[Freelance] Sleepless Night (떠나지 못해)

Gambar sisip 1

 

Author : Xian

Twitter : @yunaanantha

Blog : http://mimifanficition.wordpress.com/

FB : Xian Lim
Judul : Sleepless Night (떠나지 못해)

Gender : Romance, SAD

Rating : 16+

Length : Fanfictiom

Main Cast :

Lee Hyukjae

Jo Soon Bi

——————————————————————————————————————————————

Hari berganti hari, Bulan pun begitu, dan seakan tak mau tertinggal Tahun pun juga ikut terganti meninggalkan sebuah kenangan dibelakangnya

“Hhhh..” Seorang pria dengan rahang tegas dan wajah yang rupawan tengah mengaduh pikiran dengan alam bawah sadarnya

‘Kau bodoh Lee Hyukjae!’

‘Kau idiot..’

‘kau Pecundang..’

Suara mengerikan mengalun dikepalanya, mengingatkan akan sebuah kebodohan yang dibuatnya sediri.

‘Oppa..’

‘Oppa-ya.. Kajja’

Sekarang alunan mengerikan itu berganti dengan sebuah suara lembut bak suara seorang bidadari yang diturunkan kebumi untuk membuat salah satu tambatan hatinya berucap memuji

‘Oppa.. Khajima..’

‘Oppa..’

“Sajangnim, anda tidak apa-apa?”

“Ne?” Lamunan namja yang bernama asli Lee Hyukjae itu terbengkalai mendengar teguran dari sekertaris-nya yang sebenarnya sudah berada disebelahnya lebih dari 30 menit yang lalu itu

“Oh, nona Kang. Sejak kapan kau disini?”

“dari 30 menit yang lalu sajangnim” wanita itu tersenyum kikuk melihat atasannya itu

“benarkah? Mmm.. Ada kepentingan apa kau kesini?” Lee Hyukjae menggaruk tengkuknya bersalah

“Sebentar lagi rapat dengan Nona Kim, apakah anda ingin saya membatalkannya?” Wanita itu menatap Hyukjae penuh harap

“Tidak, aku akan datang..”

——————————————————————————————————————————————

Lee Hyukjae Pov

‘Oppa-ya.. Kau mau makan?’

‘Oppa.. Neomu-neomu Saranghanda’

‘Op_ Kaj.. Kajjima..’

“Jo SoonBi!” Lagi, aku memimpikannya.

“Hhhh..” aku mengusapkan telapak tangan di wajahku kasar. Aku sudah gila! Benar-benar gila!

‘Saranghae..’ Ku pejamkan mataku lama. Sungguh aku menyesal telah menghinanya, mencacinya, berlaku kasar padanya, dan… Membuatnya sakit hati

kalian tau perjodohan?

Itu adalah suatu hal yang paling aku bemci didunia ini, dan hal itu juga lah yang merubahku menjadi sosok yang kurang ajar dan brengsek!

Jo SoonBi,

wanita itu yang memenangkan hati orang tuaku untuk menjodohkannya denganku.. Sebenarnya hal itu bukan kemauannya melainkan orangtuanya, mereka lah yang memintanya untuk menikah denganku

Hari perubahan Lee Hyukjae dimulai saat hari pernikahan kami dilaksanakan, dia terlihat bahagia denga senyum indahnya.. Tapi, tidak denganku.. Sepanjang acara berlangsung aku hanya memasang wajah dingin nan acuh

kemarahanku berlangsung naik dan naik melihatnya tengah memakai Lingerie tipis di malam pertama kami, bukankah dia bermaksud ingin menggodaku Huh?! Cih, Wanita murahan..

“Mianhae, Oppa… Hanya baju ini yang ada di koperku, jadi..” Aku benar-benar membenci wanita yang suka menggoda suaminya, terlihat seperti Jalang!

