[Freelance] Omma Where’s Appa Part 3

Author : PinKyu
Title : Omma, Where’s Appa? (Part 3)
Genre : Family, Romance
Type : Chaptered
Rating : PG +16
Main Cast : Cho KyuHyun, Kim Hyun Ji (oc), Ju Kyu (oc)
Other Cast : Song Joong Ki, Park Hye Ra
Disclaimer : FF ini punyaku, hasil dari imajinasi yang ada dalam otakku  . Ini FF kedua yang aku buat.
N/B :
Typo! #Maklumi
Annyeong, ini part 3 nya selamat membaca. Jangan lupa Comment Yah! 

WHERE

***

“Terserah padamu Kyu Hyun-ssi, aku menjelaskan sampai mulut berbusapun kau tak akan percaya. Lagipula bukan urusanmu aku bersama siapa?” ucapnya tajam. Dan berlalu begitu saja masuk kekamarnya sambil membanting pintu.

“YAK, aku tidak keberatan kau pergi dengan siapa, tapi jangan pernah merepotkanku” teriakku. Dia pasti mendengarkannya

Aku berjalan sambil menghentakan kaki kesal. Masuk kekamar dan membanting pintu ku keras. Aku sangat membencinya.

***

Author pov

Setelah kejadian itu Kyu Hyun dan Hyun Ji yang memang jarang berbicara, sekarang lebih parah lagi karena mereka sudah tak menganggap satu sama lain ada. Bercerita maupun saling menatap tidak sama sekali mereka lakukan.

“Omma, Appa. Aku seperti berada di kuburan” ucap Ju Kyu memecahkan kesunyian di meja makan. Hyun Ji akan tertawa kalau tidak dalam situasi sekarang.

“Ehm” Kyu Hyun mendehem. “Orang tuaku ingin kita pergi kerumah mereka dan menginap disana” ucap Kyu Hyun sambil makan. Mereka memang makan bersama, sebenarnya Kyu Hyun tidak ingin, tetapi ada hal yang ingin dia bicarakan.

“Kapan?”tanya Hyun Ji sekenanya sambil memakan makanan tanpa melihat lawan bicaranya.

“Hari ini” jawab Kyu Hyun yang juga berkonsentrasi dengan makanannya tak memandang Hyun Ji.

“Ayo Kyunie kita bersiap-siap kerumah Halmeoni dan Harabeoji” ajak Hyun Ji dan menggandeng Ju Kyu kekamarnya.

Mereka pun bersiap-siap kerumah orang tua Kyu Hyun. Mereka memutuskan menggunakan mobil Kyu Hyun. Tidak mungkin menggunakan kendaraan masing-masing, bisa-bisa orang tua Kyu Hyun curiga dengan hubungan mereka.

“Halmeoni” pekik Ju Kyu ketika melihat Halmeoninya membuka pintu, dia langsung memeluk omma Kyu Hyun itu dan dibalas dengan pelukan dan senyuman hangat.

“Hyun Ji-ya, bagaimana keadaanmu?” tanya Nyonya Cho dan memeluk Hyun Ji.

“Aku baik eommonim” ucap Hyun Ji tersenyum tulus.

“Ayo masuk!” ajak Nyonya Cho.

“Omma, kau tidak menanyakan keadaanku?” rengek Kyu Hyun seperti anak kecil. Hyun Ji sampai tak percaya dengan kelakuan Kyu Hyun, tak pernah dia melihat Kyu Hyun seperti itu.

“Haha.. omma yakin anak kesayangan omma ini sehat-sehat saja” ucap Nyonya Cho sambil tertawa.

Mereka masuk kedalam rumah keluarga Cho, ternyata sudah ada Ahra dan suaminya.

“Annyeong Kyu Hyun-a, lama tak jumpa. Bagaimana keadaanmu?” tanya Hyuk Jae memeluk adik iparnya.

“Baik Hyung” ucap Kyu Hyun membalas pelukan singkat Hyuk Jae.

