[Freelance] Only You

only you

 

 

Judul                          :           Only YouAuthor                        :           Nurlaily Ramadhani

Genre                         :           Sad, romance, happy

type

Cast                            :           *Han Nam Mi

                                                *Shin Soo Hee

                                                *Cho Kyu Hyun

                                                *Park Jung Soo

*others

***

Pagi itu di kota Seoul sangat cerah. Karena kota Seoul sedang mengalami musim panas. Namun, cerahnya kota seoul tidak sedikitpun berpengaruh kepada yeoja yang satu ini. HAN NAM MI. Yeoja yang baru berumur 20 tahun, kuliah di salah satu universitas seoul yang cukup terkenal.

Dari kelas 1 SMA dia sudah menyukai seorang namja tampan bernama PARK JUNG SOO. Tidak hanya tampan, namja ini sangat pintar dalam bidang akademik maupun non akademik, 2 kali menjabat sebagai ketua osis disekolahnya dulu. Wanita mana yang tidak menyukai namja yang satu ini

Sudah 2 tahun Han Nam Mi berpisah dengan namja ini setelah kelulusan SMA nya. Memang 2 tahun tidak begitu lama. Tapi, bagi Nam Mi 2 tahun terasa 2 abad. Mereka kuliah di universitas yang berbeda, tentu saja membuat hati Nam Mi selalu galau ketika memikirkan namja itu. Nam Mi selalu memikirkan hal-hal yang tidak mungkin terjadi menurutnya dan berkhayal bisa selalu berada disamping namja yang disukainya itu sejak kelas 1 SMA.

# Han Nam Mi POV

“Apakah mungkin aku harus melupakannya dan mencari namja lain ?” pikirnya dalam hati. “Andwae, Andwae, Andwae.. Aku tidak boleh melupakannya. Aku sangat mencintainya walaupun mungkin dia tidak mencintaiku. Jangan Han Nam Mi, jangan pernah melupakan Park Jung Soo. Aku yakin, suatu saat nanti aku pasti bertemu dengannya lagi. Hmm, bagaimana kabarnya saat ini ? Apakah dia sudah makan ? Apakah dia sudah mempunyai yeojachingu ? Semoga saja belum. Ya tuhan.. Tolong izinkan aku untuk bertemu dengannya lagi. Aku sangat merindukannya ya tuhan.. aku mohon !” Sambungnya dalam hati dan seketika itu juga air mata membasahi pipiku.

“Hei !” Seorang yeoja mengagetkanku, otomatis langsung ku hapus air mataku yang sempat membasahi pipiku. “Kau menangis ?” sambungnya.

“Aahh, tidak Soo Hee. Hehe.” Jawabku sambil memberikan senyuman kepadanya.

Ya, yeoja ini bernama Soo Hee, Shin Soo Hee lengkapnya. Dia adalah sahabat terbaikku dari SMP hingga saat ini. Bukan, bukan sahabat. Tapi aku merasa aku dan dia sudah menjadi saudara kandung yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. SMP, SMA dan universitas kuliah pun sama. Rasanya tidak sanggup kalau aku harus kehilangan sahabat seperti dia ini. Dia masih jomblo, padahal dia sangat cantik menurutku. Banyak namja yang sudah mencurahkan isi hatinya kepada dia. Aku bingung kenapa dia selalu menolak namja namja itu. Katanya sih belum ada yang pas dihati. Haha, Soo hee.. Soo Hee..

Segala permasalahanku baik itu suka maupun duka ku ceritakan padanya. Begitu juga sebaliknya. Sampai-sampai, aku menyukai seorang namja yang sudah 5 tahun ini dia pun juga tahu. Dia adalah orang pertama yang tahu akan hal ini.

“Yaa.. Jangan bohong padaku Nam Mi. Matamu merah. Kau pasti habis menangis. Jangan-jangan, kau mengingat-ingat Park Jung Soo lagi yaa ? yolaah Nam Mi.. Hehe.” Katanya setengah menggoda dan memberikan ekspresi muka yang lucu.

“Aaaa.. Sudahlah Soo Hee. Tak usah ku jawab pasti kau sudah tau jawabannya, kan ?” jawabku sedikit tersenyum.

“Kau memang selalu begitu Nam Mi. Berhentilah memikirkannya. Masih banyak namja lain diluar sana. Jangan terlalu sering menggalau. Tidak baik tau.” Katanya. Haaahhh, ternyata dia sangat perhatian padaku.

“Hmm, ne, ne Soo Hee. Aku akan mencoba” sahutku.

“Fighting Nam Mi. Aku yakin kau bisa !” Katanya menyemangatiku. “Nam Mi, kita jalan-jalan yu. 2 minggu libur kuliah jangan disia-siakan.”

“Memang mau kemana ?” Sahutku.

“Kita jalan-jalan disekitar sini sajalah. Jalan kaki sambil olahraga. Hehehe.” Katanya

“Okelah.” Jawabku.

#Author POV

Nam Mi dan Soo Hee berjalan-jalan mengitari toko-toko yang berjejer disepanjang jalan. Sedang asyik bercanda tawa, tak sengaja Nam Mi menabrak seorang namja yang berjalan berlawan arah darinya.

“Mianhae, Jeongmal mianhae.” Kata Nam Mi dengan nada menyesal sambil mengulurkan tangan untuk membantu namja itu berdiri.

“Ne, gwaechana” jawab namja itu singkat sambil berdiri dan membersihkan bajunya yang kotor.

“Hah, kau ?” kata Nam Mi terkejut. “Kau, kau Cho Kyu Hyun ?” Sambung Nam Mi terbata-bata.

“Kau, Han Nam Mi ?” kata kyuhyun balik bertanya kepada Nam Mi yang juga menunjukkan ekspresi terkejut.

