Omma, Where’s Appa? (Part 5)

WHERE

Author                  : PinKyu

Title                       : Omma, Where’s Appa? (Part 5)

Genre                   : Family, Romance

Type                      : Chaptered

Rating                   : PG +16

Main Cast            : Cho KyuHyun, Kim Hyun Ji (oc), Ju Kyu (oc)

Other Cast         : Song Joong Ki, Park Hye Ra

Disclaimer           : FF ini punyaku, hasil dari imajinasi yang ada dalam otakku J . Ini FF kedua yang aku buat.

N/B                        :

Annyeong, ini part 5 nya. Ditengah tugas kuliah yg menumpuk akhrnya bisa post juga ^^

Jangan lupa Comment Yah! J

FF ini agak panjang dari sebelumnya …

Typo! #Maklumi

***

“Ne, aku pacarnya” sela Kyu Hyun dan menggenggam tangan Hye Ra mesra. Hye Ra tersentak kaget. Apalagi Hyun Ji.

“Wah, memang kalian terlihat sangat cocok. Jangan lupa mengundangku kalau kalian akan menikah” canda Joong Ki sambil tertawa kecil, membuat Hye Ra menunduk malu. Dan entah kenapa Hyun Ji merasakan sakit yang amat sangat di dadanya.

“Mianhe, aku kebelakang dulu” permisi Hyun Ji sambil menundukan kepalanya meredam air mata yang akan meluncur bebas. Dia tak memperdulikan jawaban mereka dan langsung berjalan ke toilet dengan cepat.

***

~Ditoilet~

Hyun Ji pov

Aish ada apa denganku?, kenapa aku merasa sakit hati dan sampai mengeluarkan ‘air kurang ajar’ ini ketika melihat Kyu Hyun dengan yeoja lain.

Apa-apaan juga dia, dia selalu menuduhku selingkuh tapi lihatlah dia, bahkan dia berselingkuh di belakangku. Dan dengan sombongnya memperkenalkan yeoja, yang mungkin akan menjadi istrinya itu. Nappeun namja!.

Apakah Kyu Hyun akan menceraikanku? Dan menikah dengan yeoja itu?. Aaagh, yeoja itu entah siapa namanya memang cantik, sangat cantik malah, tubuhnya juga bagus. Dibandingkan denganku! Tidak ada apa-apanya. Tapi kenapa kalau dia akan menceraikanku? Bukankah kita tidak mempunyai perasaan saling suka? Tapi bagaimana dengan Ju Kyu?

Aku membasuh wajahku dan membuat wajahku tampak seperti tak terjadi apa-apa.Setelah kurasa wajahku terlihat lumayan, aku bergegas keluar dari toilet.

Aku melihat Kyu Hyun dan yeoja -tidak tahu namanya- sudah duduk di tempat aku dan Joong Ki. Aish kenapa juga harus duduk disitu, bukankah masih banyak tempat kosong.

Ketika aku duduk, tatapan Kyu Hyun masih sama dia kelihatan… marah? Entahlah. Hey seharusnya aku yang marah, dia dengan seenaknya berselingkuh didepan mataku.

“Hyun Ji-ssi, kau beruntung mendapatkan sepupuku ini” ucap yeoja itu. Entah kenapa aku merasa kesal melihat wajah polosnya. Eh tapi tunggu tadi dia bilang apa?.

“Sepupu?” tanyaku.

“Ah, Hyun Ji-ya, Hye Ra adalah sepupuku” jelas Joong Ki.

“Ne aku dengan Joong Ki sepupu. Kau tahu Joong Ki adalah orang yang paling baik yang pernah aku kenal, dia tampan, dan pintar. Dia hampir mendekati sempurna menurutku” ucap yeoja yang sudah aku tahu namanya. Hye Ra.

Dia tampak semangat menceritakan sepupunya ini. Aku melihat Joong Ki yang menunduk. Aigoo aku baru kali ini melihat wajah malunya, sangat menggemaskan. Tanpa sadar aku mencubit pipinya, membuat dia terkejut, aku juga tak kalah kaget dengan perlakuanku.

Kyu Hyun pov

“Ne aku dengan Joong Ki sepupu. Kau tahu Jong Ki adalah orang yang paling baik yang pernah aku kenal, dia tampan, dan pintar. Dia hampir mendekati sempurna menurutku” ucap Hye Ra semangat. Aku merasa kesal mendengar pujian Hye Ra, entah karena Hye Ra memujinya atau karena aku tidak mau Hyun Ji mendengar kelebihan yang ada pada namja didepanku ini.

Kulihat namja itu menunduk malu. Cih, baru dipuji sedikit saja, sudah malu. Menjijikan.

Aku membulatkan mataku melihat Hyun Ji mencubit pipi namja itu. Apa-apaan dia, mau memperlihatkan kemesraan mereka dihadapanku.

“Omo, kalian sangat mesra” ucap Hye Ra membuatku ingin sekali membungkam mulutnya. Kulihat Hyun Ji bersemu, cih menyebalkan!. Aku harus menunjukan kalau aku juga bisa.

“Chagi, ayo makan. Makanannya hampir dingin” ucapku mesra kepada Hye Ra. Kulihat Hyun Ji dengan ekor mataku, dia sedang melihatku.

“Ah n.. ne” kurasa Hye Ra gugup, jelas saja aku memanggilnya seperti itu. Sebenarnya aku tidak mau, tapi aku hanya ingin melihat reaksi istriku itu.

“Omo, chagi ada nasi disini” kubersihkan ujung bibir Hye Ra yang sama sekali tak kotor.

“Gomawo” ucap Hye Ra malu-malu.

“Joong Ki-ya, ayo kita pergi. Tidak baik kalau mengganggu pasangan mesra didepan kita” aku mendengar Hyun Ji mengucapkan itu dengan nada kesal mengejek. Apakah dia cemburu?. Kulihat dia berdiri dengan pandangan tajam kearahku.

“Hye Ra-ya, Kyu Hyun-ssi kami pergi dulu” pamit ‘pacarnya’. Aish aku kesal kalau menyebut dia sebagai pacar Hyun Ji.

“Ne” ucap Hye Ra. Aku hanya melanjutkan makanku. Cuek. Setelah itu mereka pergi.

“Mmh, oppa apa yang kau katakan tadi sungguh-sungguh?” tanya Hye Ra.

“Mwo? Kata yang mana?” tanyaku bingung, memangnya apa yang aku katakan?.

“Itu, yang oppa bilang aku dan oppa berpacaran. Apa kita masih berpacaran?” aish karena aku dikuasai emosi tadi, sampai mengucapkan seperti itu. Ah otthoke?.

“N.. ne” jawabku tak yakin. Tak mungkin aku bilang aku melakukan itu karena ingin membuat Hyun Ji cemburu. Kulihat Hye Ra tersenyum lebar, membuatku merasa bersalah kepadanya.

Kalian bertanya siapa sebenarnya Hye Ra ini? Aku akan jelaskan!

Hye Ra adalah cinta pertamaku. Dia adalah yeoja riang yang cantik sewaktu kami berada di High School. Hye Ra merupakan yeoja populer sewaktu kami sekolah. Banyak namja yang menggilainya. Dan aku adalah namja yang beruntung bisa merebut hatinya.

Padahal tahun kelahiran kita sama, tapi dia tetap memanggilku ‘oppa’. Walaupun begitu aku lebih tua bulan dengannya.