“Jalang..” aku sengaja menyenggolkan bahuku disebelahnya saat aku melintas didekatnya. Kulihat dia terperangak, tapi tak lama setelah itu dia malah tersenyum manis kemudian berjalan menuju pantri. Dari sudut mataku terlihat dia tengah memotong sayur untuk makan malam

“Hhhh.. Wanita Licik!!” aku melanjutkan jalanku menuju kamar mandi, aku sudah tidak tahan dengan semua debu dan kotoran yang menempel dibadanku

hhh.. Segarnya sehabis mandi. Aku berniat ingin langsung tidur tapi perutku sepertinya tak sejalan dengan pikiranku.

“Oh… Oppa, kau sudah selesai? Kemari kita makan bersama” tak kuhiraukan sapaan memuakannya, aku diam dan mulai mendudukkan tubuhku di kursi makan.

Diam, aku memakan makananku dalam diam. Aku tak akan pernah sudi menghabiskan suaraku untuk menaggapi pembicaraan bodohnya.

“Ehmm… Jo Soonbi-sii, aku ingin bicara” ini ‘Pengecualian’ aku hanya mau meluruskan semua kekacauan ini

“Ne?”

“Kita sama-sama korban Perjodohan. Dan kau tau aku tidak menyukaimu sedikitpun, hal ini ku lakukan hanya untuk Orang tuaku. Jadi kuharap kau jangan terlalu berharap”
——————————————————————————————————————————————

Author Pov

Hari berganti hari, perjalanan rumah tangga Jo Soonbi dan Lee Hyukjae pun tak pernah berubah, masih terkesan dingin dan acuh.

Jo Soonbi sebenarnya adalah Hobae-nya Lee Hyukjae saat Kuliah dan entah kenapa takdir seperti mempermainkan mereka dengan mempertemukan mereka dengan jalinan tali pernikahan.

Lee Hyukjae tentunya terkejut bukan main, karena apa? Jo Soonbi adalah salah satu wanita dari daftar wanita yang jauh… Sangat jauh dari tipe ideal seorang Lee Hyukjae. Dan satu hal lagi yang membuat Lee Hyukjae tidak menyukai gadis itu.. Dia telah mengacaukan rencana romantisnya untuk menikahi Kim Hyo Jung, kekasihnya yang hingga saat ini tidak pernah direstui orang tua Hyukjae

“Oppa.. Sampai kapan kita terus seperti ini huh? Cepatlah ceraikan istrimu yang bodoh itu, aku benar-benar ingin selalu ada di dekapanmu seperti ini tanpa harus keluar rumah” Selalu, Hyukjae selalu membawa Hyojung kerumahnya tanpa memperdulikan istrinya yang sudah hilang entah kemana

“Sebentar lagi.. Changi” Hyojung merajuk manja didekapan Hyukjae. Mereka selalu menguasai ruang TV saat siang dan malam hari karena jika pagi hingga menjelang makan siang Hyukjae dan Hyojung masih sibuk dengan pekerjaan mereka dikantor. Mereka akan bermesraan sambil berpelukan dan tak jarang juga mereka akan berciuman panas hingga berakhir dengan hubungan yang lebih intim

“Oppa..”

“Ne, Chagia?” Hyukjae terus mengelus rambut panjang Hyojung

“Aku merindukanmu..” dan… Yah, mungkin kali ini mereka juga akan berakhir dalam kepuasaan

Disisi lain terlihat wanita yang sedang menutupi wajahnya disela-sela apitan lututnya. Entahlah, mendengar suara pria yang dicintainya tengah menikmati‘Wanita’ yang lain membuat sesuatu dipikiran dan hatinya terasa sakit dan tersiksa

“Kenapa kau sangat sulit untuk kugapai?” lirihnya berhiasan isakan kecil

“Aku.. Benar-benar mencintaimu..” dia kembali membenamkan wajah dilututnya, mengecilkan suara tangisan paraunya.

Jo Soonbi, siapa lagi?

Bukankah mereka dijodohkan?

Yah, mereka memang dijodohkan.