“Ya, aku Han Nam Mi. Kau Cho Kyu Hyun, kan ?” kata Nam Mi memastikan.

“Iya, aku kyuhyun. kyyaaaaaaa” jawab kyuhyun sambil berteriak dan langsung memeluk erat Nam Mi.

“Kyu, tolong lepaskan !” kata Nam Mi sedikit membentak.

“Aaah Nam Mi, Mianhae. Aku sangat merindukanmu.” Kata kyuhyun sambil tersenyum. “Kau, Soo Hee kan ?” sambung kyuhyun sambil menunjuk ke arah Soo Hee.

“Ya, aku Soo Hee. Ternyata kau masih ingat padaku. Aku kira kau hanya mengingat Nam Mi. Hehehe” jawab Soo Hee sambil nyegir ke kyuhyun.

“Mana mungkin aku lupa dengan kalian” kata kyuhyun.

#Cho Kyu Hyun POV

Terlalu lelah hari ini karena aku harus membantu appaku memindahkan barang-barang yang ada ditoko. Ya… Aku tidak melanjutkan kuliahku, karena keluargaku 2 tahun yang lalu mengalami kebangkrutan perusahaan yang sangat besar. Sehingga rumah, mobil, dan segalanya di ambil. Dan selama 1 tahun terakhir inilah kami hidup disebuah toko dan sebuah rumah yang cukup sederhana Sedikit refreshing, aku meminta izin kepada appaku untuk jalan-jalan sebentar.

Sambil jalan-jalan, tiba-tiba handphone ku berbunyi. 1 pesan baru telah menghiasi layar handphone ku. Ku buka dan ku baca isi pesan itu. Sedang asyik membaca tiba-tiba aku menabrak seorang yeoja yang berjalan berlawan arah dariku. Anehnya, malah aku yang terjatuh. Dia meminta maaf kepadaku dan membantuku untuk berdiri.

Astaga, aku tak percaya akan hal ini. Apakah yeoja yang baru saja aku tabrak tadi adalah Han Nam Mi. Yeoja yang sudah lama ku kenal dari kelas 1 SMA dan ku suka. Sungguh, dia bertanya padaku apakah aku Cho Kyu Hyun, akupun juga bertanya balik untuk memastikan apakah dia Han Nam Mi. Ternyata dia benar-benar Han Nam Mi. Saking senangnya, tanpa ku sadari langsung ku peluk erat dia. Dia sedikit membentakku. Kulepaskan pelukanku dan meminta maaf kepadanya. Sungguh, mimpi apa aku semalam, aku sangat senang hari ini.

Dia bersama seorang yeoja yang sudah lama ku kenal juga. Shin Soo Hee. Ya, dia adalah sahabat akrab Han Nam Mi. Memang, mereka berdua sama cantiknya dan sama pintarnya. Tapi, kenapa aku hanya terpikat pada satu orang yeoja ini, Han Nam Mi.

Itulah Nam Mi. Sudah berapa kali aku memintanya agar dia menjadi pacarku. Tetapi dia selalu menolakku dengan alasan yang sama “Mianhae kyu. Aku tidak bisa menerimamu, Aku benar-benar tidak bisa”, kapan kamu bisa menerimaku Nam Mi. Dari kelas 1 SMA hingga saat ini 5 tahun sudah berlalu, dan 2 tahun lamanya berpisah dan tidak bertemu sejak kelulusan, aku hanya memikirkan yeoja ini. Tidak ada yeoja lain yang ku pikirkan dan ku sayang selain Nam Mi. Tapi satu yang membuat aku sering sakit hati kepadanya. Ku dengar, dia dari kelas 1 SMA sudah menyukai seorang namja yang seangkatan dengan kami, yaitu Park jung Soo. Dan saat aku tahu akan hal itu, aku pun juga tahu alasan mengapa Nam Mi selalu menolakku. Memang aku sangat cemburu akan hal itu. Tapi aku selalu berusaha untuk mendapatkan hatinya.

Park Jung Soo. Dia tampan, dia pintar, tidak kalah denganku yang hanya beda 11-12 dengannya. Tapi, kenapa Nam Mi hanya terpikat pada namja itu, tidak dengan aku. Padahal Namja itu sangat cuek kepada Nam Mi walaupun hanya senyum sesekali kepada Nam Mi. Sampai kapanpun aku akan tetap menyayangi Nam Mi. Aku yakin, aku pasti mendapatkannya.

“Kalian mau kemana ?” tanyaku.

“Kami Cuma jalan-jalan kyu. Memanfaatkan waktu libur kuliah.” Jawab Soo Hee.

“Oohh.. Kalian sudah makan belum ? kalu belum kita makan di restoran itu yu !” ajakku kepada dua orang yeoja cantik ini dan sambil menunjuk ke salah satu restoran yang terdapat disekitar toko ini.

“ayolah, Aku koq yang traktir kalian berdua. Tenang saja.” Sambungku sambil menarik pelan lengan mereka berdua.

“Tidak usah kyu, merepotkanmu.” Jawab Nam Mi.

“Tidak koq. Malah aku sangat senang. Ayolaahh. Lagipula kita sudah lama kan tidak bertemu.” Kataku setengah memohon.

“Baiklah, kyu. Benar tidak apa kan ?” Kata Nam Mi memastikan.

“Iya.” Jawab kyuhyun tersenyum.

 

#Han Nam Mi POV

Kyuhyun mengajakku dan Soo Hee untuk makan disalah satu restoran yang terdapat disekitar toko-toko ini. Memang baik namja yang satu ini. Dari dulu sampai sekarangpun dia tetap perhatian kepada aku dan Soo Hee. Terutama kepadaku.