Keluargaku juga sangat menyukainya ketika aku membawanya kerumah dan memperkenalkan dengan omma, appa, serta noonaku mereka menyambut Hye Ra dengan ramah. Apalagi noonaku, dia sangat suka dengan Hye Ra, sering Hye Ra datang kerumah kami. Tapi bukannya ingin bertemu denganku, dia malah mencari Ahra noona. Dan setelah itu mereka akan mengobrol dikamar noona sampai lupa waktu.

Pernah aku bertanya apa yang mereka bicarakan dia hanya menjawab ‘Itu pembicaraan yang hanya diketahui perempuan. Dan kau tak boleh tahu’.

Kami pasangan yang sangat membuat iri, siswa-siswa disekolah. Kata mereka kami serasi. Namja tampan dan yeoja cantik.

Tapi aku tak menyangka takdir berkata lain. Setelah tamat sekolah, Hye Ra ditawari majalah terkenal di prancis untuk menjadikannya model. Dan Hye Ra? Aku mengetahuinya kalau dia memang sangat menyukai hal-hal yang berbau seperti itu. Dengan sangat terpaksa aku melepaskannya. Kami belum putus. Dia hanya menyuruhku menunggunya kembali.

Tapi aku lelah menunggu, dia tak pernah mengirimkan kabarnya. Komunikasi kami terputus. Membuatku merasa kalau dia tak sudah melupakanku dan tak akan kembali, maka dari itu aku memutuskan melupakannya. Tapi apa? Setelah aku berhasil melupakannya dia datang kembali. Apakah dia ingin mempermainkanku?.

Sejujurnya memang aku sudah berusaha melupakannya, tetapi setelah melihatnya didepanku entah kenapa perasaan itu SEDIKIT muncul lagi.

Tapi hanya sedikit, hatiku kini banyak terisi oleh Hyun Ji istriku. Apakah perasaan ini akan berkembang setelah Hye Ra datang lagi?. Aku tidak tahu.

***

Author pov

Hyun Ji duduk didepan tv, tapi pandangannya kosong. Dia tak menikmati acara yang menampilkan hal lucu itu.

Kyu Hyun yang ingin kedapur heran melihat Hyun Ji yang berwajah 180° dengan acara tv. Setelah minum Kyu Hyun menghampiri Hyun Ji dan duduk di sampingnya.

Hyun Ji yang merasakan ada orang disampingnya menoleh, tapi hanya sedetik. Wajahnya yang datar terlihat kesal.

Kyu Hyun tertawa terbahak-bahak melihat tv yang menampilkan kejadian lucu. Hyun Ji tambah kesal mendengar tawa Kyu Hyun. Diambilnya remote dan mematikan tvnya.

“Yak apa yang kau lakukan. Kenapa kau mematikan tv-nya” pekik Kyu Hyun kesal. Hyun Ji tak menjawab malah menatap Kyu Hyun dengan pandangan membunuh.

“Sini remotenya” Hyun Ji menyembunyikan remote itu dibelakang punggungnya.

“Yak kemarikan” Hyun Ji tetap berusaha supaya Kyu Hyun tak mendapatkan remote itu.

Kyu Hyun tetap berusaha mengambil remote itu membuat Hyun Ji terbaring disofa dan remotenya ditindih badannya. Seketika Kyu Hyun menyadari kalau dia ada diatas Hyun Ji dan wajah mereka sangat dekat. Mata mereka saling betemu dan lama kelaman Kyu Hyun mendekatkan bibirnya kebibir Hyun Ji. Hyun Ji yang menyadari itu, bukannya menghindar dia malah menutup matanya.

Cup..

Kyu Hyun mencium bibir istrinya itu dengan lembut dan dibalas Hyun Ji. Mereka mulai meluapkan perasaan mereka yang terpendam selama ini. Hyun Ji sadar dia sangat tidak ingin kehilangan suaminya. Dan dia siap kalau Kyu Hyun mengambil apa yang selama ini dijaganya. Mungkin ini saatnya mengabulkan permintaan Ju Kyu dan keluarga Kyu Hyun.

***

Matahari mulai menampakan wajahnya. Nampak namja dan yeoja yang masih tidur berpelukan, mereka tertidur pulas dan nampak tak terganggu dengan sinar matahari yang muncul dari balik jendela kamar.

Ju Kyu sudah berpakaian rapi, dia keluar dari kamarnya dan merasa heran kenapa sangat sepi. Apa omma belum bangun? pikirnya. Tidak biasanya ommanya bangun kesiangan.

Dia mulai turun tangga dan membuka kamar Hyun Ji. Dia melihat ada orang yang tidur dengan ommanya, yang dia tahu ommanya tidur sendiri. Setelah dekat dia melihat ternyata appanya lah yang tidur disamping ommanya.

“OMMA, APPA BANGUN AKU HAMPIR TERLAMBAT” teriak Ju Kyu membuat omma dan appanya terkejut dan bangun.

Hyun Ji merasa janggal dengan keadaannya.

“OMO, CHO KYU HYUN APA YANG KAU LAKUKAN?” teriak Hyun Ji tak kalah keras dari anaknya. Dan menarik selimut sampai lehernya.

“YAK, kau lupa? Apakah kau mabuk semalam?” tanya Kyu Hyun bingung.

“Ah? Ani. Aku tak mabuk” ucap Hyun Ji setelah dia sudah mengingat kejadian semalam. Nampak semburat merah diwajah cantiknya. Dia menunduk malu membuat Kyu Hyun gemas.

“Omma, cepat mandi dan antar aku” ucap Ju Kyu polos. Dia tak mengerti sebenarnya dengan keadaan sekarang. Dia hanya tahu omma dan appanya tidur bersama, seperti dia yang biasa tidur dengan Ha Ni.

“Ah Kyunie kau disini?. Omo kau tunggu diluar nanti omma akan menyusul” Ju Kyu menuruti dan langsung keluar.

“Mmh, aku mandi dulu” ucap Hyun Ji menunduk tak berani melihat wajah tampan suaminya dan mulai melingkarkan salah satu selimut ditubuhnya.

Hyun Ji berhenti didepan pintu kamar mandi ketika mendengar Kyu Hyun memanggilnya.

“Mwo?” tanyanya yang masih membelakangi Kyu Hyun

“Kau tidak mau mandi bersama?” goda Kyu Hyun.

“DASAR MESUM” teriak Hyun Ji malu campur kesal.

BRAK!

“Hahahaha” Kyu Hyun tertawa terbahak-bahak ketika berhasil mengerjai istrinya.

Hyun Ji merasa sangat malu. Dia merutuki dirinya yang sudah terlampau lemah terhadap sentuhan Kyu Hyun. Tapi dia tak merasa menyesal dengan perbuatannya. Dia melakukannya karena dia mencintai Kyu Hyun. Ya, dia sadar dia mencintai Kyu Hyun, entah kapan datangnya perasaan itu.

“Tapi, apakah Kyu Hyun mencintaiku? Atau dia hanya memanfaatkanku?”

Hyun Ji merasa dia bodoh, tak terasa air matanya mengalir.

“Bagaimana kalau Kyu Hyun tak mencintaiku? Bukankah dia mencintai pacarnya?. Aaa babo!” Hyun Ji mulai merutuki dirinya.

***

Setelah mengantar Ju Kyu. Kyu Hyun dan Hyun Ji terdiam canggung. Memang Kyu Hyun memutuskan mengantar Ju Kyu dan Hyun Ji.

“Ehm” Kyu Hyun berdehem memecahkan kesunyian dan suasana canggung yang menyelimuti meraka berdua. Hyun Ji tak menanggapi dan masih asik melihat keluar jendela mobil. Pikirannya masih belum tenang meningat Kyu Hyun yang mempermainkannya. Mungkin.