Tapi! Tapi semua ini permintaan gadis itu, dia sudah tidak bisa lagi menampung cintanya untuk Hyukjae. Terlalu menyakitkan jika dia tidak bisa memiliki pria itu..

Dia bahkan putus asa dan hendak meninggalkan cinta tersembunyi-nya itu.. Dan seperti Tuhan mendengar do’a-nya, Tn. Jo dan Ny. Jo

tiba-tiba mengajukan saran untuk putrinya itu yaitu.. Yah, dengan menjodohkannya dengan anak sahabatnya, Lee Hyukjae. Dan sepeti mendapat dropprice tentu saja dia langsung menerima hal itu tanpa memikirkan baik-buruknya.

Kim Hyojung, satu nama yang membuat harapan Soonbi seperti semu dan tak terlihat.

Lee Hyukjae ternyata telah memiliki tambatan hati yang hendak dinikahinya namun semua seakan hancur dan berantakan karena perjodohan bodoh itu

——————————————————————————————————————————————

Lagi lagi malam berganti pagi menandakan semua makhluk yang ada di seluruh penjuru dunia bagian timur dan sekitarnya untuk bangun dan bersiap-siap menyambut hari

sama dengan yang lainnya, wanita dengan wajah orang Asia timur tengah memasak guna melaksanakan tugasnya menjadi sesosok Istri yang berbakti

“Huh..” entah apa yang ada dipikirannya..

Berkali-kali dia menghembuskan nafas gusarnya kasar

“Mungkin dia memang membenci semua ini..” raut wajahnya tampak gusar, panik, dan menyesal

“hhhh.. Kurasa ini yang terbaik..” dia melanjutkan masaknya dan seketika berhenti saat melihat suaminya yang begitu sangat tampan dengan baju kasual santainya. Bukankah dia libur saat ini? Ah, iya.. Dia ada janji dengan wanita tercintanya Kim Hyojung.

“Apakah kau sudah selesai masaknya?” kekaguman wanita yang sebenarnya Soonbi itu, terbuyarkan akibat sapaan ketus dari Hyukjae

“Ne, ah.. Sudah hanya omletmu yang belum matang.. Sebaiknya oppa menunggu di meja saja” jawab Soonbi lembut yang berbalaskan decakan kesal. Entah kesal karna apa? Dia malah membenci suara lembut Soonbi

——————————————————————————————————————————————

“Oppa..”

“hmm..” Hyukjae malah mengacuhkan panggilan Soonbi untuknya

“Mari kita berpisah..” aneh atau tidak tiba-tiba Hyukjae tersedak makanannya sendiri akibat perkataan Soobi barusan

“Mwo?!”

“Aku.. Tau kau lelah dengan semua ini.. Jadi, mari kita berpisah”

“Aku.. Sebenarnya aku mencintaimu..”

Glek’

Saliva Hyukjae tertelan begitu saja mendengar penurturan Soonbi. Rahangnya mengeras bersamaan gepalan tangannya yang mengepul

“Geundae, aku benar-benar tak ingin menjadi penghalang kebahagiaan mu. Biar bagaimanapun kebahagiaan mu itu adalah bersama Kim Hyojung eonni kan?” Hyukjae terdiam mendengarnya

“jadi, aku yang akan mundur..” lirih Soonbi yang nyaris tak terdengar

“Cha~ biar aku yang mengurus semuanya. Kau hanya duduk tenang dan menunggu.. Setelah itu.. Kau.. Bisa bersama Hyojung Eonni lagi” bersamaan dengan akhir kalimatnya, Soonbi melangkah meninggalkan tempat itu.

Hati Hyukjae terasa tersiram air dari surga, mendengar pengakuan Soonbi tadi. Tapi, bukankah ini yang di inginkannya? Berpisah dari Soonbi dan bahagia bersama Hyojung?

——————————————————————————————————————————————

“Donghae Oppa.. Bisakah kau mengurus surat perceraianku dengan Hyukjae Oppa?”

“Ne!? Bukankah baru 6 bulan yang lalu kalian menikah?”