Sambil makan, aku tetap memandangi wajah kyuhyun. Ternyata dia sangat tampan. Ya, dia tidak kalah pintarnya dengan Park Jung Soo. Tapi kenapa aku hanya tertarik pada Park Jung Soo ketimbang dengan Cho kyu Hyun. Dari dulu kyuhyun selalu mengungkapkan perasaannya padaku. Tapi, aku selalu menolaknya. Berkali-kali. Dia orang yang tidak mudah menyerah. Aku sebenarnya kasihan kepada kyuhyun. Kenapa dia menyukaiku. Padahal dari dulu aku bisa dibilang cuek kepadanya. Aku salut dengannya. Apakah sekarang dia masih seperti dulu, atau dia sudah memiliki yeoja lain dihatinya ? entahlah.

“Nam Mi, Bengong lagi yyaaaa ??” Soo Hee mengagetkanku lagi.

“hah, apa ? kau ini selalu mengagetkanku ketika aku sedang memikirkan sesuatu, Soo Hee.” Kataku kepada Soo Hee

“Dari tadi kuperhatikan kau memnadangi kyu terus. Emang apa sih yang kamu pikirkan ? hahaha.” Kata Soo Hee sedikit menggodaku. Aahhh, memang ini kebiasaannya, mengagetkanku, menggodaku. Huh !

“aahh, diam kau Soo Hee.” Kataku sambil cemberut.

“Sudah, sudah. Kalian ini dari tadi ribut melulu. Ayo dimakan makanannya. Nanti dingin lo.” Kata kyuhyun yang sedari tadi asyik mengunyah makanannya.

“Ah, iya kyu, Maafkan kami.” Sahut Nam Mi.

#Author POV

            Mereka bertiga dengan cepat menghabiskan makanan mereka masing-masing. Tidak cepat beranjak, mereka bertiga mengobrol.

“Sudah kenyang ?” tanya kyuhyun kepada Nam Mi dan Soo Hee.

“Sudah !” jawab Nam Mi dan Soo Hee bersamaan.

“Bagaimana kabar kalian ?” tanya kyuhyun lagi.

“aku baik-baik saja, kyu !” jawab Soo Hee sambil tersenyum riang.

“dan kamu, Nam Mi ?”

“aah, keadaanku seperti yang kau lihat sekarang, kyu.” Jawab Nam Mi senyum tipis.

“Emm, syukurlah kalau kalian berdua baik-baik saja.” Kata kyuhyun sambil tersenyum lebar. “Nam Mi, boleh aku tanya sesuatu ?” sambung kyuhyun yang bertanya kepada Nam Mi.

“tanyakan saja kyu.” Jawab Nam Mi sambil tersenyum.

“Apakah kau sudah mempunyai namja ( kekasih ) ?” tanya kyuhyun sambil menunjukkan ekspresi pengharapan.

“Buat apa kau menanyakan hal itu, kyu ?” Suara Nam Mi yang sedikit nada mengeras.

“Nam Mi, mianhae, mianhae, jeongmal mianhae. Kalau itu membuatmu marah sebaiknya tidak usah dijawab. Sekali lagi maafkan aku.” Kata kyuhyun sedikit menyesal.

“Kyu, jangan bertanya yang macam-macam kepada Nam Mi. Aku tau apa maksudmu bertanya akan hal itu. Sudahlah.” Kata Soo Hee lembut berbisik kepada kyuhyun. Kyuhyun mengangguk.

“Maaf kyu, aku membentakmu.” Kata Nam Mi sambil menundukkan kepalanya.

“Gwaechana Nam Mi. Aku yang harusnya minta maaf karena aku tidak tau situasi.” Kata kyuhyun. “aku bayar dulu ya ke kasir,” sambung kyuhyun lagi sambil berdiri.

“Ne,” jawab Nam Mi.

————-

Tak berapa lama, kyuhyun datang lagi menghampiri soo hee dan nam mi. Mereka bertiga segera keluar dari restoran tersebut.

“Makasih kyu atas makanan dan bayarannya,” kata nam mi tersenyum.

“ah, sama-sama.” Jawab kyuhyun tersenyum malu.

“kenapa kau, salting ya, hehe,” kata soo hee menggoda kyuhyun.

“yaa, apa-apaan kau ini,” jawab kyuhyun yang sambil menjitak pelan kepala soo hee.

“ah, sakit kyu. Mianhae, hehe “ jawab soo hee

“nam mi. Teruslah kau tersenyum. Hiasi hari-hari mu dengan senyuman. Kau sangat cantik ketika tersenyum.” Kata kyuhyun kepada nam mi.

“kau ini kyu, bisa saja. Hehehe. Iya kyu, aku akan selalu mencoba utk menghiasi hari-hariku dengan senyuman, gomawo semangatnya “ jawab nam mi sambil tersenyum lagi.

“iya. nam mi, soo hee, aku balik ke toko dulu ya untuk membantu appaku disana.” Kata kyuhyun.

“dimana toko appamu ?” kata soo hee

“dekat saja dari sini. Kalian tinggal lurus aja dari sini, terus ada perempatan kalian belok kiri. Tepat disamping salon dizz itulah toko appaku.” Kata kyuhyun. “aku balik dulu ya, bye !!” sambungnya lagi sambil melambaikan tangannya kepada dua orang yeoja yang cantik ini.

“Hati-hati kyu.” Kata nam mi sedikit berteriak.

#Park Jung Soo POV

Aku senang dengan kehidupanku sekarang ini. Walaupun dari keluarga yang sederhana, tapi aku selalu berkumpul, bercanda tawa bersama orang-orang yang aku sayangi, terutama kedua orang tuaku. Aku senang melihat kedua orang tuaku selalu tersenyum kepadaku. Karena, setiap tahun aku selalu mendapatkan beasiswa. Aku merasa segalanya sudah ku dapatkan, membahagiakan orang tua pastinya. Tapi satu yang masih belum bisa ku dapat. Yaitu seorang yeoja.