“Gomawo” ucap Hyun Ji setelah sampai dikampusnya. Dia bersiap membuka mobil tapi berhenti karena Kyu Hyun menahan tangannya.

Hyun Ji manatap Kyu Hyun bingung. Secepat kilat Kyu Hyun mencium bibir Hyun Ji singkat.

“Morning Kiss” ucap Kyu Hyun sambil tersenyum jahil. Hyun Ji segera sadar dari keterpakuannya dan segera turun dari mobil Kyu Hyun, dan berjalan cepat memasuki kampus. Kyu Hyun memandang Hyun Ji dengan tersenyum bahagia, perasaannya sekarang sedang berbunga-bunga. Dia merasa sangat sangat sangat senang.

Dijalankan mobilnya santai, dia tidak perduli dia sudah telat. Bukankah itu perusahannya, pikirnya. Senyumnya masih terpasang ketika memasuki kantornya. Setiap bertemu karyawannya dia akan menyapa sambil tersenyum, membuat karyawannya menatap aneh karena tidak biasanya bos mereka seperti itu. Malah akhir-akhir ini, bos mereka memasang wajah dingin dan aura menyeramkan.

“Ckck, kau sudah gila Tuan Cho” ujar Chang Min melihat Kyu Hyun yang tak hentinya tersenyum. Mereka sedang makan siang dikantin kantor.

“Haha, benarkah aku terlihat seperti orang gila” ucap Kyu Hyun polos.

“Astaga, kau benar-benar sudah gila” ujar Chang Min memutar bola matanya dan menghembuskan nafasnya. “Jadi, bagaimana istrimu bisa membuatmu menjadi seperti ini?” tanya Chang Min penasaran.

Chang Min melihat wajah malu-malu seorang Cho Kyu Hyun. Selama menjadi sahabatnya sekaligus sekertarisnya dia tak pernah melihat wajah Kyu Hyun seperti ini, membuat dia memandang Kyu Hyun curiga.

“Apakah kau …” Chang Min tak meneruskan kata-katanya. Memang hanya Chang Min yang tahu bagaimana keadaan rumah tangga Kyu Hyun. Kyu Hyun menceritakan kepadanya karena sudah dianggap sebagai sahabatnya.

“WAH Daebak. Selamat kau berhasil Kyu-ya” pekik Chang Min. Kyu Hyun hanya tersipu dan mengusap tengkuknya salah tingkah.

“Kau mencintainya?” tanya Chang Min.

“Ne. Aku mencintainya Chang Min-a. Dan sekarang cintaku tambah besar kepadanya, aku tak bisa berpisah dengannya, sekarang saja aku sudah sangat merindukannya. Astaga Hyun Ji membuatku gila, padahal kita baru berpisah beberapa jam yang lalu” ucap Kyu Hyun blak-blakan.

“Hahaha, Cho Kyu Hyun kau sangat lucu. Haha, Tuan Cho kita berubah, dimana sikap dinginmu itu hah?” ucap Chang Min yang tak tahan mendengar ucapan Kyu Hyun yang menurutnya bertolak-belakang dengan sikapanya selama ini.

“Yak berhenti tertawa” Chang Min tak perduli dan malah tawanya semakin besar membuat penghuni kantin melihat kearah mereka. Kyu Hyun mulai risih dan memandang sahabatnya itu kesal.

“Shim Chang Min kau dipecat” ujar Kyu Hyun tidak bersunguh-sunguh dan berdiri berniat meninggalkan kantin. Dalam sekejap Chang Min langsung mengehentikan tawanya.

“Yak Kyu Hyun-a, kau bercandakan?” teriak Chang Min berlari menyusul Kyu Hyun yang berjalan menjauhinya.

“Kyu-ya kita kan sahabat. Mianhe oeh” ucap Chang Min memelas lalu menampilkan puppy-nya yang gagal menurut Kyu Hyun.

“Kyu Hyun-a” rengek Chang Min.

***

Hyun Ji pov

Bersiaplah aku akan menjemputmu. Keluargaku ingin bertemu dengan kita. Omma merindukan Ju Kyu.

Aku membaca pesan yang dikirim Kyu Hyun di ponselku.

“Kyunie, ayo bersiap kita akan kerumah eommonim dan harabeoji”

“Jongmal?” tanya Ju Kyu antusias.

“Ne” ucapku tersenyum. Dia terlihat bahagia dan langsung berlari kekamarnya. Sepertinya dia sangat merindukan appa dan omma Kyu Hyun.

Setelah kami berdua siap aku dan Ju Kyu menunggu Kyu Hyun yang akan menjemput kami. Setelah lama menunggu sebuah suara klakson akhirnya terdengar dari luar rumah.

“Kaja Kyunie, appa sudah datang” ajakku dan menggandeng tangan Ju Kyu keluar rumah.

“Mianhe lama, ada beberapa hal yang harus aku lakukan tadi dikantor” ucap Kyu Hyun ketika aku dan Ju Kyu masuk kemobilnya.

“Gwenchana” balasku singkat.

Sekarang aku memang menjaga jarak dengan Kyu Hyun. Dan kita berdua sudah jarang berbicara. Aku tak sanggup kalau lama-lama aku akan menjadi seorang yang egois, yang tidak akan mau melepaskan Kyu Hyun walaupun dia tidak ingin bersamaku. Aku takut dia akan meninggalkanku dan membuat hatiku merasakan sakit. Aku takut semua itu terjadi, sebisa mungkin kupendam perasaan ini agar tak jatuh lebih dalam lagi.

“Oh kalian sudah datang” sambut omma Kyu Hyun yang membuka pintu. “Ayo masuk”

Kami masuk kedalam rumah besar Cho ini. Aku melihat Hyuk Jae oppa sedang berbicara dengan appa Kyu Hyun diruang tengah. Dan Ahra juga sedang mengobrol dengan… tunggu, sepertinya aku pernah melihat yeoja ini.

“Oppa kau sudah datang” pekik yeoja itu dan dengan tidak sopan memeluk suami orang didepan istrinya.

“Kau juga disini?” tanya Kyu Hyun yang sepertinya terkejut.

“Ne. dan…” dia tak melanjutkan kata-katanya karena melihatku. “O Hyun Ji-ssi kau kah ini?” tanyanya. Ah aku baru ingat, dia adalah pacar Kyu Hyun yang bernama Hye Ra itu. Kenapa dia bisa berada disini? Apakah dia mengenal keluarga Kyu Hyun?.

“Annyeonghaseyo Hye Ra-ssi” ucapku sambil tersenyum paksa.

“Kau dan Kyu Hyun oppa saling kenal?” tanyanya yang nampak heran.

“Hyun Ji adalah istri Kyu Hyun” ucap omma Kyu Hyun menengahi. Aku melihat wajah terkejut Hye Ra.

“Mw.. Mwo istri?” tanyanya dan menatap Kyu Hyun dan aku bergantian.

“Ne. Hye Ra-ya apakah Kyu Hyun tak menceritakan kepadamu?” tanya Ahra onnie.

Dia menatap Kyu Hyun dengan pandangan ‘Apa maksudnya ini?’.

“Ah izinkan aku berbicara dengan Hye Ra”

Kyu Hyun menarik tangan Hye Ra dan membawanya entah kemana, mungkin taman belakang rumah ini. Aku melihat mereka berdua sampai menghilang dari pandanganku. Lagi-lagi aku merasakan sakit didadaku. Aku ingin sekali meluapkan sakit hatiku, tapi aku harus menahannya. Bukankah mereka saling mencintai. Sudah sepantasnya itu terjadi. Aku hanya sebagai penengah dihubungan mereka.