“Ayo kita makan” teriak Ahra dari ruang makan.

“Aku sudah makan dari rumah. Kalian saja” ucap Hyun Ji sopan.

“Wah sayang sekali padahal aku dan omma sudah masak banyak” ucap Ahra kecewa. Kyu Hyun melihat Hyun Ji tajam. Hyun Ji melihat takut-takut.

“Ah, onnie sepertinya aku lapar lagi melihat makanan onnie” ucap Hyun Ji.

“Benarkah? Kaja kita makan” ucap Ahra riang.

Akhirnya Hyun Ji duduk juga. Ju Kyu menolak makan karena dia memang sudah kenyang dan bermain dengan Ha Ni yang juga tidak mau makan karena Ju Kyu tak makan, walaupun Ahra sudah membujuknya. Hyun Ji melihat makanan di meja yang sangat banyak membuat dia merasa mual.

‘Apakah aku harus makan lagi. Sepertinya lambungku sudah sangat penuh’ batin Hyun Ji.

“Hyun Ji-ya ayo makan bukankah tadi kau bilang kau lapar” ucap Nyonya Cho. Hyun Ji tersenyum aneh dan menganguk. Kyu Hyun tersenyum evil, sepertinya ada yang dia rencanakan.

“Chagi, sini aku ambilkan makananmu” ucap Kyu Hyun sok manis. Membuat Hyun Ji terkejut dengan panggilan Kyu Hyun untuknya, tapi dia tahu ada hal yang buruk akan terjadi padanya.

“Aigoo, kalian mesra sekali” ucap Ahra iri.

“Ini chagi makanlah yang banyak” ucap Kyu Hyun memberikan piring yang telah berisi makanan kepada Hyun Ji.

Hyun Ji membelalakan matanya melihat isi piring itu yang sangat penuh dengan makanan, saking penuhnya nasinya tercecer di meja, bahkan tingginya hampir seperti kue pangantin (?). Dia melihat kearah Kyu Hyun dengan kesal bercampur marah, dan melirik piring Kyu Hyun yang 1/10 dari isi piringnya. Kyu Hyun tersenyum penuh kemenangan.

“Ayo Hyun Ji-ya makan, jangan usah malu-malu, bukankah kita sudah sekeluarga” ucap Tuan Cho.

“Ne Abeoji” ucap Hyun Ji dan mulai memakan makanannya.

“Dimakan sampai habis Hyun Ji-ssi. Noona pernah melempar piringnya kemukaku karena aku tak menghabiskan makananku” bisik Kyu Hyun yang hanya bisa di dengar mereka berdua. Hyun Ji melihat Kyu Hyun dengan muka iblisnya. Dia benar-benar sangat kesal dengan suaminya itu. Kyu Hyun hanya terkekeh kecil.

‘Fighting Hyun Ji, kau pasti bisa. Jangan kalah dengan setan gila disampingmu’ batin Hyun Ji semangat.

Hyun ji mulai memasukan makanannya sedikit demi sedikit kedalam mulutnya. Baru setengah makanannya habis dia sudah tak kuat lagi, ingin rasanya mengeluarkan makanan itu lagi dari mulutnya. Dengan susah payah dan usaha yang sangat sangat keras (?) akhirnya dia dapat menghabiskan makanan seRT (?) itu.

Setelah makan mereka berkumpul di ruang tengah. Hyun Ji melangkahkan kakinya susah payah. Kyu Hyun menahan tawanya melihat cara berjalan Hyun Ji yang aneh. Hyun Ji mendesah lega ketika menjatuhkan dirinya duduk disofa.

“Hyun Ji-ssi, kau tak apa kau kelihatan pucat. Gwenchana?” tanya Hyuk Jae, khawatir melihat adik iparnya.

“Ne Gwenchana oppa” ucap Hyun Ji tersenyum paksa.

“Hooeek!” sepertinya Hyun Ji sudah tak dapat menahan rasa mualnya yang dari tadi dia tahan.

