Stop The Falling Rain (Chapter 2)

stop-the-falling-rain-by-fishafishy

Author      : FishaFishy

Length      : Chapter

Main Cast :   ChoA-AoA

              Jin-BTS

               Luhan-EXO

Support Cast : Find it by Your Self

Genre     : Romantic, Sad

Tanganya menyentuh dasi Luhan, mencoba untuk merapikannya. Luhan membiarkannya dan  tersenyum melihatnya.

Setelah selesai merapikannya, Choa menunjuk bagian dada Luhan.

“Hatimu” Katanya.

“Seberapa besar lagi tempatku disana ?” Tanya Choa.

Luhan terlihat berpikir sebelum menjawab. “Selalu ada, disuatu bagian. Tidak akan hilang. Kau mau mengambilnya kembali ?” Tanya Luhan. Ia tidak bercanda. Ini serius.

Choa tahu kalau ia menjawab “ya” Luhan pasti akan langsung membatalkan pernikahan ini. Dan Choa tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Luhan sudah memilih Ayumi menjadi pendamping hidupnya, Luhan sudah bersama dengan Ayumi merasakan senang dan sedih bersama disaat dirinya tidak ada. Luhan pasti  sangat mencintainya. Oleh karena itu ia melamarnya untuk dijadikan pendamping hidupnya. Dan jika Choa meminta Luhan untuk membatalkan pernikahan ini, Choa tahu Luhan akan menyesalinya nanti. Choa hanya tersenyum lembut dan menatap mata Luhan dalam.

Continue reading

Stop The Falling Rain (Chapter 1)

stop-the-falling-rain-by-fishafishy

Author      : FishaFishy

Length    : Chapter

Main Cast   :   ChoA-AoA

                Jin-BTS

                Luhan-EXO

Support Cast : Find it by Your Self

Genre     : Sad, Romance

Annyeong cingu, aku author baru disini, btw ini fanfiction pertama ku, haha… Ohiya kalau ceritanya rada gaje dan aneh, maklumin ya ^^v. NO BASHING ne ^^..

Author POV

Choa duduk disebuah cafe di bandara, menaruh ponselnya ke dalam tas. Ia terlihat berpikir lalu menyeruput cappuccino nya dan tersenyum lega. Ia telah melakukan hal yang benar. Ia yakin telah melakukan hal yang benar.

Satu jam telah berlalu saat ia kembali dari Jepang. Saat itu ia mendapat surat undangan pernikahan dari sahabatnya. Pria yang sudah ia kenal lima tahun lalu itu akan menikah. Pria yang ia cintai itu akan menikah. Tidak, pria itu sudah resmi menikah dua jam yang lalu. Di Negeri Cosplay tersebut, di Jepang.

Continue reading

Cinderella Twin (Chapter 1)

image

|TITLE|
Cinderella Twin (Chapter 1)
|LENGTH|
SERIES
|AUTHOR|
Shin_Hyunjin
|GENRE|
School life, Romance, Comedy
|CAST|
Park Hyo In (OC)
Park Hyo Eun (OC)
Kim Jong In a.k.a Kai EXO
Park Chanyeol a.k.a Chanyeol EXO
|OTHER CAST|
Kim SeoLee (OC)
Han Ahreum (OC)
Jung Eun Hwa (OC)
|Summary|
Kau percaya kisah Cinderella? Tidak.
Tapi dia ada, dikehidupan kita sekarang ini, dia ada bersama kita.
Tapi kali ini Cinderella nya tidak 1, melainkan 2, dan mereka kembar!
****

Continue reading

[Vignette] When I Meet You Again

Untitled-2

Title : When I Meet You Again

Author : Vera SHE.

Main Cast :

  • Kim Myung Soo [Infinite]
  • Park Ji Yeon [T-ara]

Genre : Romance, school life

Rating : PG-13

Length : Vignette

Posted Fanfiction Here and my blog

Disclaimer : The casts are belong to God, but the fanfiction is mine. Sorry for bad story.

Copyright © Vera SHE 2013

.

.

.

Park Ji Yeon menatap kosong ke jendela yang terbuka lebar. Hembusan angin mulai menerpa rambutnya yang ikal dan panjang. Terasa sangat sejuk. Rasanya ia ingin sekali merebahkan kepalanya ke mejanya dan memejamkan kedua matanya. Setidaknya, Ji Yeon bisa melupakan sejenak mengenai setumpuk tulisan yang harus dihafalnya, juga setumpuk buku yang harus ia baca. Belajar itu sungguh membosankan. Continue reading

Who? part 1

Who?

collage (2)

Author         : dinaseobaby

Cast            : Oh Sehun as Sehun

Lee Hyeri as Hyeri

Genre          : Romance, Mysteri

Annyeong…

Author bawa FF lagi. Mian kalau akhir-akhir ini authir jarang banget post FF. Padahal author lagi libur. Yaudah langsung aja….