“Hyun Ji-ya duduklah” ucapan appa Kyu hyun membuatku mengalihkan pandanganku kepadanya.

“Ne abeoji” aku duduk disamping omma Kyu Hyun yang sedang memangku Ju Kyu.

“Tenang saja. Kyu Hyun tipe yang setia” ucap Hyuk Jae oppa seperti tahu pikiranku. Aku hanya tersenyum.

Kami pun mulai bercakap-cakap seperti biasa.

“Onnie dimana Ha Ni?” tanyaku karena tak melihat yeoja kecil cerewet itu.

“Ah dia sudah tidur” aku hanya menganggukan kepalaku mengerti.

“Jadi Hyun Ji-ya, bagaimana? Apakah kau sudah bisa memberikan Ju Kyu adik?” tanya omma Kyu Hyun membuatku membeku entah akan menjawab apa.

“Mmh kami sudah berusaha eommonim” ucapku pelan dan menundukan kepala malu.

“Begitu yah. Cepat-cepatlah memberikan cucu untukku lagi” ucap omma Kyu Hyun enteng sambil cengengesan. Yang lain tertawa mendengar itu, membuatku tambah malu.

Kulihat Kyu Hyun dan Hye Ra datang. Mataku memanas melihat Kyu Hyun merangkul pundak Hye Ra, kelihatannya Hye Ra habis menangis, terlihat matanya yang sembab.

“Onnie bisakah kita berbicara berdua” ucap Hye Ra. Ahra onnie hanya mengangguk dan mereka masuk kesalah satu kamar yang biasa Ahra onnie gunakan kalau tidur disini.

Author pov

Setelah Hye Ra dan Ahra sudah masuk kekamar Ahra -yang dulu dipakainya sebelum menikah-, Hye Ra langsung menghambur kepelukan Ahra dan menangis.

“Yak waeyo?” tanya Ahra bingung.

“Onnie oppa bilang dia akan menungguku tapi kenapa dia menikahi wanita lain” ujar Hye Ra dalam tangisnya sambil memeluk Ahra.

“Ssst uljima” ucap Ahra menenangkan dan mengusap punggung Hye Ra.

“Onnie aku sangat menicintai Kyu Hyun oppa. Otthoke onnie?” tangisan Hye Ra semakin menjadi-jadi membuat Ahra bingung bagaimana cara menenangkannya.

“Hye Ra-ya takdir kalian mungkin tidak untuk bersama, aku yakin kau akan mendapatkan namja lain yang lebih baik dari Kyu Hyun”

“Ani onnie aku tak butuh namja lain, aku hanya membutuhkan Kyu Hyun oppa, onnie… aku membutuhkannya onnie” ujar Hye Ra bersikeras.

“Tapi Kyu Hyun sudah menikah. Dia mempunyai istri dan juga anak” ucap Ahra lagi, mencoba membuat Hye Ra mengerti akan situasi sekarang. Hye Ra menggelengkan kepalanya keras.

“Ani onnie, oppa sudah berjanji akan bersamaku selamanya dan kita akan menikah. Aku tak perduli kalau oppa sudah punya istri. Oppa hanya milikku” ucap Hye Ra keras kepala. Ahra hanya menghembuskan nafasnya kasar, dia sudah tak tahu lagi harus berbicara seperti apa supaya Hye Ra menegerti.

“Tuan, Nyonya makanan sudah siap” ucap pelayan keluarga Cho.

“Kaja kita makan dulu” ajak appa Kyu Hyun.

“Ah. Hyun Ji-ya bisakah kau panggilkan Ahra dan Hye Ra”

“Ne eommonim”

Hyun Ji melangkah kearah kamar Ahra, sedangkan yang lain akan menunggu di meja makan.

Tok tok!

Ahra muncul dengan Hye Ra yang matanya sangat sembab dan hidung yang merah, siapapun bisa tahu kalau Hye Ra habis menangis.

“Onnie eommonim mengajak makan” ucap Hyun Ji. Ahra tersenyum dan mengangguk.

“Kaja Hye Ra-ya kita makan dulu” ajak Ahra. Hye Ra hanya mengangguk. Sebelum berjalan dia menatap Hyun Ji dengan pandangan tidak suka.

“Ada apa dengannya? Apa aku mempunyai salah kepadanya?” gumam Hyun Ji pelan dia mengerucutkan bibirnya kesal dan berjalan mengikuti Ahra dan Hye Ra yang sudah menuju meja makan.

Sesampainya diruang makan tempat yang akan duduk Hyun Ji persis disamping Kyu Hyun sudah diduduki Hye Ra. Dia memandang kesal kepada Hye Ra. Dia pun memutuskan duduk disamping Ju Kyu, dihadapan Hye Ra.

“Baiklah mari kita makan” seru appa Kyu Hyun yang melihat anggotanya sudah lengkap.

Hye Ra mengambil makanannya tapi pandangannya tetap menatap Hyun Ji tajam.

‘Apa-apaan tatapannya itu, seperti ingin membunuhku saja’ batin Hyun Ji kesal. Dibalasnya tatapan Hye Ra dengan sinis.

“Hye Ra-ya, bukankah kau alergi terhadap udang, kenapa kau mengambil udang?” tanya Kyu Hyun heran. Hye Ra melihat makanannya ternyata benar, saking fokusnya melihat ‘musuhnya’ dia tak sadar mengambil makanan yang membuatnya alergi.

“Gomawo oppa, ternyata kau masih ingat dengan hal itu” ucap Hye Ra manja. Membuat Hyun Ji memakan udangnya dengan kasar, dia mengumpamakan udang itu sebagai Hye Ra.

“Dan kau oppa kau masih tidak menyukai sayur?” Kyu Hyun mengangguk malu.

“Haha oppa lucu, onnie apa kau masih ingat sewaktu aku tidak tahu kalau oppa tidak menyukai sayur?” tanya Hye Ra kepada Ahra yang duduk disampingnya.

“Haha ne tentu saja aku masih ingat. Kyu-ya mukamu terlihat bodoh saat itu” ejek Ahra.

“Ne, omma setuju. Kasian uri Kyu Hyun waktu itu. Hanya Hye Ra yang berhasil membuat Kyu Hyun makan sayur” tambah ommanya sambil terkekeh.

“Memangnya bagaimana bisa Kyu Hyun memakan makanan hijau itu?” tanya Hyuk Jae penasaran.

“Waktu itu makan malam pertama keluarga kami dengan Hye Ra. Hye Ra yang tak tahu kalau Kyu Hyun tidak menyukai sayuran menambahkan sayuran kepada makanan Kyu Hyun” cerita Ahra sambil sesekali tertawa kecil, lalu dia mulai melanjutkan “Karena Kyu Hyun yang tak ingin merusak acara makan malam kami dengan adanya pertengkaran soal sayuran, dia pun memasukan ‘makanan kesukaannya’ itu kedalam mulutnya. Kau tahu apa yang terjadi?” tanya Ahra. Hyuk Jae hanya menggeleng tak tahu.

“Oppa lari kekamar mandi dan muntah-muntah” lanjut Hye Ra.

“Hahahahahaha” mereka semua tertawa lepas mendengar cerita itu. Kecuali Kyu Hyun yang menundukan kepalanya malu. Dan Hyun Ji yang memaksakan tawanya tapi tak ada yang menyadari tawa hambarnya karena tertelan dengan tawa bahagia yang lainnya. Sampai Ju Kyu yang tak tahu apa-apa, melihat semua orang yang ada disitu tertawa, dia juga ikut tertawa.

