[Freelance] Accidental Love (Oneshoot)

accidental love

 

Judul : Accidental Love

Author : TeuKris

Genre : Romance, Oneshoot

Cast : –   Cho Kyuhyun

-      Kim Na Young

Ini first fanfic saya. Jadi maaf ya kalau jelek dan gak dapet feel nya. Maklum masih amatiran.

Na Young POV

“Na Young-ah!! Chukae! Kamu di terima di Kyunghee University!”

“Na Young-ah! Kau ini di terima di universitas bagus kok malah murung!”

Pletak!

“Hya! Kenapa menjitak jidat-ku! Appo!” ringis ku sambil mengusap jidat-ku.

“Kau ini senanglah sedikit! Tidak banyak yang keterima tahun ini! Kau beruntung! Tapi kau malah melamun terus!”

Tahun ini aku lulus SMA, betapa beruntungnya aku diterima di universitas yang sudah lama aku impi-impikan. Tapi keadaan saat aku bermimpi masuk Kyunghee University, dengan sekarang berbeda jauh!

‘Aku harus mencari pekerjaan! Kalau aku mau kuliah, aku harus punya uang yang cukup! Na Young! Biaya kuliah itu tidak murah!’ Batin ku. Aku terus memikirkan itu di perjalanan pulang.

Biar ku ceritakan..

Keluarga ku sebenarnya keluarga yang mapan, aku hanya tinggal berdua dengan appa. Eomma sudah lama meninggal.

Tapi semua harta keluarga-ku hilang dalam 1 hari!

Ya, perusahaan appa bangkrut. Aku yang terbiasa bergelimangan harta sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda 180 derajat ini.

Appa yang tidak percaya akan kebangkrutan perusahaan nya, terkena serangan jantung. Appa dirawat dirumah sakit kurang lebih 2 minggu, beruntung sekali appa masih punya asuransi kesehatan.

Tak lama setelah appa dirawat appa meninggal. Sebelum appa meninggal, ia  menuliskan alamat rumah. Aku tidak tau alamat siapa itu. Tapi di situ tertulis kediaman keluarga Cho.

Aku pikir, appa mau memintaku untuk pergi ke alamat itu.. Jadi aku berangkat kesana.

Sesampainya disana, aku terperangah. Rumah itu besar sekali! Bahkan mungkin lebih besar dari rumah ku sebelum perusahaan appa bangkrut. Aku terdiam beberapa saat, aku ragu untuk memencet bel. Tapi akhirnya aku memberanikan diri.

Setelah aku memberikan kertas itu pada ahjussi yang keluar ia tiba-tiba memelukku. Lalu menceritakan semua nya. Ternyata ahjussi itu sahabat appa dari pertama kali appa mendirikan perusahan, ahjussi itu juga bilang bahwa dari kecil dulu aku sudah dijodohkan dengan putra ahjussi ini.

Aku tidak bisa berkomentar untuk sesaat, aku benar-benar tidak percaya appa menjodohkan ku tanpa sepengetahuan ku! Aku diminta untuk tinggal di rumah itu. Awalnya aku menolak dengan alasan tidak baik aku tinggal satu rumah dengan calon pasangan ku. Tapi Cho ahjussi bilang bahwa putra nya sedang kuliah di luar negeri.

Aku tak ada alasan lain untuk menolak. Akhirnya aku tinggal di kediaman keluarga Cho.

Kalian mungkin bertanya kenapa aku masih memikirkan biaya kuliahku. Aku tidak mau menjadi parasit dikeluarga itu! Aku merasa memiliki hutang budi yang besar pada keluarga itu. Dan aku tidak mau hutangku bertambah banyak, aku tidak tau cara membalas budi mereka seperti apa. Hutang ku terlalu banyak.

“Aku pulang..”

“Ah! Na Young kau sudah pulang? Sini, Ahjussi mau bicara.” Panggil ahjussi dari ruang keluarga.

‘Apa mereka akan mengusirku? Andwe!’ Batinku.

“Ahjussi dengar kau diterima di Kyunghee University, apa itu benar?” Tanya ahjussi,

“Ah, ne. Aku di terima.” Jawabku agak gugup.

“Wah! Bagus kalau begitu! Tadi nya ahjussi mau mendaftarkan mu. Ternyata kau sudah di terima. Appa mu pasti bangga punya putri yang pintar sepertimu..” Puji ahjuma yang duduk di sebelahku.

