye sekarang. Tiba-tiba ia teringat dengan ponselnya, jinhye mengambil handphone yang tergeletak sembarang di dekat sofa. Ada banyak pesan dan telepon dari orang yang sama, bahkan hingga voicemail. Semua itu menandakan bahwa kyuhyun juga tidak rela berpisah dengan jinhye. Dibukanya semua pesan dari kyuhyun, semua pesan yang masuk memiliki tanda kekhawatiran yang sama.

Satu pesan voicemail yang membuat jinhye mulai merasakan sakit dan sesak di dadanya, ia mulai menitikan air matanya lagi

jihye karena diantara banyak orang di dunia ini aku hanya dapat melihatmu, aku hanya berdiri disini hanya untuk melihatmu. Setelah cinta ini aku benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi. Mianhe, hanya itu yang dapat kuucapkan, mianhe jika selama ini aku selalu membuatmu menangis. Mianhe karna selama ini kau ternyata tidak bahagia bersamaku. Aku cho kyuhyun namja yang tidak punya perasaan ini hanya ingin mencoba membuatmu terus tersenyum dengan s’gala tingkah kekanakan yang kuperbuat.. Aku tidak tahu mengapa kamu mengambil keputusan ini sendiri, tapi yang jelas aku ingin kamu bahagia.. mungkin tanpaku kamu akan bahagia.. Saranghae  Jinhye”

Setelah mendengar rekaman voicemail Kyuhyun, Jinhye pun mulai meneteskan air matanya lagi. Yang ia butuhkan sekarang adalah waktu, mungkinkah ia dapat mengulang waktu, merubah segalanya yang sudah telat dan tidak mungkin dapat ia perbaiki lagi. Setelah menangis Jinhye pun tertidur di lantai tempatnya semula.

 

*****

Hari-hari kembali membosankan, cinta seperti milik kita ini akankah ada lagi?

Bahkan jika rasanya ingin bertemu kita tak bisa melakukannya betapapun sakitnya harus bisa menahannya

Walaupun rasanya sakit, bersikaplah seolah tak apa-apa

Walaupun rasanya ingin menangis ada caranya untuk menahannya

(karena akulah yang akan selalu memperhatikanmu)

Walaupun hati ini terluka, ada cara untuk tetap tersenyum saat semua ini memang harus dilupakan

Kembali bangun dengan keadaan yang sama, masih dengan hati yang buruk dan dengan keadaan yang memeprihatinkan. Seandainya Kyuhyun tahu, ia tidak mungkin akan membiarkan yeojachingu–nya terlantar. Jinhye mulai bangkit dari tempat tidurnya yang masih sama, lantai. Ia mulai berjalan mendekati ruang TV dan menyalakan TV. Tidak ada satupun acara tv yang mengundang perhatiannya. Setelah mengganti-ganti channel TV, akhirnya Jinhye menemukan channel yang membuatnya tertarik. Sebuah acara gosip yang sekarang sedang menayangkan berita tentang mantan kekasihnya.

Lagi, Jinhye kembali meneteskan air matanya setelah melihat berita tentang kyuhyun yang sekarang sudah berpacaran dengan Hyerin. Ucapan hyerin kini menjadi kenyataan, kini ia sudah resmi berpacaran dengan kyuhyun, bahkan semua media sudah tahu. Tidak seperti dirinya yang sewaktu berpacaran dengan kyuhyun tidak ada satupun media yang mengetahuinya.

Sakit, dadanya kembali merasakan sakit. Begitu banyak beban yang harus ditanggungnya sendiri, ia membutuhkan sandaran dan pelukan kyuhyun. Karena hanya dia yang dapat membuat semua bebannya hilang. Jinhye berusaha untuk tersenyum, karena mulai sekarang ia akan benar-benar melupakan kyuhyun.

Hari ini ia memutuskan untuk pergi menemui kyuhyun untuk terakhir kalinya. Ia mulai pergi menuju kamar mandi, seusai mandi Jinhye hanya memoleskan wajahnya dengan make up tipis membiarkan rambutnya terurai panjang.

Kini jinye sudah berada di depan apartemen kyuhyun, ia mulai ragu untuk membuka pintu apartemennya. Pertama jinhye memasukkan password yang sudah sangat dihafalnya dan juga kyuhyun.

Niiittt…

Suara pintu terbuka, ternyata kyuhyun masih belum mengganti passwordnya. Jinhye mulai melangkahkan kakinya menuju ruang kamar kyuhyun, saat setelah sampai jinhye pergi menuju ke sebuah lemari panjang yang ternyata masih banyak fotonya dan kyuhyun terpajang. Bahkan Jinhye masih mengingat dengan benar, bagaimana cara ia menata foto-fotonya.

Jinhye kembali teringat, bahwa ia pernah menaruh sebuah buku memori di rumah kyuhyun. Jinhye jalan menuju sebuah lemari kecil, ia mulai mengambil buku bersampul biru soft yang didepannya tertulis “KyuHye Memory”. Setelah puas mengingat kembali kenangannya, jinhye segera pergi menuju keluar apartemen.

Hanya akulah yang menangis mengingatmu

Karena terlalu banyak hal yang mengingatkan pada cinta kita

Bagiku cinta adalah sesuatu yang menyakitkan, walaupun terkadang aku juga ikut mersakan kebahgiannya. Lupakan semua ini meskipun hal itu begitu menyakitkan, kau harus tetap bertahan.
Mungkin aku akan melupakanmu, tapi jika aku kembali mengingatmu maka hanya kenangan indah yang akan aku ingat

Saranghae,

 

Lee Jinhye

*****

Setelah Jinhye pergi meninggalkan apartemen Kyuhyun, beberapa menit kemudian keluarlah Kyuhyun dari arah kamar mandi. Saat ia sedang ingin mengambil handphone di meja kecil samping tempat tidurnya Kyuhyun melihat selembar surat. Ia mulai membuka dan mencoba mencerna isi dari surat tersebut.

“Benarkah Jinhye baru saja datang?”

END

3 thoughts on “The Way To Break Up

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s