Hyun Ji merasa dia berada ditempat asing. Mereka terus berbicara pembicaraan yang tidak diketahuinya. Sebaliknya Hye Ra merasa senang mengingat masa lalu mereka. Dia melirik Hyun Ji dengan tersenyum penuh kemenangan.

Kyu Hyun pov

Kami sedang mengobrol diruang keluarga, Hye Ra masih dengan cerianya menceritakan pengalaman lucu kami waktu dulu.

Aku melihat Hyun Ji yang dari tadi tampak tak bersemangat. Dia hanya diam saja. Sepertinya dia mulai bosan. Untung Ju Kyu sudah tidur.

“Ehm, eh aku sudah mengantuk. Bisakah aku tidur duluan” sepertinya itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan.

“Ne. Tidurlah kalau kau sudah mengantuk Hyun Ji-ya” ucap omma. Dia segera berdiri dan permisi pergi ke kamarku dilantai atas.

“Hooaam” aku pura-pura menguap saja.

“Mmh sepertinya aku juga sudah mengantuk” ucapku.

“EHM, mengantuk atau ingin ‘berolahraga’” aish Hyuk Jae Hyung memang sangat menyebalkan.

“Haha, baiklah kau pergi tidur saja Kyu-ya” ucap appa. Gomawo appa!

“Aku tidur dulu. Jaljayo” aku pun berlalu pergi kekamarku.

Author pov

“Aku tidur dulu. Jaljayo” ucap Kyu Hyun dan segera menaiki tangga menuju kamarnya. Hye Ra menatap punggung Kyu Hyun sendu.

“Hye Ra-ya kau mengantuk?” tanya Ahra. Hye Ra mengangguk, sebenarnya dia belum mengantuk, tapi dia sudah kehilangan selera untuk melanjutkan ceritanya.

“Kau tidurlah dikamar tamu” ucap omma Kyu Hyun.

“Ne” ucap Hye Ra sekenanya.

Mereka pun mulai memasuki kamarnya masing-masing, karena sudah lelah mengobrol, tertawa tak henti-hentinya.

Dikamar Hyun Ji dan Kyu Hyun sangat hening. Hyun Ji membelakangi Kyu Hyun, dia masih belum sepenuhnya tertidur. Sedangkan Kyu Hyun sesekali melirik punggung Hyun Ji.

“Hyun Ji-ya” Kyu Hyun mencoba memanggil Hyun Ji, memastikan apakah Hyun Ji sudah tidur.

“Kau sudah tertidur?” tanya Kyu Hyun yang tak mendengar jawaban Hyun Ji.

“Wae?” akhirnya Hyun Ji mengeluarkan suaranya tapi tetap tak merubah posisinya.

“Mmh, Hye Ra, dia, dia sebenarnya.. dia bukan pacarku” jelas Kyu Hyun.

“Lalu? Apa hubungannya denganku?” tanya Hyun Ji cuek. Kyu Hyun merasa terpukul ketika mendengar respon Hyun Ji.

“Aku hanya tak ingin kau salah paham” ucap Kyu Hyun ragu.

“Kenapa aku harus salah paham?” tanya Hyun Ji dingin.

“Bukankah kau istriku, jadi aku tak mau kau menganggapku berselingkuh. Aku tidak mempunyai hubungan dengannya. Kami hanya sebatas teman saja” jelas Kyu Hyun lagi.

Hyun Ji membalikkan badannya dan menatap Kyu Hyun serius.

“Tidak ada hubungan katamu. Dia pacarmu dulu bukan?” ucap Hyun Ji ketus.

“Ne, tapi kan sekarang aku sudah menikah dan mempunyai istri jadi, dia tak ada hubungan apa-apa lagi denganku”

“Waktu itu bukannya kau memperkenalkan dia sebagai pacarmu” ucap Hye Ra yang masih bersikap sinis. Dia mengingat kejadian direstoran dimana Kyu Hyun mengakui Hye Ra sebagai pacarnya dan bersikap mesra didepannya.

“Ah ani. Jagan salah sangka. Aku berbuat begitu karena.. karena..” Kyu Hyun tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Gengsinya terlalu tinggi untuk berkata jujur, bahwa dia berbuat seperti itu karena dia ingin membuat Hyun Ji cemburu.

“Karena apa?”

“Karena aku…” Kyu Hyun menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Ck, sudahlah aku mengerti karena kau masih mencintainya bukan?” ucap Hyun Ji kesal.

“Bukan, bukan seperti itu” elak Kyu Hyun cepat sambil mengibaskan tangannya.

“Aku lelah. Aku ingin tidur, jangan menggangguku” ucap Hyun Ji dingin dan membalikan badannya membelakangi Kyu Hyun lagi.

Hyun Ji kaget ketika dia merasakan ada tangan yang merangkul pinggangnya dari belakang. Dia sudah bisa menduga kalau itu Kyu Hyun. Siapa lagi?.

“Karena aku Mencintaimu Nyonya Cho” bisik Kyu Hyun di telinga Hyun Ji membuat Hyun Ji bergidik geli.

“Mwo?” tanya Hyun Ji memastikan kalau pendengarannya tak salah.

Kyu Hyun membalikan badan Hyun Ji, seketika dia gugup melihat mata Hyun Ji.

“Saranghae Cho Hyun Ji” ucap Kyu Hyun dengan perasaan.

“Kyu Hyun-a” Hyun Ji sudah memastikan kalau telinganya tidak bermasalah.

“Jadi?” tanya Kyu Hyun menanti jawaban.

“Jadi apa?” tanya Hyun Ji pura-pura tidak tahu. Kyu Hyun mendengus sebal.

“Jadi apa jawabanmu Nyonya Cho?” tanya Kyu Hyun penuh penekanan. Hyun Ji menggigit bibir bawahnya gugup, semburat merah kembali hadir dipipinya.

“Nado Saranghae Kyu Hyun-a” balas Hyun Ji gugup tak berani melihat wajah Kyu Hyun.

Kyu Hyun mengembangkan senyumannya ketika mendengar jawaban Hyun Ji. Dia segera memeluk Hyun Ji dengan erat.

“Saranghae, neomu neomu saranghae” bisik Kyu Hyun lagi. Hyun Ji merasakan bahagia, ternyata Kyu Hyun memiliki perasaan yang sama dengannya.

“Mmh Hyun Ji-ya” panggil Kyu Hyun yang masih memeluk Hyun Ji.

“Umh” jawab Hyun Ji yang masih betah berada bersandar didada Kyu Hyun.

“Bagaimana kalau kita …?”

“Kita apa?” tanya Hyun Ji bingung.

“Bukankah keluarga kita ingin kita menambah anggota keluarga” Hyun Ji segera melepaskan pelukan mereka setelah mengetahui maksud dari ucapan Kyu Hyun.

“Sireo” tolaknya dan menjauhi Kyu Hyun lalu membelakanginya -lagi-.

“Ayolah Hyun Ji-ya, kau kan sudah berjanji memberikan adik untuk Hyun Ji” rengek Kyu Hyun manja.

“Sireo, Sireo”

“Hyun Ji-ya, kau tidak kasian dengan Ju Kyu yang setiap hari bermain sendiri. Dia butuh seorang saudara untuk diajaknya bermain” Hyun Ji memikirkan apa yang diucapkan Kyu Hyun. Ternyata Kyu Hyun sangat mengetahui kelemahannya. Kalau bicara masalah Ju Kyu bagaimana lagi.