“Ah, itu.. Aku tidak berniat untuk masuk ke sana..” Ucapku pelan sambil menunduk.

“Wae? Bukan kah, Kyunghee itu universitas yang bagus? Apa kau mau masuk universitas lain? Nanti biar ahjussi yang daftarkan..” Ucap ahjusi

“Ah, bukan begitu.. Aku sudah banyak merepotkan selama ini. Aku tidak mau jadi beban keluarga ahjussi..” Jawabku dengan menunduk. Sebetulnya aku senang ahjussi menyetujui aku kuliah, tapi.. Aku masih sadar diri.

“Na Young.. Kami tidak menganggapmu sebagai beban.. Kami senang kau datang kesini, kami senang  bisa memiliki putri untuk kedua kalinya..” Ucap ahjuma sambil mengusap rambutku..

Keluarga Cho dulu punya seorang putri, tapi putri mereka meninggal saat di kandungan.

“Ahjuma benar Na Young.. Kami menyayangi mu dengan tulus.. Kami menganggapmu seperti putri kami  sendiri..” Timbal ahjussi.

Aku tidak bisa menahan air mataku. Aku benar-benar terharu.. Ahjuma memeluku sambil mengusap-usap rambtku. Aku menangis di pelukan ahjuma..

“Gomawo..” Ucap ku di sela tangisan ku.

Hari ini hari pertama ku belajar di Kyunghee University, setelah melawati masa orientasi yang menyebalkan akhir nya aku bisa belajar disini! *\(^o^)/*  Aku akan membuat ajhussi & ahjumma bangga, dan tidak menyesal membiayai kuliahku.!

Aku mengambil jurusan seni, dari dulu aku memang suka melukis. Appa sering sekali memuji lukisanku. Ahh, kenapa aku malah bersedih? Ini bukan saat nya sedih Na Young!

Hari ini begitu melelahkan! Aku pulang telat hari ini. Tadi siang ahjuma memberitahukan bahwa ia dan ahjusi pergi ke Busan, ada pekerjaan mendadak. Hari ini aku akan sendirian dirumah. Keluarga Cho tidak menyewa pembantu, karena biasanya ahjuma selalu ada di rumah.

Ckleek..(suara pintu)

Sesampainya aku di rumah aku melihat ada sepatu namja disana.. Apa mungkin ada pencuri?! Untuk berjaga-jaga, aku membawa pumukul baseball. Siapa tau di menyerangku!.

Aku mendengar suara erangan dari ruang makan. Aku berjalan mengendap-endap, kalau-kalau pencuri itu mendengar suara langkahku. Tiba-tiba suara erangan itu hilang. Aku makin curiga, aku mendekat dan melihat namja..

Pletak!!

“Aww!” Teriak namja itu

Saat aku hendak memukulnya lagi ia menahan tangan ku dan memojokanku kedinding.

“Nuguya! Lepaskan aku!” Teriakku sambil mendorongnya.

“Aku yang mestinya bertanya! Siapa kau! Masuk rumah orang sambil mengendap-endap! Mau mencuri ya!” Tuduh laki-laki itu.

“Ini rumah ku! Siapa kau?! Lepaskan aku!” Jawabku sambil menendang kaki laki-laki itu.

Tiba-tiba dia melepaskan ku dan bertanya dengan nada yang sedikit merendah.

“Rumahmu? Bukan kah ini rumah keluarga Cho?”

Aku benar-benar malu! Dia itu Cho Kyuhyun! Putra keluarga Cho! Omoo, mau di taruh dimana muka ku?!

“Mi..mianhe. Aku tidak tahu..” Ucapku sambil mengobati kepala Kyuhyun yang sedikit memar.

“Kenapa eomma tidak cerita padaku ya. Aww! Pelan-pelan!” Seru Kyu saat aku mengobatinya. Mungkin aku terlalu keras menekan lukanya.

“Mian.. Aku akan pelan-pelan..” Ucapku sambil meniup-niup luka nya.

“Nah, sudah selesai!” Ucap ku sambil membereskan P3K yang tadi aku bawa.

“A..aku kekamar dulu.” Ucap ku gugup. Aku ingin menghindarinya, aku benar-benar malu!. ><

Saat aku hendak melangkah, Kyuhyun memegang tanganku.

“A… ada apa Kyu?” Tanyaku membelakangi Kyuhyun.

“Namamu siapa?” Tanya Kyu.

Omoo, dia menanyakan namaku? Apa yang harus aku jawab??