“Hooekk!” Hyun Ji berlari kekamar mandi dan mengeluarkan makanan didalam perutnya.

“Hyun Ji-ya Gwenchana” ucap Ahra sambil mengetok pintu kamar mandi. Hyun Ji ingin menjawab tapi sepertinya mulutnya tak bisa diajak kompromi. Dia muntah sangat banyak sampai dia lemas.

“Hyun Ji-ya buka pintunya. Kau sakit?” kali ini terdengar suara Nyonya Cho yang khawatir.

Hyun Ji membuka pintu dan mendapati Ahra dan Nyonya Cho yang memasang wajah khawatir.

“Gwenchana? Kau sakit? Kenapa mukamu pucat seperti ini?” tanya Nyonya Cho khawatir sambil menuntun Hyun Ji berjalan.

“Gwenchana Eommonim, mungkin aku masuk angin saja” tidak mungkin dia bilang dia muntah karena terlalu banyak makan. Pasti Ibu mertuanya dan kakak iparnya merasa tersinggung.

Hyun Ji duduk di sofa dengan keadaan lemas, Kyu Hyun ‘sedikit’ merasa bersalah melihat keadaan Hyun Ji yang sengaja maupun tidak sengaja adalah perbuatannya.

“Gwenchana?” tanya Kyu Hyun, Hyun Ji hanya mengangguk.

“Bagaimana kalau kita kerumah sakit” usul Nyonya Cho.

“Aniyo Eommonim aku tak apa-apa” ucap Hyun Ji pelan.

“Hyun Ji-ya aku setuju dengan perkataan omma, bagaimana kalau kita kedokter memeriksa keadaanmu. Siapa tahu kau..” Ahra menggerakan tangannya menggembung (?) diperutnya.

“Maksud onnie?” tanya Hyun Ji bingung.

“Maksud Ahra kau hamil” ucap Tuan Cho.

“MWO?” pekik Hyun Ji dan Kyu Hyun.

“Wae? Bukankah kalian sudah…” ucap Hyuk Jae menggantung.

Hyun Ji dan Kyu Hyun saling bertatapan dan melihat perut Hyun Ji, mereka menggeleng kompak. Tidak mungkin itu terjadi, mereka tak pernah melakukan ‘itu’. Saling menyentuh saja mungkin hanya pada waktu pernikahan. Komunikasi saja jarang.

“Wae. Apakah kalian belum pernah melakukannya?” tanya Nyonya Cho curiga diikuti anggukan dari yang lain.

“Ah, bukan begitu omma, aku dan Hyun Ji menunda menambah anak lagi” jelas Kyu Hyun berusaha tenang. Dia tak ingin Hyuk Jae, kakak iparnya yang sering menggodanya itu mengganggap dia payah, karena tak berani menyentuh istrinya. Hyun Ji hanya mengangguk mengiyakan.

“Oh, omma kira kalian tidak pernah berhubungan suami istri” ucap ommanya lega.

Mereka akhirnya merubah topik. Berbincang-bincang mengenai masing-masing keluarga, seringkali Hyuk Jae melontarkan leluconnya sehingga semua yang ada disitu tertawa terbahak-bahak. Sedangkan diruangan lain, ada dua anak kecil sedang menonton tv yang menyiarkan film cartoon.

“Kyunie, kau bilang kau akan punya adik” tanya Ha Ni kepada Ju Kyu.

“Molla, waktu aku tanya kepada omma dan appa mereka tak menjawabnya. Aku juga tidak tahu mereka menyembunyikan dimana adikku” ucap Ju Kyu polos.

“Apakah kau sudah memeriksa di setiap tempat rumahmu?” ucap yeoja kecil itu serius.

“Sudah, tapi tidak ada. Apakah ommamu berbohong kalau aku akan punya adik?”

“ANI, omma tak pernah berbohong. Waktu omma bilang dia akan memberi es krim kalau aku berhenti menangis dia menepatinya. Omma tak pernah berbohong” ucap Ha Ni membela Ahra.