Dari kelas 1 SMA sebenarnya aku sudah menyukai seorang yeoja cantik. Tidak hanya cantik menurutku, tapi dia juga pintar. Selama 3 tahun SMA aku dan dia selalu satu kelas, lengkapnya kelas unggulan ( kumpulan orang-orang pintar ). Kalau boleh ku ungkapkan, namanya adalah Han Nam Mi. Han Nam Mi mempunyai seorang sahabat yang sangat dekat, namanya Shin Soo Hee. Aku juga 3 tahun satu kelas dengannya. Dia juga cantik, tak kalah cantik dari Nam Mi, dan juga pintar. Tapi kenapa aku hanya terpikat pada han nam mi. Ada 1 orang namja juga yang selama 3 tahun 1 kelas juga denganku, yaitu cho kyu hyun. Dia namja yang tampan. Ku dengar dia juga menyukai han nam mi. Berapa kali dia meminta han nam mi utk jadi pacarnya tapi selalu ditolak. Apa alasannya, aku juga tidak tahu.

Kenapa dulu, 3 tahun SMA dan selalu 1 kelas, aku selalu bersikap dingin padanya, walau hanya memberikan senyuman sesekali padanya. Aahhh, pabo ! Kenapa aku menyia-nyiakan hal yang sangat berharga bagiku. Dulu, banyak yeoja yeoja cantik mendekatiku, bahkan banyak sekali yang meminta aku untuk jadi pacar mereka. Tapi, aku menolak mereka semua. Karena aku hanya mencintai 1 orang yeoja saja, yaitu han nam mi. Aku juga tidak tau pasti bagaimana perasaannya kepadaku. Sepertinya dia juga mempunyai perasaan yang sama padaku dulu. Aku sangat senang ketika aku mendapati bukunya yang bertuliskan “AKU CINTA PARK JUNG SOO”, ahh, sungguh menyenangkan rasanya. Tapi apakah setelah 2 tahun lamanya kami berpisah dia masih memendam rasa yang sama ?

“Jung soo, dari dulu kami tidak pernah melihat yeoja mu, hehe.” Kata eomma menggodaku.

“ah, bukan begitu eomma. Aku memang masih mencarinya. Tenang saja eomma, nanti bila aku sudah mendapatkannya akan ku kenalkan dengan eomma. appa.” Kataku sambil tersenyum melihat tingkah kedua orang tuaku ini.

“Kau jangan hanya terpaku dengan pelajaran saja. Bukalah dirimu untuk mendekati seorang yeoja yang benar-benar kamu cintai. Diapun juga begitu.” Kata appaku sambil menepuk nepuk pundakku.

“iya appa.” Jawabku.

“Banyak yeoja yeoja cantik yang mendekatimu, kenapa semuanya tidak ada yang kau terima dari salah satunya. Kau ini,” kata eomma menggodaku lagi.

“ah, eomma. Berhenti mengodaku dengan kata-kata seperti itu. Aku mencari seorang yeoja yang benar-benar membuat aku bahagia nantinya eomma !” jawabku tegas sambil tersenyum.

“bagus, appa percaya kau pasti mendapatkan yang terbaik, jung soo.” Kata appaku tersenyum, yang ku balas dengan senyuman juga.

Yah, aku bingung kemana aku harus mencari yeoja yang benar-benar aku cintai itu. Aku hanya ingin tau kabarnya saja. Kalau sekarang dia sudah mempunyai seorang namja, apa boleh buat. Salahku sendiri kenapa aku menyia-nyiakan cintaku dulu.

Aku mencoba membuka layar i-phone ku, aku buka akun twitter ku ya, yang mungkin saja aku terkadang kadang menggunakannya pada waktu senggang. Ku buka profil akun twitter han nam mi. Ternyata dia tidak memfollow ku. Aku pun juga tidak memfollownya. Ah, pabo ! kenapa tidak dari dulu aku memfollow twitternya. Ku lihat tweets nya. Hampir semua tweets itu bermaksudkan seorang namja. Aku setengah cemburu sebenarnya ketika aku membaca tweets nya. Tapi, ada satu tweets nya yang membuat aku tersenyum, “DARI DULU AKU MENCINTAI SEORANG NAMJA. DIA SANGAT TAMPAN DAN JUGA PINTAR. SELALU SATU KELAS DENGANKU. TAPI KENAPA DIA SELALU BERSIKAP ACUH TAK ACUH DENGANKU WALAUPUN HANYA TERSENYUM SESEKALI PADAKU. AKU SEKARANG MERINDUKANNYA, SANGAT MERINDUKANNYA. KAPAN AKU BERTEMU DENGANNYA LAGI TUHAN ?” ya, tweets itu sudah 4 bulan yang lalu. Dia memang termasuk orang yang jarang online. Aku yakin betul siapa namja yang dia maksud ( maksudnya aku ). Tapi apakah perasaan 4 bulan yang lalu masih sama juga ? entahlah . aku memfollownya dan mengirim mention ke dia “NAM MI, INI AKU JUNGSOO, KAU MASIH INGAT PADAKU KAN. TEMAN SEKELASMU DULU. KU HARAP KAMU BISA MEMFOLLBACK AKU. GOMAWO !” ya, itulah kalimat yang ku kirim ke dia lewat mention itu. Ku harap dia membacanya.

———–

#Han Nam Mi POV

Hari ini aku akan online seharian. Siapa tahu, aku mendapatkan sesuatu yang sedang aku cari sekarang. Terus ku buka website, blog, wikipedia, dan hal lainnya untuk menambah sesuatu dalam memori otakku. Aku sambil membuka akun twitter ku yang sudah lama tidak terurus selama 4 bulan lamanya. Dulu saat kelas 3 SMA aku sempat memfollow twitternya park jung soo, tapi sehabis itu langsung ku unfollow lagi karena aku tidak berani. Tapi, saat ku buka akun twitterku, dan aku lihat siapa-siapa saja followers ku yang minta di follback, aku melihat salah satu dari puluhan followers yang sangat ku kenal itu akun siapa. Ya,  baru kemarin dia memfollow ku dan meminta aku untuk di follback, kata-katanya seperti ini “NAM MI, INI AKU JUNGSOO, KAU MASIH INGAT PADAKU KAN. TEMAN SEKELASMU DULU. KU HARAP KAMU BISA MEMFOLLBACK AKU. GOMAWO !”