“I… itu .. Nama ku… Kim Na Young.” Ucapku terbata-bata

Kyuhyun terkikik ..

“Kenapa? Kau gugup? Hahaha” Tanya Kyu sambil tertawa

“Hya! Jangan menertawaiku!” Ucapku keras sambil melepaskan tangan Kyuhyun. Dan pergi kekamarku sambil berlari.

Kyuhyun POV

Apa eomma tidak memberitahu nya aku akan pulang? Aku jadi korbannya! Kepala ku memar! Bagaimana kalau wajahku yang tampan jadi rusak?!

Sebetulnya tadi aku juga gugup, dia meniup luka ku! Jarak muka nya terlalu dekat! Aku sampai speechless. Jujur saja wajah yeoja itu cantik. Hidungnya mancung, kulitnya bersih, rambutnya juga indah.

Aigoo, Kyuhyun apa yang sedang kau pikirkan! Dia itu tamu!

Aku memutuskan untuk melepon eomma untuk memastikan apakah yeoja itu berbohong.

Eomma menceritakan semuanya. Aku sedikit kasihan padanya. Hidupnya begitu menyedihkan.. Tapi eomma memberitahuku kebiasaan buruk yeoja itu! Aku tidak percaya! Yeoja macam dia punya kebiasaan seperti itu! Ckckckck..

 

Na Young POV

Omoo, kenapa muka ku terasa panas begini? Aku benar-benar malu, dia menertawakan ku! Tapi kalau dipikir-pikir kenapa aku harus gugup?

Ah! Sudahlah, aku sibuk. Aku harus menyelesaikan tugas yang dosen ku berikan. Menurut ku itu tugas yang gampang.. Dosenku hanya menyuruh kami untuk melukis wajah. Itu sudah sering kulakukan.

Aku terdiam beberapa saat, memikirkan wajah siapa yang akan aku lukis ?

Tiba-tiba aku mendapat ide dan aku mulai melukis.

01.00 AM

Akhirnya aku menyelesaikan lukisanku. Aku memandangnya sebentar dan aku baru sadar!

“Kenapa aku menggambar wajahnya?! Aku harus menggambar wajah orang lain! Tapi ini sudah pukul 01.00 AM! Aku ada kuliah jam 8 pagi! Ini udah gak keburu! Sudahlah aku tidur saja!”

Aku merasa ada yang memanggil namaku, dan menepuk-nepuk pundakku. Ah itu pasti ahjumma, ahjuma selalu membangunkan ku karena aku punya kebiasaan sulit bangun. Hehehe..

Bukankah ahjuma sedang di Busan? Berarti yang membangunkan ku…. Cho Kyuhyun!! Dia masuk kekamar ku?! Bagaimana kalau dia melihatnya ?! Andwe!

Aku langsung bangun.

“Kyu! Keluar dari kamarku sekarang juga!! Ppali!!” Ucapku sambil mendorong tubuh Kyuhyun kearah pintu.

“Hya! Bukannya berterima kasih sudah ku bangunkan! Malah mengusirku!” Ucapnya sambil mendorongku hingga aku terjatuh diatas kasur.

Dia mendekat hingga jarak muka kami hanya 3 cm! Aku ulang 3 cm!!

“Hya! Apa yang akan kau lakukan!” Tanya ku sambil mendorong dada Kyuhyun. Tapi percuma tenaga nya lebih besar dari ku.

Dia makin mendekatkan mukanya! Tak lama, bibir kami bersentuhan! Aku reflex mendorongnya. Dan ia tersungkur kebelakang. Kesempatan itu aku gunakan untuk berlari dan masuk ke kamar mandi lalu mengunci nya.

“Apa yang dia lakukan!” Ucap ku pelan sambil memegan bibir ku. Itu ciuman pertama ku..

“Mian. Aku tidak sengaja!” Ucapnya dari luar, lalu terdengar suara pintu ditutup. Dia sudah keluar.

Aku masih shock. Aku memutuskan untuk berendam menenangkan perasaanku.

Kyuhyun POV

‘Apa yang aku lakukan?!’ batin ku sambil mengacak rambut ku.

‘Lebih baik aku tidur untuk mendinginkan pikiran ku.’

“Arghh!”

‘Kenapa aku malah memikirkan Na Young? Kyu, ingat kau tidak boleh jatuh cinta! Ingat Kyu!!’ bantin ku, lalu masuk ke kamar mandi.