“Tapi ajjumma bilang aku akan punya adik. Sampai sekarang aku tak pernah melihat adikku, berarti ommamu berbohong”

“Kalau aku bilang ommaku bukan pembohong Yah bukan pembohong” ucap Ha Ni yang mulai kesal.

“Baiklah aku akan tanyakan pada omma kalau omma berkata bohong atau tidak” ucap Ha Ni semangat dan langsung pergi ke tempat keluarga mereka berkumpul, Ju Kyu mengikutinya dari belakang.

“Omma, kau bilang Ju Kyu akan punya adik. Kau mengatakan yang sebenarnya kan?” teriak Ha Ni didepan semua orang dewasa yang ada disitu. Mereka memandang Ha Ni bingung.

“Maksudmu?” tanya Ahra.

“Omma pernah bilang pada Ju Kyu dia akan punya adik dan sekarang dimana adiknya?”

Ahra tertawa mendengar pertanyaan polos dari anaknya. Yang lain yang sudah mengerti arah pembincaraan juga tak kuasa menahan tawa kecuali Kyu Hyun dan Hyun Ji yang membeku.

“Kyu Hyun-a dengarlah Ju Kyu minta adik” ucap Tuan Cho di sela tawanya.

“Ne. Hyun Ji-ya berikanlah Ju Kyu kalian seorang adik” tambah Ny.Cho.

Kyu Hyun dan Hyun Ji terdiam membisu.

“Kyu Hyun-a jangan egois. Tambah satu lagi saja, kau dan Hyun Ji tidak akan terganggu hanya dengan bertambah satu anggota keluarga lagi” ucap Hyuk Jae enteng dan terdengar mengejek ditelinga Kyu Hyun. Membuat Kyu Hyun merasa tertantang, dan berkobar-kobar (?).

“Ne, kami akan memberikan adik untuk Ju Kyu” ucap Kyu Hyun mantap dan penuh semangat. Hyun Ji melototkan matanya mendengar ucapan Kyu Hyun dan menyikut lengan Kyu Hyun. Dari tatapan matanya menyiratkan ‘Kau gila!’

“Benarkan chagi?” bukannya mengerti isyarat dari Hyun Ji, Kyu Hyun malah merangkul pundak Hyun Ji mesra. Ingin rasanya Hyun Ji mencabik-cabik Kyu Hyun sekarang juga yang menunjukan wajah tak berdosanya.

Hening! Semua menunggu jawaban Hyun Ji.

“N.. ne” ucap Hyun Ji ragu.

“Yeah, Ju Kyu-ya kau akan mendapatkan adik sebentar lagi” ucap Ahra penuh semangat.

“Yeayyy, Kyunie apakan yang aku bilang ommaku tak pernah berbohong” ucap Ha Ni sombong. Ju Kyu memamerkan senyum lebarnya.

“Omma benarkah?” tanya Ju Kyu memastikan.

Lagi-lagi, Hyun Ji luluh dengan wajah berbinar Ju Kyu. Dia hanya mengangguk pasrah. Saking senangnya Ju Kyu melompat-lompat dan memeluk Ha Ni lalu mencium pipi Ha Ni membuat Ha Ni terkejut.

“Ju Kyu-a” ucap Ha Ni yang masih Shock. Semua penghuni rumah itu tertawa melihat tingkah polos kedua anak kecil itu.

***

Suasana canggung dirasakan dikamar Kyu Hyun dan Hyun Ji. Mereka tentunya harus sekamar dirumah keluarga Cho itu. Kyu Hyun duduk disisi ranjang sebelah kiri dan Hyun Ji sebelah kanan.

“Ehm” Kyu Hyun berusaha mencairkan suasana.

“Kyu Hyun-ssi kau tidur disofa aku tidur di sini” ucap Hyun Ji gugup.

“Kau buta. Disini tak ada sofa babo” ucap Kyu Hyun setengah berteriak. Hyun Ji celengukan kesana kemari, ternyata benar tak ada sofa, saking gugugpnya dia tak memperhatikan keadaan.