Soonbi tentu saja tidak akan bermain dengan kata-kata nya tadi, apa lagi ini menyangkut kebahagiaan seorang yang dia cinta.

Lee Donghae, adalah Sunbae satu angkatan dengan Hyukjae yang dipercayai Soonbi untuk menjadi perantara perpisahannya dengan Hyukjae

“Dia akan bahagia dengan semua ini..” Soonbi menyesap Hot Chocolate-nya pelan

“kau yakin Soonbi-ah ?” wajah Donghae seakan ragu dengan perkataan Soonbi barusan

“Taeyeong hanaji (tentu saja)” balas wanita itu tersenyum kecil

——————————————————————————————————————————————

“aku.. Pul-pulang”

“Oh, nawaseo..” yah, begitu lah suasananya selalu berdua sedang berpeluk mesra. Hyukjae dan Hyojung

“Soonbi-ah.. Kata Hyukjae Oppa kau ingin berpisah apakah itu benar?” Hyojung menuntun Soonbi untuk duduk disofa di depannya

“Ne, dan… Ehm, ini surat yang harus ditanda tanganinya” Soonbi mengeluarkan map hijau dari dalam tasnya

“Jinjja? Oppa-ya.. Cepat tanda tangani map ini..” Hyojung mengguncangkan tubuh Hyukjae namun tiba-tiba..

‘Drrrt~ Drrtt~’

Hp Hyukjae bergetar

“Jamshimannyeo (tunggu sebentar) Chagiya, aku mau mengangkat telpon dulu…” Hyukjae melangkahkan kakinya, menjauh dari Hyojung begitu mengetahui yang menelpon adalah ibu-nya

“Ne, Eomma?”

“Mwo? Kemari?”

“Tap- aish ne..”

“Chagia, eomma-ku mau kemari sebaiknya kau pulang, Ayo kuantar”

“Mwo?! Mendandak sekali..”

“entahlah..” Hyukjae menggenggam tangan Hyojung mesra dan menuntunnya keluar

“aku lupa! Jo Soonbi siapkan makanan, eomma dan Nuna akan makan disini..!”

——————————————————————————————————————————————

“ehmm… Eomma kesini hanya mau memberikan ini..” keheningan diruang tengah itu terhenyak karna perkataan Ny. Lee

“Ne? Hanya untuk ini?” Hyukjae menatap tak percaya bungkusan Tonik didepannya

“Ya.. 2 hari yang lalu Nuna baru pulang dari busan dan melihat Toko obat tradisional disana. Kata penjaganya, tonik ini cocok untuk pekerja keras untuk mu Hyukjae. Dan, ah.. Ya eonni juga membelikannya untukmu saeng.. Kau terlihat pucat akhir-akhir ini..” Sora juga menyerahkan tonik dengan kotak yang berbeda untuk Soonbi disampingnya

“karna kau telah membantu mengelolah toko roti eomma, kau jadi terlihat pucat” memang, setelah menikah dengan Hyukjae, Soonbi telah ikut campur tangan dalam usaha Ny. Lee dan kakak-nya Hyukjae, Lee Sora

“Gamsahamnida..” Soonbi tersenyum kecil

“Ne. Eomma, sepertinya ini sudah terlalu larut aku takut Appa mencari kita.. Kajja kita pulang”

“Kau benar, kajja.. Soonbi-ah.. Hyukkie jangan lupa meminum obat kalian. Eomma tidak mau kalian jatuh sakit.. Eomma pergi, Annyeong”

“Ku harap dengan ini mereka tidak akan berpisah, bagaimana mungkin setelah 6 bulan menikah merekah bahkan tak pernah bersentuhan?”

“Ne, semoga saja Eomma. Ngomong-ngomong kita harus berterima kasih pada Donghae karena telah memberitaukan hal ini..”

“kau benar Sora-ya.. Kajja”

tentusaja seorang Lee Donghae tak akan setega itu untuk memisahkan Hyukjae dan Soonbi. Dia malah melaporkan hal ini pada Ny. Lee dan Sora.