Happy reading….

“Sehun-ah, cepat bangun kau mau telat?!!” teriak Hyeri dari luar kamar. Sedangkan Sehun di dalam kamar menutupi telinganya dengan bantal. Hyeri terus menerus mengetuki pintu kamar Sehun. “Hyeri-ah, Sehunie belum bangun?” tanya eomma Sehun. Hyeri mengangguk bingung. “Kau pergi duluan saja. Daripada nanti kau terlamabat.” Kata eomma Sehun. Hyeri mengangguk dan segera pergi ke sekolah.

Hyeri dan Sehun memang sudah dekat dari kecil itu karena jarak rumah mereka yang berdekatan. Hyeri yang sudah dari tadi sampai di sekolah tidak terlambat tapi Sehun lah yang terlambat. Sehun mendapat hukuman membersihkan wc sekolah. Hyeri pun yang tidak tega melihat temannya itu di hukum membawakan air minum dan beberapa makanan ringan.

Ia duduk di bangku tak jauh dari kamar mandi dan menunggu Sehun selesai. Tak jauh dari tempat bangku Hyeri terdapat seorang yeoja yang duduk di bangku tak jauh dari bangku Hyeri. Ia sering melihat yeoja itu tapi ia tidak tahu yeoja itu siapa. Hyeri terus saja memandangi yeoja itu. Yeoja itu sangat cantik. Rambutnya yang berwarna coklat panjang, Badannya yang bisa dibilang ideal. Tapi untuk apa dia disini.

“YA!! Mau apa kau kesini?!” Sehun membuyarkan lamunan Hyeri. Hyeri tersenyum lebar. “Aku tanya mau apa kau kesini?!” tanya Sehun lagi. Hyeri menarik tangan Sehun dan duduk di sebelahnya. “Ini…” Hyeri memberikan makanan dan minuman yang ia bawa tadi. “Kau pasti cape kan membersihkan toilet sekolah?” tanya Hyeri. Sehun tersenyum tipis.

“Kau memberikanku ini karena merasa bersalah kan?” tanya Sehun. Hyeri mendelik kepada Sehun. “Aku tidak merasa bersalah. Kau terlambat dan dihukum itu salahmu!” bela Hyeri. Sehun tersenyum tipis lalu mulai memakan makanan yang dibawakan Hyeri. “Sehun-ah.. apa kau kenal dengan yeoja itu?” bisik Hyeri. Sehun melihat ke arah yeoja yang sedang duduk tersebut.

Kemudian menggeleng. “Wae? Tapi aku sering melihatnya dia juga sudah dari tadi berada disini.” Kata Sehun. “Benarkah? Siapa dia?” bisik Hyeri lagi. Sehun menggeleng sambil menaikkan kedua bahunya. “Sudahlah ayo kita pergi.” Sehun menarik tangan Hyeri.

Hyeri menoleh ke belakang untuk melihat yeoja itu. Yeoja tersebut melihat Hyeri dari kejauhan dengan tatapan sinis. Hyeri mengerutkan dahinya. “Ada apa dengan dia? Apa yang salah?” batin Hyeri. “YA!! Cepat!! Sehun menarik tangan Hyeri dan membawa Hyeri berlari.

Continue reading

[Ficlet] I’m Trapped

Photo0750

Title : I’m Trapped

Author : Vera SHE.

Main cast :

  • Henry Lau [Super Junior]
  • Han Hyoeun [OC]

Length : Ficlet

Genre : Sad, romance

Rating : PG-13

Dipost juga di blog pribadi ( http://cafeteriasweet.wordpress.com/2013/06/15/ficlet-im-trapped/ )

Aku terjebak dalam perangkap cinta buta yang menyisakan tangisan pahit kehidupan – Henry

 

Nan nareul irheoga neo eobsin naui

ireum jocha gieogi anha

Ijen ne aneseo nareul nohajugenni nohajugenni

I’m trapped oh~

I’m trapped oh~

.

.

Matahari pagi mulai menunjukkan langkahnya. Cahayanya yang terang menyinari awan-awan putih yang bergerak di langit biru yang membentang luas. Dedaunan yang melekat pada dahan pohon melambai-lambai karena dihembuskan oleh napas angin.

Daun-daun kering yang sedari tadi melekat pada ranting pohon terlepas dan terbang bebas mengikuti arah angin. Sebuah jendela dibiarkan terbuka lebar. Udara dingin awal musim gugur pun menyelinap masuk ke rumah melalui jendela itu.

Sehelai daun kering tipis yang berwarna kekuningan terbang kemudian jatuh ke atas tuts sebuah piano. Ruangan yang luas dilengkapi dengan pajangan dinding dengan bingkai kayu. Cat dindingnya berwarna putih bersih, begitu pula keramik di lantainya. Sebuah rak buku besar tersusun rapi di sudut ruangan.