“Mmh, jaljayo!” ucap Hyun Ji salah tingkah dan langsung berbaring membelakangi Kyu Hyun. Kyu Hyun juga berbaring membelakangi Hyun Ji.

Mereka tak bisa memejamkan mata, jantung mereka berdegup kencang tak pernah mereka tidur seranjang membuat mereka gugup setengah mati. Hyun Ji membalikan tubuhnya menghadap langit-langit kamar. Kyu Hyun juga melakukan hal yang sama.

Kyu Hyun melirik Hyun Ji disampingnya, kebetulan Hyun Ji melakukan hal yang sama. Sehingga pandangan mereka bertemu, seperti terhipnotis tak ada yang mengalihkan pandangan dan tetap saling memandang bola mata masing-masing.

Entah siapa yang lebih dulu memulai, jarak mereka yang sangat jauh sekarang menjadi sempit. Mereka saling mendekatkan wajah mereka dan membuat bibir mereka bertemu. Kyu Hyun mulai membuka mulut untuk melumat bibir Hyun Ji …

Brak!

“OMMA APPA!” teriak Ju Kyu membuat mereka menjauhkan tubuh masing-masing karena kaget. Mereka merutuki diri sendiri karena tidak mengunci pintu, sehingga orang bisa saja masuk kedalam kamar mereka. Untung belum pada tahap yang membuat mereka malu setengah hidup (?).

“Huhuhu, omma appa” Hyun Ji khawatir melihat anaknya yang menangis.

“Wae? Kenapa menangis?” tanya Hyun Ji dan membawa Ju Kyu ke tempat tidur.

“Wae?” tanya Hyun Ji lagi sambil menyeka air mata Ju Kyu.

“Omma, aku tidur dengan kalian saja” ucap Ju Kyu yang mulai bisa mengontrol tangisnya. Kyu Hyun mendengus kesal, entah kenapa dia tak rela Ju Kyu tidur bersama mereka.

“Ne Ju Kyu tidur disini saja. Memangnya kenapa Ju Kyu sampai menangis seperti ini?” tanya Hyun ji penasaran.

“Ha Ni menggodaku terus omma, dia terus memaksaku menciumnya lagi” ucap Ju Kyu.

“Dasar! Anak itu seperti appanya yang mesum” desis Kyu Hyun. Hyun Ji tertawa mendengar penjelasan Ju Kyu.

“Haha, baiklah kaja kita tidur” ajak Hyun Ji. Dan membaringkan Ju Kyu ditempat tidurnya dan memeluk Ju Kyu erat. Kyu Hyun terlihat kecewa. Hyun Ji dan Kyu Hyun saling bertatapan dan tersenyum, mereka merasa muka mereka panas, sehingga memerah mengingat kejadian tadi. Kalau saja tidak ada Ju Kyu mungkin mereka benar-benar akan memberikan Ju Kyu seorang adik.

Kyu Hyun ikut berbaring membelakangi Hyun Ji dan Ju Kyu. Masing-masing tak sadar kalau mereka sedang tidur sambil tersenyum.

***

“Hyun Ji-ya, aku akan mengantar kalian cepat habiskan makanan kalian” ucap Kyu Hyun ditengah sarapan mereka.

“Ah, aniyo Kyu Hyun aku bisa mengantarkan Ju Kyu, bukankah arah kantor dan kampusku berlawanan, nanti merepotkanmu saja” balas Hyun Ji. Setelah pulang dari rumah orang tua Kyu Hyun hubungan mereka memang telah membaik dari pada sebelumnya. Semakin dekat. Tetapi tetap saja masih belum ‘dekat’ seperti suami istri kebanyakan.

“Gwenchana, aku akan mengantar kan kalian” ucap Kyu Hyun bersikukuh.

“Aniyo Kyu …”

“Yak, bisakah kau menuruti perintah suamimu” pekik Kyu Hyun sedikit kesal karena istrinya yang menolak tawarannya.