Didalam kamar mandi aku terus memikirkan Na Young, ‘kenapa muka yeoja itu nempel di ingatan ku sih?!’ batin ku.

Aku harus ingat tujuan utama aku pulang ke Korea. Aku tidak boleh lupa. Ingat Kyu! Tujuan utama mu pulang ke Korea lebih penting dari yang lain.

Author POV

Sementara Kyu masih kamar mandi. Na Young buru-buru keluar rumah, ia tidak ingin melihat Kyu untuk beberapa waktu. Na Young tidak tahu apa yang akan ia lakukan kalau ia melihat Kyu. Akhirnya Na Young berangkat tanpa berpamitan pada Kyu.

Kyu yang baru selesai mandi, merasa Na Young sudah berangkat. Untuk memastikan, Kyu masuk ke kamar Na Young. Setelah melihat kamar Na Young yang sudah kosong, entah mengapa Kyu tertarik untuk melihat-lihat kamar yeoja itu.

Kyu sedikit terperangah melihat banyak kanvas-kanvas dengan lukisan yang indah, tak sengaja Kyu melihat kanvas yang berlukiskan wajahnya.

‘Apa aku setampan itu?’ Batin Kyu. Tiba-tiba Kyu ingat, lukisan itu tugas yang di berikan dosen Na Young.

Flashback

“Aku penasaran apa yang membuat yeoja itu susa bangun pagi..” Gumam Kyuhyun sambil berjalan menuju kamar Na Young.

Kyuhyun melihat Na Young dengan serius melukis di atas kanvas. Tanpa ia sadari sudut bibir Kyuhyun terangkat. Entah berapa lama Kyuhyun berdiri di depan pintu Na Young sambil mengintip.

Kyu tersadar dari lamunannya karena Na Young tiba-tiba menggerutu.

“Kenapa aku menggambar wajahnya?! Aku harus menggambar wajah orang lain! Tapi ini sudah pukul 01.00 AM! Aku ada kuliah jam 8 pagi! Ini udah gak keburu! Sudahlah aku tidur saja!”

Flashback End

Setelah Kyu keluar dari kamar Na Young, ia langsung buru-buru pergi.

 

Na Young POV

Astaga! Aku lupa membawa lukisan ku! Ini semua gara-gara Kyuhyun! Aku harus pulang sekarang! Tapi ini sudah pukul 7.30, tidak mungkin sempat.

Tapi kalau aku tidak membawanya bagaimana nilai ku?

“Na Young-ah ada yang mencari mu.” Bisik teman di belakang ku.

“Eoh? Nugu?”

“Na Young!” Ada yang memanggilku. Itu… Kyuhyun!

“Ne?” tanyaku sedikit gugup

“Ini lukisan mu ketinggalan.” Ucapnya datar.

Dia mengantarkan lukisanku! Betapa beruntung nya aku! Tunggu.. darimana dia tau lukisan ini harus ku bawa hari ini?

“Ah. Ne. Go.. gomawo.” Ucapku sambil sedikit menundukan kepalaku.

“Lain kali jangan ketinggalan lagi.” Timbal nya lalu pergi..

Author POV

Sudah hampir 5 menit Na Young berdiri di depan pintu rumah, ia ragu untuk masuk kedalam. Setiap melihat Kyu, muka Na Young selalu merah. Dan Na Young tidak mau Kyu melihat muka nya yang seperti itu.

Setelah meimbang-nimbang, akhirnya Na Young masuk.

“Astaga Kyu!!!”

Terdengar suara teriakan dari dalam ruang  keluarga. Na Young langsung pergi ke ruang keluarga. Terlihat Kyuhyun yang sedang menunduk, ada ahjussi dan ahjuma yang duduk membelakangi Na Young.

Belum sempat Na Young bicara, Ahjussi sudah ngomel lagi. Sepertinya tidak ada yang menyadari Na Young datang. Dan sepertinya ahjussi marah besar, karena takut mengganggu akhirnya Na Young memutuskan untuk menunggu pembicaraan keluarga itu.

“Kau harus bertanggung jawab Kyu!! Urus anaknya! Bagaimana pun kau yang telah membuat ­__”

“A..aku pulang.” Na Young tidak tahan mendengar pembicaraan mereka. Akhirnya memutuskan untuk memotong pembicaraan mereka.

“Ah! Youngie-ah kau sudah pulang?” Tanya ahjuma dengan ramah

“Ne.. Aku ke kamar dulu.” Jawab Na Young sambil menunduk.