Hah, Jung Soo, apakah benar ini jungsoo, ataukah aku hanya bermimpi. Ku Follback dia dan langsung kumlihat profil dirinya. Ternyata benar. Ini benar-benar jungsoo. Ku kirim mention ke akun twitternya, “AH, IYA, AKU MASIH MENGINGATMU JUNGSOO. TERIMAKASIH KAU MASIH MENGINGATKU DAN MEMFOLLOW TWITTER KU. TANPA HARUS KAU MENTION AKU PUN SUDAH MEMFOLLBACKNYA. AKU SANGAT SENANG.”

Ah, mungkin hari ini aku akan betah online seharian di depan laptop tercintaku ini. Tak menunggu lama selang beberapa menit, mention ku dibalas oleh jung soo. Akhirnya aku dan jungsoo pun saling berbalas mention di twitter.

“GOMAWO NAM MI. AKU JUGA SANGAT SENANG.” Kata jung soo

“SAMA-SAMA JUNGSOO,” jawabku

“BAGAIMANA KABARMU SEKARANG ? BAIKKAN ?”

“NE. AKU BAIK-BAIK SAJA. KAMU ?”

“AKU SAMA SEPERTIMU, NAM MI. OH YA, KAMU SEKARANG TINGGAL DIMANA ?”

“AKU SEKARANG TINGGAL DI INCHEON, KAMU ?”

“AKU MASIH TINGGAL DITEMPAT YANG DULU, GYEONGSANG. NAM MI, BISAKAH KITA BERETEMU. AKU RINDU PADAMU ?”

Mwo ??? Jungsoo rindu padaku ?? apakah itu benar. Aahh, sepertinya ini tidak mungkin. Aku tidak percaya ! tapi sebenarnya aku sangat senang menyaksikan hal ini. Sempat 5 menit aku menunda balasan mention dari jungsoo karena aku sangat terkejut dengan apa yang ditulis jungsoo dalam mention itu.

“KAU RINDU PADAKU ? AHAHA, BERCANDA KAU JUNGSOO !” jawabku meyakinkannya.

“NAM MI. AKU SERIUS. BISAKAH KITA HARI INI BERTEMU ?”

Sumpah, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Rasanya aku ingin berteiak sekeras mungkin didalam kamarku ini. Tapi aku takut kalau eomma memarahiku, atau dia bisa saja bilang kepadaku apakah aku sudah tidak waras. Ku balas lagi mention dari jungsoo.

“BENARKAH ? AH, BISA, BISA KOK KITA HARI INI BERTEMU. DIMANA DAN JAM BERAPA ?” jawabku.

“DITAMAN KOTA SAJA YA. KAU TAU KAN TAMAN ——, AKU AKAN MENUNGGUMU DISANA JAM 3 SORE. KALAU BISA KAU TIDAK USAH MEMBAWA SIAPA-SIAPA,”

Ah, di taman. Taman itu. Aku dengar-dengar, taman itu adalah taman cinta. Soalnya ditaman itu banyak sekali sudah kejadian kalau seorang namja menembak seorang yeoja disana akan diterima ( sepasang kekasih ). Aku jadi gugup. Aku sudah GR duluan. Huh.

“NE,”jawabku singkat di mention itu. Setelah itu dia tidak ada lagi membalas mentionku. Mungkin dia sudah offline.

—-

Jam sudah menunjukkan hampir pukul 3 sore. Aku segera bersiap-siap dengan dandanan sederhana. Ya, karena aku tidak suka terlalu berfashion. Aku selalu tampil seadanya saja. Aku pamit dengan eomma ku.

“eomma, aku mau bertemu dengan teman lamaku.”

“Jangan sampai malam ya. Hati-hati.” Kata eomma menasehatiku.

“ne, eomma ! aku pergi dulu, bye !” kataku sambil mengecup pipinya.

Aku sudah sampai di taman yang dimaksud jungsoo. Ku cari sesosok namja itu, namun tidak juga ku temukan. “Apakah dia mengerjaiku. Apakah tadi itu bukan jungsoo yang membalas mentionku ?” beribu-ribu pertanyaan kecewa melayang layang diotakku. Aku tertunduk lemas disana. Tapi, tiba-tiba saat aku tertunduk lemas di sebuah kursi yang terdapat di dekat mobilku ada seseorang yang menutup mataku dari belakang. “Tangan ini, seperti tangan seorang namja,” kataku dalam hati. “siapa kau,?” kataku sedikit keras dan mencoba melepaskan tangan itu dari mataku. “Jung Soo ?” Aku tercengang kaget saat melihat seorang namja didepanku ini adalah jungsoo. “Ah, Mianhae. Aku kira tadi seseorang yang ingin mencelakakanku, jeongmal mianhae,” kataku sedikit menyesal sambil duduk kembali.

“Ah, gwaechana. Maaf aku terlambat,” katanya dengan senyuman indah dan lesung pipit disebelah kirinya menambah aku ingin selalu menatap wajahnya.

“iya., aku kira kau menipuku “ kataku sedikit malu

“Hah, mana mungkin aku menipu yeoja secantik kamu, Nam Mi !” katanya sambil duduk disampingku. Ya, tepat disampingku.