“Ne?” kaget Hyun Ji mendengar kata ‘suamimu’ yang dilontarkan Kyu Hyun. Agak aneh memang ditelinga Hyun Ji.

“Mwo?”

“Ani… baiklah kau mengantarkan Ju Kyu saja, aku akan mema…” ucapan Hyun Ji terhenti karena Kyu Hyun sudah menatapnya tajam. “Ne, ne, kau bisa mengantarkan aku dan Ju Kyu” lanjut Hyun Ji pasrah.

Kyu Hyun tersenyum mendengar itu. Hyun Ji merasakan jantungnya berdegup kencang melihat senyuman Kyu Hyun. ‘Aish… kenapa denganku. Apakah aku memiliki penyakit jantung?’, batin Hyun Ji.

“Yeay, appa akan mengantarkan aku dan omma” pekik Ju Kyu riang.

“Ne, appa akan mengantarkan Ju Kyu dan omma. Kaja” ujar Kyu Hyun tersenyum dan menggandeng Ju Kyu keluar rumah. Sedangkan Hyun Ji masih terdiam tak bergerak, melihat tingkah dan kata-kata Kyu Hyun yang berbeda.

“Appa?, Omma?. Sejak kapan dia menyebut dia appa dan aku omma” gumam Hyun Ji tak percaya.

Tit.. Tit..

Kyu Hyun menekan klakson mobilnya karena Hyun Ji yang tak kunjung keluar. Hyun Ji segera berlari keluar rumah setelah mengunci rumah mereka.

“Kenapa lama sekali” seru Kyu Hyun.

“Hehe, mian” ucap Hyun Ji cengengesan.

Mobil Kyu Hyun pun meninggalkan rumah mereka. Posisi duduk mereka Ju Kyu di jok belakang, dan Hyun Ji di samping Kyu Hyun yang sedang menyetir.

Mereka tidak bicara apapun, Ju Kyu sibuk membuka buku pelajarannya -Yah, begitulah kalau anak pintar, maunya dekatan sama buku saja-. Sedangkan Hyun Ji dan Kyu Hyun sibuk dengan dunianya masing-masing, satu menyetir, satunya melihat luar jendela yang menampakan gedung-gedung kota Seoul. Mereka tak punya topik untuk dibicarakan jadi memutuskan untuk diam.

“Kaja Ju Kyu-ya keluar, kita sudah sampai”

“Ne omma”

Hyun Ji keluar dan diikuti Ju Kyu, seperti sebelumnya Ju Kyu akan mencium pipi ommanya sebelum masuk. Baru Ju Kyu ingin masuk tapi sebuah suara menghentikannya.

“Kyunie, kau tidak mau mencium appa juga” ucap Kyu Hyun dengan wajah dibuat-buat cemberut.

Ju Kyu tertawa, dan mencium pipi Kyu Hyun. Ju Kyu merasa bahagia karena Kyu Hyun sekarang sangat memperhatikannya.

“Annyeong omma, appa, aku akan belajar dengan rajin” teriak Ju Kyu semangat.

Hyun Ji pov

Aku sangat sangat bahagia melihat Ju Kyu yang sekarang lebih berseri disbanding hari-hari sebelumnya, aku tak pernah melihat Ju Kyu sebahagia ini.

“Hyunie, kau akan tetap berdiri disini. Bukankah kau hampir terlambat?” sebuah suara menyadarkan lamunanku.

“Ah, ne, ne kaja Kyu Hyun-a.. eh tunggu dulu, kau memanggilku apa tadi?” ucapku menghentikan langkahku.

“Mwo? Memangnya aku memanggilmu apa?” tanyanya pura-pura polos. ‘Cih’.

“Kau memanggilku ‘Hyunie’ itu hanya keluargaku saja yang bisa memanggilku seperti itu. Tidak kuizinkan kau memanggilku seperti itu”

“Wae? Mulut ini punyaku, jadi terserah aku memanggilmu dengan sebutan apa?” ucapnya santai dan masuk kedalam mobil. Aku mengikutinya dan duduk disamping.