Dan Obat tadi?

Tentu saja bukan obat yang seperti yang dikatakan Sora namun itu adalah obat perangsang untuk menjebak Hyukjae dan Soonbi agar mereka tidak benar-benar berpisah

——————————————————————————————————————————————

Benar saja obat itu ternyata sudah bereaksi lihat saja Hyukjae seakan tak nyaman dengan posisi tidurnya sehingga dia membolak-balik tubuhnya

“Oppa.. Kau mengapa?” ehmm, apa yah? Penampilan Soonbi terlihat ehm.. Sexy dengan balutan kaos kebesaran dan hotpand putih yang bahkan tidak menutupi setengah pahanya.

“Hyukjae oppa.. Kau baik-baik saja?” Soonbi menghibaskan tangannya tepat didepan muka Hyukjae

“Ne? Aish.. Singkirkan tanganmu dari hadapanku!” kalau bahasa orang awam, Hyukjae sedang grogi menatapi istrinya

“Mianhae.. Hmm, aku tidur duluan” Soonbi menutupi tubunya dengan selimut dan berbaring membelakangi Hyukjae

entah sudah berapa lama mereka masih terjaga baik Hyukjae maupun Soonbi. Tubuh mereka kaku karena hingga saat ini mereka tidak juga mengganti posisi tidur mereka yang saling membelakangi satu sama lain.

Sekejap mereka mau membalikan tubuh, namun seperti waktu juga ikut mempermainkan mereka…

mereka berbalik secara bersamaan dan hal itu sukses membuat mata mereka bertemu dalam pandangan lekat dan dalam

“belum tidur?” Hyukjae mencoba memyapa

“Ne. Kau juga Oppa?” Soonbi tersenyum kikuk

“Yeah..”

Tatapan mereka semakin dalam melewati lapisan demi lapisan panca indra yang akan bermuara di suatu organ yang mengaturkan seluruh emosi manusia

Siapa yang mulai dan kapan dimulai, tiba-tiba bibir mereka saling bersentuhan. Sedikit bergumul untuk mengulum satu sama lain

“Hmm..” dan, Hey! Sepertinya Obatnya sudah benar-benar menjalankan tugasnya.

Hyukjae yang semula tidur disamping Soonbi kini sudah berada diatasnya mencoba menikmati bibir merah istrinya itu.

Melodi-melodi cinta mengalun begitu merdu menemani hasrat mereka yang semakin tinggi

“O-Oppa..”

——————————————————————————————————————————————

Pagi menghampiri terlihat seorang wanita yang tengah memeluk lututnya rapat. Air matanya juga ikut menemaninya dipagi mendung itu

‘Dia telah melakukannya!’

‘Bagaimana kalau aku hamil?’

‘Ini masa suburku..’

‘Apakah dia mau menerima anak itu..?’

begitu banyak pertanyaan berputar dikepalanya. Wanita itu-Soonbi terus meratapi kebodohannya dia benar-benar tak habis pikir bagaimana mungkin dia bisa terhanyut dalam pesona Lee Hyukjae yang sebenarnya adalah SEMU!?

“eungh..” gumahan lelaki disampingnya membuat tubuhnya seakan mati kaku.

“Gugurkan..!” mata Soonbi membulat sempurna mendengar satu kata yang meluncur dari bibir pria yang tentunya adalah Hyukjae

“jika kau hamil.. Gugurkan saja janin itu..” setelah mengucapkan kalimat itu Hyukjae langsung pergi meninggalkan Soonbi yang masih dalam keadaan gundah itu

“Haruskah..?”

——————————————————————————————————————————————

Benar saja setelah 1 minggu setelah kejadian itu, Soonbi dinyatakan positif Hamil.

Seperti calon ibu lainnya, Soonbi berusaha melindungi calon anaknya. Walaupun Hyukjae tidak mengetahui hal ini, tapi ‘sepintar pintarnya seseorang menyembunyikan mayat, pasti baunya akan tercium juga bukan?’