Dia membalikan badannya menghadap Kyu Hyun. Kyu Hyun berbinar bahagia, sepertinya ucapannya berhasil.

“Bagaimana kau mau?” tanya Kyu Hyun penuh harap. Hyun Ji menganggukan kepalanya pasrah.

Tak usah menunggu lama untuk Kyu Hyun menempelkan bibirnya dibibir Hyun Ji. Mereka mulai ‘kegiatan’ mereka lagi. Kali ini dengan mengetahui perasaan masing-masing. Mereka melampiaskan semua perasaan yang selama ini dipendam dimalam itu.

***

Hyun Ji pov

“Kyu Hyun-a, Kyunie ayo makan” panggilku kepada kedua orang yang aku sayangi.

“Yak, kalian mendengarku atau tidak” aku mulai kesal karena kedua namja itu masih asik dengan dunia mereka. Jangan tanyakan ‘apa itu’?. Tentu saja bermain PS. Entah sejak kapan mereka mulai mempunyai kebiasaan itu setiap akhir pekan. Mereka tidak akan memperdulikan apa yang terjadi disekeliling mereka, ketika sedang bermain game. Sekalipun rumah ini dalam keadaan terbakar, mereka mungkin tidak akan sadar juga. Kecuali…

“Yah Appa, kau curang” teriak Ju Kyu kesal.

“Ani, appa tidak curang, kau saja yang belum menguasai permainan ini” balas Kyu Hyun.

“Omma, aku benci appa. Dia curang” adu Ju Kyu kepadaku. Aku hanya menghela nafas saja melihat kelakuan mereka.

“Sudahlah Kyunie, kaja kita makan”

“Omma, kenapa kau tak membelaku” rengek Ju Kyu.

“Ah baiklah… Kyu Hyun appa, kau tidak boleh curang kepada anakmu. Kalau kau curang terus, kau tahu kan hukuman apa yang akan aku berikan” omelku kepada Kyu Hyun. Kulihat Ju Kyu tersenyum evil, sepertinya semua kebiasaan Kyu Hyun tertular kepadanya.

“Yak Cho Hyun Ji jangan lagi. Aku tak mau tidur disofa, aku tidak mau lagi” rengek Kyu Hyun sambil menarik ujung kaosku. Astaga! Aku mempunyai dua orang anak kecil sekarang.

“Aish, Kyu-ya sadar, kau sudah tua tidak pantas kau menunjukan wajah seperti itu. Sama sekali tidak cocok” ejekku. Dia mengembungkan pipinya, dan mengerucutkan bibirnya. Haha dia lucu sekali.

“Ne appa. Lihatlah keriput diwajahmu, bagaimana bisa kau bersikap seperti itu” tambah Ju Kyu.

“Hahahahaha” aku dan Ju Kyu tertawa terbahak-bahak, karena berhasil mengerjai Kyu Hyun.

“YAK, kalian… Berhenti tertawa”

“Omo Kyunie, sepertinya raja setan sedang mengamuk” ucapku menunjukan ekpresi pura-pura takut.

“LARI…” aku dan Ju Kyu segera lari menuju meja makan sambil tertawa, dan Kyu Hyun yang mengejar kami.

Beginilah sekarang kehidupan rumah tangga kami. Dilengkapi dengan tawa kebahagiaan. Tapi tentu saja ada masalah sedikit, yang dapat kami selesaikan dengan cara dewasa.

Ya.. masalah yang sering kami –aku dan Kyu Hyun- alami, sebenrnya bukan sesuatu masalah yang penting. Kau tahu kan suamiku tipe namja pencemburu, dia sering cemburu pada Joong Ki dan selalu mengomeliku kalau mengetahui kalau saja aku berjalan atau berkomunikasi dengan Joong Ki.

Perasaanku kepada Joong Ki? Entah kenapa perasaan suka itu hilang, aku sadar aku hanya mengagumi seorang Song Joong Ki. Tidak mencintainya, dia sudah kuanggap sebagai oppaku.

Yah.. semoga saja aku dan keluargaku tetap seperti ini.

***

Author pov

Kehidupan keluarga Kyu Hyun dan Hyun Ji berjalan seperti keluarga kebanyakan.

Tetapi akhir-akhir ini Kyu Hyun agak kesal dengan Hye Ra. Dia selalu datang kekantor Kyu Hyun mengajaknya makan siang atau membawa bekal untuk Kyu Hyun makan. Sehingga Kyu Hyun merasa risih dengan pandangan karyawannya yang seakan memandangnya berselingkuh. Dia tidak memberitahu Hyun Ji tentang hal ini, karena dia tahu Hyun Ji akan marah kepadanya.

Kyu Hyun sudah berusaha menesehati Hye Ra, tapi apa daya Hye Ra hanya menganggap itu angin lalu. Dan dengan pedenya selalu datang kekantor Kyu Hyun, tanpa memperdulikan orang-orang kantor yang menatapnya aneh.

Tetapi Kyu Hyun menjadi sangat gelisah mendapati Hye Ra didepan pintu rumahnya. Ceritanya ketika Kyu Hyun dan Hyun Ji sedang asik menonton bersama, ada orang yang mengganggu kegiatan mereka dengan suara bel rumah.

“Siapa Kyu?” tanya Hyun Ji yang mucul dibelakang Kyu Hyun dan melihat siapa yang datang.

“Oh, Annyeonghaseyo Hyun Ji-ssi. Bolehkan aku bertamu?” tanya Hye Ra sambil tersenyum manis. Tapi sayang menurut Hyun Ji, itu adalah senyum paling menyebalkan sedunia.

“Ne” ucap Hyun Ji setengah hati. Dia mengupat kepada Hye Ra dalam hati, karena tidak melihat kalau ini sudah malam, dan malah datang bertamu.

Mereka pun memasuki rumah. Hyun Ji lebih dulu berjalan, dan duduk dengan kesal di sofa menonton tv lagi. Dia mengira Kyu Hyun dan Hye Ra akan duduk diruang tamu, tapi dia salah karena Kyu Hyun duduk disampingnya, dan membiarkan tamu mereka berdiri sambil melihat mereka. Hyun Ji tertawa dalam hati melihat wajah Hye Ra yang sangat kesal.

Tiba-tiba Hye Ra berjalan dan duduk ditengah-tengah Hyun Ji dan Kyu Hyun, membuat mereka kaget.

“Apa yang kalian sedang tonton?” tanya Hye Ra dengan muka tak berdosanya. Kyu Hyun dan Hyun Ji tak menjawab dan hanya memandang Hye Ra setengah kesal.

“Oh, kalian juga suka menonton film ini, aku juga suka” Hye Ra tidak mempedulikan tuan rumah yang tak senang dengan kelakuannnya dan hanya mengoceh terus.

Hari semakin larut tetapi Hye Ra tak juga kunjung menunjukan kalau dia ingin pulang. Hyun Ji ingin sekali menarik keluar Hye Ra dari rumah mereka.

“Ehmm, Hye Ra-ya sepertinya ini sudah sangat larut malam, bagaimana kau pulang saja. Kami tidak mau terjadi sesuatu kalau kau pulang terlalu malam” ucap Kyu Hyun ‘mengusir halus’. Sepertinya pemikiran Hyun Ji dan Kyu Hyun sama.

“Benar sepertinya sudah larut. ah otthoke?” ucap Hyun Ji dengan suara manjanya, membuat Hyun Ji hampir muntah.

“Oppa, aku menginap disini saja yah” ucap Hye Ra, membuat Hyun Ji dan Kyu Hyun saling menatap kaget.