Apa, cantik katanya. Dia mengucapkan kata itu didepanku ? Jungsoo yang menurutku dulu dia adalah seorang namja polos, acuh tak acuh dengan keadaan sekitar, dan hanya menjawab pertanyaan pertanyaan secara singkat padat dan jelas. Kenapa jungsoo yang ada dihadapanku berubah 180 derajat dari yang dulu. Sungguh, aku tidak percaya.

“Cantik ? itu tidak benar jungsoo-aah !” kataku tertunduk malu. Aku malu menatapnya. Mungkin pipiku sekarang sudah memerah.

“Ahaha, jangan seperti itu nam mi. Kau dari dulu sampai sekarang tidak berubah, bahkan sekarang kau lebih cantik. Aku mengucapkannya dari hati nam Mi.” Katanya sambil tersenyum lagi. Aduuhh, lama kelamaan kalau disa memberikan senyum kepadaku terus, bisa-bisa aku mati dibuatnya.

“Kau, sekarang, juga sangat tampan,” kataku juga tak kalah dengan jungsoo.

“Beruntung namja mu memilikimu sekarang.” Katanya sambil menatap langit.

Apa katanya. Namja ?? Ah, jungsoo. Kau mengira aku sudah memiliki seorang namja. Jungsoo-aah, andaikan kau tau. Aku menunggumu selama 5 tahun. Tidak ada namja yang ku cintai selain kau jungsoo.

“mwo ? namja ? Jungsoo-ah. Aku dari dulu, sampai sekarang belum mempunyai seorang namja.” Kataku lemas.

“hah, tidak mungkin. Masa yeoja secantik dirimu tidak mempunyai seorang namja. Kenapa ?” katanya menatapku aneh.

“karena dari dulu aku masih menunggu seseorang yang sangat aku cintai. Tapi tak kunjung aku dapatkan. Mungkin aku tidak akan pernah mendapatkan hatinya. Tapi, sampai kapanpun aku akan tetap mencintainya.” Kataku lagi lemas tertunduk.

#Park Jungsoo POV

            Ah, aku terlambat sedikit untuk sampai ke taman. Karena eomma ku minta diantarkan dulu kerumah sakit untuk menjenguk temannya yang sakit. Mungkin yeoja itu telah menungguku di taman itu.

Sampailah aku di taman tersebut. Aku lihat seorang yeoja yang sepertinya dia sedang duduk lemas. Kenapa dia ? apakah dia sudah terlalu lama menunggu ku disini. Ah, aku menyesal. Langsung ku hampiri dia dari belakang. Ku tutup matanya. Sepertinya dia terkejut.

“siapa kau,?” tanyanya, aku hanya tersenyum yang masih menutupi matanya dari belakang. Dia mencoba mengalihkan tanganku dari wajahnya. Dia langsung menoleh berbalik kearahku, “Jung Soo ?” katanya kaget. Aku lagi-lagi hanya tersenyum kepadanya. Ah, dia sangat cantik. Cantik natural seperti dulu. “Ah, Mianhae. Aku kira tadi seseorang yang ingin mencelakakanku, jeongmal mianhae,” katanya dengan kata sedikit menyesal karena telah membentakku tadi.

“Ah, gwaechana. Maaf aku terlambat,” kataku sedikit menyesal.

“iya., aku kira kau menipuku “ katanya sedikit malu.

“Hah, mana mungkin aku menipu yeoja secantik kamu, Nam Mi !” kataku sambil duduk disampingnya. Sedikit menggodanya. Sepertinya dia malu. Karena tertampak jelas pipinya memerah.

“Cantik ? itu tidak benar jungsoo-aah !” katanya tertunduk. Dia tidak menatapku.

“Ahaha, jangan seperti itu nam mi. Kau dari dulu sampai sekarang tidak berubah, bahkan sekarang kau lebih cantik. Aku mengucapkannya dari hati nam Mi.” Kataku sambil tersenyum lagi. Senyum terindahku.

“Kau, sekarang, juga sangat tampan,” katanya juga ingin tak kalah denganku. Pipinya masih merah. “ahaha, Nam mi, Nam mi” ucapku dalam hati. “Beruntung namja mu memilikimu sekarang.” Kataku sambil menatap langit. Sebenarnya aku tidak ingin mengucapkan ini. Tapi aku hanya memastikan, apakah dia sudah memiliki seorang namja dihatinya, atau belum.

“mwo ? namja ? Jungsoo-ah. Aku dari dulu, sampai sekarang belum mempunyai seorang namja.” Katanya lemas. Benarkah yang dia katakan itu. Haaahh, aku kembali menggodanya. “hah, tidak mungkin. Masa yeoja secantik dirimu tidak mempunyai seorang namja. Kenapa ?” kataku menatapnya dengan aneh.

“karena dari dulu aku masih menunggu seseorang yang sangat aku cintai. Tapi tak kunjung aku dapatkan. Mungkin aku tidak akan pernah mendapatkan hatinya. Tapi, sampai kapanpun aku akan tetap mencintainya.” Katanya lagi seperti tidak bersemangat. Siapa yang dia maksud. Aku berharap, semoga namja itu adalah aku. Aku kembali bertanya kepadanya lagi.

“kalau aku boleh tau, siapa namja yang kamu maksud, Nam Mi ?” Kataku tanpa ekspresi.

“Perlukah ku jawab ? apakah itu penting buatmu ?” katanya dengan nada sedikit mengeras. Kenapa dia ? kataku dalam hati.

“Ah, mianhae nam mi, mianhae.” Kataku menundukkan kepala. Tanda penyesalan. Andaikan kau tau Nam mi. Aku dari dulu juga menyukaimu. Namun, apakah sekarang kau masih punya perasaan yang sama padaku. Ingin sekali ku menanyakan hal ini. Sepertinya mulut ini tidak sanggup untuk mengutarakannya.