Hyojung mengetahui hal itu dan tentu saja hal itu menambah kadar kebenciannya pada Soonbi, hingga saat ini dia berencana akan menabrakan mobilnya pada Soonbi yang terlihat habis berbelanja kebutuhan rumah sendiri

Nggg~

Sapuan angin bertiup begitu kencang menyapu jalanan serta tubuh Soonbi yang seketika langsung jatuh melayang dan akhirnya berbenturan dengan trotoar jalan.

Darah segar mengalir dari sela-sela selangkangan membuatnya benar-benar berasa mati akibat 2 benturan sekaligus. Kepalanya juga ikut merasakan sakit, tak perduli dengan kepalanya Soonbi berusaha berteriak meminta tolong untuk mencari bantuan agar anak dalam kandungannya tidak benar-benar pergi dari hidupnya

“jebal~ Tolong…” Sialnya jalan yang dijalaninya begitu sepi tak ada orang sampai sebuah lengan mendekapnya mencoba membantunya berdiri

“Soonbi-ah.. Gwenchana? Soonbi-ah..!!!” gelap, terdengar dari suaranya Lelaki itu adalah.. Donghae

——————————————————————————————————————————————

Sebuah kejadian yang merubah hidup seorang Jo Soonbi yang selalu ceria ,terseyum senang dalam menghadapi semuanya dan tegar seakan telah hilang terganti takdir, menjadi Jo Soonbi yang begitu dingin dan hampa..

“Soonbi-ah.. Kajja makan sayang, eommonim tak mau kau sakit..” lagi-lagi kosong, setelah kehilangan sumber kekuatannya dia seakan tidak perduli lagi dengan dunia nyata, dia malah menetap di alam bawah sadarnya menikmati keadaan indah disana

“Eomma.. Berikan padaku..” Lee Hyukjae! Namja yang tak ingin melihat keberadaan Soonbi begitu menyesal mendengar pengakuan Donghae yang memberitahukannya bahwa Hyojung lah yang ada dibalik cerita sedih Soonbi

“Chagiya… Yeobo.. Mianhae, aku sudah bodoh selama ini. Kau boleh memukulku.. Menghukumku bahkan membunuhku tapi jangan begini kami semua merindukanmu” Tetap saja, Soonbi tidak akan merespon semua perkataan orang lain karena benturan kepalanya yang juga merupakan faktor utama mengapa dia bisa seperti terjebak dalam dunianya sendiri seperti ini

“Aegi-ya.. Eomma mencintaimu..” helahan nafas kecewa menjadi pemanndangan diruangan VVIP di salah satu ruang rawat di Seoul Hospital itu

“Nuna..” tiba-tiba Soonbi berpaling menatap adik kembarnya Jo Youngmin-Kwangmin yang sedang berdiri tepat didaun pintu

“Youngmin-ah.. Kwangmin-ah..” Soonbi berlari memeluk mereka. Memang dibandingkan dengan orang tua, Soonbi lebih dekat dengan adik-adiknya ini

“Tolong Nuna.. Anak dalam kandungan Nuna tiba-tiba hilang. Nuna takut mereka mengambilnya..” Soonbi tetap dalam pelukan Youngmin, menangis lirih nan menyedihkan.

Gepalan tangan Kwangmin begitu jelas terlihat. Ingin rasanya dia menghajar pria yang berstatuskan suami kakaknya itu dengan tanpa ampun

“Tolong bawa Nuna bersama kalian, mereka sangat jahat.. Nuna takut dengan mereka..” tangan bebas Youngmin menghalangi Kwangmin yang hendak menghajar Hyukjae dan memberi isyarat untuk tidak melakukan hal itu dengan gelengan

“Kami disini Nuna.. Tidak akan ada yang menyakitimu..” Kwangmin mengelus kepala Kakaknya sayang

“Kalian berjanjikan?” tanya Soonbi memastikan

“Ne, Yaksoke..”