“Mwo? Ani kau pulang saja” ucap Kyu Hyun cepat. Membuat Hye Ra memandang Kyu Hyun sedih.

“Hyun Ji-ssi aku boleh kan menginap disini. Aku takut membawa mobilku dalam keadaan mengantuk” ucap Hye Ra beralih membujuk Hyun Ji. Hyun Ji memutar bola matanya kesal.

“Kumohon Hyun Ji-ssi” ucap Hye Ra memelas. Hyun Ji menyerah, bukan karena wajah yang ditunjukan Hye Ra, itu membuatnya muntah. Tetapi karena dia berpikir kalau Hye Ra terjadi apa-apa itu karena dia dan Kyu Hyun, bagaiman juga dia masih mempunyai hati.

“Baiklah” ucap Hyu Ni akhirnya, membuat Hye Ra memekik senang sedangkan Kyu Hyun melotot kerah Hyun Ji dan dibalas Hyun Ji dengan tersenyum kecut.

“Hah, baiklah Hyun Ji-ya ayo kita tidur” ujak Kyu Hyun dan menarik tangan Hyun Ji.

“Oppa, aku tidur dimana?” tanya Hye Ra.

“Kau tidur disitu” ucap Kyu Hyun menunjuk kamar yang dulu ditempati Hyun Ji, karena sekarang Hyun Ji dan Kyu Hyun sudah sekamar. Hye Ra hanya mengangguk mengerti. Kyu Hyun dan Hyun Ji berlalu menaiki tangga menuju kamar mereka.

“Hyun Ji-ya” panggil Kyu Hyun.

“Mmh?”

“Aku tak bisa tidur”

“Lalu?” tanya Hyun Ji membuka matanya dan memandang Kyu Hyun bingung.

“Bagaimana kalau ki..”

“Cho Kyu Hyun, aku lelah” sela Hyun Ji karena mengerti pembicaraan Kyu Hyun. Entah kenapa dia merasa suaminya semakin mesum.

“Hyun Ji-ya ayolah” rengek Kyu Hyun.

“Sireo” Hyun Ji tetap pada pendiriannya dia lagi tidak mood ‘melakukannya’.

“Kau tidak mau, Ju Kyu..”

Tok Tok..

Baru saja Kyu Hyun memakai nama Ju Kyu sebagai alasan supaya permintaannya terkabul, tetapi terhalang dengan ketukan pintu.

“Aish siapa sih, mengganggu saja” ucap Kyu Hyun mengacak rambutnya frustasi kegiatannya diganggu.

Ceklek!

“Oppa, bolehkan aku tidur dengan kalian?” tanya Hye Ra to the point, melihat Kyu Hyun membukakan pintu.

“Mwo?” pekik Kyu Hyun dan Hyun Ji bersamaan.

“Hyun Ji-ssi, aku tidak terbiasa tidur ditempat asing sendiri. Bisakah aku tidur disini?” tanya Hye Ra melihat Hyun Ji dibelakang Kyu Hyun.

‘Bukankah waktu dirumah keluarga Kyu Hyun dia tidur sendiri’ batin Hyun Ji menatap Hye Ra malas.

“Bolehkan?” tanya Hye Ra memaksa. Seketika Hyun Ji tersenyum miring.

“Ani, Hye Ra-ya kau …”

“Boleh” perkataan Kyu Hyun dipotong Hyun Ji. Kyu Hyun menatap Hyun Ji kesal. ‘apa-apaan dia’ batin Kyu Hyun kesal.

“Benarkah, ah gomawo” ucap Hye Ra senang dan langsung masuk setelah itu berbaring di ranjang Kyu Hyun dan Hyun Ji. Mereka berdua hanya menatap Hye Ra dengan pandangan tidak suka.

“Ayo yeobo kita tidur” ajak Hyun Ji. Kyu Hyun merasa heran karena mendengar panggilan Hyun Ji kepadanya.

Kyu Hyun mengikuti Hyun Ji berbaring. Posisi mereka sekarang, Kyu Hyun disamping kanan Hyun Ji, dan Hye Ra disamping kiri Hyun Ji. Hyun Ji berada ditengah-tengah.

Hyun Ji mulai tersenyum evil.

“Yeobo” panggil Hyun Ji manja dan menggelayut ditangan Kyu Hyun. Dia hampir tertawa melihat muka Kyu Hyun yang kelihat bingung.

“W..wae?” tanya Kyu Hyun gugup, tidak biasanya Hyun Ji bersikap seperti itu kepadanya.

“Saranghae” ucap Hyun Ji lagi. Hye Ra disebelahnya merasa terbakar, melihat kemesraan yang ditunjukan suami-istri disampingnya, sepertinya salah besar dia memutuskan tidur disini, pikirnya.

“Nado saranghae” balas Kyu Hyun meskipun dia masih bingung.

Hyun Ji memajukan wajahnya, dan menempelkan bibir mereka. Kyu Hyun sudah tak perduli dengan keadaan sekitar, dia mulai membalas ciuman Hyun Ji membuat Hyun Ji tersenyum dalam ciuman mereka.

Hye Ra merasa risih dengan keadaan sekarang. Walaupun dia sudah membelakangi mereka tapi decapan bibir kedua insan itu masih saja terdengar ditelinganya, membuat dia mulai merasa sakit di dadanya. Setengah mati dia berusaha menahan air matanya supaya tidak keluar.

“Hyun Ji-ssi” panggil Hye Ra berusaha menormalkan suaranya.

Kyu Hyun hampir saja lupa kalau ada orang selain mereka dikamar mereka. Merasa dipanggil Hyun Ji membalikan badannya yang dari tadi membelakangi Hye Ra.

“Ne” ucap Hyun Ji.

“Bisakah kita tidur dikamar bawah saja?” tanya Hye Ra.

“Wae?”

“Aku tak mau, kalian lupa kalau aku masih seruangan dengan kalian” ucap Hye Ra setengah mengejek. Hyun Ji mulai berpikir sepertinya tawaran Hye Ra boleh juga, dia tidak mau kalau berlama-lama disini, Kyu Hyun akan menyerangnya, dia tak mau dia terlambat masuk kuliah besok.

“Baiklah. Kaja” ucap Hyun Ji dan menarik Hye Ra untuk bangun.

“Yak, kenapa kalian pergi meninggalkanku. Hye Ra-ya kau bisa tidur sendirikan?” Kyu Hyun merasa kesal karena Hyun Ji tidak akan tidur dengannya.

“Ani Kyu-ya, Hye Ra tak bisa tidur sendiri. Annyeong Yeobo” ucap Hyun Ji sambil terkekeh pelan dan segera menarik tangan Hye Ra keluar.

Kyu Hyun terus berteriak memanggil istrinya dia tidak perduli tetangga yang akan terganggu dengan teriakannya, tetapi Hyun Ji tak menanggapi dan tetap berjalan menuju kamarnya dulu.

“Lepaskan” ucap Hye Ra dingin dan menarik paksa tangannya yang dipegang Hyun Ji. “Kau tidak sopan, bagaimanapun aku lebih tua darimu, bersikaplah sopan kepadaku” ucap Hye Ra tajam. Hyun Ji memandang Hye Ra dengan pandangan membunuh. Didepan Kyu Hyun dia akan bersikap baik, lemah lembut. Tapi lihtalah perbuatannya sekarang.

“Wanita iblis” gumam Hyun Ji melihat Hye Ra masuk kekamar. Dia mengikutinya dari belakang, dia tidak mungkin kembali kekamar Kyu Hyun pasti dia tak akan ‘aman’.

***

Seperti hari biasanya, tak bosannya Hye Ra membawa bekal untuk Kyu Hyun.