“Aku yang seharusnya meminta maaf, jungsoo. Maaf aku membentakmu,” katanya. Aku melihat dia meneteskan air mata. Tapi dia berusaha untuk menyembunyikannya dari ku. Terlambat nam mi-ah, aku sudah mengetahuinya.

“Hei, kau jangan menangis, kenapa kau menangis.” Kataku sambil menarik tangannya pelan, dan menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku senang sekali dia mau menyandarkan kepalanya di bahuku.

“Jungsoo-ah, se..sebenarnya,a..aku..hiks hiks” katanya terbata-bata dan menangis lagi.

“iya, sebenarnya kau kenapa nam mi ??” kataku sambil mengelus-elus kepalanya.

“sebenarnya namja yang ku maksud itu adalah kau Jungsoo.” Dia menegakkan kepalanya lagi. Aku terkejut dengan perlakuannya. “Aku sudah mencintaimu sejak kelas 1 SMA, 5 tahun aku menunggumu. Kau juga tak pernah mengerti denganku. Banyak namja yang ku tolak. Itu karena aku cinta padamu. Hanya kamu yang ada dalam hatiku, pikiranku, segalanya. tapi kau selalu acuk tak acuh denganku. Kenapa kau seperti itu, hah ?” katanya. “Aku senang kau berada disampingku saat ini. Tapi, mungkin saja kau sudah mempunyai yeojachingu diluar sana.” Sambungnya yang sambil berdiri hendak pergi. Namun ku pegang tangannya erat dan langsung ku cium bibirnya lembut. Dia tidak memberontak. Aku menciumnya dengan penuh perasaan. Ku dekap lagi dia.

Kulepaskan ciuman itu yang berlangsung kira-kira 5 detik saja. Lalu ku jawab segala pertanyaannya.

“Aku juga menyukaimu sejak kelas 1 SMA juga. Aku selalu memperhatikan tingkah lakumu. Aku bersikap acuh tak acuh seperti itu dulu karena aku tak tahu bagaimana caranya agar aku bisa dekat denganmu. Aku bingung. Yeoja yeoja yang mendekatiku, aku berusaha menghindar dari mereka. Mereka terlalu berlebihan menurutku. Berbeda denganmu yang selalu diam tanpa berbuat apa-apa. Ketika kau memandangku, dan saat itu juga aku memandangmu, aku hanya memberikan senyuman terindahku yang ku miliki untuk yeoja yang aku sayang. Aku dulu pendiam itu karena aku tahu, jika aku berbicara dengan yeoja mereka mengira aku memperhatikan mereka, aku tidak mau mereka menganggap aku seperti itu. Itu sungguh lewat diluar batas. Aku juga sangat cemburu ketika kyuhyun menembakmu dihapanku. Tapi syukurlah, kau selalu menolaknya. Setelah 2 tahun berpisah, aku bingung, apakah kau masih punya perasaan yang sama denganku. Aku bingung nam mi, aku bingung aku harus berbuat apa. Aku bingung bagaimana caranya aku agar bisa dekat denganmu. Hanya kamu nam mi, hanya kamu yang selama ini didalam hatiku. Maafkan aku nam mi, maafkan aku yang sudah mengacuhkanmu dulu. Mianhae nam mi, jeongmal mianhae.” Kataku sambil memeluknya lagi. Dia membalas pelukanku. Dia menangis dalam pelukanku, akupun rasanya juga ingin meneteskan air mata, tapi, tidak bisa. “Nam Mi, Saranghae, jeongmal saranghae,” Kataku lagi yang masih memeluknya.

“Jungsoo, apakah itu benar ?” katanya melepaskan pelukanku dan mengusap air matanya.

“Nam Mi, haruskah aku membelah dadaku agar kau tau berapa besar rasa cintaku padamu. Selama ini aku mencarimu. Akhirnya aku menemukan akun twittermu. Sungguh aku sangat senang, nam mi. Aku sangat merindukanmu. Kau bagaikan matahari dalam hidupku. Kau yang menerangi hidupku. Tanpamu, aku tidak tahu harus berbuat apa. Hanya kegelapan yang aku dapat. Setelah menemukanmu, hidupku terang berderang lagi.” Kataku menjelaskan lagi.

Sepertinya dia tidak dapat berkata apa-apa lagi. Aku mengelus pipinya pelan dan menghapus air matanya yang mengalir lagi. Kudekatkan wajahku kewajahnya, dan aku berkata, “apakah kau masih sangat mencintaiku ?”

“Nado, nado saranghae” jawabnya. Ku cium lagi bibirnya. 5 detik, ku lepaskan ciuman itu. Sunggguh, aku sangat bahagia hari ini. Hari ini. Dia resmi menjadi milikku. Terimakasih tuhan.

———–

#Cho Kyu Hyun POV

 

1 bulan ini sudah aku tidak bertemu dengan nam mi setelah pertemuan singkat kami, saat aku bertabrakan dengan nam Mi. Kenapa dia tidak menengokku di toko ini. Hah, aku rindu padanya.

Aku membersihkan barang-barang yang ada ditoko itu. Tak sengaja aku melihat seorang yeoja dan seorang namja berpegangan tangan berjalan menuju ke arah toko ku. Astaga, itu Han Nam Mi dan park jung Soo. “kenapa mereka berpegangan tangan ?” tanyaku dalam hati yang sudah sangat cemburu melihatnya.

“Hei, kyu.. lama tak bertemu, bagaimana kabarmu sekarang ?” sapa nam mi tertawa riang.

“iya, baikan kok nam mi, hei jungsoo.. lama tak bertemu.” Sapaku dengan nada lemas. Yang dibalas jungsoo dengan senyuman

“kau sakit ?” kata nam mi menghampiriku.

