Grow a day older together

grow a day older together

Author                                     :  @Marwahaha (my twitter follow yah nanti mention untuk follback)

Title                                         : Grow a day older

Main cast                                : Lee Donghae

Shin chae kyeong (OC)

Genre                                      : romance

Rating                                      :PG

Length                                     : Chapter/ series

Catatan dariku                                    : sebenernya ini terinspirasi dari pas baca novel dee lestari rectoverso, yg judulnya grow a day older tapi,ini bukan plagiat loh karena part selanjutnya itu bertolak belakang banget. Oh,iya aku juga butuh respon dari kalian semua and please visit koreanfictionfans.wordpress.com (blog-ku yang sepi akan pengunjung) and sorry for the typo everywhere! Cause, I’ve tried my best…

Ff ini akan berlanjut tergantung respon-nya para reader. Da,ah aku kelamaan! Bawel

Happy Reading semuanya and thank you to admin for publish it

*PROLOG

“ we spend one day together as whatever”

Aku ingat detik pertama kita berkenalan , saling menatap selama beberapa detik. Dan kamu seseorang yang selalu terobsesi menjadi CEO muda seperti appa-mu. Sekalipun aku selalu berkata bahwa kamu,lebih cocok jadi seorang idol dari pada CEO.

Kamu seseorang yang tak pernah mengenal kata ‘menyerah’. Kamu juga seseorang mengajari-ku membaca partiture. Tuhkan kamu cocok jadi idol.

Dan aku mendeskripsikan kamu CEO berjiwa idol.

Kita berdua sama-sama tidak pernah suka membina hubungan serius. Bagi kita terkadang lebih baik begini.

“Donghae-ah! Apakah kau akan pulang malam lagi?” tanyaku. Yang sudah layak seperti seorang istri. Even though I’m just living with you.

“Ne, jangan menungguku ! aku tak yakin apakah aku akan pulang atau tidak”. Jawabnya santai

“Lantas bagaimana,aku tidur?” tanyaku balik.

Yah  entah sejak kapan urusan tidur menjadi begitu sulit. Saat tidur aku benar-benar membutuhkan kehadirannya. Siluet punggungnya wajib aku peluk saat tidur. Walau mungkin saat aku bangun tadi dia sudah tak ada lagi disisiku. Ritual menjelang tidur memeluk punggungnya adalah wajib!.

************

Aku ingat saat itu, saat pertama kali memutuskan tinggal bersama di apartemen-nya yang sangat besar. Dan aku menjadi seseorang yang sangat norak! Dengan segala fasilitas canggih yang ada didalam-nya.

Saat pertama pindah terjadi penyambutan yang sangat lucu dan menjadi awal candu-ku akan punggung Donghae.

Saat itu seluruh kota Seoul mengalami pemadaman listrik. Tidakkah ini lucu?, Kota metropolitan sebesar seoul mengalami pemadaman listrik selama hampir 18 jam. berapa banyak aktivitas yang terhenti?, berapa banyak kerugian yang dialami satu perusahaan ? selama satu hari penuh.

Saat malam datang aku,menjerit seperti orang yang mengalami trauma. Karena jujur saja aku benci gelap. Aku mengalami sesak bukan karena aku memiliki penyakit atau pernah trauma hanya,saja saat dunia gelap, aku merasa dunia seolah sempit, kecil dan jadi tak indah.

Sekedar untuk berbaring-pun aku enggan. Aku hanya memeluk lutut ingin memanggil seseorang namun,aku bingung, nama siapa yang harus aku sebut. Aku melihat donghae menghampiriku yang duduk sebari memeluk lutut dipinggiran ranjang.

Donghae menggenggam tanganku, menatap mataku seakan mencari teduhnya dalam mataku, dan lantas merengkuhku.

Aku lupa bagaimana akhirnya donghae memelukku dalam keadaan kita berdua sama-sama berbaring. Aku rasa ia yang menarikku agar terbaring diranjang yang sangat besar ini. Aku masih ingin menangis karena aku rindu appa dan eomma-ku.

Aku meminta donghae berbalik, aku malu menangis dihadapannya. Tanpa tanya kenapa, ia berbalik aku segera melingkari lenganku dipinggangnya. Menempelkan kepalaku dipunggungnya. Lantas donghae memegang lenganku yang berada dipinggangnya, menariknya sampai keperut. Lama dengan posisi seperti ini sampai tangisku mulai memelan dan reda. Dan aku terlelap.

Dan hangat adalah satu-satunya definisiku untuk punggung lee donghae!

“akan aku usahakan untuk pulang cepat!” jawabnya seraya mengecup keningku. Tuhkan aku sudah tampak seperti istrinya.

Aku dan donghae sama-sama benci hubungan serius. Tapi mungkin akan terasa naif jika aku berkata tidak menginginkan posisi pertama dihati donghae. Karena jujur saja aku sedikit takut ketika harus berpisah dengan donghae.

Ah, ani bukan berpisah tapi lebih tepatnya terusir karena bagaimanapun aku adalah parasit. Waktunya kapan aku tidak tahu hanya tinggal menanti momentum yang tepat untuk donghae suarakan. Sebelum momentum itu terjadi aku harus segera sadar diri.

Dan bagaimana aku mengenal donghae  dan bagaimana donghae mengajakku move in di apartmenen-nya akan aku segera dimulai.

—-TBC—

2 thoughts on “Grow a day older together

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s