“Ani tidak boleh. Hanya orang Khusus yang memanggilku seperti itu” kulihat dia telah menjalankan mobilnya dan seperti tak mendengar ucapanku.

“Aku suamimu. Apakah aku bukan termasuk orang Khusus?” tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.

“Tapi kau bukan ‘suami’ yang sebenarnya” ucapku sambil mengangkat kedua tanganku dan menggerakan kedua jariku membentuk kata kutip.

“Apa maksudmu?” dia kelihatan marah. Apakah ucapanku menyinggungnya?.

“Maksudku… kita tidak punya perasaan satu dengan yang lain. Jadi kau tidak termasuk orang Khusus itu” ucapku hati-hati.

Dia tak membalas dan hanya diam. Aku takut melihat raut wajahnya yang … menakutkan mungkin?.

“Gomawo Kyu Hyun-a” ucapku sebelum membuka pintu mobil. Dia tak menjawab, hanya menanggukan kepalanya.

Aku pun turun dari mobilnya, dan mulai masuk kampusku.

“Hyun Ji-ya” aku menoleh kearah suara yang memanggil namaku.

“Oh, Joong Ki-ya” ucapku sambil tersenyum manis. Ah mataku terasa segar melihat eye smile Joong Ki.

“Kaja, kita masuk hampir telat” ucapnya dan menarik tanganku masuk kampus. Aku tertegun melihat tangan kami bertautan. ‘Tuhan aku sangat senang!’. Aku tersenyum dan balas menggandeng tangannya. Dalam otakku tak ada sesuatu hal lagi. Hanya terisi dengan SONG JOONG KI.

Kyu Hyun pov

Siapa namja itu, bisa-bisanya dia menggandeng tangan orang yang sudah punya suami. Ingin rasanya aku menghampiri mereka dan melepaskan tautan tangan mereka.

Aish, apakah sekarang aku seperti orang yang sedang cemburu?. Menyebalkan!.

Aku menyetir dengan hati yang kesal. Entah kenapa aku kesal.

Apakah namja itu pacarnya?, berani-beraninya dia berselingkuh. Dulu saja aku mengatakan kalau dia selingkuh, dia mengelak mati-matian, tapi apa sekarang, bahkan sekarang dengan beraninya dia menunjukan perselingkuhannya dihadapanku.

Aku memukul setir mobilku kesal. ‘Dasar Tukang Selingkuh’, umpatku kesal.

Author pov

Kyu Hyun tak bisa berkonsentrasi dalam kerjanya membuat dia frustasi.

“Aaagh, ada apa denganku. Kenapa aku terus memikirkan yeoja penyelingkuh itu” serunya frustasi.

“Siapa yang berselingkuh?” Chang Min sahabat sekaligus sekertarisnya tiba-tiba sudah didepan meja Kyu Hyun.

“YAK, kau tidak tahu sopan santun hah? Tak bisakah kau mengetuk pintu dulu, sekertaris Shim” pekik Hyun Ji kesal.

“Aku sudah mengetuk pintu SAJANGNIM, tapi SAJANGNIM tidak mendengarnya” ucap Chang Min menekan kata ‘Sajangnim’.

“Aish, sudahlah. Kau mau apa datang keruanganku?

“Aku ingin mengajakmu makan Kyu-ya, kaja sudah istirahat makan”

Kyu Hyun melihat jam tangannya dan berdiri. Dilangkahkan kakinya keluar dari ruangannya, Chang Min mengikuti Kyu Hyun dari belakang.

“Ada apa denganmu Kyu Hyun-a?” tanya Chang Min menyetir mobil Kyu Hyun.

“Naega Wae?” balas Kyu Hyun setengah berteriak. Moodnya masih belum stabil.

“Yak, seharusnya aku yang bertanya seperti itu?” pekik Chang Min.