“Annyeong” sapa Hye Ra kepada sekertaris Kyu Hyun dan langsung masuk keruangan Kyu Hyun tak memperdulikan peringatan sekertaris Kyu Hyun –Chang Min- yang menyuruhnya untuk tidak masuk. Chang Min memang lemah dengan senyuman yang diberikan Hye Ra. Walaupun berulang kali Kyu Hyun memarahinya karena membiarkan Hye Ra memasuki ruangan Kyu Hyun.

Kyu Hyun melirik sebentar siapa yang masuk kedalam ruangannya, dia mendengus kesal melihat Hye Ra berjalan kearahnya dengan senyum terpasang diwajahnya. Dia mengumpat kesal kepada Chang Min yang lagi-lagi tak becus.

Kyu Hyun tak memperdulikan Hye Ra dan terus menggeluti pekerjaannya yang akhir-akhir ini memang semakin menumpuk membuat dia kelelahan mengerjakan semuanya. Dan sedikit stress karena sudah jarang bersama Hyun Ji dan Ju Kyu.

Kyu Hyun sering lembur sampai larut malam, seringkali pada waktu libur dihabiskannya untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang dibawahnya kerumah. Ju Kyu selalu merengek kepada Kyu Hyun karena Kyu Hyun sudah tidak mengajaknya bermain game. Membuat Kyu Hyun di bantu Hyun Ji membujuk Ju Kyu.

“Oppa, ayo makan dulu” ajak Hye Ra. Tapi Kyu Hyun tetap tak menghiraukan Hye Ra tetap mengerjakan berkas-berkas dimeja kerjanya.

“Oppa, makanlah dulu nanti kau sakit” ucap Hye Ra bersikeras. Dia merampas pena yang ada ditangan Kyu Hyun dan menarik Kyu Hyun untuk berdiri dari kursi Kyu Hyun.

“Hye Ra-ya aku belum lapar, nanti saja” ucap Kyu Hyun yang mencoba bersabar.

“Tapi oppa, aku tak mau kau nantinya sakit” Hye Ra menundukan Kyu Hyun disofa yang ada diruangan Kyu hyun.

“Ani, aku baik-baik saja” ucapan Kyu Hyun mulai meninggi, dia ingin cepat-cepat mengerjakan pekerjaannya supaya bisa pulang cepat untuk bertemu Hyu Ji secepatnya, dia merasa sangat rindu dengan istrinya itu.

“Cukup oppa kau harus makan” Hye Ra mulai mengambil bekal makanan yang telah disiapkannya.

Kyu Hyun mulai kesal dengan Hye Ra yang tidak mengerti keadaannya. Dia mengambil bekal itu dan …

PRAANG!

Seketika makanan yang ada dalam rantang berhamburan dilantai. Hye Ra melihat makanan yang telah dibuatnya susah payah malah berakhir dilantai. Dia memandang Kyu Hyun dengan tatapan sedih dan tak menunggu lama lagi untuk air matanya keluar.

“Mianhe” ucap Kyu Hyun bersalah. Dia sadar dia keterlaluan.

Hye Ra tidak berkata apa-apa dan berlari keluar dengan air mata yang semakin deras turun dari matanya.

“Aaaaagghh” Kyu Hyun berteriak frustasi dan mengacak rambutnya.

TBC

Ah ya, aq juga mau blng makasih buat semua commentnya, padahal ini ff yg aq buat hanya ngilangin rasa bosan, tdak berharap lebih tpi gak nyangka di respon banyak reader. Pkoknya terimakasih lah buat semuanya. Mianhe gak bisa balas satu-satu comment kalian, tpi aq ttap baca koq smua comment kalian, sering ketawa juga dgn comment lucu kalian. Comment kalian sngat membantu semangat author buat nulis ff..

Ok deh! Segitu dulu!

Aq mnunggu comment kalian guys ^^

*bowBarengKyu

23 thoughts on “Omma, Where’s Appa? (Part 5)

  1. kyaaaaaaaaa ><
    hya ad satu kta untuk ff ini " DAEBAKKKKKKKK "😄
    lnjut thorrr aq ngak sabar baca klnjutnya ^.^
    jeball palliyo author *.*

  2. KYUHYUN NGAPAIN SAMPAI STRES GITU PAS .CEWEK. ITU NANGIS KLUAR?!
    BIARIN AJA SIH. HWHWHWH

    LANJUT LANJUT !!

    MAKIN GEMES SAMA HYERA. MATI AJA SONO😄

    lanjutin nya secepatnya ya thor😉

    1. Kyu lgi stress d tmbah klakuan Hye Ra makanya dia melampiaskannya dgn teriak! Kkkkkk😀

      astaga HyeRa kamu di suruh mati… #dilirikHyeraDgnTatapanMembunuh

  3. Sikap tegasnya kyuhyun ke hyera tu telat deh harusnya dah dari awal ngejauhin hyera kan kasian hyunji nya.

  4. Hyeranya gatau diri ih mau ngerusak rumah tangga orang, awas ntar dia nyari tau ju kyu bukan ank kyuhyun dan ngebongkar:/
    Untuk hyun ji sma kyuhyun udah akur haha😀
    Cpet cpet hyun ji hamil aja deh

  5. Jadi benci sama Hyera!
    Didepan Kyu manis banget nah…kalo udah gak ada Kyu sifat aslinya muncul kan!
    Yeay… Akhirnya Kyu sama Hyun Ji udah menyatakan perasaannya!
    Semoga mereka gak terpengaruh sama pengganggu deh !

  6. hallo author~
    perkenalkan, aku new readermu. hehe
    maaf aku ga bisa comment ff ini per-part. aku terlalu menghayati ff nya jadi bawaannya pen cepet cepet liat part selanjutnya ._.v hehe
    mian yaak >,<

    yg jelas ff ini makin lama makin seru. emosi nya dapet. jadi pengen bejek bejek tu cewe ganjen *berapi api*
    pokoknya jos gandos kotos kotos nganti mbledos!! lanjutkan!! semangat!! merdeka!! hwaiting!! *ala soimah* *apa ini* ._.

    oke bye~ haha

  7. Keren banget thor ceritanya. Wajib untuk dilanjutkan karena saya selalu menunggu fiction ini. Suka banget deh sama couplenya.😀 Fighting!!!🙂

  8. Omo. .*kaget..
    Tp gpp kyu bgs buang aj kmukany ra-ya hrusnya hahaha
    Sneng bgt kalo kyu ma hyu ji lg msra2an dliatn ra-ya. .
    Hey hyera-ssi sdarlah kyu suami org #lemparhyera hahaha
    lanjut ah thor. .daebak. .aku suka😀

  9. aaahhh keeerreenn abisss… hyera ituu harusnyaaa sgera d sadariiinnn donkkk… jgn d biariinn muluuu… mkin gg tw dirikan jdiinyaaa….

  10. duhhhhh….
    emosi yahhh liat sih hyera
    kyu kan udah punya istri ngapain coba diganggu lagi
    ishhh #emosi
    wkww

    keep writinggg
    dilanjutkan ceritanya jangan lama-lama

  11. Keren thor FF nya ^^ lanjutnya jangan lama ya thor🙂
    *eh HYERA sini nih mumpung golok baru diasah (?)
    #dibantingHyera

  12. Ih nyebelin banget tuh hyeranya. Thor buat next partnya di banyakin lagi ya hehehehe dan aku ngarep banget next part ini dan selanjutnya makin ++. #maafin readers crewet ini ya cz kebanyakan nyoros😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s