Sebuah piano besar terletak di tengah ruangan. Henry, lelaki berkulit putih itu memejamkan matanya. Ia duduk di sebuah kursi dengan jari jemarinya yang menekan tuts-tuts piano, menghasilkan alunan musik yang indah. Ia begitu menikmati musik yang ia mainkan seolah jiwanya pun ikut terhanyut dalam alunan merdu suara piano itu.

Seorang gadis muda melangkah perlahan mendekati Henry. Ia memakai dress berwarna krem dengan motif bunga. Rambutnya dibiarkan terurai. Helaian rambutnya terbang karena diterpa angin sepoi. Ia tersenyum simpul menatap punggung laki-laki itu. Gadis itu sedikit mendekat lalu menjulurkan tangannya yang lembut, menyentuh jari-jari Henry yang putih.

Henry menghentikan permainan pianonya. Ia menoleh ke arah gadis yang baru saja duduk di sampingnya.

“Hyoeun?” Henry sedikit terkejut dengan keberadaan gadis itu. Hyoeun tersenyum tipis. Tangannya yang lembut menggenggam jari-jari Henry kemudian mengelusnya perlahan.

“Lama-lama, jarimu bisa letih.” Hyoeun menarik kedua ujung bibirnya membentuk sebuah lengkung senyuman.

Henry menatap kedua mata coklat Hyoeun. Sepasang mata yang mencerminkan suatu kelembutan. Sepasang mata itu membuat dirinya jatuh hati pada gadis anggun ini. Wajahnya yang cantik, hidungnya yang mungil serta bibirnya yang merah merona. Semuanya tampak sempurna di mata Henry. Seolah-olah, Hyoeun memiliki suatu mantra cinta yang membuat Henry bertekuk lutut di hadapannya.

Henry. Ia terjebak dalam cinta buta yang menguasai dirinya. Hyoeun sudah menjadi bagian dari hidupnya. Ia tak akan mudah melupakan gadis itu. Tanpa dirinya, Henry pun merasa hampa…

***

Awan-awan putih bergerak kemudian berkumpul menjadi satu. Semakin lama warnanya menjadi abu-abu gelap. Angin kencang berhembus menerpa dedaunan pohon. Rintik-rintik air hujan mulai turun dari langit membasahi muka bumi. Sekejap, rintik-rintik itu berubah menjadi hujan deras.

Tanpa mempedulikan keadaan di luar sana, Henry yang memakai kemeja putih berlengan panjang itu tetap memainkan piano. Ia mengeluarkan sedikit tenaga untuk menekan tuts-tuts piano. Ia berusaha melampiaskan segala yang ia alami pada hari itu.

Lelaki itu merasa sedih. Ia ingin marah. Ia ingin menangis histeris namun semua rasa itu dipendamnya. Hatinya semakin perih tatkala dalam benaknya kembali terbayang gadis itu. Hyoeun. Gadis yang selama ini ia kagumi. Gadis yang selama ini ia cintai dengan sepenuh hati telah pergi meninggalkannya.

Bertahun-tahun rasa cinta itu bersemayam dalam hatinya. Cinta yang terlalu besar untuknya. Namun, besarnya rasa cinta itu membuat hati Henry merasa terkoyak. Hyoeun tak akan pernah kembali lagi ke sisinya.

Mengingat kisah indah ketika bersama dengan Hyoeun membuat hatinya semakin terluka. Bagaimana tidak? Hyoeun yang selama ini ia cintai telah bersama dengan seorang gadis kecil yang memanggilnya dengan sebutan “Ibu”. Ia telah bahagia bersama orang lain. Hal itu membuat Henry bertanya-tanya dalam hati, Kenapa bukan aku?

Dalam sekali gerakan, Henry menekan tuts piano dengan kesepuluh jari tangannya dengan keras. Dadanya naik turun mengatur napas sesak yang memenuhi rongga paru-parunya. Kakinya seakan lemas tak berdaya. Ia pun terjatuh ke lantai. Dipandangnya lantai mengkilat berwarna putih itu. Setetes air mata jatuh mengenai permukaan lantai ubin itu.

Di dunia ini, masih banyak gadis yang bisa membuat dirinya merasa bahagia. Masih ada kesempatan kedua untuk mencari kekasih hati. Tetapi, Henry terlalu mencintai Hyoeun. Hidup tanpanya bagai makan tanpa garam. Hampa.

Lelaki itu terlanjur terjebak dalam lubang cintanya. Ia terperangkap dan tak bisa keluar lagi. Walau hatinya ingin, tapi setiap melihat ke bawah, perasaan itu kembali muncul. Cinta yang tak terbalaskan yang menyisakan goresan luka di hati. Cinta buta itu telah membuatnya terjebak dalam tangisan pahit kehidupan.

.

.

END