Kyu Hyun tidak menjawab, malah dia diam. Dia juga bingung kenapa emosinya meledak-ledak seperti ini. Chang Min pun juga diam. Dia tahu kalau Kyu Hyun lagi tidak ingin menjawab atau bercerita dengannya. Jadi mereka diam saja sepanjang perjalanan.

Sesampai direstoran langganan mereka, mereka turun dan masuk kedalamnya. Setelah masuk, mereka duduk ditempat kosong yang tersedia.

Setelah memesan makanan, mereka masih dalam keadaan berdiam diri. Chang Min mendengus kesal dan menoleh kearah lain, sangat tidak enak melihat wajah menyebalkan Kyu Hyun. Dia menyipitkan mata ketika melihat wajah seseorang yang seperti dikenalinya.

“Kyu Hyun-a bukankah itu istrimu?” ucap Chang Min pelan tapi masih dapat didengar Kyu Hyun. Dia sangat sensitive mendengar kata ‘istrimu’.

Kyu Hyun menoleh kearah pandangan Chang Min, dia menajamkan pandangannya. Dan tak salah lagi dia melihat istrinya sedang duduk dengan namja yang dia lihat pagi tadi. Seketika kepalanya mengeluarkan asap (?), ketika melihat istrinya yang tertawa bahagia, namja dihadapan istrinya juga seperti itu.

Tak menunggu lama, Kyu Hyun berdiri dengan cepat menghampiri kedua makhluk Tuhan yang masih asik mengobrol tak menyadari ‘dewa kematian’ menghampiri mereka.

Kyu Hyun segera menarik lengan Hyun Ji kasar, membuat Hyun Ji berdiri kaget.

“Kyu Hyun-a” gumamnya.

Kyu Hyun tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia menatap Joong Ki dengan pandangan membunuh dan menyeret (?) Hyun ji kasar keluar dari restoran itu, tak dihiraukan teriakan Joong Ki yang memanggil istrinya malah dia mengeratkan cengkramannya di lengan Hyun Ji dan membuat Hyun Ji meringis sakit.

Dihempaskannya Hyun Ji kedalam mobilnya dan membanting pintu mobil, setelah itu dia berputar dan duduk di tempat kemudi.

“Kyu Hyun-a pelan-pelan menyetirnya. Kau ingin kita mati hah?” ucap Hyun Ji bergetar. Dia ketakutan dengan cara Kyu Hyun menjalankan mobil. Sangat kencang!.

Tapi Kyu Hyun tak menghiraukan tetap menjalankannya mobilnya dengan kecepatan sama.

Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit yang sebenarnya harus dilalui dengan makan waktu 30 menit. Mereka sampai dirumah mereka.

Kyu Hyun lagi-lagi menarik Hyun Ji keluar dari mobil, dan membawa Hyun Ji kekamarnya. Hyun Ji mulai takut.

“Kyu.. Kyu Hyun-a, ke.. kenapa kau membawaku kemari?” ucap Hyun Ji takut-takut.

Kyu Hyun membanting Hyun Ji dikasurnya dan menindih Hyun Ji, dalam hitungan sedetik bibir mereka sudah bertemu. Hyun Ji membelalakan matanya terkejut.

TBC

Comment!
Jika ingin ceritanya berkelanjutan, mohon jangan jadi Siders oke!!

21 thoughts on “[Freelance] Omma Where’s Appa Part 3

  1. huwaaaaa.
    holla thor bru liat ff ini.
    daebak!!
    ehm..ehm mereka mau buat adek buat kyunie ya.
    hahaha
    kyuhyun udah mulai jatuh cinta tuh.
    aku tunngu part lanjutanya,jgn lama.

  2. Haha mian author aku kbiasaan komen di akhir, ceritanya menarik, kyuhyunnya udah mulai suka sma hyun ji ya ^^ lanjutkan hehe

  3. Huuu abang evil lg di bakar cemburu, hrus sgera mengungsi kekeke^^
    aish knp Jukyu ngeganggu m0men romantis’ny, pdhl dikit lg sampe(??)
    yg jlas ni neomu daebak!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s