“ah, tidak. Kalian ? bagaimana ceritanya sampai bertemu ?” kataku menatap mereka aneh. Jungsoo menjelaskan panjang lebar. Andwae, andwae… apakah yang barusan ku dengar nyata ? mereka berpacaran ? tidak, itu tidak mungkin. Aku masih tidak percaya dengan ucapan jungsoo barusan. Aku terpaku, diam seribu bahasa didepan mereka berdua. Pandanganku kosong.

“Kyu, gwaechana ?” tanya jungsoo melambai lambaikan tangannya di depan wajahku.

“gwae..gw..gwaechana” kataku syok melihat keadaan ini.

“ya sudah kyu, kami pergi dulu ya. Jaga kesehatanmu,. Aku tidak mau kau sakit. Ne ??” kata nam mi tersenyum padaku. Yang ku balas dengan senyuman miris.

Setelah mereka pergi aku langsung masuk kedalam kamarku yang terdapat di toko ini. Aku tidak sanggup menahan air mataku. Selama ini yeoja yang ku dambakan telah menjadi milik orang lain. Aku masih tidak percaya akan hal ini. Aku mengunci kamarku. Kupuaskan air mataku keluar dari mataku ini. Aku sudah tidak tahan untuk menahannya sedari tadi. Apa yang harus ku lakukan ? aku bingung. Aku membaringkan tubuhku di kasur yang tidak begitu tebal. Ku tatap langi langit kamarku dengan tatapan kosong. Yang hanya ada wajah Nam Mi tergambar disana. Padahal hanya han mi. Hanya han mi yang ku cinta di dunia ini. Ya tuhan. Apakah ini saatnya aku mencari yeoja lain. Aku masih belum sanggup tuhan…!!

1 minggu sudah aku terlihat murung. Eomma, appa, noonaku sudah berapa kali membujukku untuk makan. Tapi tetap saja aku menolaknya. Appa memarahiku kenapa aku bersikap seperti ini, tetapi tetap saja aku tidak mau menjawab pertanyaan mereka. Hatiku sudah terlalu sakit mengingat kejadian 1 minggu yang lalu. Tak berapa lama kemudian, eomma ku menghampiriku dan berkata,

“kyu, ada seseorang menunggumu diluar toko.”

“yeoja, namja ?” tanyaku lemas tanpa ekspresi.

“yeoja. Cepat, temui dia !”

Aku langsung berdiri menemui seorang yeoja yang sudah menugguku sedari tadi. Kupikir yeoja itu adalah Han Nam Mi. Ternyata bukan. Dia adalah Shin Soo Hee.

“Ah, Soo hee. Kau ternyata.” Tanyaku padanya.

“Kyu, mianhae.” Katanya sambil menunduk lemas.

“Kau minta maaf kenapa ?” jawabku bingung.

“Aku mendukung hubungan jungsoo dan han nam mi. Sebenarnya aku berat melakukan hal itu. Tapi aku tidak ingin mereka bersedih. Aku ingin melihat mereka berdua senang, dan menjaga cinta mereka masing-masing. Tapi disaat aku tahu mereka berdua sudah menjalin hubungan satu bulan yang lalu, aku teringat padamu, kyu…. aku ingat padamu… apabila kamu tahu pasti kau akan sakit mendengarnya. Makanya selama sebulan kami tidak menjengukmu. Aku yang melarangnya. Dan aku juga yang menyuruh mereka untuk menjengukmu. Karena aku berkata pada mereka bahwa kau pasti akan senang mendengarnya. Padahal aku tau kyu, nantinya kau akan seperti ini. Maafkan aku kyu. Ada 2 orang yang berbahagia, tapi satu orang tersakiti. Aku mengetahui itu kyu. Mianhae,” katanya panjang lebar.

“soo hee.. kau jangan meminta maaf padaku. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Sudah lupakan.” Kataku sambil memeluknya erat. Dia menangis dalam pelukanku tanda penyesalan. “sudah, aku tidak apa-apa soo hee” kataku lagi sambil mengelus kepalanya.

Aku baru sadar, aku memperhatikan satu pihak, tapi ternyata dipihak lain ada orang yang memperhatikanku. Mungkin soo hee. Ya soo hee. Yeoja yang akan menggantikan sesosok han mi dalam diriku. Ternyata selama ini dia selalu memperhatikan perasaanku pada han mi. Dia SHIN SOO HEE. Mungkin aku akan mulai membuka lembaran baru. Aku akan memperhatikan orang yang juga memperhatikan ku. Gomawo soo hee.

—–

1 tahun kemudian

Sekarang aku dan soo hee sangat dekat. Bukan berpacaran, tapi kami hanya dekat satu sama lain. Aku sangat senang seperti ini. Lama kelamaan aku sudah mulai lupa dengan bayangan wajah Nam mi. Aku, Soo Hee, Jungsoo, dan Nam mi hari ini bertemu disebuah restorant untuk makan malam bersama. Aku senang melihat Nam mi bersama orang yang dicintainya sekarang. Tuhan, Terima  kasih kau sudah memberikan seseorang yang memperhatikanku selama ini. Dan karena dialah aku bisa bangkit dari keterpurukan ku.

#Han Nam Mi POV

Satu bulan lebih sudah aku menjalin hubungan dengan orang yang sangat aku cintai ini. Dulu, aku tau bagaimana perasaan kyuhyun saat Jungsoo menceritakan semuanya bahwa kami telah menjalin hubungan.  Aku tau dari ekspresi wajahnya. Tapi sekarang aku senang, dia bisa dekat dengan Soo Hee, sahabatku. Mungkin inilah jalan tuhan yang dulu ku sempat bingung bagaimana aku melewatinya. Terimakasih tuhan kau telah mempertemukanku dengan orang yang cintai selama ini. Dan memberikan keceriaan lagi kepada orang yang dulu sempat terpuruk dalam kesedihan karena hubunganku dengan jungsoo. Sekali lagi terimakasih tuhan.

End——

One thought on “[Freelance] Only You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s