“Youngie-ah, gwenchanayo?” Tanya ahjussi khawatir.

“Aku hanya tidak enak badan, aku ke kamar dulu.” Jawab Na Young datar.

“Ah,ne.. Istirahat baik-baik..” Jawab ahjuma

Na Young POV

Berkali-kali aku mengusap air mataku dengan punggung tangan ku. Entah mengapa percakapan ahjussi dan Kyu membuatu sesedih ini.

‘Kau harus bertanggung jawab Kyu!! Urus anaknya! Bagaimana pun kau yang telah membuat ­__’

Kalimat itu terus terbayang di kepala ku, apa Kyu… punya anak?

Membayangkan saja membuat air mataku makin deras, apalagi kalau itu kenyataan?

Sepertinya aku jatuh cinta pada  Kyuhyun.

Kyuhyun POV

Apa tadi Na Young mendengar appa bicara? Astaga, bagaimana kalau dia sampai salah paham? Bagaimana kalau dia mengira aku… punya anak?

Aku harus menjelaskannya!

Tapi.. kalau di pikir-pikir untuk apa aku menjelaskannya pada gadis itu? Dia kan bukan siapa-siapa. Dan.. untuk apa aku mengkhawatirkannya?

Sudahlah, terserah apa yang akan gadis itu pikirkan. Aku tidak peduli.

Author POV

Pagi ini Na Young bangun lebih pagi, ia berniat membantu Ahjuma membuat sarapan. Lagipula hari ini Na Young tidak ada jadwal.

Awalnya Na Young ragu keluar kamar hari ini, mata nya masih terlihat membengkak karena semalaman menangis.

Ahjuma awalnya kaget melihat mata Na Young yang bengkak dan bertanya apa Na Young habis menangis, tapi Na Young mengelak ia berkata bahwa ia alergi debu akhir-akhir ini.

Setelah selesai membuat sarapan, ahjuma memanggil ahjusi dan Kyuhyun. Selama sarapan berlangsung, Na Young tidak menengok sedikitpun ke arah Kyuhyun, bahkan saat Kyuhyun mencoba mengajaknya bicara ia juga tidak menengok dan hanya membalasnya dengan seperlunya.

Na Young POV

Aku tidak peduli lagi dengan namja setan itu, mempermainkan  perasaanku seenaknya. Mulai sekarang aku harus bisa melupakannya!

Hari ini aku tidak ada jadwal kuliah.. Kalaupun ada, aku akan bolos! Aku tidak mau pergi ke kampus dengan mata seperti alien ini! Ini semua karna si setan!

Setelah sarapan tadi aku hanya mengurung diri dikamar, memandangi halaman depan rumah dari jendela kamar -_-

‘Drrrtt’

‘Anyeong! Masih ingat kah dengan ku? Aku Hyuk Jae, ingat kan?’

Aishh, tidak taukah dia aku sedang badmood?

‘Eo, anyeong. Ne aku ingat.’

‘Drrrt’

‘Bagaimana kalau kita bertemu? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Sepertinya kurang enak kalau lewat sms. Bagaimana?’

‘Ne, di taman kota saja ne? Anyeong.’

Lagipula aku sedang ingin refreshing, tapi mataku.. ah! Aku tidak peduli dengan mata ini! -_-

“Na Young-ah! Disini!”

Itu… Hyuk Jae? Hahahahah! Rasanya aku ingin tertawa! Muka nya tidak berubah sama sekali sejak kita smp dulu!

“Anyeong, lama tidak bertemu!”

Hyuk Jae mengantar ku ke halte bus setelah lama berbincang di taman kota.

“Hyuk Jae-ah, katanya ada yang ingin kau bicarakan? Apa?”

“Euhh, itu.. Awas Na Young!”

Brukk!

“Gwenchana? Ada yang sakit?”

“Gwenchana, orang itu kenapa sih!”

“Mungkin dia terburu-buru..”

Tanpa kusadari jarak muka ku dengan Hyuk Jae dekat sekali!

“Na Young-ah saranghae..”

Na Young POV

“Na Young-ah saranghae..”

Hyuk Jae? Dia menyatakan cintanya padaku? A..apa yang harus aku katakan? Otteoke? ><

Omoo, apa yg Hyuk Jae pikirkan? Kenapa dia mendekatkan wajahnya? A..aku tidak mau, aku tidak bisa! ><

Author POV

Na Young yang tidak tau harus berbuat apa hanya bisa memejamkan matanya, ia sebenarnya ingin menghindar tapi entah kenapa ia tidak tega melakukannya pada sahabat lama nya ini.