——————————————————————————————————————————————

Entah lah.. Begitu menyakitkan memang merasakan sebuah penyesalan. Begitu juga dwngan Hyukjae, berkali-kali dia membujuk Soonbi untuk mengingatnya kembali, karna memorinya seakan tak ingin mengenalinya.

Soonbi menganggap Hyukjae adalah ‘Penghilang Anak dalam kandungannya’ maka dari itu dia selalu takut berada didekatnya. Dia bahkan rela menghabiskan

suaranya untuk menghindari Hyukjae yang selalu menyempatkan waktunya mengunjungi Soonbi di rumahnya disela-sela aktivitas kantornya

“PERGI KAU!! DASAR PEMBUNUH!! PERGI…” ini sudah benar-benar diluar batas kesabaran Hyukjae. Dia hanya ingin meminta maaf pada istri yang pernah disakitinya itu

——————————————————————————————————————————————Hyukjae Pov

“Kumohon dengarkan aku..” aku memeluknya rapat tak mau kehilangan. Aku sudah melakukan hal bodoh dengan menyuruhnya menggugurkan anakku, anak kami..

“Aku.. Lee Hyukjae. Aku adalah suamimu..” Jeritan histerisnya membuat aku tak punya pilihan lain selain mendekapnya di pelukannku

“Kau mencintaiku… Aku juga.. Mencintaimu” lanjutku bercerita

“Kau.. Dulu sangat baik padaku. Tapi aku sangat jahat padamu..” tatapan bingungnya membuat aku terseyum

“Kau berkata, kau mencintaiku.. Aku sempat bingung dengan perkataan mu”

“Jadi, kau.. Arghhh!!” dia tiba-tiba memegang kepalanya

“Apa yang kau lakukan? HUH?!” adik kembarnya langsung berlari menuju kami dan memisahkanku dari Soonbi yang sedang berpelukan dikasur dan menghubungi dokter sepertinya…

“Kau.. Pulanglah Hyung! Sekarang sudah malam, kalau Nuna sudah baikan kami akan memberitahukanmu..” selalu, jika aku sudah menjelaskan siapa aku keadaan Soonbi akan selalu menjadi tidak stabil seperti ini

“Baiklah..”

——————————————————————————————————————————————Soonbi Pov

“Nuna, sampai kapan kau akan terus begini.. Huh?”

“tidakkah kau kasihan melihat suamimu yang menyedihkan seperti itu huh?! Dasar wanita kejam!”

“YA!” Baiklah. Baiklah aku mengaku.. Aku membohonginya-Lee Hyukjae. Aku hanya ingin melihat sejauh mana dia mencintai dan membutuhkanku…

Hyojung eonni, kemarin dia telah minta maaf padaku atas insiden anakku kemarin. Jujur saja, aku sempat Shok mendengarnya tapi apa boleh buat takdir yah takdir mungkin, aku belum benar-benar ditakdirkan untuk jadi eomma

Seluruh keluarga tau tentang ini Eommonim, Abeoji, dan Sora Eonni juga tau..

Tapi seperti yang kubilang tadi hal ini ku lakukan untuk mengetes sejauh mana dia mencintaiku

“Ayolah Nuna, aku benar-benar lelah selalu Akting seperti ini.. Aku ingin bermain game lagi bersama Hyukjae Hyung” Kwangmin selalu menasehati ku untuk menghentikan sandiwara konyol ini dan pulang kerumahku bersama Hyukjae

“1 minggu lagi.. Setelah itu aku berjanji akan pulang” aegyoku

“Baik-baik… Hanya satu minggu setelah itu selesai..”

“Ne”

Mungkin hal ini terlihat kekanak-kanakan tapi hanya dengan cara ini aku mau

membuktikan cintanya padaku.

Lee Hyukjae-Sii

teruslah membuatku yakin bahwa kau benar-benar pilihan yang tepat untuk pelabuhan akhirku. Aku Mencintaimu.. Selalu

——————————————————————————————————————————————
END

One thought on “[Freelance] Sleepless Night (떠나지 못해)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s