Saat bibir Hyuk Jae nyaris menyentuh bibir Na Young, sepasang tangan menarik Hyuk Jae hingga jatuh dan memeluk Na Young.

“Jangan pernah sentuh yeojaku!”

Na Young yang mendengar itu lansung tau itu Kyuhyun, baru saja ia hendak membuka mata ia merasa ada seseorang yang memeluknya. Kyuhyun.

“K..kyu?”

“Saranghae..”

Hyuk Jae yang melihat Na Young dipeluk orang –yang menurutnya- asing sontak kaget dan mendorong Kyuhyun.

“Na Young-ah gwenchana?” tanya Hyuk Jae khawatir sambil memegan lengan Na Young.

Na Young yang masih kaget hanya bisa diam.

“Ya! Sudah kubilang jangan sentuh yoejaku!” balas Kyuhyun sambil menarik Na Young.

“Ye..yeoja mu?” tanya Hyuk Jae terbata.

“Ne! Aku calom suami nya!” Jawab Kyuhyun tak kalah sengit

“Be..benarkah itu Na Young?” tanya Hyuk Jae, mukanya terlihat penuh kekhawatiran.

“Eo” jawab Na Young singkat sebetulnya dia masih speechless setelah mendengar Kyuhyun berkata seperti itu.

“A..aku minta maaf, permisi” Ucap Hyuk Jae sambil membungkuk kan badan.

Tanpa mereka sadari banyak orang yang memerhatikan mereka, tentu saja ini halte bus!

Kyuhyun yang tidak nyaman dengan keadaan ini lantas menarik Na Young masuk ke mobilnya.

“Kenapa kau diam saja saat namja itu mau menciummu?” tanya Kyuhyun saat mereka sudah berada dalam mobil.

“Apa pedulimu?” jawab Na Young sakrartis

“Na Young-ah, aku ini calon suamimu.”

“Aku tidak mau menikah denganmu.”

Kyuhyun POV

“Aku tidak mau menikah denganmu.”

“Wae?” aku tidak yakin dia sungguh-sungguh dengan perkataannya, matanya berkaca-kaca.

“Aku tau kau tidak mencintaiku tuan Cho.” Jawab Na Young dengan helaan nafas yang berat.

Dengan refleks Kyuhyun memeluk Na Young.

“Apakah kau tidak mendengar perkataan ku yang tadi?” ucapku seraya mengelus rambut panjangnya yang terurai. Kurasakan bajuku basah, Na Young menangis. Semakin ku eratkan pelukanku.

“Bukankah kau sudah punya anak?”

Author POV

Begitu mendengar ucapan Na Young, Kyuhyun langsung melepaskan pelukannya dan tertawa terbahak-bahak.

Tangisan Na Young makin menjadi saat melihat reaksi Kyuhyun.

“Sudah kuduga kau salah paham dengan perkataan appa waktu itu.. haha”

“Hah?” seketika tangisan Na Young berhenti.

Tiba-tiba Kyuhyun kembali memeluk Na Young.

“Ssstt.. Sudah jangan menangis lagi. Kau hanya salah paham.. Maksud appa itu bukan seperti yang kaupikirkan..”

“Lalu apa?” tanya Na Young yang masih sesenggukan.

“Saat perjalanan menuju rumah waktu itu.. Aku tidak sengaja menabrak anak kecil yang sedang mengejar layangan (?) kupikir akan lebih baik kalau aku ceritakan pada eomma dan appa saat mereka sudah pulang agar tidak ada salah paham. Tapi aku tidak mengira reaksi appa akan berlebihan seperti itu,,”

Setelah mendengar itu Na Young malah menangis lagi.

“Kenapa menangis lagi? Sudah..” ucap Kyuhyun sambil membelai rambut Na Young.

“Selama ini aku tersiksa dengan pikiranku sendiri..” tutur Na Young membalas pelukan Kyuhyun tidak kalau eratnya..

“Yang penting sekarang sudah jelaskan? Sudah, jangan menangis lagi matamu tambah bengkak tuh.”

“Ne, Kyu?”

“Hmm?”

“Saranghae..”

“Nado Saranghae..” ucap Kyuhyun sambil mengecup puncak kepala Na Young.

-END-

6 thoughts on “[Freelance] Accidental Love (Oneshoot)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s